
Mengandung konten Dewasa..harap bijak dalam membacaπππππ
Hari ini Felisha terpaksa pergi ke kantor lebih siang dari biasanya karena Ia harus memenuhi undangan pihak sekolah untuk mengambil raport si kembar.
Felisha sangat puas dengan nilai raport kedua putranya yang sangat memuaskan. Nakula dan Sadewa benar-benar mewarisi kepintaran daddy nya.
"mom.. liburan ke Bali nya jadi kan? " tanya Nakula ketika mereka dalam perjalanan pulang dari sekolah.
"Kata daddy sih jadi " jawab Felisha sambil tetap fokus pada kemudi.
"Kaka ada ide lain selain ke Bali? " tanya Felisha
"Tidak mom ..ke Bali saja ..bukannya Luna ingin sekali ikut daddy ke Bali " jawab Sadewa.
Felisha tersenyum, Ia bangga pada kedua putranya yang penurut dan sayang kepada adiknya. Dari awal pernikahannya Felisha lebih dulu jatuh cinta pada si kembar daripada pada daddy nya.
Setelah mengantarkan si kembar ke rumah, Felisha pun langsung pergi ke kantor.Hari ini ternyata bukan hanya Felisha saja yang terlambat ke kantor, ada beberapa teman sekantornya yang terlambat datang dengan alasan yang sama yaitu mengambil raport anak.
Begitu masuk ke ruangan, Felisha langsung disuguhi setumpuk berkas.. dan Ia pun mulai menyelesaikan pekerjaannya yang seharusnya sudah Ia kerjakan dari pagi.Felisha ingin pada saat cuti nanti ia tidak meninggalkan banyak pekerjaan di kantor.
Jam 3 sore Felisha mulai membereskan mejanya.
"Jadi ambil cuti besok Fe ?" tanya Dina
"Jadi " jawab Felisha
"Emang pak Ezra udah acc?" tanya Dina lagi
"Udah dong ...Lo mau dibeliin oleh-oleh apa kalau gue balik ?" tanya Felisha
"Cowok bule deh satu " jawab Dina nyengir
"Oke..tar gue bungkus satu buat Lo " jawab Felisha.
Satu jam kemudian Felisha pun sampai ke rumah.Luna dan sikembar tampak sedang asik menonton tv dengan ditemani pengasuh.
Luna tampak asik nonton film kartun sambil makan dengan disuapi mbak Mia.Felisha pun langsung mengambil alih menyuapi Luna.Tak lama kemudian Bagas datang dari kantor.
Bagas pun langsung bergabung dengan anak istrinya menonton TV. Begitu Bagas duduk di sopa,Luna langsung naik ke pangkuan Bagas.
Bagas menyandarkan tubuhnya disandaran kursi ketika jari-jari mungil Luna mengurai dasi yang melingkar dileher Bagas.
"Sambil makan ya..Aaaa " satu sendok nasi dengan sayur masuk ke mulut mungil Luna.
Bagas tertawa melihat Luna yang tampak sedang berusaha melepas dasinya sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Daddy..susaah " Luna tampak sedikit kesal.
"Sudah biar mommy saja yang kerjakan nanti..tugas Luna cukup cium Daddy " Bagas menunjuk pipinya.Luna pun mencium kedua pipi Bagas.
"Gimana nilai raport kalian..bagus tidak ?" tanya Bagas kepada kedua putranya.
"Bagus dong dad..kita tetap peringkat satu dan dua " jawab Nakula
"Bagus..nanti Daddy kasih hadiah buat kalian "
"Daddy..Luna juga ingin hadiah " rengek Luna
"Iya..nanti Luna juga Daddy kasih hadiah " jawab Bagas.
"Mommy juga mau hadiah ?" tanya Bagas
"Mau dong " jawab Felisha sambil menyuapi Luna
"Hadiah mommy nanti malam " bisik Bagas,disambut satu cubitan dari Felisha diperut Bagas.
Malamnya Felisha membantu anak-anak packing,setelah beres baru dirinya dan Bagas packing.
"Kita berapa hari disana mas ?" tanya Felisha.
"Gimana maunya anak-anak " jawab Bagas.
Dari jawaban Bagas,terlihat sekali kalau ia berniat menyenangkan anak-anak.
