
Minggu pagi di rumah bunda,Bagas baru selesai memandikan Luna.Bocah itu terus-terusan tertawa karena telah berhasil membuat Daddy nya basah kuyup karena Luna yang tidak bisa diam saat dimandikan.
"Sayang..ambil Luna nih,baju mas basah semua " Bagas melongokan kepalanya dari kamar mandi.
"Kok bisa ikut basah-basahan ?" tanya Felisha sambil menuntun Luna yang sudah berbalut handuk.
"Daddy nya aku ajak masuk ke bathtub mom " jawab Luna sambil terkikik
"Kenapa Daddy Luna ajak masuk ke bathtub ?" tanya Felisha sambil memakaikan baju kepada Luna.Sementara Bagas melanjutkan mandi karena bajunya terlanjur basah oleh ulah putri kecilnya.
"Daddy itu curang mom..nyuruh aku mandi tapi Daddy nya belum mandi " jawab Luna dengan bibir mengerucut.
"Oh gitu..iya berarti Daddy curang,jangan ditiru ya " ujar Felisha , Luna mengangguk.
Bagas yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum menyeringai mendengar Luna yang sedang mengadu pada Felisha.
"Luna mau ikut jalan-jalan tidak sama Tante Kinan ?" terdengar suara Kinan memanggil Luna dari luar kamar.
"Mauuuu..." Luna langsung turun dari kasur dan berlari keluar kamar menghampiri Kinanti.
"Dek.. anak-anak kakak bawa ya " terdengar suara Kinanti dari luar kamar.
Dari jendela kamar Felisha melihat Dio dan Kinanti menggiring anak-anak masuk kedalam mobil.
"Mau dibawa kemana anak-anak ?" gumamnya
"Akhirnya kita bisa ber..."
"Mas kebiasaan deh memanfaatkan situasi " pungkas Felisha ketika bibir Bagas mulai menyusuri ceruk lehernya.
"Harus itu " jawab Bagas dengan kedua tangan memeluk pinggang Felisha dari belakang.
"Sayang..ke kamar mandi yuk !" ajak Bagas
"Ngapain ? Mas kan sudah mandi " tanya Felisha
"Kita main di kamar mandi " bisik Bagas dengan suara parau.
Akhirnya Felisha tidak bisa menolak ketika Bagas menggiring nya ke kamar mandi.Dan ia hanya bisa pasrah ketika Bagas menaklukannya didalam bathtub
Setelah Bagas melepaskan nya, Felisha beranjak pergi ke dapur untuk membantu bunda,sementara Bagas memilih ngobrol dengan ayah diteras belakang.
"Kak Dio bawa anak-anak kemana Bun ?" tanya Felisha sambil membuat dua cangkir kopi untuk ayah dan suaminya.
"Ke rumah kakaknya Kinan " jawab bunda.
Dio dan Kinan memang rutin mengunjungi rumah Ezra. Karena Ezra adalah satu-satunya keluarga yang Kinanti miliki.
Felisha membawa dua cangkir kopi buatannya ke teras belakang dimana ayah dan suaminya berada.
"Kalian ngobrol apa sih serius amat ?" tanya Felisha penasaran.
"Ini obrolan pria " jawab Bagas seolah Felisha dilarang untuk nimbrung.
Ayah tertawa melihat Felisha yang tampak kesal dengan jawaban Bagas.
Tak ingin mengganggu keasikan kedua pria itu akhirnya Felisha pun kembali ke dapur dan membantu bunda memasak.
"Fe panggil ayah dan suami kamu,suruh makan " perintah bunda ketika semua masakan sudah terhidang di meja.
Felisha pun pergi ke teras belakang tempat ayah dan suaminya ngobrol.Namun Felisha tidak mendapati mereka disana.
Setelah dicari-cari, akhirnya Felisha menemukan ayah dan suaminya sedang membersihkan rumput liar yang tumbuh di halaman belakang.
"Ayah..mas Bagas dipanggil bunda.Kita makan siang dulu !" panggil Felisha
Kedua pria itu pun membereskan perkakas mereka kemudian mengikuti Felisha menuju ruang makan.
