Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Cerita dibalik hilangnya Bikini


__ADS_3

Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏


Memasuki liburan kenaikan kelas keluarga Bagas dan keluarga Kenzo bersiap untuk pergi liburan bersama.


Rencananya mereka akan mengunjungi villa Bagas dan rumah keluarga Kenzo di Bali.


Liburan kali ini Dio dan Ezra tidak dapat ikut karena mereka memiliki bayi yang tidak mungkin untuk dibawa perjalanan jauh.


Tujuan pertama begitu mereka mendarat di Bali adalah kediaman keluarga Kenzo. Orangtua Kenzo sudah menyiapkan tempat khusus untuk menyambut keluarga Bagas.Bahkan mereka menyiapkan ruangan khusus untuk tempat bermain Luna dan Abimanyu.


Begitu datang Bagas dan Felisha dibuat terkagum-kagum dengan banyaknya lukisan di galeri milik keluarga Kenzo. Diantara sekian banyak lukisan ada beberapa lukisan karya Kenzo yang menghiasi galeri disana.


"Apakah Kenzo bercita-cita ingin jadi pelukis ?" tanya Bagas kepada Kenzo.


"Tidak Om..ini hanya sekedar hobi saja " jawab Kenzo.


Setelah puas melihat-lihat galeri orangtua Kenzo , mereka dipersilahkan untuk beristirahat dikamar yang sudah disediakan.


Memasuki kamar yang disiapkan untuknya Bagas dan Felisha terkesima karena di kamar mereka dilengkapi dengan sebuah privat pool tepat dibelakang kamar mereka.


"Sayang..kamu tidak lupa kan bawa bikini ?" tanya Bagas sambil memeluk bahu Felisha.


"Iya bawa " jawab Felisha


"Pinter " Bagas mencium pipi Felisha senang.


"Memang kamu yakin mas kita bisa berenang berdua tanpa direcoki anak-anak ?" tanya Felisha ragu.


"Kita berenangnya malam saja nunggu anak-anak tidur dulu " jawab Bagas.


"Terserah mas Bagas saja " ujar Felisha pasrah.


"Aku curiga seperti orangtua Kenzo bisa membaca pikiran kita..mereka tau jika mas ingin sekali berenang berdua sama kamu "


"Tidak mungkin Mas..pasti cuma kebetulan saja " jawab Felisha.


"Berarti ini rejekinya Daddy Soleh " ujar Bagas


"Bukan Daddy Soleh..tapi Daddy mesum..yang ada dipikiran Mas Bagas cuma bikini doang " Felisha mencubit ujung hidung Bagas dengan gemas.


Bagas terkekeh sambil memeluk pinggang Felisha.Entah siapa yang memulai tiba-tiba Bagas dan Felisha sudah saling menautkan bibir.


Mereka baru saling melepaskan diri ketika Luna tiba-tiba muncul dibalik pintu.Luna masuk kemudian naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Abi yang sudah lebih dulu tertidur karena lelah setelah menempuh perjalanan jauh.Tidak lama kemudian Luna pun tertidur.


Malam pertama di kediaman Kenzo, semua para pria diwajibkan ke dapur. Bagas dan Papih Kenzo juga si kembar dan Kenzo sibuk di dapur untuk membuat makan malam. Hanya Abi satu-satunya pria yang bebas merdeka duduk diatas bouncer nya.


Bagas tampak serius membuat menu pavorit nya yaitu pasta.Sedangkan Papih Kenzo tampak lebih ahli membuat masakan Jepang.


Satu piring Sushi dan tempura sudah terhidang di meja, tinggal menunggu pasta buatan Bagas yang masih dalam proses memasak.


Kenzo dan si kembar membantu menyiapkan peralatan makan di meja. Luna beberapa kali mengintip ke dapur ketika mencium wangi masakan yang sangat menggugah selera.


"Apakah sudah matang ?" tanya Luna tidak sabar.


"Belum..nanti kalau semua sudah matang kakak panggil " jawab Kenzo.


