
Hari ini Bagas membawa anak dan istrinya terbang ke Bali untuk menghadiri peresmian hotel barunya.Dio dan Kinanti sudah berada di Bali sehari sebelumnya begitu juga dengan Ezra.
Diantara para tamu undangan,turut hadir Bayu dan Ajeng.Begitu melihat Ajeng,Luna langsung menghampiri wanita itu.Berbeda dengan Nakula dan Sadewa, setelah acara resmi selesai kedua anak kembar itu langsung menghampiri Ezra.
"Om Ezra punya janji pada kita berdua " Sikembar mengingatkan.
"Om sudah siapin..ada di kamar " jawab Ezra
Nakula dan Sadewa tampak senang.Bagas yang melihat Ezra dan kedua putranya sedang kasak-kusuk tampak curiga.
"Kamu jangan memperalat si kembar " ancam Bagas
"Tidak " jawab Ezra santai
"Kalau kamu laki-laki minta langsung sama kakaknya " Bagas menunjuk pada Bayu.
Ezra menggaruk pelipisnya " gue belum berani "
"Payah " ujar Bagas sambil berlalu kemudian menghampiri Felisha yang sedang ngobrol dengan Ajeng dan Kinanti.
Melihat kedatangan Bagas,Luna langsung turun dari pangkuan Ajeng dan langsung menghambur kedalam gendongan Bagas.
"Daddy aku ngantuk,ingin pulang " Luna merebahkan kepalanya dibahu Bagas.
"Acaranya belum selesai sayang " jawab Bagas
"Tapi aku ngantuk dad " ujar Luna
"Ya sudah kalian kembali ke kamar saja,Daddy antar " ujar Bagas
Karena Bagas masih harus menemui para tamu undangan, akhirnya Felisha dan Luna kembali ke kamar bersama Ajeng dan Kinanti.Kebetulan kamar mereka berdekatan.Sementara si kembar memilih bertahan karena menunggu hadiah dari Ezra.
Selesai acara Bagas kembali ke kamar sementara si kembar mampir ke kamar Ezra dengan diantar Dio.
Dio melongo ketika Ezra menyodorkan dua pasang sepatu sneaker yang harganya selangit kepada si kembar.
"Apa tidak berlebihan Lo ngasih sepatu mahal ini buat keponakan gue " bisik Ezra
"Buat anak sultan mana berani gue kasih barang yang murahan " jawab Ezra
"Lagian..kedepannya gue masih butuh mereka buat nemenin gue " ujar Ezra
"Sialan Lo..ga takut bapaknya marah " ujar Dio
"Cuma nemenin gue "
"Iya ..tapi Lo memperalat mereka " jawab Dio
"Ga apa-apa kok om..kita mau bantuin om Ezra buat deketin aunty Ajeng " ujar Nakula
"Lo denger sendiri kan... terimakasih calon keponakan ku yang ganteng-ganteng " Ezra dan si kembar pun bertos ria.
__ADS_1
Setelah mendapatkan hadiah dari Ezra,Dio mengantarkan kedua keponakannya kembali ke kamar mereka.
Ketika sampai didepan kamar,mereka berpapasan dengan Bagas yang akan mengecek apakah kedua putranya sudah kembali ke kamar mereka atau belum.
"Bawa apa itu kak ?" tanya Bagas menunjuk pada paperbag ditangan putranya.
"Sepatu dad..dikasih om Ezra " jawab Nakula
"Sogokan itu " seloroh Bagas
Dio dan sikembar tertawa.Setelah memastikan kedua keponakannya masuk ke kamar Dio pun kembali ke kamarnya.Tinggalah Bagas yang menemani kedua putranya dikamar.Bagas mengajak kedua putranya ngobrol,hal yang baru ia lakukan setelah menikah dengan Felisha.
Bagas baru kembali ke kamarnya setelah Nakula dan Sadewa tidur.Sebelum keluar dari kamar,Bagas mencium kening kedua putranya bergantian.
"Kakak sudah balik ke kamar mas ?" tanya Felisha yang baru selesai menidurkan Luna
"Sudah..mereka pulang dari kamar Ezra diantar Dio " jawab Bagas
"Abis ngapain sih mereka dari kamar kak Ezra ?" tanya Felisha penasaran
"Urusan laki-laki " jawab Bagas
"Masa sih aku ibunya tidak boleh tau ?"
"Itu urusan laki-laki sayang " ujar Bagas kekeh. Perlahan Bagas naik keatas ranjang.Ia merebahkan tubuhnya disamping Luna sementara Felisha berada disisi yang lain.
Pulang dari sini kita persiapan syukuran empat bulan " Bagas mengusap perut Felisha yang semakin terlihat buncit.
"Iya mas " jawab Felisha
"Aku malah sudah lupa mas " jawab Felisha
"Mas tidak pernah bisa lupa atas semua kesalahan yang sudah mas lakukan dulu " jawab Bagas lirih.
