
Setelah lelah mengobrol di kamar bayi sambil cekikikan Luna kembali ke ruang keluarga dimana semua orang sedang berkumpul.
Luna langsung duduk menggelendot manjs kepada Bagas karena Kenzo saat ini sedang dikuasai oleh Alysha adiknya.
Bagas memeluk bahu putrinya dan mengusap kepalanya dengan lembut.
"Sudah mau punya anak ternyata Luna masih manja ya " ujar Mama Cindy.
"Iya..manja banget..apalagi waktu kecil dia suka marah kalau melihat Mommy dan Daddynya deketan " jawab Felisha sambil tertawa mengingat kelakuan Luna sewaktu kecil.
"Mungkin yang dia pikir Daddy nya hanya milik dia seorang " sambung Felisha.
"Kalau sama kamu gimana Kak ?" tanya Felisha kepada Kenzo.
"Sama saja Mom manja..pernah aku tidak jadi ke kantor karena Luna tiba-tiba tidak mau ditinggal " jawab Kenzo.
"Itu bukan keinginan aku..tapi mereka yang sedang ingin dimanja sama kamu " kilah Luna sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Itu mah manja bawaan orok Ken " ujar Nakula. Kenzo hanya tertawa.
"Tapi sebelum hamil juga kakak Luna memang sudah manja " seloroh Abimanyu yang sedari tadi hanya menjadi pendengar sambil memainkan ponselnya.
"Kayak sendiri tidak manja saja " cibir Luna.
"Semua anak-anak Daddy itu manja,
tapi yang paling manja ya Luna sama Alysha " ujar Bagas.
"Namanya juga anak perempuan Dad " ujar Sadewa.
Kehadiran seluruh keluarga membuat suasana di rumah Cindy menjadi hangat.
Orangtua Sadewa dan Cindy berada di Bandung sampai baby sitter yang akan membantu mengurus baby Satria datang.
Selama beberapa hari Mama Cindy dan Felisha mengawasi cara kerja baby sitter baru itu.
Setelah yakin jika baby sitter itu bekerja dengan baik sesuai dengan standar mereka Mama Cindy dan Felisha pun pulang ke Jakarta dengan tenang.
Sepulang dari Bandung semua kembali sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Bagas dan Nakula kembali melanjutkan roda kerajaan bisnisnya begitu juga Kenzo yang semakin semangat dengan perusahaan nya yang semakin hari semakin berkembang.
Disela kesibukannya Kenzo tidak pernah lengah memperhatikan kehamilan Luna yang mulai menginjak usia 6 bulan.
Karena sedang mengandung anak kembar perut Luna memang terlihat lebih besar dibanding Zhifana dan Cindy saat hamil 6 bulan.
Setiap hari setelah Bagas dan Kenzo pergi ke kantor, Felisha selalu menemani Luna di rumah, jika tidak Luna lah yang berada di rumah Felisha.
Felisha baru memperbolehkan Aluna pulang jika Kenzo sudah pulang dari kantor.
Hari ini Kenzo sengaja pulang lebih cepat karena sore ini adalah jadwal ia mengantarkan Aluna periksa kehamilan.
Begitu sampai ke rumah Luna terlihat sudah siap.Kenzo terkesima melihat Luna yang terlihat sangat cantik mengenakan baby doll warna biru muda Dangan aksen pita di dadanya.
"Sayang jam berapa kita janjian dengan dokternya ?" tanya Kenzo.
__ADS_1
"Jam 5 " jawab Luna.
"Sekarang baru jam 4 Sayang, masih ada waktu satu jam lagi " Kenzo tiba-tiba meraih tubuh Luna dan mendekapnya erat.
"Sayang..aku sudah dandan masa..."
Luna hendak protes namun Kenzo buru-buru membungkam mulutnya dengan bibirnya.
"Sstt..nanti kakak temani mandi lagi " Kenzo menggiring Luna menuju ranjangnya setelah berhasil meloloskan baby doll yang Luna kenakan.
"Sedang hamil begini kamu terlihat semakin seksi sayang " Kenzo tidak dapat menahan diri lagi untuk melahap dua bukit kembar Luna yang tampak semakin montok saja sejak istrinya itu hamil.
"Puas-puasin deh mimiknya mumpung belum pakai nomer antrian " ujar Luna sambil terkikik mengingat obrolannya dengan Cindy beberapa waktu yang lalu.
"Nomer antrian apa Yang " Kenzo berhenti menghisap dua bukit kembar Luna dan dahinya terlihat berkerut.
"Nanti kalau bayi-bayi kita sudah lahir aku akan pakai nomer antrian biar mimiknya tidak berebut " jawab Luna.
"Dasar kamu itu..kakak pikir nomer antrian apa " Kenzo tertawa dan kembali melahap dua benda pavoritnya dengan rakus sambil bersiap melakukan penyerangan yang menurutnya aman untuk kedua buah hati mereka yang masih berada di perut Luna.
Setelah satu jam Kenzo baru melepaskan Luna, itupun setelah Luna beberapa kali mengingatkan agar jangan sampai terlambat ke dokter kandungannya.
Dan akhirnya mereka memang terlambat satu jam dari jadwal yang seharusnya.
Di jalan Luna sempat marah-marah kepada Kenzo namun Kenzo tampak menanggapinya dengan santai dan sabar.
Beruntung Dokter yang kebetulan teman sekolah Daddynya bersedia menunggu sampai Luna dan Kenzo datang.
