Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Magang


__ADS_3

Keesokannya Bagas sekeluarga pulang ke Jakarta. Sadewa dan Cindy masih akan tinggal di Bali sampai 3 hari ke depan.


Sadewa dan Cindy mengantarkan mereka ke Bandara karena sepulang dari Bali nantinya Sadewa dan Cindy akan langsung pulang ke Bandung.


Sepulang dari Bandara, Sadewa dan Cindy tidak kembali ke hotel. Cindy bersikeras ingin menghabiskan sisa bulan madu mereka di Villa saja dan Sadewa pun menuruti keinginan istrinya.


Sejak menikah dengan Sadewa, Cindy mengeluh kepalanya sering pusing karena pola tidur yang berantakan. Jika biasanya Cindy tidur dari jam 9 sampai jam 5 subuh, kini Cindy sering tidur setelah lewat tengah malam karena Sadewa hampir tiap malam selalu mengajaknya gulat. Karena ngantuk dan kelelahan setiap selesai subuh Cindy akan tidur kembali dan baru bangun setelah matahari hampir tinggi.Berbeda dengan Sadewa yang selalu rajin berolahraga setiap pagi.


Sepulang dari lari pagi Sadewa membawa roti sandwich dan susu hangat untuk Cindy yang masih bergelung di bawah selimut tebalnya.


"Neng Cindy bangun ini sudah siang " Sadewa mencolek-colek hidung Cindy setelah meletakkan sandwich dan susu hangat diatas meja.


"Aku masih ngantuk Mah " jawab Cindy masih dengan mata terpejam.


Sadewa tertawa sepertinya Cindy masih merasa berada di rumah Mamanya.


"Sayang bangun..ini bukan Mama kamu tapi suami kamu " Sadewa menarik selimut Cindy dan terpampanglah tubuh polos Cindy yang dihiasi bentol-bentol merah di sekitar leher dan dadanya.Bahkan ada beberapa dibagian paha atasnya.


Cindy memicingkan matanya kemudian kembali menarik selimutnya untuk menyembunyikan tubuh polosnya dari tatapan Sadewa.


"Ini sudah siang..kakak bawakan makanan buat kamu " Sadewa membujuk Cindy untuk segera bangun.


Akhirnya Cindy pun bangun.Ia duduk bersandar dikepala ranjang sambil memeluk selimutnya agar menutupi tubuh polosnya.


Sadewa mengambil piring berisi sandwich dan memberikannya kepada Cindy. Tidak perlu waktu lama sandwich itu pun sudah berpindah ke perut Cindy.


"Minum dulu mumpung hangat " Sadewa memberikan gelas berisi susu hangat kepada Cindy.


"Terimakasih " ucap Cindy setelah menghabiskan susunya.


Setelah menghabiskan susunya Cindy hendak berbaring kembali namun Sadewa menahannya.


"Bangun..mandi !" perintah Sadewa.


"Masih ngantuk Pak " jawab Cindy


"Daritadi membantah terus " Sadewa mengangkat tubuh Cindy dan dibawa ke kamar mandi.Sadewa menurunkan Cindy dibawah kucuran air shower.


Meskipun menggerutu akhirnya Cindy pun menuruti perintah Sadewa untuk mandi.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Cindy keluar dan mencari Sadewa yang tidak ada di kamar mereka.


Akhirnya Cindy menemukan Sadewa sedang menyesap rokoknya di kursi dekat kolam renang.


"Kakak aku cariin tau " Cindy menghampiri Sadewa dan langsung duduk dipangkuannya.


"Kenapa..kangen ya ingin ditembak lagi ?" tanya Sadewa sambil mematikan rokoknya.


"Tidak..akunya masih capek, badan aku pada sakit semua " jawab Cindy.


"Kalau begitu nanti sore kita panggil terapis kita masage di sini biar badan kamu rileks "


"Iya..iya aku mau..aih bapak ini pengertian sekali sih " puji Cindy senang sambil menghadiahi ciuman bertubi-tubi di wajah Sadewa.

__ADS_1


"Nanti setelah pulang ke Bandung kita ke dokter " ujar Sadewa sambil menyusupkan tangannya dibalik baju Cindy.


"Ngapain ?" tanya Cindy sambil menggelinjang kegelian ketika tangan Sadewa sampai di dadanya dan mempermainkan puncaknya dengan ibu jarinya.


"Pasang KB..kakak tidak mau pake ****** lagi " jawab Sadewa sambil mengendus leher Cindy.


"Iya " jawab Cindy.


Sore harinya Sadewa dan Cindy melakukan perawatan tubuh di villa dengan memanggil dua orang terapis.


Setelah selesai melakukan masage mereka pun terlihat lebih segar.


Dua hari kemudian Sadewa dan Cindy pun bersiap untuk kembali ke Bandung. Mereka akan memulai menjalani kehidupan rumah tangga mereka yang sebenarnya di kota Kembang.


*


Menjelang semester akhir Luna menjalani praktek kerja di sebuah perusahaan swasta yang ada di Jakarta.


Sebetulnya Bagas menganjurkan Luna untuk magang di perusahaan nya namun Luna menolak. Luna juga menolak tawaran Kenzo untuk magang di perusahaan nya. Meskipun kecewa namun Kenzo berusaha menghargai keputusan Luna.