"Kalau anak-anak mau lama emang kamu ada waktu ?" tanya Felisha tidak yakin.
__ADS_1
"Ya..saya ingin membayar utang kepada anak-anak karena selama ini saya selalu tidak punya waktu untuk mereka " jawab Bagas.
"Apa yang membuat kamu jadi berubah seperti ini mas " cibir Felisha
"Kamu...kamu dan Luna yang telah merubah saya " jawab Bagas.
"Ternyata butuh waktu lama untuk bisa merubah kamu " ujar Felisha. " Padahal saya tidak berniat merubah kamu..saya dan Luna hanya ingin mas Bagas menerima kami ..hanya itu saja "
"Kenyataannya justru terbalik..sekarang justru saya yang ingin agar kamu dan Luna menerima saya " ujar Bagas sambil tertawa.
"Kenapa mas Bagas ingin saya dan Luna menerima mas Bagas ?" pancing Felisha
Bagas menatap dalam kearah Felisha " Karena setelah kamu dan Luna pergi hati saya menjadi tidak baik-baik saja "
"Apa Sekarang masih tidak baik-baik saja ?" tanya Felisha
"Tidak terlalu..tapi saya sedang berusaha membuat semakin baik " jawab Bagas. "Semua tergantung pada kamu "
'Kamu salah tergantung pada saya..justru semua tergantung pada usaha mas Bagas sendiri "
"Menurut kamu apa usaha saya selama ini masih kurang ?jika masih kurang biar saya lebih berusaha lagi " jawab Bagas
"Jika saya bilang cukup nanti mas Bagas tidak berusaha lebih lagi..saya ingin mas Bagas lebih..lebih..lebih berusaha " ujar Felisha
"Baik sayang " jawab Bagas
"Mas Bagas tidak pantas berkata romantis.. mukanya datar gitu haha " Felisha tertawa.
"Fe..!!!" wajah Bagas langsung berubah masam namun Felisha semakin ingin menggoda Bagas.
"Jika besok pagi kita tidak harus pergi,habis kamu malam ini " ujar Bagas sambil ngeloyor pergi.
* * * * *
Hari pertama di Bali mereka menghabiskan waktu dengan beristirahat dikamar hotel.Nakula dan Sadewa juga lebih banyak tidur dikamar mereka.Begitu juga Luna.
"Yang mau main di pantai malah tidur " Bagas menciumi pipi Luna.Bocah itu sama sekali tidak merasa terganggu.
"Jangan diganggu mas mungkin masih lelah " omel Felisha.
"Besok anak-anak bagusnya kita bawa main kemana Fe ?" tanya Bagas
"Terserah mas Bagas..yang penting anak-anak senang " jawab Felisha
"Turuti maunya Luna dulu ya..kita ke pantai " ajak Bagas
"Iya. " jawab Felisha.
Akhirnya karena lelah Bagas dan Felisha pun akhirnya ikut tertidur disisi kiri dan kanan Luna.
Keesokannya Bagas membawa istri dan anak-anak mereka ke pantai.Luna tampak lucu dengan bikininya.
"Mommy cepetaan aku mau main pasir " Luna tidak sabar ketika Felisha memberi sunblock disekujur tubuh Luna.
"Sabar sayang " Bagas berusaha memegang Luna.
"Kakak..pake dulu sunblock nya " pesan Felisha kepada Nakula dan Sadewa.
"Iya mom " jawab si kembar
"Tuh kakak juga pake " tunjuk Bagas pada si kembar.
Selesai dengan Luna kini giliran Daddy nya.Bagas bersikeras ingin Felisha yang memakaikan sunblock disekujur tubuhnya.
Felisha dan Bagas duduk diatas pasir membantu Luna membuat istana pasirnya,sementara Nakula dan Sadewa asik berengang dibibir pantai.
Sesekali Bagas mengawasi keberadaan kedua putranya agar tetap terjangkau pandangannya.
Luna berteriak kegirangan ketika istana pasirnya rata tersapu ombak dibibir pantai.
"Daddy bikin Lagi " pinta Luna.
Bagas dan Felisha pun kembali membuatkan istana pasir untuk Luna.
Luna semakin senang manakala kedua kakaknya ikut bergabung membuatkan istana pasir yang megah untuknya.
__ADS_1
Setelah puas bermain di pantai,mereka pun kembali ke hotel.
