Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Boneka untuk Luna


__ADS_3

Luna terlihat cemberut di sudut kamar. Disampingnya tampak Dio dan Kinanti sedang berjongkok membujuk Luna.


"Kenapa namanya tidak ada Bagas Hadipranoto nya seperti nama Luna dan kakak juga Abi " Luna protes ketika Dio memberi nama putrinya Khalyna Putri Widianto.


Dio dan Kinanti berusaha mencari nama depan yang semirip mungkin dengan Aluna. Namun Luna tetap protes karena nama belakangnya berbeda.


"Dedek Alyn kan papanya om Dio..bukan Daddy Bagas " Kinanti memberi pengertian.


"Tapi aku maunya samaa Tante " Luna mulai merengek.


Dio menggaruk kepalanya bingung harus bagaimana menghadapi permintaan keponakan kesayangannya itu.


Akhirnya semua turun tangan ikut membujuk Luna. Mereka menjelaskan dengan caranya masing-masing.


"Ya sudah tidak apa-apa " akhirnya Luna dapat menerima meski dengan sedikit terisak.


Dio membujuk Aluna dengan membawanya ke toko mainan untuk mengurangi kesedihan gadis kecil itu.


"Ada-ada saja anak kamu mas " Felisha tertawa setelah Dio berhasil membujuk Luna dengan mengiming-imingi membeli mainan.


"Jangan-jangan nanti kalau anak Ezra lahir perempuan Luna juga akan meminta hal yang sama pada mereka " ucap Bagas sambil terkekeh.


"Bisa jadi " jawab Felisha sambil tertawa.


Sejak Kinanti melahirkan , Bagas dan Felisha memang jadi sering menginap di rumah Bunda sesuai permintaan putri kecil mereka.


Bahkan hampir setiap malam Luna selalu tidur dengan Kinanti. Untungnya Dio sama sekali tidak keberatan meskipun ia terpaksa harus mengungsi ke kamar si kembar.


Dio menuntun Luna memasuki sebuah toko mainan, diikuti oleh Nakula dan Sadewa dibelakangnya.


Pada saat menemani Luna mencari mainan kesukaannya, Nakula dan Sadewa dikejutkan oleh kehadiran Kenzo yang juga sedang ada disana.


Mama dan Papa Kenzo terlihat kebingungan mencari kado yang cocok untuk keponakannya .


Ketika melihat Luna sedang memilih boneka akhirnya pilihan mereka pun jatuh kepada boneka.Kebetulan keponakan mereka adalah perempuan seusia Luna.


Mama dan Papa Kenzo membeli dua buah boneka.Satu untuk kado dan yang satu lagi mereka menyuruh Ken untuk memberikan kepada Luna.


"Ini untuk kamu " Ken memberikan kantung berisi boneka kepada Aluna.


Luna hanya melongo tidak mengerti kenapa Ken memberinya boneka.


"Bilang terimakasih " bisik Dio


Perlahan Luna mendekat kearah Ken dan orangtuanya untuk mengucapkan terimakasih.


"Gadis pintar " Pria berwajah oriental itu memuji Luna.


Luna melambaikan tangannya ketika Ken dan orangtuanya meninggalkan toko mainan kemudian memasuki ke sebuah toko alat lukis.


"Dia itu teman sekolah kita om " Nakula memberitahu Dio.

__ADS_1


"Pantas kenal sama Luna " ujar Dio


"Mereka baru pindah dekat rumah om " tambah Sadewa


"Kakak Ken suka main ke rumah oom.main basket sama kakak " Kini Luna yang menambahi.


"Iya Sayang " jawab Dio sambil menuntun Luna menuju kasir setelah Luna mendapatkan apa yang dicarinya.


*


Pagi ini sebelum pergi ke kantor, Ezra mengantarkan Ajeng ke rumah Bunda. Disaat kehamilannya yang semakin besar Ajeng semakin betah saja di rumah bunda.


Di rumah Bunda Ajeng begitu dimanjakan dengan masakan bunda yang enak. Bunda selalu membuatkan makanan yang Ajeng inginkan.


"Di rumah Bunda jangan suka merepotkan " pesan Ezra sebelum melanjutkan perjalanan setelah menurunkan Ajeng.


"Iya Sayang.. cerewet banget sih " jawab Ajeng sambil mencium tangan Ezra.


"Aku langsung pergi sudah siang..tolong bilang ke Bunda tidak sempat mampir " Ezra mencium perut Ajeng sebelum pergi.


Setelah mobil Ezra meninggalkan rumah Bunda, Ajeng pun masuk. Wangi masakan langsung menguar di Indra penciumannya.


"Bunda masak apa ?" Ajeng langsung menghampiri bunda di dapur.


"Opor ayam..kemarin Luna ingin opor ayam. Nanti pulang sekolah mau kesini " jawab bunda.


