Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Daddy dan Mommy


__ADS_3

Sabtu pagi tidak biasanya Luna bangun pagi. Jam setengah 7 Luna sudah mandi air hangat dimandikan oleh Felisha. Setelah diselidiki ternyata Bagas akan mengajak anak-anak bermain sepeda ke taman.


"Mommy aku syudah dibelikan helm sama daddy nya kakak " Luna memperlihatkan helmet dan pelindung lutut kepada Felisha.


"Iya.. tapi Luna hati-hati ya.. tidak boleh ngebut " nasehat Felisha


"Iya mommy.. kan ada om yang jagain Luna " jawab Luna


"Sudah siap? " tanya Bagas yang sudah memakai pakaian olahraga lengkap.


"Sudah oom " jawab Luna.


Bagas tersenyum melihat Luna yang tampak sangat lucu memakai helm dan pelindung lututnya.


Tak lama Nakula dan Sadewa pun turun sudah berpakaian olahraga lengkap.


"Mau ikut ga Fe? " Bagas mencolek pinggang Felisha


"Ga.. mau masak " jawab Felisha sambil menetralkan debar jantungnya yang mendadak tidak normal karena Bagas mencolek pinggangnya.


Bagas pun menggiring si kembar dan Luna menuju taman. Nakula dan Sadewa sudah lihai bermain sepeda, berbeda dengan Luna yang masih menggunakan roda tambahan dibelakangnya.


Bagas beberapa kali harus memegang Luna agar tetap mengayuh sepedanya lurus searah jalan.Bagas sengaja tidak membawa sepeda agar ia bisa menjaga Luna.


Sesampainya ditaman, Nakula, Sadewa, dan Luna turun dari sepeda dan bermain-main. Sementara Bagas duduk dibangku taman sambil mengawasi ketiga buah hatinya bermain.


Bagas mengusap peluh yang membasahi wajahnya dengan handuk kecil. Ternyata membawa Luna bersepeda cukup menguras energinya melebihi jogging mengelilingi taman.


Ketika matahari mulai naik, Bagas mengajak ketiga buah hatinya pulang.


"Oom.. nanti kita main sepeda lagi ya! " ajak Luna ketika Bagas menaikan Luna keatas sepedanya.


Bagas jongkok disamping Luna dan merapikan helm Luna yang sedikit miring.


"Luna senang main sepeda sama daddy ? " tanya Bagas. Luna mengangguk.


"Daddy mau ngajak Luna main sepeda lagi asal Luna jangan panggil om lagi.. tapi daddy ! "

__ADS_1


Luna tampak bengong. Gadis kecil itu terlihat bingung ketika harus memanggil Bagas daddy.


"Tapi daddy nya Luna sudah disurga " jawab Luna


"Daddy tanya.. nama lengkap Luna apa? " tanya Bagas


"Luna Bagas Hadi Pranoto " jawab Luna. Bocah lucu itu cukup pintar bisa tau nama lengkapnya dengan benar.


"Bagas Hadi Pranoto itu nama daddy.. jadi Luna itu anaknya daddy.. sama seperti kakak Nakula Bagas Hadi Pranoto.. dan kakak Sadewa Bagas Hadi Pranoto.. semuanya anak daddy "


Luna tampak manggut-manggut. Ia mulai mengerti alasan kenapa ia harus memanggil Bagas dengan sebutan daddy.


"Daddy nya kaka ayok kita pulang, Luna cape " ajak Luna


"Bukan daddy nya kaka... cukup daddy saja " ujar Bagas.


"Iya daddy.. " jawab Luna


"Pinter.. ingat ya.. daddy! " ujar Bagas. Luna mengangguk.


Melihat kedatangan Bagas dan anak-anak, Felisha langsung membuatkan minuman segar untuk Bagas dan anak-anak.


"Mommy ... sekarang Luna mau panggil om Bagas daddy saja.. karena nama Luna kan ada nama daddy nya! " oceh Luna


Felisha terhenyak, ia menoleh kearah Bagas yang tengah tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau begitu kita mau panggil kakak Feli mommy saja.. boleh? " tanya si kembar


"Boleh dong !" jawab Bagas sambil mengacungkan kedua ibu jarinya kepada dua jagoannya.


"Mommy Feli.. " bisik Bagas ditelinga Felisha sambil berlalu ke kamar. Felisha mendelik ke arah Bagas yang tampak tersenyum penuh kemenangan.


Sorenya Bagas membawa Felisha dan ketiga anak mereka mengunjungi rumah ayah dan bunda Felisha. Dari semalam kinanti menyuruh Luna ke rumah karena ada oleh-oleh dari lombok untuk Luna dan sikembar.


Anak-anak tampak senang mendapat kaos khas Lombok seragaman. Mereka langsung memakainya.


"Buat aku mana kak? " tanya Felisha

__ADS_1


"Nih buat kamu..biar couple an " Kinanti memberikan dua buah kain tenun khas Lombok kepada Felisha.


Disaat Kinanti bagi-bagi oleh-oleh.. Dio dan Bagas tampak ngobrol serius diteras belakang sambil menikmati kopi buatan bunda.


"Mereka lagi ngobrolin apa sih kak keliatannya serius amat? " tanya Felisha


"Kayaknya ngobrolin proyek yang di Bali " jawab Kinanti.


"Proyek di Bali.. kok mas Bagas ga bilang kalau dia lagi ada proyek sama kak Dio " tanya Felisha.


"Mungkin lupa " jawab Kinanti.


Malamnya si kembar bersikeras ingin tidur dengan Dio. Mereka terbiasa tidur dengan Dio jika sedang menginap.


"Jangan sayang.. sekarang tidur sama daddy sama mommy dan Luna ya! " Bagas melarang


Akhirnya mereka berlima tidur dikamar Felisha.


Bagas dan Felisha terpaksa tidur dibawah beralaskan kasur lantai karena ranjang mereka dikuasai oleh Luna dan si kembar.


"Fe...! " panggil Bagas ketika mereka sudah berbaring dibawah.


"Ya..! " jawab Felisha


"Kamu pakai lagi ya cincin pernikahan kita " pinta Bagas lirih.


Felisha melihat kearah jari manisnya yang tampak polos.


"Iya.. nanti " jawab Felisha


"Nanti kapan? " tanya Bagas


"Besok " jawab Felisha


"Kenapa tidak sekarang saja? " Bagas memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Felisha.


"Cincinnya tidak dibawa.. aku simpan di laci nakas " jawab Felisha.

__ADS_1


__ADS_2