
Sepulang dari klinik dr Sofi,Bagas dan Felisha pulang setelah sebelumnya menebus resep dari dr Sofi di apotik.
Sepanjang perjalanan pulang,jemari mereka tak lepas saling bertautan.
"Mas..sebaiknya jangan dulu bilang sama anak-anak kalau mereka akan punya adik.. terutama sama Luna " pinta Felisha
"Kenapa ?" tanya Bagas
"Takut Luna kaget..dia kan lagi lengket sama mas Bagas..aku khawatir dia belum siap untuk punya adik "
"Ya sudah..kita bicarakan pelan-pelan " Bagas pun mengerti.
"Mas.."
"Hmmm .."
"Kenapa tiba-tiba ada niat maksa bawa aku ke dokter ?" tanya Felisha
"Mas merasa ada yang aneh dengan sikap Luna akhir-akhir ini.Dia jadi lebih manja dan rewel.. padahal biasanya tidak seperti itu " jawab Bagas dengan mata lurus ke depan.
"Ngerepotin ya ?" tanya Felisha
"Sama sekali tidak..malah mas senang " jawab Bagas
"Kamu senang mau tambah momongan ?" tanya Felisha
"Tentu saja " jawab Bagas sambil mengeratkan genggamannya.
"Terimakasih ya sayang telah masuk dalam hidup mas dan si kembar.Kehadiran kamu sama Luna telah merubah mas menjadi pribadi yang lebih baik.Lebih bertanggung jawab kepada keluarga..juga telah memberi hadiah paling berharga yang kini sedang bersemayam di rahim kamu "
"Aku juga sangat berterimakasih sama mas Bagas..karena sudah memberi status yang jelas untuk Luna.Aku tidak tau kalau mas Bagas tidak menikahi aku,Luna pasti terlahir tanpa ayah " ucap Felisha sendu.
"Tidak usah membahas itu.Luna itu anak mas " ujar Bagas.
"Terimakasih ya sayang " bisik Felisha
Bagas melirik kepada Felisha.Ini yang ketiga kalinya Felisha memanggilnya sayang
"Bilang sekali lagi " pinta Bagas
"Bilang apa ?" tanya Felisha
"Sayang...mas senang kamu panggil mas sayang " jawab Bagas
"Oh itu...iya sayang...sayang...sayang...sayang " ucap Felisha berulang-ulang.
Bagas tertawa,dicubitnya ujung hidung Felisha dengan gemas.
"Coba mas Bagas dulu semanis ini.Pasti aku sudah jatuh cinta sama kamu dari dulu " ujar Felisha sambil tertawa.Bagas pun ikut tertawa.
Sesampainya di rumah,mereka mendapati anak-anak sedang berkumpul diruang keluarga sambil menonton tv.
"Luna belum mandi ?" tanya Felisha karena masih mengenakan baju yang tadi siang.
"Tidak mau Bu..diajak mandi malah nangis " jawab mba Mia pelan.
Mendengar jawaban pengasuh putrinya,Bagas pun mendekat kearah Luna.
__ADS_1
"Luna mandi sama Daddy yuk " ajak Bagas.
Luna mengangguk dan merentangkan kedua tangannya minta digendong.Dalam sekejap tubuh Luna pun sudah berada digendongan Bagas.
"Dadaaaahh..aku mandi dulu sama Daddy " Luna melambaikan tangannya sambil tertawa.
"Mommy..kenapa sekarang Luna malas mandi ?" tanya Nakula heran dengan perubahan sikap adiknya.
"Namanya juga anak kecil kak..kalau kalian yang malas mandi mommy ceburkan kalian ke kolam renang " ancam Felisha.
"Tidak akan mom " jawab Nakula sambil tergelak. " Entah kalau Sadewa "
"Enak saja ..lu kali yang males mandi " ujar Sadewa.
"Sudah jangan berantem " Felisha melerai adu mulut kedua putra kembarnya.
"Mommyyyyyyyy...baju aku manaaa ?" panggil Luna dari kamarnya.Rupanya Bagas telah selesai memandikan Luna.
Felisha pun bergegas menuju kamar Luna dan mengambilkan bajunya.Tak lama kemudian Luna pun sudah cantik dan wangi mengenakan piyama bercorak hello Kitty kartun kesukaannya.
"Daddy cium aku..aku sudah wangi " Luna langsung naik ke pangkuan Bagas.Bagas pun menciumi pipi bulat Luna dengan gemas. Felisha hanya tersenyum melihat kedekatan Bagas dan Luna.
Setelah menidurkan Luna,Bagas masuk ke ruang kerjanya.Satu jam yang lalu Wina mengirimkan berkas yang Bagas minta melalui email. Setelah selesai dengan pekerjaan nya Bagas pun kembali ke kamarnya.
"Belum tidur ?" tanya Bagas ketika mendapati Felisha sedang menonton TV dikamar mereka.