Luna pun kembali bergabung dengan Felisha dan Mamih Kenzo yang sedang mengobrol sambil mengawasi Abimanyu.


Setelah semua makanan siap mereka pun berkumpul di ruang makan keluarga Kenzo. Semua tampak lahap menikmati masakan para lelaki.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga sambil membahas rencana untuk besok.


Luna yang mulai terkantuk-kantuk mendekat kepada Bagas dan naik keatas pangkuannya. Bagas yang sudah paham jika Luna mulai mengantuk mengusap-usap punggungnya lembut.Tidak buruh waktu lama Luna pun tertidur dipangkuan Bagas.


Karena Luna dan Abi tidur, Bagas dan Felisha pun pamit kembali ke kamar mereka.Tidak lama kemudian Mamih dan Papih Kenzo pun kembali ke kamar mereka.Tinggalah si kembar dan Kenzo yang bertahan di ruang keluarga sambil bermain PlayStation.


Setelah menidurkan Luna, Bagas buru-buru mengunci pintu kamar. Kemudian ia membongkar koper berisi baju-baju mereka.


"Cari apa Mas ?" tanya Felisha


"Cari bikini kamu.. katanya bawa " jawab Bagas


"Celana renang Mas juga bawa kan ?" tanya Bagas.


"Iya bawa " jawab Felisha.


Setelah menemukan barang yang dicarinya Bagas pun menyuruh Felisha memakai bikininya.


"Cepetan pake..mumpung anak-anak tidur..Luna dan Abi malam ini pasti tidur pulas karena habis perjalanan jauh "


Felisha pun memakai bikininya dihadapan Bagas.Begitu juga Bagas yang memakai celana renangnya ditempat yang sama. Mereka pun beranjak menuju privat pool yang ada tepat dibelakang kamar mereka.


Bagas yang lebih dulu turun melambaikan tangannya kepada Felisha mengajaknya untuk segera turun.


Felisha membuka bathrobe nya kemudian menyusul Bagas yang sudah turun lebih dulu.


Begitu Felisha turun Bagas langsung bergerak mendekat kearah Felisha.


"Katanya mau renang..kenapa malah kelayapan begini tangannya ?" Felisha mencubit tangan Bagas yang mengusap perutnya yang telanjang.


"Mas tidak bilang kita cuma berenang saja " kilah Bagas sambil tersenyum licik.


"Jangan kabur kamu " Bagas pun berenang menyusul Felisha dan menangkapnya.


Felisha berenang menjauh tapi lagi-lagi Bagas berhasil menyusul dan menangkapnya. Akhirnya Felisha tidak dapat kabur karena Bagas menggiringnya ke sudut kolam.


Disudut kolam Bagas merapatkan tubuhnya dan kemudian menyatukan bibir mereka. Felisha melingkarkan tangannya dileher Bagas membuat tubuh mereka semakin menyatu.


Felisha tidak menolak ketika Bagas menarik simpul bikini model bra yang Felisha pakai sehingga kedua dada Felisha terpampang begitu nyata didepan mata Bagas.


Setelah berhasil melepaskan bagian atas bikini Felisha kini Bagas pun menarik tali simpul bikini bagian bawah Felisha.


"Kalau ujungnya mau dilepas ngapain harus pake bikini " sungut Felisha sambil menenggelamkan tubuhnya hingga merendam seluruh tubuhnya hingga dada.


"Jangan banyak protes " ucap Bagas sambil kembali melahap bibir Felisha dengan rakus.


Felisha akhirnya pasrah dan tidak banyak protes ketika tangan Bagas mulai menjelajahi tubuh Felisha dari dalam air dengan bibir masih saling bertautan.


Tubuh keduanya yang rapat terus bergerak didalam air.


"Mas bikini aku hilang " bisik Felisha ketika bibir Bagas mulai merambat dileher Felisha.


"Nanti Mas bantu cari " jawab Bagas dengan suara memburu.