Setelah mencuci tangan mereka pun menikmati makanan hasil masak bunda dan Felisha.
Felisha tertawa melihat Bagas yang makan dengan lahap.Belum pernah Felisha melihat Bagas makan selahap itu.
__ADS_1
"Kamu lapar sayang ?" tanya Felisha
"Ya..nikmat sekali " jawab Bagas sambil menyusut peluh didahi nya dengan punggung tangannya.
"Kalau sudah bekerja lelah makan apapun pasti nikmat " ujar ayah.
"Makanya sayang kalau mau makan enak sering-sering bantuin ayah nyabitin rumput dihalaman " seloroh Felisha
"Iya..kalau mas lagi ada disini " jawab Bagas.
Felisha melongo mendengar jawaban Bagas yang menanggapi ucapannya dengan serius.
Ayah dan bunda hanya tersenyum melihat Felisha yang sedang melongo tidak percaya dengan ucapan Bagas.
Sesungguhnya mereka pun tidak menyangka jika menantunya itu mau mengotori tangannya dengan membantu membersihkan rumput dihalaman belakang.
Mereka sangat bersyukur melihat rumah tangga Bagas dan Felisha yang semakin hari semakin terlihat harmonis.Apalagi sebentar lagi mereka akan dikaruniai momongan lagi.
Selesai makan Bagas langsung terkapar diatas kasur karena terlalu kenyang.
"Mas Bagas makan seperti orang yang dua hari tidak nemu makan saja " ujar Felisha sambil tertawa.Bagas pun ikut tertawa.
"Mau aku pijitin tidak ?" tanya Felisha
"Boleh " jawab Bagas
Felisha pun mulai memijit kedua kaki Bagas, pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Felisha yang menari-nari diatas kedua tungkai kakinya.
Selesai dengan kaki kini tangan Felisha beralih memijit tangan Bagas.
"Enak Sayang " gumam Bagas dengan mata terpejam.
"Coba kalau tiap hari kamu pijitin aku begini "
"Siap..tinggal bilang saja.Kapan pun kamu mau aku akan pijitin kamu..tapi " jawab Felisha
"Nah..sudah ketebak.Pasti ada maunya " Bagas tiba-tiba membuka matanya.
"Ijinin aku bawa mobil sendiri lagi " pinta Felisha
"Dasar pelit..kanebo kering " sungut Felisha namun tidak berhenti memijit.
"Nanti kalau sudah melahirkan baru boleh " ujar Bagas sambil bangkit.
"Mau kemana lagi ?" tanya Felisha
"lanjutin bersihin halaman belakang " jawab Bagas
"Mijit nya lanjutin malam ya " bisik Bagas. Felisha mengangguk.
Baru sampai pintu,Bagas menoleh kepada Felisha karena istrinya itu memanggilnya.
"Pakai ini biar tidak kepanasan " Felisha memakaikan topi dikepala Bagas.
"Tuh kan ganteng " puji Felisha
"Baru tau ya kalau suami kamu ini ganteng " ujar Bagas narsis sambil berlalu keluar dari kamar.
Saat Bagas dan Ayah sibuk melanjutkan membersihkan rumput dihalaman belakang,Dio dan Kinanti pulang.
"Daddy sama kakek sedang apa ?" Luna langsung berlari menghampiri Bagas.
"Bersihin rumput sayang..nanti kakek mau bikin tempat bermain sama kolam ikan " jawab Bagas
"Tempat bermain untuk aku ?" tanya Luna bersemangat.Bagas mengangguk.
"Yey...Yee..nanti aku bisa main disini " Luna lompat-lompat kegirangan.
Dio yang baru datang langsung mengganti bajunya dengan celana pendek kemudian ikut bergabung bersama ayah dan Bagas.
"Nakula dan Sadewa kemana ?" tanya Bagas ketika ia tidak melihat kedua putra kembarnya datang bersama Dio.
__ADS_1
"Mereka masih di rumah Ezra..Dipinjam dulu sebentar" jawab Dio
"Dipinjam dulu gimana maksudnya ?" Bagas menghentikan pekerjaannya.
