Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Melukis


__ADS_3

Minggu ini tidak biasanya Kenzo dan Ana tidak muncul di rumah Bagas. Biasanya setiap Minggu pagi kedua bocah bermata sipit itu selalu merengek ingin jalan-jalan dengan Bagas.


"Sayang tumben si kembar tidak muncul..biasanya pagi-pagi sudah ribut minta jalan-jalan " ucap Bagas.


"Mungkin mereka belum bangun Yang " Felisha menyusupkan wajahnya di dada Bagas yang polos.


Pagi itu karena Alysha, Kenan dan Ana tidak datang mengganggu akhirnya Bagas dan Felisha memilih tidak beraktifitas apapun selain saling memeluk dan menghangatkan tubuh.


Waktu hampir jam sepuluh pagi dan matahari mulai naik Bagas dan Felisha mengakhiri aktifitas panas mereka dengan ritual mandi bersama.


Setelah selesai mereka pun baru keluar dari kamar.


"Pada kemana anak-anak ?" Bagas dan Felisha mencari Abi dan Alysha.


"Mas Abi dan Non Alysha di rumah mbak Luna " Pelayan memberitahu keberadaan Abimanyu dan Alysha.


Karena rumah terasa sepi tanpa anak-anak akhirnya Bagas dan Felisha pun menyusul ke rumah Kenzo.


Di rumah Kenzo Bagas dan Felisha menemukan Abi dan Alysha juga Kenan dan Ana sedang belajar melukis bersama Kenzo.


"Mommy..aku sedang belajar melukis sama kakak Ken " Alysha terlihat senang melihat Mommy dan Daddy nya datang.


Meski memakai apron untuk melukis namun baju dan tangan Alysha terlihat belepotan dengan cat air.


Yang lebih parah adalah Kenan dan Ana. Selain baju mereka penuh dengan noda cat bahkan tangan dan pipi mereka terlihat lucu karena belepotan oleh cat air


Kenzo memang sengaja memberi cat air bukan cat minyak karena bocah-bocah itu baru dalam tahap belajar.


Hanya Abimanyu saja yang menggunakan cat minyak. Remaja tampan itu tampak serius mengikuti arahan dari kakak iparnya.


Luna duduk di sebuah bangku dekat kolam renang menonton Kenzo yang sedang mengajari melukis sambil menikmati satu mangkok salad buah.


"Daddy..lukisan aku bagus tidak ?" Alysha memperlihatkan hasil karya nya kepada Bagas dan Felisha.


"Bagus " puji Bagas.


Kenan dan Ana yang belum terlalu mengerti malah terlihat bermain-main dengan cat air.

__ADS_1


Luna dan Kenzo membiarkan dan tidak mengusik keasikan mereka. Namun walau begitu kedua bocah itu tetap dalam pengawasan mereka.


"Pantas pagi tadi anak-anak tidak ada yang ngajak jalan-jalan pagi..rupanya mereka sedang anteng disini " Bagas dan Felisha duduk di sebelah Aluna ikut memperhatikan anak-anak.


"Abi katanya ingin belajar melukis Dad sama kakak Ken..eh mereka malah ingin ikutan " Luna menunjuk Alysha yang mulai ikutan bermain cat dengan Kenan dan Ana.


"Dulu kakak juga waktu kecil sering belajar melukis sama Ken.. Mommy masih ingat loh..kakak bahkan pernah juara satu waktu lomba " Felisha mengenang masa-masa Luna kecil.


Luna mengangguk..tapi sekarang Luna sudah tidak pernah lagi belajar melukis dengan Kenzo karena kesibukannya mengurus anak-anak.


Selain itu Kenzo yang sibuk mengurus perusahaan nya sudah jarang menuangkan imajinasinya diatas kanvas.


Pria tampan bermata sipit itu sejak menikah lebih senang melukis tubuh mulus Luna dengan bibirnya dibanding melukis diatas kanvas. Luna tertawa sendiri ketika otak mesumnya mulai bereaksi.


Setelah puas bermain dengan cat ketiga bocah itu dibersihkan oleh pengasuh si kembar.


