
Setiap weekend kini Bagas punya kesibukan baru yaitu mengasuh anak-anak. Sejak Felisha dan Luna kembali, para pengasuh anak-anak hanya bekerja pada hari Senin sampai Jumat saja.Untuk hari Sabtu dan Minggu Bagas lah yang bertugas mengasuh dan mengawasi anak-anak.
Hari ini tugas Bagas adalah menemani anak-anak berenang.Sementara Felisha sibuk didapur bersama pelayan memasak untuk makan siang.
"Bu..liat bapak sekarang berbeda ya " ucap bi Lilis pelayan di rumah.
"Berbeda gimana bi ?" tanya Felisha
"Dulu waktu masih ada Bu Kinara saja bapa tidak pernah mau bermain bersama anak-anak seperti sekarang,malah anak-anak lebih dekat sama alm mas Bagus " jawab bi Lilis.
"Ya namanya manusia kan bisa berubah " ujar Felisha
"Bapa sekarang perhatian sama anak-anak, sama ibu kayaknya bapa takut banget " ujar bi Lilis sambil tertawa
"Apa saya keliatan galak? terlihat menindas suami gitu ?" tanya Felisha
"Tidak..ibu justru baik banget..den kembar saja sangat nurut sama ibu " jawab bi Lilis
"Kalau saya baik..kenapa bapa keliatan takut sama saya ?" Felisha semakin penasaran
"Mungkin takut ditinggal ibu sama neng Luna lagi " jawab bi Lilis
"Bibi bisa saja " Felisha tertawa
Setelah dirasa cukup lama berenang, Felisha pun memanggil Bagas dan anak-anak untuk naik.Empat gelas minuman segar dan cemilan sudah Felisha siapkan di meja taman.
Bagas dan anak-anak naik kemudian menghampiri Felisha. Melihat tubuh tinggi tegap Bagas yang hanya menggunakan celana renang ketat membuat fantasi liar Felisha bereaksi.
Apalagi melihat tubuh bagian bawah Bagas yang sedikit menonjol membuat Felisha buru-buru memberikan handuk kepada Bagas.
"Mommy..tadi aku diajari berenang gaya kupu-kupu sama Daddy " celoteh Luna
__ADS_1
"Oh ya..bisa tidak ?" tanya Felisha
"Bisa dong " jawab Luna bangga.
"Mommy mau diajarin renang juga ?" bisik Bagas ditelinga Felisha menggoda
"Tidak " jawab Felisha sambil menjauhkan wajah Bagas yang begitu dekat dengan wajahnya..bahkan terlalu dekat hingga hembusan napasnya bisa Felisha rasakan menyapu kulit lehernya.
Mereka duduk di kursi taman dekat kolam renang sambil menikmati minuman segar dan cemilan yang Felisha siapkan sebelum mereka membersihkan diri.
Setelah menghabiskan minumannya Bagas mengajak Nakula dan Sadewa membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dekat kolam renang.Sedangkan Felisha memandikan Luna dikamar mandi dikamar Luna.
Selesai memandikan dan memakaikan baju Luna, Felisha kembali ke kamarnya.Ia mendapati Bagas masih mengenakan handuk mandinya. Felisha pun mengambilkan baju untuk Bagas.
Ketika Felisha menyodorkan baju,Bagas malah menarik tangan Felisha kemudian mendudukan diatas pahanya.
"Lepas mas..nanti dilihat anak-anak " Felisha berusaha turun dari pangkuan Bagas.
"Sebentar saja " ujar Bagas sambil semakin mengeratkan pelukannya.
"Padahal dulu mas Bagas angkuhnya minta ampun..mmhh geli mas " Felisha meremas rambut Bagas ketika bibir Bagas bukan lagi mengendus namun mulai menghisap dan menggigit kecil,membuat bagian bawah tubuh Felisha sedikit berdenyut.
Felisha tampak kurang nyaman dengan posisi duduknya karena ia seperti sedang menduduki batang pohon yang keras.
Felisha dapat bernapas lega ketika Bagas melepaskannya dan berjalan menuju pintu.Namun ternyata Bagas mengunci pintunya,termasuk connecting door yang menghubungkan dengan kamar Luna.
Bagas sempat melongokan kepalanya kekamar Luna,ternyata Luna sedang tertidur diranjangnya.
"Luna nya tidur " bisik Bagas.
Bagas kembali menangkap Felisha dan melucuti seluruh pakaian Felisha.Bagas tidak menghiraukan Felisha yang meronta minta dilepaskan.
__ADS_1
"Maaass.. masih siang ..hmm..mas " sebuah penolakan namun bercampur desahan membuat Bagas semakin brutal melancarkan aksinya.
Bagas menuntun adik kecilnya agar tepat masuk ke sarangnya begitu Felisha duduki. Bagas merem melek ketika Felisha mulai menggerakkan pinggulnya membuat adik kecil milik Bagas semakin menancap dalam dibawah sana.
Gerakan pinggul Felisha semakin cepat manakala Bagas melahap dua bukit kembar Felisha yang menggantung indah didepan wajahnya.
Felisha berhenti bergerak ketika ia mendengar suara rengekan Luna dari kamar sebelah.
"Mas..Luna bangun " bisik Felisha
"Sebentar lagi sayang tanggung " jawab Bagas
Felisha kembali bergerak dengan tempo lebih cepat.
"Daddy..mommy.." panggil Luna
"Lebih cepat sayang ..." erang Bagas.
Felisha pun semakin mempercepat gerakannya,hingga merekapun mendapatkan pelepasan bersama.
"Daddy..mommy..kenapa pintunya dikunci " Luna mulai menangis.
Felisha dengan cepat turun dari pangkuan Bagas kemudian memunguti bajunya dan berlari menuju kamar mandi.Sementara Bagas merapikan handuk mandinya kemudian memburu Luna yang sedang menangis dibalik pintu.
"Daddy..kenapa pintunya dikunci" Luna terisak digendongan Bagas
"Maafin Daddy sayang...Daddy lupa " jawab Bagas berbohong sambil menenangkan Luna yang terus terisak.Tak lama kemudian tangis Luna pun berhenti seiring dengan kepalanya yang terkulai dibahu Bagas menandakan jika putri kecilnya itu kembali tertidur.
"Lunanya sudah tidur lagi..bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi " goda Bagas ketika Felisha keluar dari kamar mandi
"Ogah " jawab Felisha.
__ADS_1
Bagas hanya tertawa mengingat bagaimana Felisha terus menggerakkan pinggulnya dengan wajah panik karena mendengar Luna menangis.Benar-benar lucu.
Siang itu akhirnya mereka pun memilih tidur sambil memeluk tubuh Luna yang berada ditengah mereka.