"Ezra minta antar si kembar ke tempat kost tantenya " jawab Dio
"Ke tempat kost Ajeng ?" tanya Bagas.Dio mengangguk.Akhirnya Bagas pun mengerti
"Seperti bukan laki-laki saja " gumam Bagas
🌸🌸🌸🌸
Nakula dan Sadewa saling tatap ketika mobil Ezra memasuki tempat kost yang cukup familiar untuk mereka.
"Nakula..Sadewa ?" Ajeng terpana menatap kedua keponakannya yang sudah berdiri didepan pintu kamar kost nya.Namun wajah Ajeng berubah masam ketika melihat keponakannya datang bersama Ezra.
"Aku mau mengantar mereka pulang, kebetulan lewat sini..mereka bilang ingin mampir ke tempat kamu " ucap Ezra berbohong.
Nakula dan Sadewa hanya melongo mendengar ucapan Ezra.Mereka tampak bingung karena tidak merasa mengucapkan itu.
Ajeng pun menyuruh mereka masuk ke kamarnya yang cukup nyaman.
"Kamarnya sangat nyaman " gumam Ezra
"Mbak Feli dan mas Bagas yang mencarikan " jawab Ajeng.
Meski sikap Ajeng pada Ezra tidak terlalu ramah,namun Ezra merasa bersyukur karena Ajeng tidak mengusirnya.
Beruntung ia sempat punya ide untuk membawa Nakula dan Sadewa.Meski ia sempat diberondong pertanyaan oleh Dio dan Kinanti.
Ezra tidak dapat terlalu lama ditempat kost Ajeng karena Dio mengirimnya pesan.
"Jangan lama-lama pinjem ponakan gue nya.. ini bapaknya sudah nanyain "
Ezra tersenyum melihat pesan dari Dio.Langkah pertama ia rasa cukup.Ia sudah tau tempat kost Ajeng.Untuk langkah selanjutnya nanti ia akan pikirkan lagi.
Setelah cukup berbasa-basi Ezra pun pamit membawa Nakula dan Sadewa pulang.
"Om Ezra naksir aunty Ajeng ya " tebak Nakula.
"Kalau iya gimana ?" Ezra balik bertanya
"Tidak apa-apa sih " jawab Nakula.
"Memang om Ezra tidak berani datang sendiri sampai harus membawa kami ?" sindir Sadewa
"Aunty kalian galak " jawab Ezra sambil terkekeh
"Aunty tidak galak..malah galakan mommy " bela Sadewa
"Oh ya.. mommy kalian galak ?" tanya Ezra
"Iya dulu..tapi galaknya cuma sama Daddy saja. kalau sama kita baik " jawab Sadewa
Ezra tertawa terbahak-bahak.Ia cukup tau bagaimana perangai Felisha kepada Bagas dulu.
"Karena kalian sudah mengantar om,sebagai imbalannya kalian boleh minta apa saja " ujar Ezra sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat kost Ajeng.
"Nanti kita pikirkan dulu " jawab Nakula
"Oke..nanti kabari om saja " ujar Ezra.
Sesampainya di rumah orangtua Felisha.Ezra terkesima melihat Bagas yang sedang membersihkan rumput dihalaman belakang dengan Dio dan ayah Felisha.Ia benar-benar tidak menyangka jika Bagas Hadipranoto seorang pengusaha sukses mau mengotori tangannya membersihkan rumput di rumah mertuanya.
"Seperti bukan laki-laki saja sampai minta diantar anak kecil " Sindir Bagas.
Ezra tergelak mendengar sindiran dari Bagas.
"Perlu tenaga tambahan ?" Ezra menawarkan diri
"Tolong kumpulin saja rumputnya kesebelah sana,biar nanti ayah bakar " titah ayah
__ADS_1
"Baiklah " jawab Ezra sambil menggulung lengan kemejanya sampai ke siku.
Tanpa segan ia pun bergabung membantu ayah Felisha membersihkan halaman belakang. Ezra memang sudah sangat akrab dengan keluarga Felisha,karena ia sudah cukup lama berteman dengan Dio.Ditambah dengan adiknya yang sudah menjadi bagian keluarga Felisha membuat hubungannya dengan keluarga Felisha semakin erat.