
Hari ini pagi-pagi sekali Kenzo pergi ke Bandung untuk urusan pekerjaan. Luna memasukan beberapa potong roti isi kedalam kotak makan untuk sarapan di jalan.
Sebelum pergi Kenzo menghampiri Kenan dan Ana yang masih tidur.
"Daddy pergi dulu ya..jangan nakal sama Mommy " Kenzo mencium keduanya bergantian.
"Ana kalau bangun pasti nyariin " ujar Luna.
Semakin besar Ana punya kebiasaan jika bangun tidur selalu Kenzo yang pertama kali dicari, begitu juga jika akan tidur. Ana akan cepat tidur jika dikeloni dulu oleh Kenzo.
"Kakak sore juga pulang ,kamu jaga anak-anak " pesan Kenzo
"Siap Boss " jawab Luna.
"Kebalik Sayang..kamu boss nya " jawab Kenzo sambil menggamit pinggang Luna kemudian melu mat bibirnya lembut.
"Kalau sudah begini suka jadi malas pergi " keluh Kenzo setelah melepaskan tautan bibir mereka.
"Ya sudah tidak usah pergi " jawab Luna senang.
"Maunya kamu " Kenzo menyentil kening Luna membuat wanita itu tertawa.
"Hati-hati ya Sayang..di Bandung tidak boleh nakal, matanya tidak boleh jelalatan kalau lihat perempuan dan..kalau sudah selesai cepat pulang " pesan Luna sebelum Kenzo masuk kedalam mobil.
"Siap Boss " jawab Kenzo sambil menyalakan mesin mobilnya.
Luna melambaikan tangannya ketika mobil itu mulai melaju meninggalkan halaman rumah megahnya.
Satu jam kemudian suara tangis Ana terdengar menandakan putri kecilnya itu sudah bangun.
"Mommy.. Daddy..manaaa.." Ana menangis dalam gendongan baby sitter nya menanyakan Daddynya.
"Daddy sudah ke kantor Sayang " Luna mengambil Ana dan berusaha meredakan tangisnya.
Butuh waktu lama untuk meredakan tangis Ana.Bocah cantik itu baru berhenti ketika Kenzo menghubungi Luna.
Wajah cantik Ana langsung tersenyum begitu melihat wajah Kenzo di layar ponsel Luna.
__ADS_1
Setelah puas melihat wajah tampan Daddy nya Ana pun pergi bermain dengan Kenan.
"Sudah selesai nangisnya ?" tanya Kenzo sambil tersenyum melihat kelakuan putri kecilnya.
"Sudah Sayang " jawab Luna ikut tertawa.
"Ya sudah kakak kerja dulu, doakan ya semoga semua kerjaan kakak lancar " pinta Kenzo sebelum menutup sambungan video.
Setelah memastikan Ana tidak lagi menangis Kenzo pun terlihat tenang dan dapat fokus dengan pekerjaannya.
Pada saat makan siang Kenzo janjian dengan kedua temannya Yohan dan Willy.
"Tumben Ken Lo ga ajak Sadewa ?" tanya Yohan
"Sadewa kan sudah tidak dinas di Bandung lagi , dia dipindah tugaskan di Sumedang " jawab Kenzo.
"Pantas..biasanya gw jarang lihat dia nongkrong " ujar Yohan.
"Resiko menjadi seorang abdi negara ya begitu..harus siap ditugaskan dimanapun " ujar Willy.
"Ga nyangka si Dewa bakal jadi Polisi padahal keluarga nya pengusaha semua..termasuk Lo " gumam Willy.
Setelah ngobrol panjang mereka pun melanjutkan aktivitas masing-masing. Sebelum pulang Kenzo dibuat geram kepada Yohan karena temannya itu selalu menanyakan Luna.
"Salam ya buat Luna " ucap Yohan yang langsung dibalas satu pukulan ringan di bahu dokter muda itu.
