
Dihari kedua Luna magang, Sandra kembali memberikan setumpuk pekerjaan kepada Luna. Dari pertama masuk Luna nyaris tidak beranjak samasekali dari depan komputer. Beruntung pagi tadi Felisha menyiapkan kotak bekal makan siang dan cemilan juga beberapa buah susu kotak kedalam tas Luna.
Menjelang jam makan siang semua karyawan yang berada di divisi pemasaran bersiap untuk istirahat makan siang.
"Luna istirahat sana..nanti ngadu lagi sama pak Oliver " ucap Sandra sambil menyindir. Luna berusaha untuk tidak terpancing oleh ucapan Sandra.
Siang itu Aluna memilih makan siang yang disiapkan oleh Felisha di ruangannya sambil melakukan video call dengan Kenzo yang juga sedang makan siang dengan menu yang sama karena Felisha juga membuatkan bekal makan siang untuk Kenzo.
"Nanti pulangnya kakak jemput ya " ujar Kenzo sambil mengunyah makanannya.
"Kalau kakak sedang sibuk lebih baik tidak usah " jawab Luna.
"Pokoknya kakak usahakan bisa jemput kamu " ujar Kenzo.
"Baiklah " jawab Kenzo.
Disaat Luna dan Kenzo sedang makan sambil melakukan panggilan video mereka dikejutkan oleh Oliver yang tiba-tiba masuk ke ruangan Luna.
"Luna..kenapa tidak istirahat ?" tanya Oliver, pria itu takut jika kejadian kemarin terulang lagi kepada Luna.
"Saya istirahat disini saja pak " jawab Luna sambil memperlihatkan kotak makan miliknya.
"Baiklah " ujar Oliver sambil berlalu dari ruangan Luna.
"Siapa barusan ?" tanya Kenzo sambil menatap tajam kepada Luna.
"Bos aku kak " jawab Luna
"Perhatian sekali dia sama kamu " ujar Kenzo dengan nada tidak suka.
"Bos perhatian sama karyawan nya itu bukannya bagus " jawab Luna.
"Awas saja kalau dia berani dekatin kamu " ancam Kenzo dengan wajah cemberutnya.
"Kakak berpikirnya terlalu berlebihan " omel Luna.
"Bukan berlebihan Sayang..kakak hanya mengingatkan " jawab Kenzo.
"Terserah kakak deh " ujar Luna.
Luna dan Kenzo mengakhiri sambungan video mereka ketika jam makan siang selesai dan mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
"Luna..kamu dipanggil ke ruangannya pak Oliver " ucap Sandra yang baru datang selepas istirahat.
"Iya mbak " jawab Luna
"Sekalian kamu kasih ini ke sekertaris nya pak Oliver..kamu tau kan ?" tanya Sandra sambil memberikan map kepada Luna.
"Iya tau mbak " jawab Luna.
Luna beranjak menuju ruangan pak Oliver dengan sebuah map ditangannya. Sebelum masuk ke ruangan kerja pak Oliver, Luna terlebih dahulu memberikan map ditangannya kepada sekertaris Oliver.
"Kamu Luna ya..anak magang divisi pemasaran ?" tanya Cecil sekertaris Oliver.
"Iya mbak " jawab Luna
"Kamu sudah ditunggu sama bos didalam " ucap Cecil ramah.
"Baik mbak " jawab Luna seraya beranjak menuju ruangan kerja Oliver.
Begitu masuk Luna langsung diuruh duduk dikursi yang ada disebrang meja kerjanya.
"Saya sudah memeriksa data akademik kamu..ternyata kamu anak yang berprestasi ya sampai bisa dua kali masuk kelas akselerasi. Pantas saja diusia kamu yang masih muda sudah akan menyelesaikan kuliah " puji Oliver.
__ADS_1
"Mulai besok saya akan memindahkan kamu untuk menjadi asisten pribadi saya untuk menggantikan asisten pribadi saya yang sedang cuti melahirkan..jadi selama dua bulan magang kamu menjadi asisten pribadi saya..paham ?" tanya Oliver Setelah menjelaskan panjang lebar.
"Paham pak " jawab Luna.
"Untuk pemindahan kamu kesini biar nanti Cecil yang bicarakan sama Sandra " ujar Oliver.
"Baik pak " jawab Luna.
"Ya sudah..saya hanya akan menyampaikan itu saja..sekarang kamu bisa kembali ke ruangan kamu "
"Baik pak "
Luna kembali ke ruangannya dan meneruskan pekerjaannya. Luna tidak ingin meninggalkan pekerjaan pada saat kepindahannya besok.
Mendekati waktu jam pulang kantor Luna sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dan merapikan mejanya.
Begitu Luna keluar ternyata Kenzo sudah menunggunya di parkiran. Disela kesibukannya Kenzo menepati janjinya untuk menjemput Luna.
Begitu masuk kedalam mobil Kenzo langsung mencium bibir Luna.
"Sudah lama nunggunya ?" tanya Luna sambil mengusap bibir Kenzo yang terdapat noda lipstik miliknya.
"Belum lama " jawab Kenzo sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.
Tidak lama kemudian mobil pun mulai melaju meninggalkan perusahaan tempat Luna magang.
"Bagaimana magangnya lanncar ?" tanya Kenzo.
"Lancar..dua hari aku di divisi pemasaran, mulai besok aku jadi asisten pribadinya pak Oliver " jawab Luna.
"Pak Oliver bagian apa ?" tanya Kenzo.
"Dia pimpinan perusahaan kak " jawab Luna.
"Kamu terima ?" tanya Kenzo
"Iya..masa aku menolak kak..aku menggantikan asisten pribadinya yang sedang cuti..hanya 2 bulan " Luna mengangkat dua jarinya.
