Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Otw Calon Mantu


__ADS_3

Ayah memejamkan matanya menikmati pijatan tangan Kenzo di bahunya.Sementara Luna memijit bahu bunda.


"Pijatan kamu enak " puji Ayah kepada Kenzo.


"Aku sering disuruh memijat Papih Kek " jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Kalau pijatan Luna ga enak..kurang tenaga " Luna mendapat reaksi terbalik dari Bunda membuat gadis itu langsung merajuk.


Luna langsung cemberut ketika melihat Kenzo tengah menatapnya dengan tatapan mengejek.


"Kalau tidak enak aku tidak mau mijit Enin lagi " ancam Luna.


"Eeeh jangan marah..enak kok pijitannya cuma kurang tenaga saja " ralat Bunda.


"Sama saja tidak enak " Luna pun cemberut.


Meskipun di protes namun Luna terus memijit Bunda sampai selesai, begitu juga dengan Kenzo.


Selesai dipijit Ayah dan Bunda memberi uang kepada Luna dan Kenzo masing-masing seratus ribu rupiah.


"Upah mijit " ujar Ayah sambil tertawa.


"Terimakasih kek " ucap Luna dan Kenzo senang.


Meskipun Kenzo memiliki banyak uang namun ia sangat senang ketika mendapatkan uang dari calon kakeknya.


Karena hari sudah semakin sore Luna dan Kenzo pun pamit pulang. Mereka tidak ingin sampai Felisha khawatir mencari mereka.


"Kakek dan Enin kamu baik ya " puji Kenzo


"Iya dong..makanya hampir setiap weekend kita selalu menginap disana " jawab Luna.


"Semoga kelak mereka akan jadi Kakek dan Enin kakak juga " ujar Kenzo.Luna melirik kearah Kenzo sambil tertawa.


"Kenapa tertawa..bukannya bilang Aamiin " protes Kenzo. Lagi-lagi Luna hanya tertawa.


"Kakak serius Sayang..kakak ingin menjadi bagian dari keluarga besar kamu " ucap Kenzo dengan wajah serius.


"Iya nanti kalau kak Nakula dan kak Sadewa sudah nikah " jawab Luna.


"Kalau Nakula bisa jadi cepet nikahnya karena dia sudah pacaran lama sama Zhifana, tapi kalau Sadewa entah kapan nikahnya.jadian saja sama Cindy belum " keluh Kenzo.


"Jodoh kan siapa yang tau..lagian Aku tidak mau melangkahi kakak aku " ujar Luna lirih.


"Iya kakak mengerti " jawab Kenzo.


Dari obrolan dengan Kenzo barusan Luna menangkap jika Kenzo sedang berkeinginan untuk melanjutkan hubungan mereka kearah yang lebih serius, hal yang belum berani Luna pikirkan sebelumnya karena usianya yang masih muda.


"Tidak usah dipikirkan omongan kakak barusan , kamu fokus saja sama kuliah kamu.. kakak akan sabar menunggu sampai kamu lulus dan kedua kakak kamu menikah " Kenzo menggenggam tangan Luna seolah dapat membaca pikiran gadis cantik disampingnya itu.


"Iya kak " jawab Luna lega.


"Kalau kamu sudah lulus dan Nakula dan Sadewa sudah menikah kakak akan menggusur kamu ke penghulu..dan kamu tidak boleh menolak " sambung Kenzo.


"Dasar pemaksa " gumam Luna.


Meskipun menggerutu namun Luna menautkan jari kanannya dengan jari kiri Kenzo.Tangan keduanya pun saling meremat.


*


Beberapa bulan sejak pertemuannya yang terakhir pada saat mengantarkan trening milik Sadewa Cindy tidak pernah lagi bertemu dengan Sadewa.


Sadewa sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Cindy pun sedang fokus belajar untuk mempersiapkan ujian nasional yang tinggal hitungan hari.


Sebetulnya diantara kesibukannya Sadewa selalu menyempatkan pulang ke Jakarta, namun ia sengaja tidak menemui Cindy karena tidak ingin mengganggu gadis itu yang sebentar lagi akan ujian nasional,selain itu Sadewa juga terlanjur berjanji baru akan menemui Cindy jika gadis itu sudah mempunyai jawaban akan pertanyaan Mommy nya.

__ADS_1


Sepulang sekolah Cindy mampir ke sebuah pusat perbelanjaan Karena disuruh Papanya mencari kado untuk Mamanya yang besok akan berulangtahun.


Pilihan Cindy jatuh kepada sebuah tas yang ia yakin pasti akan disukai oleh Mamanya.