"Sudahlah sayang tidak usah dibahas " Felisha menyentuh pipi Bagas.Pria itu selalu terlihat sedih jika membahas peristiwa yang sudah lalu.
"Terimakasih sayang " Bagas meraih tangan Felisha dan menciumnya.Mereka pun tertidur sambil memeluk Luna.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Selesai acara peresmian hotel di Bali mereka pun kembali ke Jakarta.Bagas sekeluarga dan Dio pulang bersama.Dari bandara mereka langsung pulang ke rumah bunda untuk mempersiapkan acara syukuran empat bulan kehamilan Felisha.
Bagas memutuskan untuk mengadakan acara syukuran itu dirumah mertuanya agar ia bisa mengenal lebih dekat kerabat Felisha.
Bagas ingin memperbaiki image nya dihadapan kerabat Felisha yang terlanjur menganggapnya sombong.
Acara syukuran kali ini diisi dengan pengajian dan santunan anak yatim.Sebelum acara dimulai,Bagas dan Dio tampak memindahkan kursi tamu ke teras depan,karena ruang tamu dan ruang keluarga akan dipakai untuk acara pengajian.
Selama acara pengajian,Luna tidak mau lepas dari Bagas.Bocah itu tampak terlihat cantik memakai gamis duduk dipangkuan Bagas.
Selesai pengajian acara dilanjutkan dengan pemberian santunan untuk anak yatim.Luna dan sikembar ikut membagikan amplop dan godybag berisi perlengkapan sekolah kepada para anak-anak yang kurang beruntung itu.
__ADS_1
Selesai acara,para tamu dan kerabat mulai meninggalkan kediaman orangtua Felisha.Bagas dan Dio kembali mengembalikan kursi tamu dan beberapa perabot lainnya ke tempat semula.
"Daddy aku juga ingin mendapatkan amplop seperti mereka " Luna merengek kepada Bagas
"Buat Luna ini dari kakek saja " ayah memasukan satu lembar uang berwarna merah dan diberikan kepada Luna.
"Om Dio tidak kasih Luna ?" Luna menatap Dio penuh harap.
"Iya deh om kasih buat Luna " Dio memberikan amplop berisi satu lembar uang berwarna merah kepada Luna.
Luna tampak senang mendapat dua amplop dari kakek dan om nya.
"Daddy..aku dapat dua " Luna menunjukkan dua jarinya kepada Bagas.
"Iya sayang " Bagas mengangkat tubuh Luna dan mendudukan dipangkuannya.
Mereka berkumpul diruang keluarga sambil menikmati makanan sisa syukuran.Sementara si kembar memilih masuk ke kamar mereka.Sejak dibuatkan kamar baru,mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kamar.
"Ayah tidak menyangka ternyata kamu yang paling banyak menyumbang cucu " seloroh ayah kepada Felisha
"Feli mau empat..kamu kapan kak ?" tanya bunda
"Tenang Bun..tunggu tanggal mainnya " jawab Dio santai,disusul anggukan dari Kinanti.
Felisha mengambil jeruk kemudian ia berikan kepada Bagas.Dengan telaten Bagas mengupas jeruk itu untuk Felisha.
"Lagi sayang ?" tanya Bagas sambil kembali mengambil jeruk untuk ia kupas.Felisha mengangguk.
"Luna bobo sama tante Kinan yuk " ajak Kinanti ketika ia melihat Luna beberapa kali menguap.
"Tidak ah Tante.. Luna tidak mau nanti Daddy peluk-peluk mommy " jawab Luna
Semua yang ada disana langsung tertawa. Ternyata Luna sangat posesif terhadap Bagas.
"Makanya sebelum lembur pastiin dulu anak sudah tidur " ledek Dio.
Bagas dan Felisha hanya nyengir.Dio belum merasakan saja bagaimana susahnya menikmati waktu berdua jika sudah punya anak.
"Daddy aku ngantuk " Luna mulai merengek
Felisha dan Bagas pun pamit kembali ke kamar mereka untuk menidurkan Luna.
Setelah direbahkan diatas ranjang,Luna langsung memeluk tubuh Bagas erat.Ia tidak memberi kesempatan kepada Bagas untuk dekat-dekat dengan Felisha.
Bagas tersenyum menggoda melihat Felisha yang sedikit cemberut karena tidak diberi kesempatan untuk dekat-dekat dengan suaminya.
"Setelah Luna tidur,giliran mas kelonin kamu " ujar Bagas.Mata Felisha pun langsung berbinar.
Setelah berhasil menidurkan Luna,Bagas pindah kesebelah Felisha.Dipeluknya tubuh Felisha dengan tangan kanan mengusap-usap perut buncit Felisha.
"Jangan iri ya sama kakak Luna " bisik Bagas
__ADS_1
"Sayang Daddy sama kalian sama besarnya "
Mendapat sentuhan hangat diperutnya membuat rasa kantuk lebih cepat datang.Tidak lama kemudian Felisha pun tertidur dalam pelukan hangat suaminya.