
Bagas tertelungkup diatas kasur dengan bertelanjang dada. Disebelahnya Felisha duduk sambil memijit punggung Bagas.
"Pijatan kamu enak Sayang " puji Bagas sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan Felisha di punggungnya.
"Abis ini gantian ya aku yang dipijit " pinta Felisha.
"Iya " jawab Bagas.
Felisha memijit kaki hingga punggung Bagas dengan menggunakan minyak telon sesuai permintaan Bagas.
Felisha menghentikan memijat Bagas ketika terdengar suara dengkuran halus dari mulut Bagas.
"Sayaaang..katanya mau gantian mijitin aku kok malah tidur " Felisha tampak jengkel.
Bagas tidak menjawab karena ia sudah benar-benar tertidur.
"Dasar kanebo kering " Felisha mencium bahu Bagas penuh sayang sebelum beranjak dari atas kasur.
Setelah membereskan peralatan memijat nya Felisha pun kembali keatas kasur. Ia merebahkan dirinya disamping Bagas dan bersiap tidur sambil memeluk punggung Bagas.
Merasa ada yang memeluk punggungnya Bagas pun terjaga kemudian membalikan tubuhnya.
"Sudah selesai mijitnya ?" tanya Bagas
"Sudah..mas Bagasnya tadi malah tidur keenakan " jawab Felisha sambil menyusupkan wajahnya didada Bagas yang telanjang.
"Abisnya pijatan kamu enak Sayang " puji Bagas sambil mengelus kepala Felisha.
"Mau gantian sekarang kamu yang di pijat ?" tanya Bagas
"Tidak usah..akunya juga sudah ngantuk " Felisha semakin mengeratkan pelukannya ketubuh Bagas yang wangi minyak telon.
Namun Bagas bersikeras ingin gantian memijat
Felisha dan tidak membiarkan istrinya itu tidur.
"Mana ada tukang pijit maksa begini " umpat Felisha sambil beranjak mengambil minyak telon.
"Tadi kan Mas bilang gantian mijitnya..Mas tidak mau ingkar janji " jawab Bagas sambil duduk bersila diatas kasur sambil menunggu Felisha membuka bajunya.
"****** ******** juga " Bagas menunjuk segitiga pengaman yang masih tersisa ditubuh Felisha.
"Masa telanjang sih Mas.. jangan-jangan kamu modus " Felisha mulai curiga.
__ADS_1
"Ayo cepetan..mau dipijat tidak " Bagas memaksa.
"Iya mau " Felisha akhirnya meloloskan kain berbentuk segitiga itu dari tubuhnya.
Setelah Felisha berbaring telungkup, Bagas pun melumuri tangannya dengan minyak telon dan mulai memijat kaki Felisha.
"Hhmmm..enak Yang..kamu cocok jadi tukang pijat " gumam Felisha ketika tangan Bagas mulai memijit betisnya.
Bagas tidak menjawab , kini ia beralih memijat punggung Felisha.
"Sayang..semenjak menikah apakah berat badan kamu tidak pernah naik ?" tanya Bagas karena tubuh Felisha masih tetap seperti dulu meskipun sudah dua kali melahirkan.
"Naik dua kilo " jawab Felisha
"Tapi tidak kelihatan Yang.. sepertinya naiknya cuma dibagian dada kamu saja " gumam Bagas.
"Apaan sih Mas..gaje kamu " Felisha terkekeh sambil mencubit kaki Bagas.
"Maksud Mas..yang kelihatan membesar cuma dada kamu saja " jawab Bagas.
"Sudah ah buruan mijitnya..daritadi ngomongin dada terus " omel Felisha.
Bagas tampak serius memijit punggung Felisha sampai lengan dan tengkuknya.
"Hhmm..enak Mas " gumam Felisha sambil memejamkan matanya menikmati jari-jari Bagas yang memijat kepalanya.
Namun sejurus kemudian mata Felisha langsung terbuka ketika tangan Bagas mulai keluar jalur.
