Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Patah Hati


__ADS_3

Tahun ini Bagas sekeluarga akan menghabiskan libur Natal dan Tahun baru di Bandung.


Awalnya mereka berencana untuk menghabiskan malam pergantian tahun di Bali, Namun Felisha bersikeras tidak mau ke Bali karena Sadewa sudah bisa dipastikan tidak akan bisa ikut karena kesibukannya dalam operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru.


"Aku tidak mau ke Bali kalau anak-anak tidak ikut semua " ucap Felisha kekeh.


"Ya sudah kita malam tahun baruan di Bandung saja " putus Bagas akhirnya.Semua pun setuju untuk menghabiskan malam pergantian tahun di Bandung.


Seminggu sebelumnya Felisha sudah mengabari Sadewa jika mereka akan merayakan liburan Tahun Baru di Bandung.


Jika Felisha langsung menghubungi Sadewa, Luna pun langsung memberitahu Kenzo jika mereka akan merayakan malam Tahun Baru di Bandung.


"Aku tidak mau tau..pokoknya kakak harus ke Bandung " pinta Luna.


"Kakak mau pulang asal syarat dari kakak kamu penuhi " jawab Kenzo.


"Syarat yang mana ?" tanya Luna pura-pura lupa.


"Kakak tidak mau kita backstreet..kalau kamu tidak berani biar kakak yang bilang sama Mommy dan Daddy kamu " jawab Kenzo.


"Terserah kakak " jawab Luna pasrah.


"Jadi kamu atau kakak yang bilang sama Mommy dan Daddy kamu ?" tanya Kenzo


"Kakak saja " jawab Luna.


"Oke..kamu tunggu kakak di Bandung ya " ucap Kenzo sebelum mengakhiri sambungan telepon.


Beberapa hari menjelang akhir tahun, Felisha sudah mulai sibuk menyiapkan perbekalan untuk di Bandung.


Felisha mengabaikan Sadewa yang melarang nya membawa banyak perbekalan dari Jakarta karena Sadewa akan menyiapkan segala sesuatunya di Bandung agar Mommy nya tidak repot.


Dipenghujung tahun Felisha tampak bangga mengantarkan Sadewa yang akan berdinas sampai ke teras depan.


Sebelum pergi Sadewa menyempatkan memenuhi keinginan Abimanyu untuk berputar-putar mengelilingi perumahan dengan mobil dinasnya.


"Sudah jalan-jalannya " Sadewa menurunkan Abimanyu setelah mereka berkeliling komplek perumahan.Adik bungsunya itu terlihat puas karena keinginannya untuk naik mobil dinas kakaknya tercapai.


"Nanti selesai giat kakak akan langsung pulang Mom " ujar Sadewa sebelum pergi.


"Iya..hati-hati kak " pesan Bagas dan Felisha.


Luna menanti detik-detik pergantian tahun dengan hati yang kecewa karena Kenzo tidak juga datang menyusulnya ke Bandung.


Luna menatap ponselnya dengan sendu. Beberapa kali ia mencoba menghubungi Kenzo tapi nomer nya tidak aktif.


Luna sangat kecewa karena Kenzo tidak datang.Padahal ia sudah menyiapkan mental untuk memberitahukan tentang hubungannya dengan Kenzo kepada orangtuanya.


Hampir semalaman Luna tidak bisa memejamkan matanya menunggu kedatangan Kenzo.Hingga keesokannya Luna benar-benar kecewa karena Kenzo tidak datang dan nomer teleponnya tidak bisa dihubungi.


Kekecewaan Luna sedikit tersamarkan dengan berkumpulnya semua anggota keluarga dengan lengkap.


Hari ini dapur di rumah Felisha dikuasai oleh para lelaki. Bagas dan ketiga putranya sibuk berkutat di dapur untuk membuat makan siang.


"Mommy yakin mereka bisa masak ? setau aku Daddy cuma ahli bikin pasta saja " bisik Luna ditelinga Felisha.