Malamnya Bagas membawa Felisha dan anak-anak makan disebuah resto yang berada tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Felisha dan Bagas tampak senang melihat anak-anak makan dengan lahap.
"Kamu juga makan yang banyak Fe..biar nanti malam ada tenaga " bisik Bagas
"Luna mau dikemanain mas ?" tanya Felisha
"Sementara nebeng dikamar kakaknya dulu,kalau sudah selesai kita pindahkan " bisik Bagas.
"Terserah mas Bagas deh " jawab Felisha
Selesai makan malam,Bagas dan Felisha tidak langsung masuk ke kamar mereka, namun mereka berkumpul dikamar sikembar.Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan bercerita disana.
"Mommy..aku mau bobo disini sama kakak " Luna merengek
"Iya boleh " jawab Bagas cepat.
Mendengar permintaan putrinya seperti mendapatkan jackpot saja.
"Kakak tidak apa-apa Luna tidur disini ?" tanya Felisha
"Tidak apa-apa mom..kita malah senang " jawab Nakula
"Nanti kakak cerita kancil dan kura-kura " ujar Sadewa,membuat Luna semakin yakin ingin tidur dengan kedua kakaknya.
"Kalau ada apa-apa kakak ketok kamar mommy saja ya " pesan Felisha sebelum kembali ke kamar.
"Iya mom " jawab si kembar.
Bagas dan Felisha pun kembali ke kamar mereka tanpa Luna.Begitu masuk Bagas langsung mengunci pintu.
"Susah juga ya mencari waktu untuk berdua " ujar Bagas sambil merengkuh tubuh Felisha dan menggiringnya ke tempat tidur.
"Resiko banyak anak ya begitu mas " jawab Felisha sambil tersenyum.
Tak ingin membuang waktu lagi Bagas pun langsung mengurung tubuh Felisha dibawah tubuhnya.
Felisha melingkarkan tangannya dileher Bagas ketika bibir mereka saling bertautan.Tangan Bagas dengan cepat membuka semua baju Felisha berikut **********.Felisha pun membantu Bagas membuka semua baju yang menempel ditubuh Bagas hingga keduanya sama-sama polos.
Tanpa basa-basi Bagas pun langsung menyerang Felisha dengan brutal.Ia benar-benar memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.Mumpung Luna sedang tidur bersama kedua kakaknya.
Tubuh Felisha berguncang seiring ritme hentakan yang semakin cepat dibawah sana.Kedua tangan Bagas menangkup dan meremas dua bukit kembar Felisha yang ikut bergerak lincah.
"Maaass " Felisha mengerang saat dadanya terasa ngilu karena Bagas meremasnya kuat.Namun rasa nikmat dibawah sana mengalihkan semua rasa ngilu akibat remasan tangan kokoh Bagas.
Felisha terus mengerang ketika hentakan dibawah sana semakin cepat dan dalam.Dan akhirnya tubuh Bagas ambruk setelah keduanya mendapat pelepasan secara bersamaan.
Bagas menciumi wajah Felisha yang berkeringat tanpa melepaskan penyatuan mereka.
"Cape ?" tanya Bagas.Felisha mengangguk
"Berat " jawab Felisha karena tubuh mereka masih menyatu rapat.
Bagas tersenyum,kemudian ia merubah posisi tanpa melepaskan penyatuan mereka.
"Sekarang kamu yang diatas " bisik Bagas.
Felisha pun duduk diatas tubuh Bagas.Ia menggerakkan pinggulnya maju mundur membuat milik Bagas semakin dalam menusuk bagian bawah tubuh Felisha.
"Sshhh...sayang " Bagas memejamkan matanya menikmati goyangan pinggul Felisha
Felisha semakin lincah menggoyangkan pinggulnya membuat Bagas semakin blingsatan.
"Ssshhh.. sayang..saya sudah tidak tahan "
Dengan cepat Bagas kembali merobah posisi,membuat Felisha kembali berada dibawah tubuhnya.Kini Felisha yang memejamkan matanya ketika Bagas terus menghujam bagian bawah tubuhnya tanpa ampun.Dan akhirnya tubuh Bagas ambruk diatas tubuh Felisha untuk kedua kalinya.
Maaf baru up..authornya lagi ada kerjaan ππ
Tetap dukung ya..
Happy reading
__ADS_1