"Mana ada mijit sampai kelayapan kesini " Felisha mencubit kedua tangan Bagas yang malah menangkup kedua dada Felisha dari belakang.
"Ini pijitan plus-plus nya " bisik Bagas
"Mulai deh modus " Felisha mencubit tangan Bagas ketika satu tangan Bagas mulai meluncur kebawah.
Felisha memejamkan matanya ketika bibir Bagas mulai mengecup ceruk lehernya. Kini cubitan Felisha pun berganti elusan lembut ditangan Bagas.
Bagas akhirnya menarik tubuh Felisha dan membaringkannya. Felisha pun tidak berkutik karena Bagas langsung mengurung tubuhnya.
"Sudah dipijit kamu bukannya enak ini mah malah remuk badan aku " keluh Felisha.
"Yakin pasti enak " ujar Bagas kemudian mengulum bibir Felisha.
Tidak ada alasan bagi Felisha untuk menolaknya karena Felisha pun sangat menginginkannya.
__ADS_1
Suara decapan bibir mereka terdengar dikamar itu disertai ******* manja Felisha yang membuat Bagas semakin terbakar gairah.
Felisha terus mengerang ketika Bagas terus bergerak diatas tubuhnya. Bagas membiarkan saja ketika beberapa kali Felisha menggigit bahu dan menjambak rambutnya.
Bagas terlalu sibuk menggerakkan pinggulnya maju mundur diantara kedua paha Felisha dengan tempo yang semakin cepat sehingga ia tidak menyadari jika dibahunya terdapat luka bekas gigitan Felisha.
Bagas ambruk diatas tubuh Felisha setelah mereka mendapatkan pelepasan bersama-sama. Setelah turun dari atas tubuh Felisha mereka pun tidur dengan saling berpelukan.
Keesokannya ketika mandi Bagas baru menyadari jika semalam Felisha menggigit bahunya hingga terasa perih saat terkena air.
"Yang..apakah semalam Mas menyakiti kamu ?" tanya Bagas begitu keluar dari kamar mandi.
"Tidak..memangnya kenapa ?" Felisha balik bertanya.
"Kalau begitu kenapa ada bekas luka gigitan dibahu Mas ?" tanya Bagas sambil menunjukkan bahunya yang terasa sedikit perih.
"Maaf Yang..saking enaknya jadi kelepasan " jawab Felisha sambil nyengir.
"Kamu itu " Bagas menggigit hidung Felisha dengan gemas.
"Mass..sakit tau " Felisha menjambak rambut Bagas.
"Anggap saja itu balasannya karena semalam kamu juga gigit bahu Mas Bagas " jawab Bagas santai.
Meskipun hidungnya terasa sakit namun Felisha malah melingkarkan kedua tangannya memeluk pinggang Bagas.
"Dasar kanebo mesum " ujar Felisha dalam pelukan Bagas.
Sepertinya julukan itu kini lebih tepat untuk Bagas. Selama hampir enam tahun menikah baru dua tahun inilah Felisha menyadari betapa mesumnya suaminya itu.
Felisha buru-buru melepaskan belitan tangannya di pinggang Bagas ketika merasakan ada sesuatu yang terbangun dibawah sana.
"Cepetan pake baju nanti masuk angin " Felisha buru-buru mengambilkan baju untuk Bagas.
"Heeeh..main pergi saja..ini urusannya bagaimana ?" tanya Bagas sambil menunjuk bagian bawah tubuhnya yang sudah berdiri dengan gagahnya dibalik handuk yang melilit pinggangnya.
"Bodo amat " jawab Felisha sambil beranjak pergi ke kamar mandi.
"Mandinya nanti saja..urusin dulu ini " Bagas buru-buru menangkap tubuh Felisha dan melemparnya keatas kasur empuknya.
"Semalam kan sudah pijat plus-plus..masa sekarang mau lagi...dasar kanebo mesum " umpat Felisha.
"Bodo amat " Bagas mengikuti ucapan Felisha.
__ADS_1