
Bagas dan Felisha yang baru bangun langsung keluar kamar begitu pelayan memberi tau jika mereka kedatangan tamu.
Seorang wanita seusia Felisha tampak sedang duduk di ruang tamu.
" Ajeng " sapa Bagas
Wanita itu menoleh dan langsung bangkit begitu melihat kedatangan Bagas dan Felisha
"Mas Bagas " senyum manis langsung terkembang dibibir gadis itu.Namun sejurus kemudian senyum itu sedikit surut begitu melihat Felisha.
" Sayang ini Ajeng..adik Kinara " Bagas mengenalkan tamunya kepada Felisha.
Felisha dan Ajeng pun saling bersalaman memperkenalkan diri
"Kenapa tidak kasih kabar kalau mau ke Jakarta ?" tanya Bagas.
"Mendadak mas " jawab Ajeng
"Aku ada wawancara kerja hari Senin,jadi sekalian mampir..kangen sama Nakula dan Sadewa "
"Mereka lagi tidur diatas " Felisha berusaha ikut ngobrol.
"Kamu menginap disini saja .. anak-anak pasti senang jika kamu menginap disini " ujar Bagas.
"Iya kan sayang ?" tanya Bagas kepada Felisha
"Iya " jawab Felisha.
"Terimakasih mas.. mbak " jawab Ajeng.
"Anggap rumah sendiri " ujar Felisha ketika mengantarkan Ajeng ke kamar tamu.
Setelah mengantarkan tamu nya ke kamar, Felisha kembali ke kamarnya.Disana ia mendapati Bagas sedang menciumi pipi Luna yang masih tertidur.
"Mas..jangan diganggu " omel Felisha.
"Tidak ganggu..hanya cium " jawab Bagas sambil mengusap pipi bulat Luna.
Semakin hari Bagas merasa semakin jatuh cinta pada anak kecil yang sempat ia acuhkan keberadaan nya itu.Sebanding dengan yang ia rasakan kepada mommy nya juga.
"Sayang..kamu tidak keberatan kan jika Ajeng menginap disini sementara waktu ?" tanya Bagas masih menatap kepada wajah cantik putrinya.
"Tidak " jawab Felisha
"Dia itu adik bungsu Kinara..anaknya manja dan cukup dekat dengan saya.Semoga kamu tidak akan cemburu " ujar Bagas sambil kembali menciumi pipi Aluna.
"Maaass jangan ganggu Luna terus " omel Felisha
"Setiap hari sepertinya saya semakin jatuh cinta sama anak ini " gumam Bagas
"Kalau sama mommy nya ?" tanya Felisha menggoda
"Kenapa masih bertanya ?apa selama ini yang saya lakukan tidak cukup menunjukan itu ? " Bukan menjawab Bagas malah balik bertanya
"Kebiasaan mas Bagas kalau ditanya malah balik nanya..jawab saja susah banget " sungut Felisha
__ADS_1
"Saya cinta sama kamu...puas ?" ujar Bagas datar
"Tidak meyakinkan..wajahnya datar gitu " ledek Felisha
"Saya cinta sama kamu " Ulang Bagas
"Masih tidak meyakinkan "
"Kamu sengaja ngerjain saya ya ?" tanya Bagas Felisha menggeleng
"Bilang cintanya yang romantis dong mas " pinta Felisha
"Saya tidak bisa " jawab Bagas
"Ya usaha dong "
Bagas terdiam.Ia menatap Felisha dalam. Ditatap seperti itu Felisha menunduk menjadi salah tingkah.
"Saya cinta sama kamu.." bisik Bagas.Perlahan wajah Bagas semakin mendekat dan bibir mereka pun saling bertautan.
"Saya cinta sama kamu Felisha " bisik Bagas sambil merengkuh tubuh Felisha kedalam dekapannya.
"Aku juga " sebuah pengakuan lolos dari bibir Felisha membuat Bagas semakin rakus melahap bibir Felisha.
"Mommy Daddy..." Rengek Luna.Rupanya bocah itu baru terjaga dari tidurnya.Bagas dan Felisha pun mengakhiri ciuman mereka.
"Kamu sih mancing-mancing " Bagas mencubit ujung hidung Felisha.
Luna pun langsung berhenti merengek karena Bagas langsung menggendongnya.
* * * * *
Luna yang tidak mengenal Ajeng terus menempel kepada Bagas.Meski Ajeng berusaha menyapanya tampaknya Luna lebih tertarik berada dalam pelukan Daddy nya.
"Luna itu manja sekali ya sama mas Bagas " ujar Ajeng ketika siang itu mereka sedang duduk di teras sambil melihat Bagas yang sedang mengajari Luna naik sepeda tanpa roda tambahan.
"Iya " jawab Felisha.
Ada tanda tanya dalam hati Felisha,sebetulnya Ajeng sudah tau atau belum jika Luna sebetulnya bukan anak kandung Bagas.
"Besok kamu wawancara jam berapa ? biar saya antar " Felisha menawarkan diri
"Jam 9 mbak.. aku nebeng mobil mas Bagas saja karena kebetulan dekat kantor mas Bagas " jawab Ajeng
"Oh gitu ya " jawab Felisha.
