
Kenzo membuka matanya ketika merasakan ada yang menusuk-nusuk pipinya.
"Sayang " Kenzo langsung tersenyum begitu menyadari jika itu adalah ulah istrinya.
"Kamu sudah tidak marah lagi sama kakak ?" Kenzo menatap Luna lembut.
"Tidak " jawab Luna.
"Kamu dimarahin Mommy ya ?" tebak Kenzo.
"Tidak dimarahin..cuma dipelototin " jawab Luna jujur membuat Kenzo langsung tersenyum.
"Kasian kamu..padahal kamu tidak salah apa-apa..kakak yang salah " keluh Kenzo.
"Sekarang kakak makan dulu..aku sudah masak buat kakak " Luna menarik tangan Kenzo agar bangun.
"Kamu masak buat kakak ?" tanya Kenzo dengan mata berbinar.
"Iya..mandi dulu sana gih " Luna mendorong Kenzo ke kamar mandi.
Kenzo yang ingin segera makan masakan Luna pun buru-buru mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap Kenzo pun makan dengan ditemani oleh Luna di kamar.
"Kamu sudah makan ?" tanya Kenzo
"Sudah..Mamih bikin tempura kesukaan aku " jawab Luna.
Melihat Kenzo makan dengan sangat lahap membuat Luna dihinggapi rasa bersalah.
Jika saja ia tau jika Kenzo sedang mengidam pasti setiap hari ia akan dengan senang hati memasak untuk suaminya.
"Mulai sekarang aku akan selalu masak untuk Kaka " ujar Luna sambil menemani Kenzo makan.
"Terimakasih Sayang " jawab Kenzo sambil terus makan.
"Nanti siang kakak mau dimasakin apa sama aku ?" tanya Luna.
Kenzo menghentikan sejenak makannya kemudian menatap lembut kearah Luna.
"Apa saja..asal kamu yang masak pasti kakak makan " jawab Kenzo.
"Baiklah " jawab Luna.
Setelah menghabiskan makanannya Kenzo tiba-tiba menggenggam kedua tangan Luna.
"Kamu hari ini beda banget Sayang, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dan tidak kakak tau " Kenzo menatap wajah Luna curiga.
"Aku hari ini sedang bahagia sekali Sayang " jawab Luna.
"Karena apa ?" tanya Kenzo penasaran.
Luna menuntun tangan Kenzo untuk menyentuh perutnya. " Kakak sebentar lagi akan menjadi ayah "
"A..apa kamu bilang Sayang..kakak akan menjadi seorang ayah ?" tanya Kenzo tidak percaya.
"Iya..kakak sebentar lagi akan jadi seorang ayah " jawab Luna.
"Aku akan jadi ayah..aku akan jadi ayah " Kenzo menciumi perut Luna dengan berderai air mata.
"Kakak kenapa menangis ?" tanya Luna sambil mengusap mata Kenzo yang basah.
"Kakak bahagia sekali sayang " jawab Kenzo sambil terus menciumi perut Luna.
"Terimakasih Sayang sudah ada di perut bunda " bisik Kenzo diperut Luna.
Puas menciumi perut Luna, Kenzo merangkum wajah Luna dan melahap bibirnya dengan rakus. Luna mengalungkan tangannya dileher Kenzo.
__ADS_1
"Kapan kamu periksa kehamilan ?" tanya Kenzo setelah melepaskan tautan bibir mereka. Kenzo heran karena dari kemarin Luna ada di rumah dan tidak pergi kemana-mana.
"Mamih nyuruh pelayan beli tespek.. katanya waktu Mamih hamil kakak..Papih juga tidak mau makan, maunya makan masakan Mamih saja sama seperti kakak " jawab Luna.
"Jadi maksudnya kakak seperti ini karena kehamilan kamu ?" tanya Kenzo
"Bisa jadi..dedek diperut aku sepertinya sedang ngerjain Ayahnya " jawab Luna sambil tersenyum.
"Ya Tuhan..kamu nakal sekali sayang ngerjain Ayah " Kenzo kembali menciumi perut Luna.