Membayangkan Luna menjadi asisten pribadi Oliver entah mengapa Kenzo merasa tidak suka. Apalagi nantinya Luna akan selalu mendampingi kemanapun Oliver pergi.
Luna melirik kearah Kenzo yang tiba-tiba cemberut.
"Kakak tidak senang aku jadi asisten pribadi pak Oliver ?" tanya Luna.
"Kakak tidak senang saja, nantinya kamu akan sering pergi berdua dengan dia " jawab Kenzo.
"Kakak cemburu ya " Luna mencolek dagu Kenzo sambil tertawa.
"Bukan cemburu..cuma tidak senang saja " kilah Kenzo.
"Itu namanya cemburu kak " ujar Luna.
"Terserah kamu deh " jawab Kenzo.
*
Hari ini Kenzo mengajak Luna untuk makan siang bersama,namun Luna menolak karena ia akan pergi dengan Oliver untuk bertemu dengan klien sambil makan siang. Meskipun sedikit kecewa akhirnya Kenzo pun mencoba mengerti.
Siang itu Luna dan Oliver pun pergi ke sebuah restoran tempat mereka akan bertemu dengan kliennya.
Setelah sampai disana dan menunggu hampir setengah jam tiba-tiba klien mereka mengabari jika ia tidak dapat datang dan meminta pertemuan mereka diundur besok.
Luna dan Oliver yang sudah tanggung sampai disana akhirnya makan siang berdua.
__ADS_1
Luna yang makan sambil membahas masalah pekerjaan dengan Oliver tidak menyadari jika Kenzo pun sedang makan siang disana.
Luna tidak menyadari jika semua gerak-geriknya tidak luput dari pantauan Kenzo.
Setelah selesai makan Oliver mengajak Luna ke sebuah toko perhiasan.Disana Oliver meminta Luna memilihkan cincin untuk kekasihnya.
Setelah memilih dan mencobanya di jari Luna akhirnya Oliver pun mendapatkan cincin yang cocok untuk kekasihnya.
Selesai membeli cincin Luna dan Oliver pun kembali ke kantor,begitu juga Kenzo. Ia kembali ke kantornya dengan wajah yang keruh.
Setibanya di kantor, Luna menyempatkan menghubungi Kenzo namun tidak diangkat. Luna berpikir jika Kenzo sedang sibuk. Ia tidak tau jika Kenzo sebenarnya sedang marah kepadanya karena terbakar api cemburu.
Pada saat pulang kantor, Luna dibuat heran dengan wajah Kenzo yang selalu cemberut dan tidak sehangat biasanya.
"Kakak kenapa ?" Luna memberanikan diri bertanya kepada Kenzo.
"Tidak apa-apa " jawab Kenzo malas.
Meskipun Kenzo mengatakan tidak apa-apa, namun Luna merasa jika Kenzo sedang menyembunyikan sesuatu darinya.Namun Luna tidak mau memaksa Kenzo untuk bercerita.
Hari-hari berikutnya Kenzo semakin terbakar api cemburu ketika ia kembali mendapati Luna dan Oliver tengah berbelanja pakaian wanita pada saat jam makan siang.
Kekesalan Kenzo semakin memuncak ketika pada suatu hari saat ia menjemput Luna ada seorang wanita yang mengaku sebagai tunangan Oliver melabrak Luna di depan matanya.
Kenzo yang berada di dalam mobil membiarkan kedua wanita itu berbicara, namun lama-lama keduanya terlibat adu mulut dan akhirnya keributan pun tidak dapat terelakkan lagi.
Luna yang awalnya berusaha mengalah akhirnya melawan karena Sandra datang dan memprovokasi keduanya.
Melihat Luna diserang oleh dua wanita Kenzo pun tidak tinggal diam. Ia turun dari mobil dan berusaha melerai.
" Kamu pacarnya ya ?..jagain dong pacar kamu jangan jadi pelakor " hardik wanita yang mengaku sebagai tunangan Oliver.
Luna yang disebut pelakor langsung tersulut emosi dan hendak menyerang namun Kenzo buru-buru menangkap pinggang Luna.
Untuk menghentikan keributan akhirnya Kenzo mamasukan Luna kedalam mobil dan buru-buru membawanya pulang.
"Ada hubungan apa kamu sama bos kamu hingga tunangannya begitu marah sama kamu ?" tanya Kenzo dingin.
"Aku tidak tau " jawab Luna sambil mengusap tangannya yang terdapat beberapa luka cakaran.
"Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api " ujar Kenzo lirih.
"Maksud kakak apa ? " tanya Luna sambil menatap tajam kearah Kenzo.
"Kamu pikir saja sendiri " jawab Kenzo membuat Luna merasa disudutkan.
"Jadi kakak mencurigai aku ?" tanya Luna.
Kenzo tidak menjawab, ia hanya diam tidak bergeming dengan mata fokus ke jalanan di depannya.
"Jadi kakak mencurigai aku sama seperti mereka? pantas saja disana kakak tidak ada membela aku " Luna terlihat kecewa.
"Kakak tidak akan membela yang salah..kalau salah ya tetap salah " jawab Kenzo tegas.
"Oh..jadi menurut kakak aku salah " Luna terlihat kecewa karena Kenzo pun menganggap dirinya bersalah.
"Bukan seperti itu " ucap Kenzo.
"Tapi kelihatannya memang begitu " ujar Luna dengan mata yang mulai berembun.
Sepanjang sisa perjalanan mereka pun saling diam. Luna kesal kepada Kenzo karena Kenzo tidak membelanya. Sedangkan Kenzo pun memiliki unek-unek karena beberapa kali mendapati Luna jalan dengan Oliver.
Sesampainya di rumah Luna langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tidak menoleh lagi kearah Kenzo.
__ADS_1