Entah mengapa tiba-tiba terbersit rasa tidak senang mendengar Ajeng memilih akan ikut dengan mobil Bagas dan menolak diantarkan oleh Felisha.
Felisha berusaha membuang semua fikiran buruk dalam dirinya dan berusaha menghormati tamunya karena walau bagaimanapun Ajeng adalah adik ipar suaminya.Mereka sudah lebih dulu dekat sebelum Felisha masuk kedalam kehidupan Bagas.
Malamnya setelah menidurkan Luna,Bagas masuk ke ruang kerjanya. Sudah menjadi kebiasaan Bagas jika dia akan berada di ruang kerjanya beberapa jam sebelum tidur.
Namun kali ini Felisha sedikit tidak senang karena Ajeng juga ada di ruangan kerja Bagas.Mereka tampak sedang membahas sesuatu yang serius.
Jam 9 malam Bagas kembali ke kamar.Ia mendapati Felisha sedang anteng memainkan game di ponselnya.
__ADS_1
"Kenapa belum tidur ?" tanya Bagas sambil naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Felisha
"Tanggung lagi main game " jawab Felisha berbohong.Kenyataannya adalah ia tidak bisa tidur karena mendapati Bagas dan Ajeng sedang ngobrol berdua di ruang kerja Bagas.
"Sudah malam sebaiknya tidur " Bagas merampas ponsel dari tangan Felisha dan menyimpannya diatas nakas.Tidak ada penolakan sama sekali dari Felisha karena Bagas meraih tubuh kecil Felisha dan menenggelamkan didalam pelukannya.Felisha pun akhirnya tertidur dalam kehangatan pelukan Bagas.
Keesokannya perasaan Felisha kembali tidak nyaman ketika melihat Bagas pergi ke kantor bersama Ajeng.Ini membuat suasana hati Felisha di kantor menjadi tidak baik.
Sebetulnya tidak ada yang salah sama sekali jika Ajeng datang untuk menengok kedua keponakannya.Namun kesalahan ada pada perasaan Felisha yang menganggap jika Ajeng adalah sebuah ancaman.Sesuatu yang sangat berlebihan dan tidak masuk akal.
Sore ini Felisha terlambat pulang ke rumah karena baru selesai meeting dengan bagian keuangan.
Suasana hati Felisha kembali memburuk ketika ia mendapati Bagas dan Ajeng sedang berkumpul bersama anak-anak di ruang keluarga.
Ajeng menggeser duduknya menjauh dari Bagas begitu melihat kedatangan Felisha
"Tumben pulangnya telat ?" Bagas menarik pinggang Felisha agar duduk disamping nya.
"Ada meeting dulu..kebiasaan kak Ezra kalau meeting suka dadakan " keluh Felisha sambil menyimpan tasnya di meja.
"Mommy..tadi aku diajari mewarnai sama aunty nya kakak " Luna memperlihatkan buku mewarnai miliknya kepada Felisha
"Bagus sekali " puji Felisha sambil memeriksa hasil mewarnai Luna.
"Aku ke kamar dulu ya..gerah " Felisha pamit untuk ke kamarnya.Bagas mengikuti Felisha ke kamar mereka,meninggalkan anak-anak bersama Ajeng diruang keluarga.
Sesampainya di kamar mereka, Felisha langsung membersihkan dirinya di kamar mandi.Hampir setengah jam Felisha berendam dengan air hangat membuat tubuhnya kembali segar.
Setelah Felisha keluar dari kamar mandi,Bagas menyuruh Felisha duduk disampingnya.Felisha pun duduk disamping Bagas sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
"Sepertinya Ajeng masih akan menginap disini,sampai menunggu hasil wawancara nya keluar...kamu keberatan atau tidak ?" tanya Bagas sambil menatap wajah Felisha serius.
"Terserah mas Bagas " jawab Felisha
"Jangan terserah dong..kamu kan istri saya.Jadi kamu berhak menolak kalau kamu keberatan " ujar Bagas
"Masa saya menolak mas..Ajeng kan tantenya Nakula dan Sadewa " jawab Felisha
"Jadi...kamu tidak keberatan jika Ajeng masih tinggal disini untuk sementara waktu ?" tanya Bagas
"Tidak..tapi ada syaratnya " jawab Felisha
"Syarat apa ?" tanya Bagas.Ia tampak bingung
"Aku tidak mau dia terlalu dekat dengan mas Bagas " jawab Felisha
Bagas menatap Felisha dalam,ada senyum tipis disudut bibirnya.
"Kamu cemburu ?" tanya Bagas
"Tidak " jawab Felisha
"Tidak apa-apa kamu tidak mau mengakui kalau kamu cemburu..tapi saya melihatnya seperti itu " ujar Bagas sambil mencubit ujung hidung Felisha
"Siapa yang cemburu " Felisha masih belum mau mengakui
__ADS_1
"Iya kamu tidak cemburu.." ujar Bagas sambil tertawa
Ada kebahagiaan tersendiri melihat Felisha cemburu meski wanita itu masih tidak mau mengakuinya.