"Memangnya kelihatan ? orang redup begini "


"Fe..bisa tidak jangan bahas bikini sekarang " pinta Bagas.


Disaat hasrat Bagas sudah diubun-ubun Felisha malah membahas bikininya.

__ADS_1


"Maaf " jawab Felisha sambil memeluk dan menciumi leher Bagas.


"Nah begini lebih baik " ujar Bagas sambil balik menyerang leher Felisha.


******* demi ******* lolos ketika bibir Bagas menghisap dan menggigit kecil leher Felisha sehingga bisa dipastikan akan meninggalkan banyak jejak disana.


"Maasss..dulu sama mbak Kinar apa suka berenang begini ?" tanya Felisha sambil balik menciumi leher Bagas.


"Tidak pernah..cuma sama kamu saja " jawab Bagas jujur.


"Berarti aku dong yang sudah bikin Mas Bagas berubah jadi mesum begini " Ujar Felisha sambil tertawa.


"Iya..karena kamu nakal " jawab Bagas.


"Enak saja ngatain aku nakal..dasar kanebo mesum " Felisha menggigit telinga Bagas.


Bagas langsung melahap dua dada Felisha yang tepat berada didepan matanya sambil berusaha melakukan penyatuan dibawah sana.


Untuk memudahkan penyatuan mereka Felisha melingkarkan kedua kakinya dipinggang Bagas.Kemudian tubuh keduanya bergerak seirama didalam air.


"Ternyata Mas Bagas itu nakal juga " Felisha tertawa sambil mencengkram rambut Bagas karena Bagas terus melakukan penyerangan didalam air.


"Apa Mas berhenti saja " Bagas berhenti bergerak.


"Aarrgh..jangaaaan " Felisha merajuk manja membuat Bagas tersenyum senang dan kembali bergerak menyerang.


Felisha kembali merajuk manja ketika lagi-lagi Bagas menghentikan pergerakannya sejenak untuk membetulkan posisi bokong Felisha.


"Dasar nakal..tidak sabaran sekali " Bagas tersenyum sambil menggigit kecil leher Felisha dan kembali melakukan penyerangan.


Felisha tidak menjawab, ia terlalu sibuk menikmati terbang kelangit ketujuh bersama kanebo mesumnya.


keduanya mengerang secara bersamaan saat keduanya meledak bersama dan terhempas keatas nirwana.


Bagas tampak tersenyum puas karena keinginannya untuk berenang berdua dengan Felisha memakai bikini akhirnya terwujud. Meskipun ia melihat Felisha mengenakan bikini hanya dalam hitungan menit.


"Masss...bikini aku hilang " bisik Felisha yang masih erat merangkul leher Bagas.


"Besok saja kita cari.. sekarang tidak kelihatan gelap begini " jawab Bagas.


Karena hari semakin malam mereka pun naik. Bagas buru-buru memakaikan bathrobe ketubuh polos Felisha agar tidak kedinginan.


Setelah mandi mereka tidur dengan cepat karena kelelahan.


Keesokannya selepas subuh Felisha kembali membangunkan Bagas dengan menciumi seluruh wajahnya.


"Apa Yang...mau lagi ?" tanya Bagas dengan mata setengah terpejam karena masih mengantuk.


"Sayaaang..tolong cariin bikini aku " bisik Felisha manja.


"Nanti siang ya..Mas ngantuk banget " jawab Bagas sambil merengkuh tubuh Felisha kedalam pelukannya agar kembali tidur. Akhirnya Felisha pun kembali tidur didalam pelukan Bagas.Ia sudah tidak mempermasalahkan bikininya yang masih berada di kolam.


Legaaa rasanya akhirnya keinginan kanebo mesum untuk melihat Felisha memakai bikini terwujud juga..


Hayoo siapa yang sudah menunggu momen ini ngaku...jangan nagih lagi ya..sudah author bayar lunas.


Tapi Author juga minta dukungannya ya..biar tambah semangat nulisnya.


Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2