Pada saat dokter sedang melakukan pemeriksaan Kenzo terlihat memperhatikan dengan serius.
Kebahagiaan keduanya langsung menular kepada Bagas dan Felisha begitu mereka sudah sampai ke rumah.
Mamih Kenzo langsung meminta berbicara dengan Luna setelah Kenzo mengabari tentang jenis kelamin bayi dalam kandungan Luna.
Hampir satu jam Mamih Kenzo berbicara dengan Luna. Kenzo yang duduk disebelah Luna tidak mengerti apa yang sedang kedua wanita kesayangannya itu bicarakan.
"Mamih ngomong apa saja sih lama banget ?" tanya Kenzo.
"Biasa kasih ceramah..tidak boleh ini tidak boleh itu..pokoknya banyak " jawab Luna.
"Tapi kamu ingat kan semua pesan Mamih itu ?" tanya Kenzo sambil mengusap-usap perut Luna.
"Tidak..habisnya banyak banget. Nanti aku tanya lagi sama Mamih " jawab Luna.
"Sayaang..biasanya kamu pintar dan cepat mengingat " Kenzo tertawa sambil terus mengelus perut Luna.
"Jadi maksud kamu sekarang aku bodoh ?" Luna menepiskan tangan Kenzo dari perutnya dengan kesal.
"Kakak tidak bilang begitu..maksud kakak.." Kenzo garuk-garuk kepala bingung harus menjawab apa.
"Maksud kakak sekarang aku tidak sepintar dulu iya kan " hardik Luna.
Kenzo akhirnya memilih diam dan tidak menjawab lagi daripada urusannya semakin panjang.
Meskipun Luna tidak terus mengoceh namun ketika akan tidur Kenzo terkejut ketika Luna menyuruhnya untuk tidur di sofa.
__ADS_1
Kenzo yang menyadari telah salah bicara akhirnya menerima konsekuensi nya dan tidur di sofa.
Karena lelah Kenzo tidur sangat nyenyak meskipun tidur diatas sofa. Berbeda dengan Luna yang tidak bisa tidur karena ia sudah terbiasa mendapat elusan di perutnya dari Kenzo sebelum tidur.
Menjelang tengah malam Kenzo yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun ketika merasakan tubuhnya sesak seperti ada benda berat yang menindih nya. Ketika Kenzo membuka matanya ia kaget ketika mendapati Aluna sedang bergelung diatas tubuhnya.
"Sayang..kenapa belum tidur ?" tanya Kenzo.
"Aku tidak bisa tidur kalau tidak dielus dulu perutnya " jawab Luna malu.
"Bukannya kamu yang nyuruh kakak tidur di sofa " Kenzo mencubit hidung Luna.
"Pindah yuk tidurnya " ajak Aluna manja.
"Iya " jawab Kenzo.
Aluna dan Kenzo pun beranjak menuju ranjang mereka. Sebelum tidur Kenzo mengelus perut Luna terlebih dahulu sampai istrinya itu tertidur kemudian Kenzo pun melanjutkan tidurnya sambil memeluk tubuh istri kesayangan nya.
*
Sepulang Sadewa dari kantor pria tampan berambut cepak itu langsung menghampiri Cindy yang sedang menyusui baby Satria.
"Dedek..ayah datang " Sadewa langsung menghampiri dan hendak mencium pipi Satria.
"Jangan cium..bersihin dulu mulutnya kakak bau rokok " Cindy menahan wajah Sadewa.
"Tidak boleh cium dedek kalau cium Bundanya boleh dong " Sadewa pun beralih mencium bibir Cindy dengan rakus.
Setelah puas mencium bibir Bunda nya Sadewa pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi agar diperbolehkan mencium bayinya.
Setelah keluar dari kamar mandi Sadewa pun menciumi pipi Satria yang sedang anteng menyusu itu sampai puas.
"Jagoan Ayah sudah pintar ya mimik ya " ujar Sadewa sambil menatap lekat wajah bayi mungil yang tampan itu.
"Mimiknya ga mau berhenti, sepertinya dedek ingin cepat besar biar bisa main sama ayahnya " ucap Cindy.
"Iya..baru satu bulan pipinya sudah semakin bulat saja " Sadewa tidak mau mengalihkan perhatian nya dari bayi tampannya.
"Emang sudah satu bulan ya.. perasaan baru dua mingguan ?" tanya Cindy.
"Sekarang itu tepat satu bulan Sayang kan kakak setiap hari ngitung " jawab Sadewa.
"Rajin banget..aku sih tau nya kasih mimik saja " ujar Cindy.
"Penting lah ngitung..biar tau kapan waktunya buka puasa " jawab Sadewa
"Haaah..jadi maksudnya ngitung hari cuma buat itu ?" tanya Cindy.
"Iya " jawab Sadewa sambil nyengir.
"Dasar laki-laki yang ada di otaknya cuma ************ saja " cibir Cindy
"Eeh..siapa bilang yang ada diotak cuma ************ saja..ini juga " Sadewa mendekatkan wajahnya dan mencium dada Cindy yang sedang dinikmati oleh baby Satria.
"Kakaaak..tuh kan dedeknya jadi nangis" Cindy memarahi Sadewa karena Satria jadi menangis karena merasa terganggu oleh ulah ayahnya.
__ADS_1
Tidak ingin mendengar Omelan Cindy Sadewa pun buru-buru kabur meninggalkan Cindy yang melanjutkan menyusui bayinya.