
Pagi-pagi setelah menyiapkan baju dinas Sadewa, Cindy pun membangunkan Sadewa yang masih bergelung dibawah selimut tebalnya.
"Sayang bangun nanti kesiangan apel paginya " Cindy mencolek-colek hidung Sadewa.
"Sebentar lagi " jawab Sadewa sambil menarik Cindy untuk kembali masuk kedalam pelukannya.
" Nanti kesiangan kak " Cindy membuka paksa mata Sadewa. Akhirnya Sadewa pun membuka matanya namun masih tetap berbaring sambil memeluk Cindy.
"Kamu kan hari ini tidak ada jadwal kuliah kakak titip Luna ya..jangan sampai dia berantem sama Kenzo " ucap Sadewa yang sangat mengkhawatirkan Luna.
"Iya tenang saja..sekarang kakak mandi sana " jawab Cindy sambil menarik tangan Sadewa agar bangun.
"Temani ya " pinta Sadewa sambil mengerling penuh arti.
"Tapi janji hanya mandi " Cindy mengacungkan ibu jarinya dihadapan Sadewa.
"Janji " jawab Sadewa.
Sadewa pun menarik tangan Cindy masuk ke kamar mandi. Setelah sampai dikamar mandi kenyataannya ucapan Sadewa tidak bisa dipegang. Cindy pun akhirnya harus menyerah terkena tipu daya suaminya.
Setelah selesai mandi, Cindy membantu Sadewa memakai seragam dinasnya kemudian mereka pun beranjak menuju meja makan untuk sarapan. Mereka sarapan hanya bersama Kenzo Karena Luna tidak mau keluar dari kamarnya.
"Lo itu pacaran lama masih suka berantem " omel Sadewa kepada Kenzo.
"Cuma salah paham " jawab Kenzo.
"Kalau cuma salah paham tidak mungkin Luna sampai kabur kesini " semprot Sadewa.
"Makanya gw nyusul kesini juga mau minta maaf sama Luna " jawab Kenzo.
"Kalau kalian ribut terus lebih baik kalian putus saja, mungkin Lo dan Luna memang tidak cocok " saran Sadewa.
"Enak saja nyuruh putus..gw udah tungguin dia dari kecil " jawab Kenzo marah.
Setelah menyelesaikan sarapannya Sadewa pun berhenti mengomel dan bersiap untuk pergi ke Mako. Cindy mengantarkan sampai pria gagah itu naik ke mobil dinasnya.
Setelah mengantarkan Sadewa, Cindy kembali menghampiri Kenzo yang masih belum selesai sarapan.
"Kakak harusnya lebih sabar menghadapi Luna..dan jangan cemburuan " Cindy melanjutkan Sadewa mengomeli Kenzo.
"Siapa yang tidak cemburu melihat pacar sendiri jalan sama cowok lain " Kenzo memberi alasan.
"Ya wajar kak namanya juga asisten pribadi..ya pasti ngikutin kemana bosnya pergi " ujar Cindy.
"Kamu itu bukannya membela kakak malah ikut menyalahkan sama seperti suami kamu " keluh Kenzo.
"Ya habis kakak itu tidak kapok juga, ingat tidak dulu Luna pernah nolak kakak setelah kakak sembuh dari kecelakaan " Cindy mengingatkan Kenzo akan perjuangannya mendapatkan hati Luna untuk kedua kalinya.
"Iya " jawab Kenzo lirih.
Obrolan Luna dan Kenzo terhenti ketika Luna keluar dari kamar nya. Luna tampak terkejut ketika mendapati Kenzo sudah ada disana.
__ADS_1
"Sayang..sudah bangun " Kenzo menatap Luna penuh kerinduan, namun yang ditatap malah membuang muka.
"Luna sarapan dulu " Cindy mengisi piring dengan nasi goreng untuk Luna.
"Kak Dewa sudah pergi ?" tanya Luna sambil mengambil piring berisi nasi goreng dari tangan Cindy dan mulai menyantap nya. Luna mengabaikan Kenzo yang tidak lepas terus menatapnya.
Berada di situasi yang tidak kondusif Cindy pun memilih menyingkir masuk ke kamar dan membereskan ranjangnya yang berantakan sisa pertempuran dengan Sadewa semalam.
"Sayang..kenapa pergi kesini tidak bilang-bilang ?" tanya Kenzo lembut.
"Suka-suka aku..memangnya kakak peduli sama aku " jawab Luna tanpa menoleh sedikitpun kepada Kenzo.
"Tentu peduli dong Sayang..makanya kakak menyusul kesini " jawab Kenzo.
"Aku pergi disusul..giliran aku dikeroyok sama dua wanita kakak tidak peduli " ucap Luna sinis.
"Kakak kan berusaha melerai kamu " bela Kenzo.
"Iya setelah aku mendapatkan luka cakaran..nih..nih..lihat " Luna memperlihatkan beberapa luka cakaran di lengannya.
"Sini kakak lihat lukanya " Kenzo hendak meraih tangan Luna namun dengan cepat ditepiskan oleh Luna.
"Tidak usah sok peduli " hardik Luna.