"Belum " jawab Felisha
"Kenapa ?" tanya Bagas sambil naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Felisha.
"Mau dikelonin juga seperti Luna ?" tanya Bagas menggoda.Diluar dugaan Felisha mengangguk membuat Bagas tersenyum lebar.
"Luna sama Mommy nya sama manjanya " ujar Bagas sambil mengusap-usap perut Felisha.
"Sayang " panggil Bagas.
Felisha mendongak menatap ke arah Bagas.
"Kamu berhenti kerja ya " pinta Bagas.
"Kenapa ..apa karena aku sedang mengandung?" tanya Felisha
"Salah satunya ya..Mas ingin kamu fokus pada kehamilan kamu dan anak-anak " jawab Bagas.
"Nanti habis bulan ini ya " pinta Felisha. Bagas mengangguk setuju.
Bagas merengkuh tubuh Felisha dan memeluknya.Diluar dugaan Felisha mengendus leher Bagas membuat pria itu menggelinjang kegelian. Satu gigitan kecil membuat Bagas mengerang.
"Jangan salahkan mas Bagas kalau kamu kurang tidur malam ini " bisik Bagas.
"Tidak masalah " jawab Felisha menantang.
"Oke mas terima tantangan kamu " bisik Bagas sambil merengkuh tubuh Felisha dan mengurung dibawahnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sore ini Bagas pulang dari kantor membawa satu kantong besar belanjaan.Luna dan kedua kakaknya langsung memburunya mencari jajanan kesukaannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari mereka pun berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV.
Luna yang mulai mengantuk langsung merengek ingin tidur dikelonin oleh Bagas.
"Daddy tidurkan Luna dulu " Bagas pamit menggendong Luna ke kamar hello Kitty nya.
Setelah Bagas pergi,Nakula dan Sadewa mendekat kearah Felisha.
"Mom..apa kami akan punya adik lagi ?" tanya Nakula
"Siapa yang bilang ?" tanya Felisha
"Tidak ada yang bilang mom..kami lihat tadi Daddy belanja banyak susu ibu hamil " jawab Sadewa.
"Iya sayang..kalian mau punya adik lagi " jawab Felisha akhirnya.
Tidak ada gunanya menyembunyikan dari Nakula dan Sadewa karena mereka akhirnya tau sendiri.
"Yey kita mau punya adik lagi " ujar Nakula dan Sadewa senang.Keduanya memeluk tubuh Felisha.
"Kalian senang akan punya adik lagi ?" tanya Felisha
"Senang mom..rumah kita pasti semakin ramai " jawab Nakula
"Tapi jangan bilang dulu sama Luna ya..takut dia belum mau punya adik " ujar Felisha
"Iya mom " jawab si kembar.
"Kenapa kalian peluk-peluk mommy ?" tanya Bagas begitu keluar dari kamar setelah menidurkan Luna.
"Kami senang mau punya adik lagi dad " jawab sikembar.
"Mommy bilang ya ?" tanya Bagas sambil duduk di sebelah Felisha
"Kami lihat di keranjang belanjaan Daddy banyak susu untuk ibu hamil " jawab Sadewa
"Oh iya Daddy lupa " ujar Bagas sambil tertawa.
"Mommy nanti kalau periksa lagi kami ikut ya kayak dulu waktu mommy hamil Luna " pinta Nakula
"Iya boleh " jawab Felisha sambil tersenyum.
"Sayang..emang anak-anak suka ikut kalau kamu periksa waktu hamil Luna ?" tanya Bagas ketika mereka sudah berada di dalam kamar.
"Iya " jawab Felisha
"Aku ingat dulu waktu pulang periksa kandungan kamu mepet motor aku di jalan dan langsung bawa anak-anak ke mobil.Pulangnya kamu marah dan motor mas Bagus langsung kamu rante "
Bagas termangu mendengar Carita Felisha.Ia ingat waktu itu ia sempat memarahi Felisha karena membawa si kembar naik motor.Kini ia sangat menyesal karena sekalipun tidak pernah mengantarkan Felisha ke dokter kandungan. Bahkan ketika Felisha melahirkan pun ia tidak ada disampingnya.Dan yang mengadzani Luna pun kakeknya.Ia merasa benar-benar suami yang durhaka.Wajar dulu Felisha nekad meninggalkannya.
"Maafkan mas Bagas " Bagas bersujud di pangkuan Felisha. " Mas benar-benar suami yang durhaka "
"Mas apa-apaan sih ..bangun !" Felisha berusaha mengangkat kepala Bagas.
"Mas sangat malu sama kamu.Ternyata selama ini mas tidak lebih baik dari Nakula dan Sadewa " ucapnya.
"Tapi sekarang mas Bagas suami dan Daddy terbaik " Felisha memeluk kepala Bagas yang berada dipangkuannya.
__ADS_1