
Sepulang dari menengok bayi Nakula dan Zhifana mereka melanjutkan dengan jalan-jalan. Kenzo membawa Sadewa dan Cindy nongkrong di sebuah coffee shop yang berada tidak jauh dari kantornya.
Kenzo sengaja mengajak Sadewa dan Cindy nongkrong disana karena coffee shop yang baru beberapa bulan buka itu memiliki tempat yang nyaman untuk nongkrong.
Aluna dan Cindy tampak asik menikmati lava cake sementara Sadewa dan Kenzo lebih menikmati kopi mereka.
Obrolan dua pasang suami istri itu terjeda karena ada seseorang yang datang ke meja mereka dan menyapa mereka dengan ramah.
"Kak Rio..sedang disini juga ?" Cindy dan Luna tampak kaget bertemu dengan kakak kelas mereka sewaktu SMA.
Kenzo yang juga mengenal Rio sebagai putra relasi bisnis Papihnya hanya diam melihat keakraban Cindy dan Luna dengan Rio.
"Ini coffee shop punya aku, baru buka beberapa bulan yang lalu..senang kalian berkunjung kesini " ujar Rio ramah.
"Oh iya..dulu kamu sempat cerita mau buka coffee shop di daerah sini.. ternyata jadi juga " Luna ingat Rio pernah mengutarakan niatnya untuk membuka coffee shop dekat kantor Kenzo pada saat bertemu ketika akan makan siang.
"Iya " jawab Rio.
Disana Rio juga menyapa Kenzo dan Sadewa, namun ia lebih banyak mengobrol dengan Luna dan Cindy.
Setelah mengobrol sebentar Rio pun pamit untuk menyapa pengunjung yang lain.
Setelah Rio pergi, Luna dan Cindy baru menyadari jika dari tadi Sadewa dan Kenzo terlihat tidak suka dengan keakraban Luna dan Cindy.
"Kakak jangan cemburu..Rio dan aku hanya berteman..Rio naksirnya sama Luna " Cindy mengkambing hitamkan Luna.
"Apaan sih Lo " Luna menendang kaki Cindy dikolong meja.
Sadewa terlihat lega berbanding terbalik dengan wajah Kenzo yang terlihat masam.
Ketika hari mulai beranjak sore mereka pun memutuskan pulang. Luna yang duduk dibelakang diam-diam mencuri pandang kearah Kenzo yang sedang fokus mengemudi.
Sejak bertemu Rio di coffee shop Kenzo terlihat lebih banyak diam.Melihat Kenzo yang cemberut malah terlihat lucu dimata Luna.
Kenzo sebenarnya menyadari jika Luna diam-diam memperhatikan dirinya dari belakang,namun Kenzo pura-pura tidak melihat dan memilih fokus mengemudi.
Begitu tiba di rumah, Sadewa dan Cindy langsung masuk ke kamar untuk beristirahat, Sadewa menyuruh Cindy tidur dan tidak beraktivitas lagi demi menjaga kandungannya.
Luna dan Kenzo yang sempat mengobrol dengan Bagas dan Felisha tidak lama kemudian mereka pun masuk ke kamar.
Begitu masuk ke kamar Kenzo langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa sambil memainkan ponselnya.
Luna yang sedari tadi menyadari perubahan sikap Kenzo setelah bertemu dengan Rio tiba-tiba duduk di perut Kenzo dan merampas ponsel yang sedang Kenzo genggam.
"Sayang " keluh Kenzo sambil berusaha mengambil kembali ponselnya dari tangan Luna.
"Bilang dulu kenapa cemberut nanti baru aku kasih " ujar Luna.
__ADS_1
"Kakak tidak suka kamu ngobrol sama Rio " jawab Kenzo jujur.
"Kakak cemburu ya " Luna mencolek-colek dagu Kenzo.
"Iya " jawab Kenzo dingin.
"Aiiih..senangnya dicemburui sama suami " Diluar dugaan Luna malah terlihat senang, kedua tangan Luna mencubit pipi Kenzo dengan gemas.
Kenzo melongo sambil sedikit meringis, Kenzo pikir Luna akan marah ketika ia mengatakan tidak suka melihat Luna ngobrol dengan Rio.Kenzo tidak menyangka jika Luna akan bereaksi seperti itu.
Setelah puas menjembel pipi Kenzo, Luna pun turun dari perut Kenzo dan hendak beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Sayaaang....ponsel kakak balikin dulu " pinta Kenzo.
"Oh iya lupa " Luna pun mengembalikan ponsel milik Kenzo dan kemudian beranjak ke kamar mandi.
Setelah Luna selesai mandi tidak lama kemudian giliran Kenzo yang mandi.Selagi Kenzo mandi, Luna menyiapkan piyama untuk Kenzo.
Begitu Kenzo keluar dari kamar mandi, Luna pun dengan telaten membantu Kenzo memakai piyamanya.
Mendapat perlakuan semanis itu dari Luna semua kekesalan Kenzo melihat Luna ngobrol dengan Rio pun sirna seketika.
