Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
OTW Jadian


__ADS_3

"Kalau masih menangis Kakak tidak akan maafin kamu " Ancam Kenzo


"I..Iyya " jawab Luna berusaha berhenti menangis dan menyusut ingusnya dengan tisu.


Meski Luna sudah berhenti menangis namun Kenzo masih mendiamkan Luna.


"Kakak..aku kan sudah berhenti menangis kenapa masih marah ?" tanya Luna lirih.


"Kakak tidak marah " jawab Kenzo.


"Tapi wajahnya terlihat masih marah " Luna memberanikan diri menatap Kenzo.


Kenzo menarik napas dalam-dalam dan kemudian membuangnya perlahan.


"Kakak sengaja pulang ke Jakarta untuk memberikan kado ulangtahun untuk kamu. Tapi karena kamu pergi makanya kakak ikutin kamu. Kakak itu khawatir dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi sama kamu tapi kamu malah tidak menyukai niat baik kakak "


"Iya aku yang salah..tapi aku kan sudah minta maaf " ujar Aluna


"Iya " jawab Kenzo.


"Katanya kakak mau kasih aku kado ?" Luna menatap Kenzo dengan wajah lucunya.


"Tidak jadi ..kadonya sudah kakak buang " jawab Kenzo.


"Ish..kenapa harus dibuang ? berarti tidak jadi dong kasih kado untuk akunya ?" tanya Luna . Kenzo mengangguk.


"Ya sudah tidak apa-apa " jawab Luna sambil tersenyum manis.


"Si Rio pacar kamu kasih kado apa ?" tanya Kenzo.


"Dia bukan pacar aku kak !" ralat Luna.


"Iya.. iya..dia kasih kado apa ?" tanya Kenzo lagi.


"Aku tidak tau isinya apa..kan kadonya hanyut di sungai " jawab Luna.


Membayangkan kado dari Rio yang hanyut di sungai tanpa sempat Luna buka tak urung membuat Kenzo tertawa senang.


"Kenapa tertawa ?" tanya Luna bingung.


"Tidak apa-apa " jawab Kenzo. Luna diam masih dengan wajah bingung.


"Kado untuk kamu ada di dashboard " ucap Kenzo setelah beberapa saat hening.


Luna membuka dasboard mobil Kenzo, disana Luna menemukan satu kotak berwarna hitam dan diikat pita berwarna gold.


"Ini beneran buat aku ?" tanya Luna. Kenzo mengangguk.


"Tadi bilangnya kadonya sudah dibuang " sungut Luna sambil membuka kotak itu.


"Kakak hanya becanda " jawab Kenzo.


Luna terpaku ketika mendapati satu kalung cantik berbahan emas putih dengan liontin bertuliskan nama Aluna.


"Semoga kamu suka...kalau tidak suka jangan dibuang lebih baik kembalikan saja sama kakak biar tidak rugi " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Ini aku kembalikan " Luna mengembalikan kotak itu kepada Kenzo, namun sebelumnya ia telah mengambil isinya terlebih dahulu. Kenzo tampak kecewa karena Luna tidak menyukai kado ulangtahun darinya.


"Yang aku kembalikan hanya kotaknya saja, isinya tidak " Luna memperlihatkan kalung dalam genggamannya kepada Kenzo.

__ADS_1


"Dasar kamu..kakak pikir kamu benar-benar tidak menyukainya " Kenzo tertawa sambil mengacak rambut Luna dengan tangan kirinya.


Kenzo menepikan sejenak mobilnya untuk membantu Luna memakai kalung pemberiannya.


"Terimakasih kak..aku suka kadonya " ujar Luna


"Sukanya sama kadonya saja ? kalau sama yang ngasihnya suka tidak ?" tanya Kenzo.


"Suka dong " jawab Luna cepat.


Luna tidak menyadari arti suka yang Kenzo inginkan. Yang Luna tau adalah ia menyukai Kenzo dengan segala kebaikan dan perhatian nya.


"Mau jadi pacar kakak" tanya Kenzo tiba-tiba.


"Pacar ?" Luna melongo tidak tau harus menjawab apa.


"Tidak perlu dijawab sekarang..kakak akan sabar menunggu jawaban dari kamu " ujar Kenzo sambil menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan.


Disisa perjalanan pulang suasana berubah menjadi kaku. Luna tidak mengerti dengan perasaannya yang tiba-tiba menjadi tidak karuan setelah Kenzo menanyakan apakah ia mau jadi pacarnya.


"Kakak..jangan bilang sama Daddy ya kalau aku mau tenggelam di sungai " pinta Luna memecah kesunyian diantara mereka.


"Kenapa ?" tanya Kenzo


"Aku tidak mau Mommy dan Daddy khawatir " jawab Luna.


Kenzo menatap Luna ragu. Namun akhirnya Kenzo mengangguk.Ia mengerti alasan Luna yang ingin merahasiakan insiden yang nyaris merenggut nyawanya itu.


"Terimakasih kak " ucap Luna senang sambil memeluk lengan Kenzo, namun sejurus kemudian Luna buru-buru menjauh.


"Maaf " ucapnya dengan wajah merona.


Luna sama sekali tidak merasa keberatan. Malah Luna merasakan perasaan yang begitu nyaman ketika tangannya berada dalam genggaman tangan kokoh Kenzo.


Sesampainya di rumah Bagas menyambut kedatangan Luna dan Kenzo dengan wajah khawatir.


