Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Pesanan Luna


__ADS_3

Luna langsung berlari menyambut Kinanti yang baru turun dari mobil dengan dipapah oleh Dio.Diikuti oleh Bunda yang menggendong cucu kelimanya dibelakang Kinanti.


"Tente..dedek pesanan aku manaaa ?" tanya Luna.


"Ini dedeknya sama Enin " jawab Bunda sambil tersenyum mendengar Luna menanyakan dedek pesanannya kepada Kinanti.


Luna mengikuti Bunda ke kamar. Ia tidak mau jauh saat Bunda menurunkan bayi cantik yang sedang tertidur pulas itu di dalam box bayinya.


"Ini dedek aku ya Enin ?" tanya Luna


"Iya..ini dedek pesanan Luna " jawab Bunda sambil terkekeh.


Kinanti duduk disisi kasur sambil memperhatikan Luna yang tidak mau jauh dari box bayi.


"Luna belum cium Tante Kinan ya " Kinanti menunjuk pada pipinya.


"Luna berlari mendekati Kinanti.Setelah mencium kedua pipi Kinanti Luna kembali berlari menuju box bayi.


Tidak lama kemudian Felisha datang dengan membawa satu piring berisi nasi dan lauknya untuk Kinanti.


"Kakak makan dulu..biar ASI nya lancar " Felisha duduk disisi kasur bersiap untuk menyuapi Kinanti.


"Fe..kakak bisa makan sendiri "


"Aku suapin saja..karena aku sedang sangat bahagia mendapat keponakan yang cantik " jawab Felisha.


"Kamu itu " Kinanti mencubit pipi Felisha.


"Dia sedang senang karena kita sudah memberikan dedek bayi sesuai pesanan Luna.. iya kan ?" Dio menyentil kening Felisha.


"Hehe..kakak tau saja " jawab Felisha sambil mulai menyuapi Kinanti.


Ketika Felisha sedang menyuapi Kinanti, Bagas datang. Dari kantor Bagas langsung pulang ke rumah Bunda karena anak dan istrinya ada disana.


Bagas yang baru datang langsung menghampiri box bayi dimana Luna tidak mau jauh dari sana.

__ADS_1


"Daddy..kapan dedek bayinya kita bawa pulang ?" tanya Luna kepada Bagas


"Waduh..kalau dedeknya diambil nanti om dan Tante nangis dong " jawab Bagas sambil terkekeh.


"Tante..dedeknya sudah boleh Luna bawa pulang kan ?" Luna mendekat kearah Kinanti.


"Belum bisa dong Sayang..dedeknya kan harus Tante kasih mimik..seperti dedek Abi " jawab Kinanti.


"Oh begitu ya " Luna mengerti dengan penjelasan dari Kinanti.


"Sayang mau makan sekarang ?" tanya Felisha setelah selesai menyuapi Kinanti makan.


"Boleh " jawab Bagas.


Felisha membawa Bagas menuju ruang makan.Ia pun mengisi piring dan lauknya untuk Bagas.


"Kinanti saja disuapin masa Mas tidak " Bagas merajuk.


"Sayaaang..mau disuapin juga ?" mata Felisha langsung melebar


"Manja banget sih kamu " Felisha meraih piring dan mulai menyuapi Bagas makan.


Tidak lama kemudian Nakula dan Sadewa muncul.Mereka langsung duduk di dekat Bagas.


"Kita juga mau makan disuapin seperti Daddy " pinta si kembar.


"Ya ampuun..tumben kalian pada kompak manjanya " Felisha akhirnya menyuapi Nakula dan Sadewa makan dari piring milik Bagas.


Felisha kembali mengisi piring dengan lauknya karena piring pertama dengan cepat tandas oleh ketiga pria tampan itu.


"Enak juga ya makan disuapi mommy " gumam Nakula sambil mengunyah makanannya.


"Iya kak.. besok-besok kita minta makan disuapi mommy lagi " Bagas memprovokasi.


"Iya..kalau kalian tidak malu saja kalau ketauan orang lain makan disuapi oleh mommy " jawab Felisha

__ADS_1


"Kita tidak malu ..malah bangga " jawab Sadewa.


Selesai menyuapi ketiga jagoannya makan Felisha mencari Abimanyu di halaman belakang yang sedang bersama mbak Mia.


Abimanyu tampak senang melihat ikan berwarna-warni didalam kolam.Bayi lucu itu tertawa senang ketika mbak Mia mencelupkan sedikit kaki mungilnya ke permukaan kolam.


'Senang banget jagoan mommy " Felisha menghampiri Abimanyu.


Malam itu Bagas sekeluarga menginap di rumah mertuanya karena Luna tidak mau pulang.Luna tidak mau jauh dari bayi Kinanti dan Dio.Bahkan Luna bersikeras ingin tidur dengan Kinanti.Akhirnya Dio mengalah dan mengungsi ke kamar Nakula dan Sadewa.


"Ada bayi Luna lupa sama Daddy nya " keluh Bagas.


"Bukan lupa Sayang..dia sedang senang karena ada bayi perempuan " Felisha mengelus rambut Bagas yang berada di dadanya karena pria tampan itu baru mendapat giliran kedua setelah Abimanyu tertidur.


"Mas Bagas seperti Bayi " Felisha terkekeh melihat Bagas yang sibuk sendiri dengan dua benda bulat di dada Felisha yang membusung padat.Felisha tidak menyangka jika kanebo keringnya kini berubah jadi pria yang sangat mesum.


Puas bermain-main di dada Felisha, tangan Bagas mulai iseng menyusup dibalik baju tidur Felisha. Suara tangis bayi dari kamar Kinanti membuat Bagas menghentikan sejenak aksi nakalnya.


"Mas jadi ingat waktu Abi bayi.. sekarang Abi sudah mulai besar sudah jarang bangun malam-malam untuk mimik " ujar Bagas.


"Iya.. sekarang justru Daddy nya yang suka bangunin malam " cibir Felisha.


Bagas tidak menjawab ia hanya tertawa sambil beringsut naik keatas tubuh Felisha.


Jika sudah begini Felisha tidak dapat berkutik lagi.Felisha tidak dapat menolak pesona pria tampan yang sedang bergerak lincah diatas tubuhnya itu.


Ketika suara tangis bayi Kinanti sudah tidak terdengar lagi Bagas dan Felisha masih bergelut diatas sofa di kamar mereka.Keduanya menyatu dan bergerak seirama.


Mereka mengakhiri pergulatan panas setelah keduanya mendapat pelepasan bersama.Masih dengan saling berpelukan Bagas menciumi wajah Felisha dan berakhir di bibir. Felisha semakin mengeratkan pelukannya seolah mereka tidak ingin terlepas lagi.


"Masih mau ?" bisik Bagas karena Felisha memeluknya sangat erat.


"Aku ngantuk Sayang " jawab Felisha.


"Ya sudah kita tidur " Bagas beringsut turun dari atas tubuh Felisha kemudian mereka pun pindah ke kasur dan tidur bersama Abimanyu yang sedang tertidur lelap.

__ADS_1


__ADS_2