"Kamu mau dimasakin apa sama bunda hari ini ?" tanya Bunda


Suara tangis bayi dari kamar Kinanti membuat Ajeng buru-buru masuk ke sana. Rupanya Alyn menangis baru selesai dimandikan.


"Hai..ponakan Aunty yang cantik sudah mandi " sapa Ajeng sambil menghampiri Alyn yang sedang dipakaikan minyak telon di perut dan dadanya.


"Aku paling suka mencium wangi bayi " Ajeng mencolek-colek pipi Alyn.


"Sebentar lagi kakak juga punya bayi sendiri " jawab Kinanti.


"Mengurus bayi itu susah tidak ?" tanya Ajeng


"Tidak..aku dibantu sama Bunda..kadang kalau Feli kesini juga ikut bantuin..Kalau malam kak Dio juga suka ikut gantiin popok Alyn " jawab Kinanti.


"Kamu enak dek..kalau kakak siapa yang bantuin..paling pake jasa baby sitter " ujar Ajeng.


"Tidak apa-apa kak.. sekarang banyak yayasan penyalur baby sitter yang profesional kak . Coba kak Ezra tanya mas Bagas. Mereka pake jasa baby sitter dari Nakula dan Sadewa kecil " ujar Kinanti.


"Iya..nanti aku suruh tanya ke mas Bagas " jawab Ajeng.


Setelah selesai dipakaikan baju, Ajeng menggendong Alyn dan menciumi pipi bayi merah itu dengan gemas.


Jam 11 siang suara gaduh langsung terdengar ketika mobil Felisha mulai memasuki halaman rumah Bunda.


Luna dengan seragam sekolah nya turun dari mobil dan langsung berlari menuju kamar Kinanti.Disusul Felisha dan Abimanyu dalam gendongan mbak Mia.

__ADS_1


"Dedek Alyn kakak datang " Luna menghampiri Alyn yang sedang berada dalam gendongan Ajeng.


"Aunty..aku mau cium dedek Alyn " pinta Luna


Ajeng mendekatkan Alyn kepada Luna.. Luna pun menciumi pipi bayi merah itu dengan lembut.


Tidak lama kemudian Felisha pun datang dengan Abimanyu dalam gendongannya. Bayi tampan yang sudah mulai tidak bisa diam itu merentangkan tangannya kearah Kinanti.


"Dedek ganteng kangen Tante ya " Kinanti mengambil bayi tampan itu dari tangan Felisha.


Suasana di kamar Kinanti yang ramai dengan suara anak kecil membuat Ayah keluar dari kamar.


"Ini kamar sudah seperti Posyandu saja " ujar Ayah sambil tertawa.


"Ini baru tiga Yah..kalau Ajeng sudah melahirkan pasti lebih ramai lagi " jawab Felisha.


Suasana semakin ramai manakala Nakula dan Sadewa pulang dari sekolah.Luna dan sikembar mengerubuti Abimanyu dan Alyn di kamar Kinanti.


Menjelang sore satu-satu diantara mereka pulang. Ajeng pulang lebih dulu dijemput Ezra. Tidak lama kemudian Felisha dan anak-anak pun pulang karena sebentar lagi Bagas pulang ke rumah dari kantor.


Felisha sampai ke rumah berbarengan dengan Bagas yang baru pulang dari kantor. Nakula dan Sadewa membawakan tas Felisha dan Luna sementara Bagas menggendong Luna yang tertidur di mobil.


Setelah menidurkan Luna Bagas masuk ke kamarnya.Disana ia mendapati Felisha sedang menidurkan Abimanyu diatas kasur.


"Mau mandi dulu Mas ?" tanya Felisha


"Ya.." jawab Bagas sambil mendekat kearah Abimanyu.Perlahan diciumnya pipi gembul putranya itu.


"Katanya mau mandi..malah gangguin Abi "


"Cuma cium saja..bukan ganggu " jawab Bagas.


"Ya sudah kalau begitu aku mau suruh pelayan siapkan makan " Felisha beranjak keluar dari kamar.


Setelah puas menciumi pipi jagoan kecilnya Bagas pun beranjak menuju kamar mandi.


Setelah makanan siap Felisha kembali ke kamar untuk menyiapkan baju Bagas.Disana Bagas sedang menunggu Felisha dalam balutan handuk di pinggangnya.


"Mmmm..wangi banget suami aku " Felisha mengendus tubuh Bagas yang menyisakan wangi sabun dan shampo.Bagas hanya tersenyum sambil memakai bajunya dihadapan Felisha.


"Kalau wangi sini dong cium " Bagas menarik pinggang Felisha merapatkan ketubuhnya.


Felisha tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dihirupnya wangi tubuh Bagas dalam-dalam.


Mereka pun saling berpelukan dengan bibir saling bertautan.


**Pengumuman


Sebentar lagi Author akan lanjutkan kisah Aluna ya..tapi masih disini loh.


Tetap dukung ya readers tersayang.. happy reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2