
Setelah Bagas memberikan kesaksiannya,tidak lama kemudian otak dan pelaku penembakan pun dapat terungkap.Pembunuhan berencana itu didalangi oleh suami rekan bisnis Bagas.
Hubungan rumah tangga yang diujung tanduk memicu pertengkaran diantara mereka.
Si Istri nekad ingin bercerai namun suami menolak. Akhirnya sang suami tega menyuruh orang untuk menghabisi istrinya dan membuat seolah-olah istrinya selingkuh.
Pelaku tidak menyadari jika dengan membuat seolah-olah istrinya selingkuh justru mempermudah polisi menemukan motif pelaku penembakan itu.
Berita tentang tertangkapnya pelaku penembakan kembali ramai disiarkan di televisi.Nakula dan Sadewa diam-diam mendekat kepada Bagas yang ikut menonton sambil menyesap kopinya.
"Maafkan Kami dad..kami sudah salah menilai Daddy " pinta Nakula dan Sadewa.
"Iya " jawab Bagas sambil mengacak rambut keduanya.
Melihat kakaknya mendekati Daddy nya Luna pun tidak mau kalah.Ia beringsut mendekat kepada Bagas.
"Daddy..katanya mau ngajak liburan.. Daddy lupa ya ?" Luna menagih janji Bagas.
"Oke.. weekend ini kita liburan " jawab Bagas
"Yeye..luburaaan " Luna bersorak kegirangan.
"Liburannya kemana dad ?" tanya si kembar.
"Ke rumah Enin " jawab Bagas sambil tertawa.
*
*
*
Bagas menepati janji untuk membawa anak istrinya berlibur.Liburan kali ini Bagas juga membawa mertuanya,Dio dan Kinanti.
Bali menjadi tujuan liburan mereka mengikuti keinginan Luna.Gadis kecil itu Sudah sibuk menyiapkan bikininya sehari sebelum keberangkatan mereka.
Rencananya selama tiga hari mereka akan menginap di villa milik Bagas di daerah Seminyak.Villa yang cukup luas itu dilengkapi dengan private pool sehingga mereka bisa berenang kapanpun mereka mau.
"Kamu yakin lukanya tidak apa-apa mas ?" tanya Felisha yang terlihat khawatir dengan luka diperut Bagas.
"Tidak apa-apa..kan ada kamu yang merawat " jawab Bagas.
Sesampainya di villa mereka semua beristirahat sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh para pelayan.
Khawatir dengan kondisi Bagas Felisha menyuruh Bagas untuk istirahat di kamar. Sementara Luna dan si kembar anteng bersama Ayah Bunda juga Dio dan Kinanti.
Bagas berbaring di kamar sambil mengajak Abimanyu berceloteh.
"Dedek Abi mau ikut berenang tidak sama kakak kembar dan kakak Luna ?" Bagas mengajak ngobrol putra bungsunya.
Abimanyu menatap gerak bibir Bagas sambil ikut menggerakkan bibirnya mengikuti Bagas.
__ADS_1
"Yang..kalau anak-anak mau pergi main suruh pergi sama Dio saja..kunci mobilnya tanyain ke pelayan " ujar Bagas kepada Felisha.
"Iya mas..aku boleh ikut ya sama mereka ?" tanya Felisha
"Enak saja..tugas kamu nemenin mas disini " Bagas melarang
"Bukan liburan namanya kalau tinggal dikamar terus " cibir Felisha.
"Yang penting mereka senang...Kita senang-senangnya dikamar saja " jawab Bagas
"Lagian kamu tidak kangen sama mas ? sudah lama loh mas puasa " tambah Bagas.
Semenjak Bagas terkena luka tembakan diperutnya mereka memang tidak pernah berhubungan intim.
"Memang mas sudah kuat ?" tanya Felisha ragu
"Sudah " jawab Bagas sambil menciumi pipi Abimanyu.
"Kalau masih sakit jangan memaksakan diri " saran Felisha.
"Beneran mas sudah kuat.mau berapa ronde ?" tantang Bagas.Felisha hanya melengos.
Sorenya Luna dan sikembar merengek kepada Dio ingin pergi jalan-jalan.Akhirnya Felisha pun ditinggal di villa bersama Bagas dan Abimanyu.
"Abi kasih mimik dulu yang kenyang biar cepat tidur " bisik Bagas memberi kode.
"Mas saja mimik yang kenyang biar tidur yang nyenyak " ledek Felisha.