Begitu selesai memakai piyamanya, Kenzo langsung menangkap pinggang Luna dan mendekapnya erat ke tubuhnya.
"Tadi cemberut.. sekarang mpptthh " Luna tidak meneruskan meledek suaminya karena bibir Kenzo langsung melahap bibirnya dengan rakus.
Kenzo melepaskan sejenak tautan bibir mereka untuk mengangkat tubuh Luna keatas ranjang dan menindihnya.
Akhirnya piyama yang belum lama ini melekat di tubuh merekapun kembali tanggal dari tubuh keduanya.
Luna membiarkan tangan dan bibir Kenzo menjamah setiap inci tubuhnya dengan sangat bernafsu, bahkan kini Luna pun sudah mulai bisa membalasnya, terbukti dengan adanya beberapa bercak merah kebiruan di leher dan dada Kenzo hasil karya Luna.
Luna tampak puas melihat tanda cinta yang menghiasi leher dan dada Kenzo.
"Kamu sudah mulai nakal Sayang " Kenzo melenguh ketika Luna menggigit kecil lehernya dan menghisapnya.
"Kan kakak yang ngajarin " jawab Luna sambil mulai membuka pahanya memberi ruang agar tubuh Kenzo berada disana.
Tanpa melepaskan tautan bibir mereka Kenzo pun mulai melakukan penyatuan yang kini sudah menjadi candu bagi mereka.
Luna yang sudah tidak mengeluh sakit lagi ketika berhubungan intim membuat Kenzo bisa leluasa menyalurkan hasratnya tanpa takut menyakiti istri kesayangannya. Bahkan Kenzo tampak tersenyum ketika Luna sudah bisa mengimbangi setiap serangan yang Kenzo lakukan dengan menyerang balik membuat Kenzo semakin belingsatan.
Kedua tangan Kenzo mencengkram bokong Luna ketika tubuh indah itu terus bergerak lincah diatas tubuhnya.
"Sayaaang " erang Kenzo dengan mata terpejam karena sebentar lagi akan mencapai puncak.
"Lebih cepat sayaaang.." Kenzo mulai meracau sambil menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Luna menurut apa yang suami tampannya itu perintahkan. Ia mempercepat gerakannya membuat tubuh indahnya terus beguncang .
"Aarrggh..sayaang " erang Kenzo ketika keduanya sampai pada puncaknya dan mendapatkan pelepasan bersama kemudian tubuh Luna pun ambruk diatas tubuh Kenzo.
Keduanya saling tatap sambil tersenyum penuh kepuasan dan tidak lama kemudian mereka pun saling menautkan kedua bibir mereka.
"Kamu tidak akan turun dari atas tubuh kakak ?" tanya Kenzo setelah mereka saling melepaskan tautan bibir mereka.
"Tidak mau..aku ingin disini sampai pagi " jawab Luna manja.
"Ya sudah tidak apa-apa " Kenzo tampaknya tidak keberatan, ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka .
Tangan Kenzo mengusap-usap punggung Luna dengan lembut hingga tidak lama kemudian wanita cantik itu pun tertidur di dada Kenzo.
*
Cindy membuka matanya ketika merasakan perutnya terasa lapar. Perlahan ia menyingkirkan tangan Sadewa yang melingkar di perutnya kemudian beranjak menuju ke dapur.
Ketika sampai ke dapur Cindy memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya ketika melihat Bagas dan Felisha sedang berpelukan di dapur.
"Kak..mau cari apa..kenapa balik lagi ?" tanya Felisha begitu melihat kedatangan Cindy.
"Aku lapar Mom " jawab Cindy jujur.
"Kakak mau dibikinin apa ?" tanya Felisha masih dalam pelukan Bagas.
"Aku ingin makan mie rebus Mom, biar aku masak sendiri saja " jawab Cindy.
"Kakak tidak boleh makan mie rebus " Bagas langsung melarang membuat air mata Cindy langsung menggenang di pelupuk matanya.
"Sayang..Kakak itu sedang hamil, tidak usah dilarang asal jangan keseringan " Felisha langsung melotot kearah Bagas.
"Ya sudah boleh..tapi jangan sering-sering " ancam Bagas.
"Iya Dad " jawab Cindy senang.
Akhirnya Bagas dan Felisha pun membiarkan Cindy membuat Mie rebus sesuai keinginannya. Felisha menemani Cindy memasak sambil duduk dipangkuan Bagas. Mereka tampak tidak malu bermesraan di depan menantunya.
"Mom jangan kasih tau kak Dewa ya kalau aku makan mie rebus..soalnya dia suka marah kalau aku makan ini " ucap Cindy sambil menikmati mie rebusnya.
"Telat..kakak sudah tau "
Cindy langsung menoleh ke asal suara di belakangnya. Disana Sadewa tengah berdiri sambil berkacak pinggang.
"Jangan dimarahin..mau nanti anak kamu ileran " Ujar Bagas santai membuat Sadewa mengurungkan niatnya untuk memarahi Cindy.
Cindy pun tersenyum penuh kemenangan karena mendapat dukungan dari mertuanya.
__ADS_1