Rupanya Bagas sudah tau mengenai insiden yang menimpa Luna dari pihak sekolah.Pihak sekolah menghubungi Bagas dan meminta maaf atas insiden yang menimpa Luna.


"Kakak tidak apa-apa?..apakah ada yang luka ?" Bagas dan Felisha memeriksa sekujur tubuh Luna.


"Tidak apa-apa Mom..Dad..kakak baik-baik saja. Untung ada kakak Ken yang menolong " jawab Luna.


"Mulai sekarang Daddy tidak akan ijinkan kakak mengikuti kegiatan seperti itu lagi " Bagas mengeluarkan aturan baru.


"Iya Dad " jawab Luna patuh.


Bagas dan Felisha sangat berterima kasih kepada Kenzo. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada Kenzo disana, mereka tidak akan sanggup jika harus kehilangan putri kesayangannya dengan cara yang tragis.


Malamnya Bagas dan Felisha keluar dari kamar Luna setelah memastikan gadisnya itu tidur dengan nyenyak.


Bagas dan Felisha masuk ke kamarnya dan langsung naik keatas ranjang.Felisha langsung mengambil posisi ternyamannya didalam pelukan Bagas.


"Sayang..kamu melihat ada sesuatu yang aneh tidak mengenai kejadian Kakak Luna yang nyaris tenggelam ?" tanya Felisha sambil memainkan bulu halus yang tumbuh di dada Bagas.


"Sesuatu yang aneh apa Sayang ?" tanya Bagas


"Masa kamu tidak merasa aneh sih Yang.. bagaimana bisa Kenzo disaat yang bersamaan bisa ada disana ?" tanya Felisha.


"Secara itu kan kegiatan sekolah SMA kakak " lanjut Felisha.

__ADS_1


"Kamu benar Sayang.. bagaimana bisa Kenzo dari Jepang tiba-tiba ada di sana " gumam Bagas.


"Apa mungkin Kenzo sengaja menyusul Luna kesana ?" tanya Felisha.


"Sepertinya begitu Sayang..tapi untuk apa Kenzo menyusul Luna kesana ?" Bagas balas bertanya.


"Entahlah Sayang, besok aku akan tanya Luna bagaimana Kenzo bisa sampai ada disana " ujar Felisha.


"Ya..tapi bertanya nya hati-hati jangan sampai Kakak Luna merasa disudutkan " saran Bagas sambil mengusap-usap dada Felisha.


"Iya Sayang " jawab Felisha.


" Ngomong-ngomong ini tangannya mau kemana Mas ?" Felisha menangkap tangan Bagas yang diam-diam menyelinap dibalik baju Felisha.


"Cari yang hangat " jawab Bagas sambil tertawa.


*


Keesokannya Luna meminta ijin kepada Mommy dan Daddy nya untuk ikut mengantarkan Kenzo ke Bandara karena hari itu Kenzo akan kembali ke Jepang.


"Tumben kakak ikut nganterin Kenzo ke bandara, biasanya tidak pernah " ujar Felisha.


"Ini sebagai ucapan terimakasih saja Mom Karena kakak Ken sudah nolongin aku kemarin " jawab Luna berbohong.


Kenyataan Kenzo semalam yang meminta Luna untuk ikut mengantarkan nya ke Bandara.


"Ya sudah Mommy ijinkan tapi setelah pulang mengantarkan Kenzo ke bandara kakak langsung pulang ya !" titah Felisha.


"Siap Mom " jawab Luna.


Sebelum pergi ke Bandara Kenzo berpamitan terlebih dahulu kepada Bagas dan Felisha.


"Hati-hati ya Kak..semoga selamat sampai tujuan..jangan lupa titip salam buat Papih dan Mamih kamu " pesan Felisha sebelum Luna dan Kenzo masuk kedalam mobil.


"Iya Tan " jawab Kenzo.


Sepanjang perjalanan ke Bandara, tangan Kenzo terus menggenggam tangan Luna. Ia tampak cuek meski sopirnya beberapa kali melirik kearahnya sambil tersenyum.


Luna yang merasa risih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan kokoh Kenzo namun tidak berhasil.


Sepanjang perjalanan Kenzo memberikan banyak pesan untuk Luna.


"Kakak itu cerewet sekali seperti Mommy dan Daddy saja " keluh Luna.


"Nanti kalau kita sudah resmi pacaran kakak akan lebih cerewet sama kamu " jawab Kenzo santai.


"Kalau begitu aku tidak mau jadi pacar kakak " jawab Luna ngeri.


Belum jadi pacar saja sudah cerewet apalagi kalau sudah jadi pacar. Luna tidak bisa membayangkan bagaimana posesif nya Kenzo.


"Kamu sudah tidak bisa menolak lagi " jawab Kenzo santai.


"Idiiih..ga malu tuh maksa ingin macarin anak kecil " ledek Luna.


"Tidak " jawab Kenzo sambil memainkan jari lentik Luna yang berada dalam genggaman nya.Luna tidak keberatan dengan apa yang Kenzo lakukan.


Setelah mengantarkan Kenzo, Luna pun pulang bersama sopir keluarga Kenzo.Sepanjang perjalanan pulang entah mengapa Luna merasa ada sesuatu yang hilang sejak mereka berpisah di Bandara. Sepertinya sekeping hati Luna telah ikut bersama Kenzo ke Jepang.


Like, komen, vote nya pliis..pliiis..

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘


__ADS_2