Setelah membayar tas pilihannya dan akan pulang tiba-tiba Cindy melihat Luna dan Felisha sedang berjalan menuju kearahnya.


Melihat Felisha tiba-tiba Cindy dilanda ketakutan. Cindy takut Felisha menagih jawaban Cindy atas pertanyaan nya tempo hari.


Karena belum siap memberi jawaban akhirnya Cindy pun memutuskan untuk bersembunyi dari Luna dan Felisha. Cindy masuk ke sebuah toko sepatu dan bersembunyi disana.


"Ngapain Lo kabur ?" Cindy terlonjak kaget ketika Luna tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya sambil berkacak pinggang.


"Siapa yang kabur " kilah Cindy.


"Emang Lo pikir gw ga liat waktu Lo tiba-tiba masuk kesini pas liat gw sama Mommy " hardik Luna.


Cindy yang terus membantah langsung terdiam ketika Felisha menghampiri mereka.


"Sudah ketemu Cindy nya kak ?" tanya Felisha.


"Sudah Mom..dia ngumpet disini " jawab Luna sambil menunjuk kearah Cindy.


Cindy hanya termangu..ia merasa seperti pencuri yang tertangkap setelah berusaha kabur.


"Tidak usah ngumpet..lebih baik temani kita belanja " Felisha menuntun Cindy untuk mengikutinya.


Cindy yang tidak berani menolak akhirnya menurut dan mengikuti Felisha dan Luna masuk ke toko perhiasan.


Rupanya Felisha sedang mencari cincin untuk Zhifana, beberapa hari yang Lalu Nakula mengutarakan niatnya untuk melamar Zhifana dan Nakula meminta Mommy nya yang memilihkan cincinnya.


Felisha yang sudah mengetahui ukuran jari Zhifana tampak sibuk mencari cincin yang cocok untuk calon menantunya.


"Kakak Nakula mau tunangan Tan ?" tanya Cindy sambil memperhatikan cincin pilihan Felisha dengan penuh kekaguman.


"Iya..rencananya Minggu depan " jawab Felisha.


Pada saat makan Felisha mendapat telepon dari Bagas yang menanyakan keberadaan nya.


"Aku habis beli cincin buat Zhifana Mas, sekarang sedang makan sama Luna dan pacarnya kak Dewa " ucap Felisha menjawab pertanyaan Bagas.


Cindy yang sedang makan pun langsung tersedak. Luna buru-buru menepuk punggung Cindy sambil memberikan segelas air.


"Makanya kak Dewa nya ditawarin makan " ujar Luna membuat Cindy langsung melotot.


Felisha tampak sibuk mengobrol dengan Bagas tidak menyadari jika ucapannya telah membuat Cindy tersedak.


Setelah mengakhiri obrolan panjangnya dengan Bagas, fokus Felisha pun langsung tertuju pada Cindy.


"Cindy..kamu masih ingat kan akan pertanyaan Tante tempo hari..ini sudah lama loh..Tante ingin mendengar jawaban kamu sekarang " Felisha langsung menodong Cindy dengan pertanyaan membuat gadis itu langsung mengkerut.


"A..aku.." Cindy tampak tergagap karena belum siap untuk menjawab pertanyaan dari Felisha.


Felisha dan Luna menatap kearah Cindy menunggu gadis itu melanjutkan ucapannya.


"Bagaimana Cindy ?" tanya Felisha.


"I..Iyya Tan.." jawab Cindy..ia terlalu takut untuk menjawab tidak.


Mendengar jawaban dari Cindy Felisha dan Luna langsung menghambur memeluk gadis berseragam putih abu itu.


"Kak Dewa harus dikasih tau Mom..dia pasti senang mendengarnya " Luna hendak mengambil ponselnya namun dilarang oleh Felisha.


"Jangan dikasih tau dulu..biar dia ada usaha.. masa nembak cewek saja harus Mommy " ucap Felisha, Aluna pun menurut.


"Kak Dewa nya jarang pulang ke Jakarta ya Tan ?" tanya Cindy.

__ADS_1


"Dewa lagi dinas di luar kota " jawab Felisha.


"Ooh.." gumam Cindy. Pantas saja pria itu sudah lama menghilang rupanya ia sedang diluar kota.


Setelah selesai makan mereka pun pulang. Felisha dan Luna mengantarkan Cindy pulang ke rumahnya.


Seminggu kemudian Sadewa yang baru menyelesaikan tugasnya di luar kota pulang ke Jakarta.