"Entahlah..Mommy juga tidak yakin " Felisha menggedikan bahunya.

__ADS_1


"Abi..mereka sedang masak apa ?" Luna bertanya kepada Abimanyu yang terus bolak-balik ke dapur.


"Nasi liwet, ayam goreng, ikan asin...sambal " jawab Abimanyu.


Felisha dan Luna saling pandang, mereka ragu dengan kemampuan Bagas, Nakula dan Sadewa dalam memasak masakan Sunda.


"Sayang..apa perlu bantuan ?" tanya Felisha sambil melongokan kepalanya ke dapur.


"Tidak usah Sayang..lebih baik kamu sama Luna duduk manis saja " jawab Bagas.


"Yakin ?" tanya Felisha ragu.


"Yakin dong Sayang..sebentar lagi juga selesai " jawab Bagas.


Satu jam kemudian Bagas, Nakula dan Sadewa pun selesai masak.Mereka menyuruh Abimanyu untuk memanggil Aluna dan Felisha


Felisha dan Luna kagum dengan hasil kerja Bagas dan sikembar. Masakan ketiga pria tampan itu benar-benar enak.


"Sadewa jago bikin masakan Sunda loh Mom " puji Nakula ketika mereka sedang menikmati makan siang bersama.


"Aku kan lama tinggal disini jadi terbiasa dengan masakan Sunda " jawab Sadewa.


Setelah beberapa hari tidak mendapatkan kabar dari Kenzo, dihari ketiga akhirnya Luna mendapatkan kabar tentang Kenzo dari Cindy.


Luna terduduk lemas ketika Cindy mengabari Luna jika Kenzo mengalami kecelakaan mobil ketika dalam perjalanan menuju ke Bandara.


Cindy baru mengabari Luna setelah beberapa hari kemudian karena Kenzo yang melarang.


Cindy nekad memberitahu Luna karena tidak tega jika Luna sampai tidak tau jika Kenzo mengalami kecelakaan.


Bagas dan Felisha juga si kembar tentu saja kaget ketika mendengar kecelakaan yang menimpa Kenzo.


Dua hari sebelum kepergiannya ke Jepang, Nakula dibuat kaget dengan kedatangan Luna ke kamarnya.


"Ada apa dek..tumben belum tidur ?" tanya Nakula.


"Kakak..boleh tidak aku ikut kakak ke Jepang ?" tanya Luna sambil duduk di ranjang Nakula.


"Aku kan masih libur kak "


Nakula sejenak menatap kearah Luna.Melihat mata Luna yang begitu memohon membuat Nakula tidak tega untuk menolaknya.


"Tentu saja boleh..lusa kita berangkat " jawab Nakula.


"Terimakasih kak " Luna memeluk Nakula penuh sayang.


Dua hari kemudian Luna dan Nakula terbang ke Jepang. Kebetulan Cindy masih ada di Jepang bersama keluarganya yang juga sedang menengok Kenzo.


Luna dan Nakula menginap di hotel yang berada tidak jauh dari rumahsakit tempat Kenzo menjalani perawatan.


Mengetahui Luna berada di Jepang bersama kakaknya untuk menengok Kenzo, Cindy dibuat kaget dengan reaksi Kenzo yang menolak bertemu dengan Luna.Bahkan Kenzo meminta kepada Nakula untuk tidak membawa Luna saat datang ke rumahsakit.


Nakula menuruti permintaan Kenzo untuk tidak membawa Luna saat menjenguk ke rumahsakit.


Kenzo menolak bertemu dengan Aluna karena ia tidak percaya diri dengan kondisi kedua kakinya yang tidak berpungsi dengan normal.


Dokter mengatakan jika harapan untuk bisa berjalan normal hanyalah 20% saja. Dan Kenzo harus menjalani perawatan yang cukup panjang.