Selama magang Luna tidak pernah membawa mobil sendiri , ia memilih pergi dengan naik taksi. Luna tidak mau menjadi pusat perhatian dengan pasilitas mewah yang dimilikinya.


Hari pertama magang Luna diberi tugas mengerjakan setumpuk laporan. Dari pagi Luna berada di depan komputernya hingga sampai waktu makan siang tiba.


"Sesudah makan siang semua berkas ini harus sudah siap ya soalnya harus masuk ke meja pak Oliver hari ini !" perintah Sandra salah satu staf bagian pemasaran tempat Luna magang.


"Iya mbak " jawab Luna.


Luna melirik jam tangannya, hanya tersisa waktu satu jam sampai jam makan siang selesai. Itu artinya Luna harus melewatkan jam makan siangnya untuk mengerjakan semua berkas yang menumpuk di mejanya.


Pada saat semua staf yang ada di ruangan itu makan siang, Luna tampak sibuk sendiri di depan komputernya.


"Kamu tidak makan siang ?" tanya seorang pria yang tiba-tiba masuk ke ruangan divisi pemasaran karena mendengar masih ada aktivitas pada saat jam makan siang.


"Saya harus menyelesaikan semua berkas ini pak..kata mbak Sandra semua berkas ini harus masuk ke meja pak Oliver hari ini " jawab Luna


"Oh..begitu ya " ujar pria itu sebelum pergi.


Luna akhirnya dapat menyelesaikan pekerjaannya bertepatan dengan jam makan siang berakhir.


Ketika para karyawan mulai masuk setelah istirahat Luna keluar menuju kantin untuk mengisi perutnya yang mulai terasa lapar.


"Heh Luna mau kemana ?" tanya Sandra yang baru datang setelah makan siang.


"Ke kantin mbak cari makan " jawab Luna.


"Sudah selesai waktu istirahat kok ke kantin..kamu antarkan berkas yang tadi ke ruangan pak Oliver sekarang !" perintah Sandra sambil berlenggang masuk ke ruangannya.


"Iya mbak " Luna pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantin.Luna kembali ke mejanya dan mengambil berkas yang tadi baru selesai ia kerjakan.


Setelah keluar Luna baru ingat jika Sandra belum memberitahu dimana ruangan Pak Oliver. Aluna pun berbalik hendak kembali ke ruangan Sandra namun karena tidak berhati-hati Luna pun tidak sengaja menabrak pria yang tadi menegurnya.


Pria itu membantu mengumpulkan berkas yang terjatuh dan diberikan kepada Luna.

__ADS_1


"Kamu itu teledor sekali " ucap pria itu.


"Kamu mau ke ruangan pak Oliver kan ?" tanya pria itu. Luna mengangguk.


"Biar saya antar " ucap pria itu


"Terimakasih pak " ucap Luna. Ternyata di kantor ini ada juga orang yang baik batin Luna.


Luna mengikuti langkah pria berbadan tegap itu memasuki lift


"Pak kenapa pake lift ini,..ini kan lift khusus boss " ucap Aluna.


"Biar cepat " jawab pria itu.


Mereka naik menuju lantai 10 dimana ruangan pak Oliver berada.


"Ini ruangan pak Oliver " ujar pria itu sambil membuka pintu dan menyuruh Luna masuk. Ini untuk pertama kalinya Luna masuk ke ruangan kerja pemilik perusahaan tempat ia magang itu.


"Kamu mau mengantarkan berkas itu untuk saya kan ? kenapa bengong ?" tanya pria itu.


"Ya ampun..jadi bapak itu..."


"Iya saya Oliver jawab pria itu sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Maaf pak..saya tidak tau " Luna meminta maaf.


"Tidak apa-apa..kamu orang baru ?" tanya pria tampan itu sambil mengambil berkas ditangan Luna.


"Iya pak..saya mahasiswi magang di divisi pemasaran " jawab Luna.


"Oh mahasiswi magang..saya lihat kamu cukup rajin ya " puji Oliver.


"Tadi pasti kamu tidak sempat makan siang ya karena mengerjakan berkas ini " tebak Oliver.


"Iya pak " jawab Luna jujur.


"Kalau begitu sekarang kamu istirahat cari makan. Saya tidak mau kamu sakit gara-gara bekerja di perusahaan saya " ujar Oliver.


"Baik pak " jawab Luna.


Keluar dari ruang kerja Oliver Luna pun beranjak ke kantin untuk makan siang meskipun sedikit terlambat.


Selesai makan siang Luna kembali ke ruangan kerjanya.Begitu sampai Luna langsung kena semprot Sandra karena pergi makan siang disaat jam kantor.


"Saya yang menyuruh dia makan " Sandra yang sedang memarahi Luna terkejut ketika Bossnya tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


Sayup-sayup Luna mendengar Oliver memarahi Sandra karena menyuruh Luna mengerjakan pekerjaan disaat jam makan siang.


"Kamu ngadu ya sama pak Oliver " tuduh Sandra setelah Bossnya itu pergi.


"Tidak mbak " jawab Luna.


"Awas saja..anak magang berani ngadu ke pak Oliver " Sandra menggerutu.

__ADS_1


__ADS_2