"Dasar mesum " cibir Felisha sambil bersiap untuk menyusui Abimanyu.
Bayi mungil itu rakus menghisap sumber kehidupannya, sementara Bagas berbaring disisi Felisha sambil iseng mencolek-colek pinggang Felisha.
"Mas diam dong..nanti dedek Abi takut tersedak " omel Felisha.
Bagas pun menghentikan keisengannya.Tapi kini tangannya beralih mengusap-usap kepala Abimanyu yang mulai ditumbuhi rambut.
"Cepet tidur ya jagoan.. Daddy mau kangen-kangenan dulu sama mommy " bisik Bagas ditelinga putranya.
Seolah mengerti Abimanyu tersenyum kearah Bagas sambil menyusu.
Tidak lama kemudian Abimanyu pun tidur. Setelah selesai dengan jagoan kecilnya kini Felisha beringsut mengurusi jagoan besarnya yang sudah menunggu giliran sejak daritadi.
"Akhirnya dapat giliran juga " gumam Bagas sambil tertawa.
"Beneran sudah tidak sakit perutnya ?" tanya Felisha ragu.
"Tidak Sayang " jawab Bagas yakin.
"Mas Bagas rebahan saja..biar aku yang bekerja " ujar Felisha.Bagas pun menurut
Disaat darurat seperti ini Felisha dituntut untuk bekerja keras demi memuaskan jagoan besarnya.
__ADS_1
*
*
*
Ezra dibuat kesal dengan ulah Ajeng yang ngambek ketika dilarang ikut ke Bali oleh Ezra.
Seharian Ajeng tidak mau bicara kepada Ezra.
"Kalau kamu pergi aku disini sama siapa ?" tanya Ezra.
"Kamu itu seperti anak kecil saja..kan ada pelayan disini " jawab Ajeng
"Jadi aku tidur juga harus ditemani pelayan gitu ?" tanya Ezra kesal
"Enak saja..awas saja kalau sampai berani " Ajeng mengepalkan tinjunya ke wajah Ezra.
"Makanya suami kamu ini jangan ditinggal " bujuk Ezra sambil merengkuh pinggang Ajeng dan merapatkan ketubuhnya hingga tidak ada celah diantara mereka.
"Tapi aku ingin pergi " pinta Ajeng manja sambil mengalungkan tangannya ke leher Ezra.Jika sudah begitu akan sulit bagi Ezra untuk menolak keinginan istrinya itu.
"Boleh ya ?" rayu Ajeng
"Huuh..kalau sudah begini mana bisa aku melarang " keluh Ezra.
"Terimakasih Sayang..muach..muach.." Ajeng menciumi wajah Ezra.
'Kalau sudah diturut cium-cium..tadi saja cemberut " sindir Ezra sambil menggigit kecil telinga Ajeng.
"Boleh bawa bikini tidak ?" tanya Ajeng
'Kalau mau pake bikini berarti batal nyusul ke Bali nya " jawab Ezra cepat.
"Padahal aku sudah janjian sama Luna dan mbak Feli mau pake bikini " Ajeng mencebikan bibirnya.
"Kamu pikir Bagas akan ijinkan Feli pake bikini ? bisa digantung Feli nya " ujar Ezra
"Kalau Aluna sih masih kecil.. jadi tidak masalah " lanjut Ezra.
Setelah paking,besoknya Ezra dan Ajeng menyusul rombongan Bagas ke Bali.Beruntung Ezra tau dimana villa milik Bagas itu karena ia dan Dio pernah diajak kesana pada saat mengerjakan pembangunan hotel disana.
"Aunty..Ajeng..oom Ezra " Begitu melihat Ajeng dan Ezra datang Luna langsung berlari menyambut keduanya.
"Aku pikir kamu tidak akan menyusul " ucap Felisha
"Niatnya sih tidak..tapi dianya manyun " jawab Ezra sambil melirik Ajeng yang langsung sibuk dengan Luna mengambil photo Abi yang berada dalam gendongan bunda.
"Makanya cepetan hamil..biar barengan sama Kinan hamilnya " bisik bunda ditelinga Ajeng.
"Masih ingin pacaran dulu Bun " jawab Ajeng sambil tersipu.
__ADS_1
"Berusaha sudah..berdoa sudah..tinggal nunggu hasilnya Bun " ujar Ezra sambil kembali melirik Ajeng.