__ADS_1


Nakula sangat prihatin atas kejadian yang menimpa sahabatnya itu.Luna tentu saja sangat kecewa karena Kenzo menolak bertemu dengannya.


Sepulang dari Jepang Bagas dan Felisha merasakan ada yang berubah pada diri putri kesayangannya.Luna terlihat lebih pendiam dan lebih sering mengurung diri di kamar.


Luna sudah tidak berharap lagi Kenzo akan menghubunginya setiap malam seperti dulu karena nomer Kenzo sudah tidak aktif. Sepertinya Kenzo sudah mengganti nomernya dengan yang baru.


Meskipun Luna dan Kenzo sudah tidak pernah berkomunikasi,namun Luna masih mendengar kabar tentang Kenzo yang sedang menjalani pengobatan di University of Tokyo Hospital dari Cindy.


Perubahan sikap Luna sepulang dari Jepang mengundang tanda tanya besar dari Bagas dan Felisha juga kedua putra kembar mereka.


Saking penasarannya atas perubahan sikap Luna Sadewa sampai sengaja menemui Cindy untuk mencari tau, karena Cindy adalah satu-satunya sahabat terdekat Luna.


Sadewa yang datang dari Bandung dan masih mengenakan seragam dinas nya mendatangi Cindy di tempat lesnya.


"Ada apa Bapak mencari saya ?" tanya Cindy dengan wajah takut. Ia sampai bingung harus memanggil apa kepada Sadewa .


Karena Sadewa masih mengenakan seragam dinasnya akhirnya Cindy memanggil Sadewa dengan sebutan Bapak yang langsung dibalas tatapan tidak suka dari Sadewa.


"Apakah saya terlihat setua itu hingga kamu memanggil saya Bapak ?" tanya Sadewa.


"Eh maaf..Kak " ralat Cindy.


Cindy tampak bingung campur takut ketika Sadewa mulai bertanya tentang perubahan sikap Luna akhir-akhir ini, tepatnya sejak sepulang dari Jepang.


"Kamu adalah sahabat dekat Luna..jadi kamu pasti tau apa yang terjadi pada Luna sehingga sekarang dia jadi berubah pendiam ?" tanya Sadewa.


"A..aku tidak tau kak " jawab Cindy berbohong.


Sadewa menatap dalam kearah Cindy penuh intimidasi membuat Cindy langsung menunduk tanpa berani menatap kearah Sadewa.


"Katakan pada saya apa yang sebenarnya terjadi pada Luna ?' tanya Sadewa lagi.


"A..anu kak...mmm..Luna..sebetulnya pacaran sama.."


"Sama siapa ?" sambar Sadewa.


"Sa..sama Kakak Ken.." lanjut Cindy dengan suara terbata-bata karena takut.


"Pacaran sama Kenzo ?" tanya Sadewa tidak percaya. Cindy mengangguk.


"Luna sangat kecewa karena Kakak Ken menolak bertemu dengan Luna pada saat Luna dan kakak Nakula ke Jepang.. sepertinya sekarang mereka putus "


Sadewa terpaku mendengar cerita Cindy, pantas saja Luna berubah menjadi pendiam rupanya adik kesayangannya itu sedang patah hati.


Setelah mendapatkan informasi mengenai penyebab perubahan pada diri adik tersayang nya, Sadewa menawarkan diri untuk mengantarkan Cindy pulang.


"Tidak kak terimakasih..aku pulang pake ojol saja " Cindy menolak.


"Kenapa menolak..saya tidak akan mencelakai kamu " ujar Sadewa.


"Bukan begitu Kak..aku takut Mama dan Papa mengira aku habis terciduk polisi " jawab Cindy.


"Sudah naik " Sadewa memaksa Cindy naik kedalam mobilnya sambil menahan bibirnya untuk tidak tertawa melihat kepolosan gadis manis sepupu sahabatnya itu.


Maaf ya Author nabur bawang sedikit..hihihi


Jangan pada protes nanti Author pundung.

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2