"Gw jadi penasaran..pasti sekarang Luna semakin cantik " ujar Willy sambil tertawa.
"Ga akan gw biarin Luna ketemu kalian " ujar Kenzo sebelum masuk kedalam mobil.
Setelah urusan pekerjaan nya selesai jam tiga sore Kenzo pun pulang ke Jakarta. Karena di jalan sempat terjebak macet setelah magrib barulah Kenzo sampai di rumah.
Setibanya di rumah kedua buah hatinya berlari menyambut kedatangannya. Kenzo pun langsung menggendong keduanya ditangan kanan dan kirinya.
"Ana belum mandi ?" tanya Kenzo begitu menyadari jika Kenan sudah wangi dan sudah memakai piyama nya sedangkan Ana tidak.
"Ana tidak mau mandi..katanya mau sama Daddy " bisik Luna.
__ADS_1
Kenzo menatap Ana, bocah cantik berpipi bulat itu langsung menyembunyikan wajahnya di leher Kenzo seolah takut dimarahi.
"Ana kita mandi yuk sama Daddy, biar wangi seperti Kenan " ajak Kenzo. Ana mengangguk.
Kenzo memberikan Kenan kepada Luna, kemudian ia membawa Ana ke kamar mandi untuk dimandikan.
Suara tawa Ana yang centil terdengar menandakan betapa senangnya ia dimandikan oleh Daddy nya.
Setelah selesai dimandikan giliran Luna yang memakaikan baju kepada Ana.
"Kalau sudah begini kan cantik " puji Kenzo sambil mencium pipi Ana yang sudah wangi.
"Kalau Mommy nya sudah wangi belum ?" Kenzo beralih mengendus leher Luna. "Hmm...ternyata sudah wangi "
Setelah mandi Ana langsung anteng bermain di kamar bersama Kenan dan baby sitter mereka. Sementara Luna mengurus suami sipitnya yang tiba-tiba ingin dimandikan seperti Ana.
Pada saat menggosok tubuh Kenzo di bathtub tiba-tiba Kenzo jahil menarik tangan Luna hingga terjatuh kedalam bathtub.
"Kakak iseng banget sih..aku sudah mandi tau " Luna ngomel-ngomel.
"Sekalian temani kakak mandi " jawab Kenzo penuh arti.
Satu jam kemudian Luna dan Kenzo baru keluar dari kamar mandi. Ada senyum kepuasan terpancar di wajah tampannya.
Luna yang baru selesai menunaikan kewajibannya melayani kemesuman suami sipitnya melanjutkan melayani kenzo di meja makan.
"Sayang..Minggu depan kita ke Jepang..sudah lama kita tidak mengunjungi Mamih dan Papih, kemarin mereka menelpon kakak katanya rindu sama kamu dan anak-anak " ucap Kenzo.
"Rindunya cuma sama aku dan anak-anak?..sama kakak tidak bilang rindu ?" Luna melotot.
"Tidak..mereka benar-benar menganggap kakak anak tiri. Padahal kalau tidak ada putranya ini mana mungkin menantu kesayangannya ini bisa hamil dan melahirkan cucu untuk mereka " sungut Kenzo.
"Yang sabar ya kak " Luna memeluk Kenzo belaga sedih.
Luna sudah hapal karakter mertuanya yang seolah-olah menganaktirikan Kenzo padahal Luna sangat tau jika mereka sangatlah menyayangi putra tunggalnya itu.
Selesai makan tugas pasangan muda itu ternyata belum selesai. Kenan dan Ana kompak ingin tidur dengan Kenzo dan Luna. Kedua bocah bermata sipit itu menarik-narik tangan Luna dan Kenzo mengajak ke kamar.
__ADS_1
Setelah berada di kamar pun Kenan dan Ana malah mengajak Kenzo bergulat . Setelah lelah bermain barulah keduanya tertidur.Begitu juga dengan Luna dan Kenzo.