"Sudah ah geli " Luna menjauhkan kepala Kenzo dari perutnya.
Luna dan Kenzo keluar dari kamar mereka karena mendengar suara keramaian di rumahnya.
Begitu mereka keluar dari kamar Bagas dan Felisha langsung memeluk Aluna dan Kenzo.
Bagas dan Felisha yang baru membuka pesan yang dikirimkan besannya pagi tadi langsung datang ke rumah Kenzo dengan membawa banyak makanan.
Kenzo sangat terharu karena Bagas langsung datang begitu mendengar Luna hamil.
Selama ini Bagas sangat jarang datang ke rumah Kenzo karena Luna dan Kenzo yang lebih banyak berada di rumah Bagas.
Alysha yang berada dalam gendongan Mamih Kenzo langsung merentangkan tangannya kearah Kenzo ingin di gendong.
Kenzo pun langsung mengambil alih tubuh mungil itu dari gendongan Mamihnya.
Semakin siang suasana di rumah Kenzo semakin ramai dengan kedatangan Nakula dan Zhifana yang membawa baby Arka.
Mereka langsung datang begitu mendapat kabar kehamilan Luna dari Felisha.
Sadewa dan Cindy meski tidak datang namun mereka menghubungi Luna melalui sambungan video. Mereka turut bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Luna. Terlihat Cindy menangis dalam pelukan Sadewa ketika melihat semua keluarga berkumpul di rumah Kenzo.
Karena Cindy terus menangis Sadewa pun buru-buru mengakhiri sambungan video dan membujuk istrinya agar berhenti menangis.
Bagas yang merasa kasihan melihat menantunya menangis berinisiatif mengajak seluruh keluarganya beserta besannya pergi ke Bandung hari itu juga.
Sedangkan Bagas, Felisha, Nakula dan Zhifana juga dua balita pergi dengan mobil Nakula.
Sebelum pergi Luna membuatkan makanan untuk Kenzo karena Kenzo hanya mau makan makanan yang dibuat oleh Luna saja.
Kepergian mereka ke Bandung sengaja tidak memberitahu Sadewa dan Cindy. Mereka ingin memberi kejutan kepada Cindy yang terlihat menangis karena tidak bisa ikut berkumpul di rumah Kenzo.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya mereka pun sampai di rumah Setiabudi.
Begitu mereka sampai rumah terlihat sepi. Menurut keterangan pelayan Sadewa sedang membujuk Cindy agar berhenti menangis dengan mengajaknya jalan-jalan.
Beberapa jam kemudian Sadewa dan Cindy pulang. Mereka tampak kaget ketika mendapati semua keluarganya sudah ada di rumahnya.
"Kalau tau kalian akan kesini aku tidak akan membujuk Cindy jalan-jalan..entah apa yang dia beli sampai habis gaji aku sebulan " seloroh Sadewa sambil menunjuk beberapa paperbag berlogo brand terkenal ditangan Cindy.
"Uang gaji habis..tapi si blackcard ga akan habis kan " ujar Nakula. Sadewa pun terkekeh.
Meskipun Sadewa tidak ikut mengurus perusahaan Bagas, tapi Sadewa juga memiliki saham di perusahaan Daddy nya itu.
Begitu melihat Luna dan Kenzo, Sadewa dan Cindy langsung memeluk keduanya bersamaan.
"Lagi hamil muda dijaga ya kandungannya " nasehat Sadewa sambil mencium kening Luna.
"Iya kak " jawab Luna.
"Dia itu cerewet dek..gw saja sering diomelin sama dia " ujar Cindy sambil melirik Sadewa.
"Gimana tidak diomelin lagi hamil masih suka lari-lari..jalan juga masih gasrak-gusruk..kalau ditegur bilang lupa lagi hamil " ujar Sadewa.
"Ya ampuun kakak..tidak boleh begitu dong " omel Felisha.
"Sekarang sudah tidak lupa kalau sedang hamil karena sudah bengkak begini mom perutnya " jawab Cindy sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sebentar lagi perut Luna juga bengkak " Zhifana menunjuk perut Luna yang masih rata.
