
Sadewa menuntun Satria naik keatas ranjang mereka dan menidurkan nya. Diusap-usap nya punggung Satria agar bocah tampan itu cepat tidur sambil menahan pening karena hasrat yang belum tersalurkan.
Cindy yang berbaring disisi yang lain terlihat berusaha menahan tawanya melihat wajah Sadewa yang terlihat kesal.
"Bunda..dedek bayi nya kapan keluarnya ?" tanya Satria sambil memeluk perut Cindy yang mulai membuncit.
"Lima bulan lagi " jawab Cindy sambil mengelus rambut Satria.
"Apakah masih lama ?" tanya Satria bingung.
"Iya " jawab Cindy.
"Aa senang tidak mau punya adik ?" tanya Cindy.
"Senang dong Bun " jawab Satria.
"Buuunn..kalau diajak ngobrol Aa kapan tidurnya ?" omel Sadewa dengan suara pelan.
"Sabar dong Yah " Cindy mendelik kearah Sadewa yang mulai tidak sabar karena adik kecilnya sudah benar-benar tidak bisa dikondisikan lagi.
"Sekarang Aa baca doa dulu lalu tidur ya " titah Cindy.
Satria bergumam melafalkan doa sebelum tidur dan tidak lama kemudian bocah tampan itu pun tertidur.
Setelah Satria tertidur Sadewa mengajak Cindy untuk meneruskan apa yang tadi sempat tertunda di atas sofa.
Lima Bulan Kemudian
__ADS_1
Bagas dan Felisha tampak berada di depan ruang bersalin.Beberapa jam yang lalu Luna dan Cindy dilarikan ke rumahsakit karena mereka mengalami kontraksi secara bersamaan.
Beruntung di rumah sedang ada Zhifana dan Nakula yang sedang menginap, jadi mereka bisa dititipi anak--anak.
Bagas dan Felisha menunggu di depan ruang bersalin sementara Kenzo dan Sadewa sedang menemani istri-istri mereka berjuang melahirkan anak-anak mereka.
"Kamu tegang banget Sayang " Felisha meremat jemari Bagas yang dingin dan berkeringat.
"Ya " jawab Bagas.
Kilasan bayangan peristiwa kelahiran Luna yang tidak sempat ia saksikan selalu datang menghantui menghadirkan rasa bersalah yang tidak pernah bisa terobati sampai sekarang.
Untuk mengurangi rasa gelisah di hati Bagas pun memeluk Felisha erat.
"Kamu kenapa Sayang ?" tanya Felisha sambil mengelus rahang tegas Bagas.
Felisha mengusap rahang Bagas lembut. Ia tahu jika Bagas sedang tidak merasa baik-baik saja.
"Yakin tidak mau cerita sama aku ?" tanya Felisha.
"Setiap kali menunggui kamu atau Luna melahirkan.. Mas selalu dihantui rasa bersalah karena dulu Mas tidak ada waktu kamu melahirkan Luna. Mas lebih mementingkan pergi ke Kalimantan padahal kamu sudah akan melahirkan..maafkan Mas ya Sayang " Bagas memeluk Felisha.
"Ya ampun Mas..yang sudah berlalu jangan diingat-ingat lagi..kamu sudah membayar semuanya dengan menjadi Daddy terbaik untuk anak-anak.. terutama Luna.Dan aku bangga menjadi istri kamu " Felisha menciumi kepala Bagas.
"Iya Sayang " jawab Bagas.
Oweek.. oweek..
__ADS_1
Bagas dan Felisha terhenyak ketika terdengar suara tangis bayi bersahutan dari ruang bersalin.
"Seperti nya bayi mereka sudah lahir " bisik Felisha.
Malam itu keluarga besar Bagas bertambah tiga orang anggota keluarga baru.
Sadewa akhirnya berhasil mengabulkan keinginan Satria untuk memiliki dua adik bayi sekaligus.
Cindy melahirkan bayi kembar berjenis kelamin perempuan. Sedangkan Luna melahirkan bayi sipit berjenis kelamin laki-laki.
Setelah ketiga bayi itu diadzani oleh Sadewa, Kenzo dan Bagas Luna langsung terlihat cemberut ketika Kenzo diam-diam berbisik di telinga Luna.
"Kamu punya utang dua anak lagi Sayang " bisik Kenzo.
"Dasar sipit..kenapa tidak minta sepuluh anak saja sekalian " Luna menggerutu.
----------------------------
Cerita Om buah hatiku akhirnya selesai juga ya karena keluarga Daddy Bagas sudah bahagia..
Mungkin Next Author akan angkat kisah Abimanyu..tunggu saja Ya!
Tapi jangan khawatir nanti Author akan kasih bonus chapter..
Sering-sering klik profil REQUEEN saja biar kalau ada cerita yang baru bisa tau..jangan lupa ya REQUEEN..hihi..
Bagi pembaca setia karya REQUEEN masih ada My Posesif Uncle ya yang masih On going.. happy reading 😘😘😘
__ADS_1