"Sayang..kakak minta maaf ya " pinta Kenzo dengan suara lirih.
"Kakak tuh gampang saja minta maaf aku tuh kecewa sama kakak, disaat aku sedang ada masalah dan butuh dukungan kakak malah tidak percaya sama aku dan malah ikut menyalahkan aku " cerocos Luna.
"Kakak minta maaf ya Sayang..kakak mengaku salah " pinta Kenzo.
"Eeeh..jangan suka ngomong sembarangan " Kenzo langsung melotot.
"Memang kenyataannya begitu kan " Luna balas melotot kearah Kenzo.
Kenzo langsung mengkerut, baru kali ini ia melihat Luna semarah itu kepadanya. Entah kemana perginya Aluna yang manja dan menggemaskan.
"Aku males punya pacar yang tidak percaya sama aku..lebih baik kita putus saja " Ucap Aluna sambil berlalu dari meja makan.
Kenzo loncat dari duduknya dan buru-buru menangkap tangan Aluna.
"Sayang..jangan bicara seperti itu.. kakak minta maaf ya " pinta Kenzo.
"Lebih baik kita break dulu saja untuk saling introspeksi diri " saran Luna sambil berlalu masuk ke kamarnya.
"Kakak tidak mau " jawab Kenzo.
"Terserah " ujar Luna sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya.
Cindy yang diberi amanat oleh Sadewa untuk menjaga Luna dan Kenzo agar tidak bertengkar malah tertidur di kamarnya.
Ia tidak mengetahui pertengkaran yang terjadi antara Luna dengan Kenzo.
__ADS_1
Cindy tidak bisa menahan kantuknya karena semalam Sadewa membangunkan meminta jatah ronde keduanya yang terganggu karena harus menjemput Kenzo.
Keesokannya Kenzo berhasil membawa Luna pulang. Sepanjang perjalanan Luna terus cemberut dan tidak mau berbicara dengan Kenzo.
Luna menolak ketika Kenzo mengajak makan ketika Kenzo mengisi bahan bakar mobil Luna di rest area.
Kenzo berusaha bersabar menghadapi kemarahan Luna karena memang ia bersalah telah meragukan Luna.
"Sayang..kamu pindah tempat magang nya ke kantor kakak saja ya " ucap Kenzo memecah kesunyian.
"Tidak mau..aku mau cari tempat magang yang lain..bukan di kantor Daddy dan bukan di kantor kakak " jawab Luna.
Mendengar penolakan Aluna Kenzo hanya terdiam. Meskipun manja namun ternyata Luna memiliki hati yang keras.
"Ya sudah terserah kamu, asal jangan di kantor Oliver lagi " ujar Kenzo.
Untuk beberapa saat keduanya terdiam sampai akhirnya Kenzo kembali membuka suara.
"Besok Mamih dan Papih mau ke Jakarta, kamu ikut ya menjemput ke bandara !" ajak Kenzo.
Luna terdiam, kalau menyangkut orangtua Kenzo hati Luna menjadi lunak karena Luna sangat menyayangi kedua orangtua Kenzo sama seperti ia menyayangi Mommy dan Daddy nya.
"Ikut ya Sayang " Kenzo mengulangi ajakannya.
"Iya " jawab Luna.
"Terimakasih ya Sayang " Kenzo menggenggam tangan Luna senang namun ditepiskan dengan lembut oleh Luna.
Luna masih terus cemberut meski mereka sudah sampai ke rumah. Bagas yang melihatnya merasa iba kepada Kenzo.
"Luna memang kalau ngambek suka lama persis seperti mommy nya, kamu yang sabar ya !" Bagas menepuk bahu Kenzo ketika pria keturunan Jepang itu pamit akan pulang ke rumah setelah berhasil membawa pulang Luna dari Bandung.
"Iya Dad " jawab Kenzo.
Keesokannya meskipun masih cemberut tapi Luna bersedia ikut dengan Kenzo ke Bandara untuk menjemput orangtua Kenzo.
Ketika sampai rumah, Mamih Kenzo baru menyadari jika selama dalam perjalanan Luna dan Kenzo lebih banyak saling mendiamkan.
"Kalian itu sedang bertengkar ya ?" tanya Mamih Kenzo dengan tatapan menyelidik.
Luna dan Kenzo tidak menjawab mereka hanya saling lirik bingung harus menjawab apa.
Melihat gelagat seperti itu Mamih Kenzo membawa Luna ke kamarnya dan akan mengintrogasi Luna disana.
"Apes..pasti ngadu deh sama Mamih " gumam Kenzo.
"Kamu tidak akan menang melawan dua wanita yang sudah bersekutu " Papih Kenzo tertawa sambil menepuk pundak putranya.
Setelah hampir satu jam berada di kamar Mamih Kenzo akhirnya Luna pun keluar dan langsung pulang.
"KENZOOO..SINI KAMU !" Kenzo yang hendak mengikuti Luna menghentikan langkahnya ketika terdengar suara Mamihnya memanggil dari kamar.
__ADS_1
"Iya Mih " jawab Kenzo.
"Siap-siap kena omel Mamih kamu " ujar Papihnya meledek.