Ia memang tidak sempat menghadiri acara pertunangan Nakula dan Zhifana karena baru datang sehari sesudahnya.


Walaupun begitu Sadewa sangat mendukung niat saudara kembarnya itu untuk melepaskan masa lajangnya tidak lama lagi.


Suara berisik dari arah kolam renang yang tepat berada dibawah balkon kamar membuat Sadewa terbangun dari tidurnya.


"Kakak ayo turun !" Abimanyu memanggilnya begitu melihat Sadewa berdiri di balkon kamarnya.


Nakula, Bagas dan Luna yang sedang berenang pun ikut memanggil Sadewa.Melihat semua keluarganya sedang berkumpul di kolam renang Sadewa pun segera turun untuk bergabung.


Sebelum menceburkan dirinya ke kolam renang Sadewa terlebih dulu menghampiri Alysha yang sedang duduk dalam pangkuan Felisha. Satu ciuman sayang ia berikan kepada adik bungsunya yang kini sudah berusia 9 bulan.


Setelah mencium Alysha Sadewa pun menceburkan dirinya ke kolam bergabung dengan Bagas, Nakula ,Luna dan Abimanyu yang sudah berada disana.


Felisha hanya menonton suami dan anak-anak nya berenang sambil menyuapi putri bungsunya makan.Tidak lama kemudian Kenzo datang.


"Pantas di depan sepi taunya sedang pada berenang " ujar Kenzo yang datang dengan pakaian olahraga lengkap. Sepertinya ia baru pulang lari pagi.


Melihat kedatangan Kenzo Alysha yang sudah sangat mengenal Kenzo melonjak-lonjak ingin di gendong.Kenzo pun mengambil Alysha dari pangkuan Felisha.


"Ken..ayo turun !" ajak Bagas dari dalam kolam


"Tidak bawa baju Om " jawab Kenzo.


"Udah nyemplung saja.." ajak Nakula dan Sadewa.


Felisha buru-buru mengambil Alysha dari tangan Kenzo ketika melihat Nakula dan Sadewa naik.Sepertinya kedua putra kembarnya akan menjahili Kenzo.


Perkiraan Felisha ternyata benar, Nakula dan Sadewa tiba-tiba mendorong Kenzo hingga Kenzo pun tercebur ke dalam kolam renang.


"Sialan Lo..gimana gw pulang ?" Kenzo menggerutu sambil membuka sepatunya yang basah.


"Itu masalah Lo " jawab Nakula sambil terbahak.


Karena didalam kolam didominasi oleh pria akhirnya Luna pun naik. Ia memakai bathrobe nya dan langsung pergi mandi. Luna membiarkan Kenzo yang langsung asik berenang dengan Daddy dan saudara-saudara nya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap Luna kembali ke kolam bersama pelayan yang membawa minuman dan kudapan.


"Sayang..kakak minta tolong dong ambilin baju kakak di rumah !" ucap Kenzo yang naik sebentar untuk mengambil minum.


"Ga mau ah " Luna menolak.


Luna tidak berani jika harus masuk ke kamar Kenzo sedangkan Kenzo sendiri tidak ada di rumahnya.


"Ayolah Sayang..masa kamu tega sih membiarkan kakak pulang dengan baju basah begini " bujuk Kenzo.


Karena tidak tega akhirnya Luna pun terpaksa mengiyakan. Disaat Kenzo masih berenang Luna pun pergi ke rumah Kenzo.


Begitu masuk ke kamar Kenzo, Luna terlihat kebingungan. Ini adalah untuk yang pertama kalinya Luna masuk ke kamar Kenzo.


Luna terkagum-kagum melihat kamar Kenzo yang luas dan ditata dengan apik. Di bagian dinding dihiasi beberapa lukisan yang Luna yakin itu adalah karya Kenzo.Disana Luna juga mendapatkan beberapa photo dirinya termasuk ada beberapa photo Luna ketika masih kecil.


Sejurus kemudian Luna sadar akan tujuannya ke kamar Kenzo.Luna celingukan mencari baju Kenzo didalam walk in closet.


Luna mengambil celana pendek dan kaos juga handuk untuk Kenzo.Ketika akan keluar tiba-tiba Luna kembali lagi menuju walk in closet untuk mencari pakaian dalam Kenzo.


Setelah mendapatkan semuanya Luna pun pulang ke rumahnya.

__ADS_1


"****** ***** kakak tidak lupa kan ?" tanya Kenzo sambil berbisik.


"Tidak " jawab Luna dengan wajah sedikit merah.


__ADS_2