"Kamu juga harus hati-hati kak..jangan ditiru kelakuan Cindy " Felisha menasehati Luna.
"Iya Mom " jawab Luna.
"Lo kenapa Ken..wajah Lo pucat " Sadewa menatap Kenzo yang masih terlihat sedikit pucat.
"Dia lagi mabok kak.. susah makan " jawab Felisha.
"Oh jadi Lo yang ngidam " ujar Sadewa menatap Kenzo prihatin.
Sore harinya Cindy dan Luna pergi ke dokter kandungan tempat biasa Cindy memeriksa kandungannya.
Luna terlihat tegang karena ini adalah pemeriksaan pertama kehamilannya. Selama pemeriksaan tangan Kenzo tidak lepas menggenggam tangan Luna.
"Ini usianya sudah delapan minggu, bakal janinnya sudah kelihatan ini " dokter yang sedang melakukan pemeriksaan USG menunjukkan titik hitam dilayar komputer.
"bakal janinnya ada dua " dokter menunjukkan dua titik hitam di layar komputer.
"Maksudnya bagaimana dok ?" tanya Kenzo.
"Istri anda mengandung bayi kembar, pertumbuhan nya bagus " jawab dokter.
"Ya Tuhaan " gumam Kenzo penuh rasa syukur.
Mengetahui Luna hamil saja Kenzo sudah sangat bersyukur sekali, apalagi mendengar bayi dalam kandungan Luna ternyata kembar, ini seperti mimpi saja bagi Kenzo.
Karena Luna mengalami kehamilan simpatik selain memberi resep untuk Aluna, dokter juga memberi obat untuk memperbaiki selera makan Kenzo.
Keluar dari tempat praktek dokter kandungan wajah Kenzo terlihat berseri-seri. Berbeda dengan Luna yang tampak masih shock mendengar jika dirinya mengandung bayi kembar.
"Bagaimana kata dokter..sehat kan ?" tanya Cindy yang menunggu di luar bersama Sadewa.
"Alhamdulillah sehat " jawab Kenzo sambil menuntun Luna menuju apotik untuk mengambil obat.
Ketika mereka sampai ke rumah, semua memberondong Luna dan Kenzo dengan pertanyaan.
"Dokter bilang kandungannya sehat, sekarang sudah menginjak 8 minggu " Kenzo yang menjawab.
"Syukurlah " ucap semua serentak.
"Tapi ada satu kabar baik lagi " lanjut Kenzo.
"Kabar apa Ken..jangan buat kita penasaran " ujar Bagas tidak sabar.
"Luna sedang mengandung anak kembar " jawab Kenzo sambil tersenyum.
Semua yang ada disana langsung melongo karena shock. Namun tidak lama kemudian semua memburu Luna dan menghujani Luna dengan ciuman.
Diantara semua Kenzo lah yang paling terakhir menciumi Luna. Kenzo baru menciumi Luna setelah mereka berada di kamar untuk istirahat.
Dikamarnya Kenzo bukan hanya menciumi Luna, tapi juga menelanjanginya.
Tidak bisa dipungkiri jika mereka sudah sangat saling merindukan setelah pertengkaran mereka tempo hari.
Pada saat berhubungan intim Kenzo melakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi Luna yang sedang berbadan dua.
"Kamu tidak usah sering-sering masak untuk kakak takutnya kamu kelelahan " nasehat Kenzo setelah mereka selesai mereguk indahnya surga dunia berdua.
"Nanti kakak makannya bagaimana ?" tanya Luna sambil mengelus dada telanjang Kenzo.
"Kakak akan paksain makan walaupun bukan masakan kamu " jawab Kenzo.
"Yang penting kamu jangan terlalu kelelahan supaya mereka tumbuh sehat disini " Kenzo mengelus perut Luna.
"Tapi kakak juga harus jaga kesehatan dong " ujar Luna sambil menggigit kecil dagu Kenzo.. Kenzo mengangguk.
__ADS_1
"Kalian jangan buat bunda susah ya..biar Ayah saja yang kalian bikin susah " Kenzo mencium perut Luna dengan lembut.