Rencananya Bagas dan Felisha akan membawa si kembar ke rumah orangtua Felisha.


"Mau bawa baby sitter tidak Mom ?" tanya Luna ketika Felisha sibuk menyiapkan buah tangan untuk Bundanya.


"Tidak usah..kan Abi ikut..disana juga ada Alyn..dia pasti senang Mommy bawa anak-anak " jawab Felisha.


"Iya Dad..nanti kita nyusul " Kenzo yang menjawab.


Setelah anak-anak pergi dengan Mommy dan Daddy nya, Luna masuk ke kamarnya dan langsung naik keatas ranjangnya.


"Sayang..temani aku tidur..aku ngantuk sekali " Luna memanggil Kenzo.


Mendengar permintaan istrinya Kenzo pun langsung naik keatas kasur dan berbaring disebelah Luna.Kehamilan kedua ini Luna menjadi sangat manja dan sedikit malas.


Kenzo yang sudah berpengalaman dengan kehamilan Luna yang pertama sudah tidak kaget lagi dengan perubahan perilaku istri cantiknya itu.


"Apakah mau sesuatu hmm ?" Kenzo menyusupkan tangannya ke balik baju Luna dan mengelus permukaan kulit perut Luna dengan lembut.


"Mau tidur saja dipeluk kamu " jawab Luna sambil merapatkan diri kedalam dekapan tubuh Kenzo.


"Yakin cuma ingin dipeluk saja..tidak ingin yang lain ?" tanya Kenzo penuh maksud.

__ADS_1


"Iya Sayang " jawab Luna.


"Baiklah " Kenzo pun mengusap-usap punggung Luna dengan hangat.


Setelah beberapa waktu berlalu Luna masih belum mau tidur juga.


"Katanya mau tidur tapi tangannya malah kelayapan " ucap Kenzo dengan suara yang mulai berat karena tangan Luna mulai nakal meraba kesana-kemari.


"Cuma mau ngelus-ngelus suami sendiri saja masa tidak boleh " jawab Luna.


"Siapa yang bilang tidak boleh..boleh kok Sayang. Semua yang kakak punya kan punya kamu juga " jawab Kenzo sambil memejamkan matanya ketika tangan mungil istrinya itu mulai menyusup dibalik celana boxernya.


"Sayang..kamu yakin cuma ingin dipeluk saja ?" tanya Kenzo.


"Sepertinya sekarang dedek ingin ditengok " jawab Luna dengan malu.


Mengelus benda keramat si sipit yang sudah on fire membuat hasrat ingin segera dimasuki pun tiba-tiba muncul.


"Baiklah..dedek siap-siap ya..Daddy mau nengok mumpung kakak kalian sedang tidak ada " bisik Kenzo di perut Luna.


Kenzo dan Luna baru menyelesaikan pertempuran mereka ketika waktu menjelang sore.


Setelah saling membersihkan diri mereka pun langsung menyusul ke rumah Bunda.


Setibanya di rumah Bunda ternyata Nakula dan Sadewa pun sudah berada di sana.


Luna dan Kenzo yang datang paling belakangan langsung menjadi bulan-bulanan. Apalagi ketika mereka mendapati banyak kissmark di leher Luna.


"Abis berapa ronde Ken ?" tanya Sadewa meledek.


"Tau..gw gak ngitung " jawab Kenzo sambil nyengir.


"Ayah kepo ih " Cindy mencubit tangan Sadewa.


" Bukan kepo Bun cuma penasaran saja " Sadewa terkekeh.


"Sama saja Yah " cibir Cindy.

__ADS_1


Rumah bunda menjadi semakin hangat manakala Ajeng dan Ezra datang bersama Azriel.


Alysha, Kenan, Ana, Arka dan Satria langsung anteng bermain bersama dengan diawasi oleh Abimanyu, Alyn dan Azriel. Ketiga remaja itu mendapat tugas untuk mengasuh kelima bocah yang sedang aktif-aktifnya dan tidak mau diam.


__ADS_2