
Bagas membuka matanya ketika merasakan ada benda berat yang tiba-tiba menindih tubuhnya.
"Luna ? " Bagas langsung tersenyum ketika mendapati Luna tengah memeluknya erat. Wangi minyak telon dan bedak bayi langsung menguar dari tubuh mungil putrinya membuat Bagas tidak dapat menahan diri untuk tidak menciumnya.Sepertinya Luna baru selesai mandi.
"Daddy kenapa tidur tidak pake baju..mommy juga ?" tanya Aluna
"Semalam AC nya rusak sayang..jadi Daddy sama mommy kegerahan " jawab Bagas berdusta.
Untung ia sudah mengenakan boxernya.Namun sepertinya Felisha masih belum mengenakan apa-apa dibalik selimut tebalnya.
"Hey..Luna sudah bangun ?" Felisha pun mulai membuka matanya. "Anak mommy sudah cantik,mandi sama siapa ?"
"Sama Tante Kinan " jawab Luna
"Luna mau ikut tidak?kakak mau ikut kakek " panggil Nakula dari balik pintu kamar
"Mauuu..!" Luna langsung turun dari ranjang dan berlari meninggalkan Bagas dan Felisha yang masih belum beranjak dari ranjangnya.
Setelah kepergian Luna, Felisha kembali memejamkan matanya.
"Fe..sudah siang " Bagas menepuk pipi Felisha lembut
"Badan aku sakit semua mas..kepala aku pusing, sepertinya karena kurang tidur..kamu sih nyiksa aku semaleman " gumam Felisha tanpa membuka matanya.
Bagas tersenyum,semalam ia memang tidak bisa mengendalikan diri hingga membuat Felisha terkapar seperti itu.
"Tapi semalam saya tidak melihat kamu tersiksa.. malah saya lihat kamu begitu menikmatinya sampai merem melek " goda Bagas
"Emang semalam mas Bagas tidak merem melek gitu ?" Balas Felisha tidak mau kalah.
Bagas tertawa sambil turun dari ranjang,meninggalkan Felisha yang masih bergelung dibawah selimut tebalnya.
"Mau kemana mas ?" tanya Felisha
"Mau mandi..mau ikut ?"
"Engga " jawab Felisha
__ADS_1
Bagas pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena kegiatan panas semalam.
Sepuluh menit kemudian Bagas keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya ,rambutnya yang basah membuat pria tampan bertumbuh tinggi itu tampak segar dengan wajahnya yang berbinar.Semua kepenatan selama lima hari jauh dari istrinya sudah terbayarkan semalam.
Bagas duduk di sisi ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
"Fe..sudah siang " Bagas menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh Felisha.
Bagas kaget ketika Felisha menarik kembali selimutnya dengan tubuh yang menggigil. Bagas menempelkan punggung tangannya di kening Felisha....panas.
"Sayang..kamu demam " bisik Bagas
"Kepala aku rasanya sakit banget mas..aku tiduran dulu ya..titip anak-anak " ucap Felisha dengan suara yang lemah.
"Sayang sebaiknya kamu bangun..makan dulu.. nanti minum obat.Saya ambilkan makanan dulu " Bagas bergegas memakai baju kemudian pergi ke dapur mengambilkan makan untuk Felisha.
"Anak-anak kemana Bun ?" tanya Bagas sambil mengisi piring dengan nasi dan lauknya.
"Ikut ayah ke toko bangunan,katanya mau cari cat buat kamar si kembar.Biar bisa pilih warna yang mereka inginkan " jawab bunda
"Bawa makan buat siapa ?" tanya bunda
"Kalau sudah makan suruh minum ini " bunda memberikan obat demam yang baru ia ambil dari kotak obat
"Terimakasih Bun " ucap Bagas sambil berlalu ke kamar dengan piring dan gelas ditangannya.
"Sayang..makan dulu " Bagas menepuk pipi Felisha lembut.
Felisha pun membuka matanya,ia duduk bersandar dikepala ranjang sambil mendekap selimutnya didadanya.
"Aku belum pake baju " ucap Felisha tersipu malu.
Bagas mengambil baju Felisha di lemari dan diberikan kepada Felisha
"Cepat pake baju dulu sebelum saya khilap " ucapnya menyeringai
"Emang yang semalam belum cukup ?" tanya Felisha sambil memakai bajunya.
__ADS_1
"Bagi saya tidak akan pernah ada kata cukup " jawabnya
"Dasar mesum " cibir Felisha
Setelah memakai bajunya, Felisha pun makan. Ia menolak ketika Bagas akan menyuapinya.
"Aku masih bisa makan sendiri..cukup Luna saja yang bikin kamu repot " ujar Felisha sambil mengunyah makanannya.
"Saya tidak merasa direpotkan oleh Luna.Jika anak itu manja kepada saya itu adalah hal yang wajar,karena saya Daddy nya dan Luna putri saya " jawab Bagas
"Dan saya tidak merasa direpotkan mengurusi kamu,karena kamu istri saya " tambahnya.
"Sudah kenyang " Felisha memberikan piring berisi nasi dan lauknya yang hanya Felisha makan beberapa sendok saja.
"Saya tidak mau tau..pokoknya harus habis " Bagas duduk didepan Felisha dan mulai menyuapi Felisha.
"Sudah mas..aku sudah tidak kuat " Felisha menolak,namun Bagas memaksanya.
Akhirnya Felisha berhasil memindahkan makanan dalam piring itu ke perutnya dibawah paksaan Bagas.
"Sekarang minum dulu " Bagas menyodorkan gelas berisi air minum kepada Felisha.
"Sebentar mas..." Felisha memegang tenggorokan nya yang tidak nyaman.Seperti ada sesuatu yang akan lewat disana. Felisha menutup mulutnya dan ..
"uuwwooo.." Felisha pun memuntahkan isi perutnya tanpa sempat berlari ke kamar mandi.
Bagas melongo ketika bajunya dipenuhi oleh muntahan isi perut Felisha
"Maaf mas..aku tidak sengaja " Felisha tampak sangat menyesal dan malu.Ia pun berusaha membersihkan baju Bagas dengan handuk.
"Sudah-sudah biar saya ke kamar mandi saja " ujar Bagas sambil berlalu ke kamar mandi. Felisha pun membersihkan semua kekacauan akibat insiden yang tidak diinginkan.
Bagas keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk, sepertinya ia mandi untuk yang kedua kalinya.
Felisha memberikan baju ganti kepada Bagas sambil tak henti meminta maaf.
"Dari tadi kamu terus-terusan meminta maaf.seharusnya saya yang meminta maaf karena sudah memaksa kamu menghabiskan makan padahal kamu sudah bilang kenyang " ujar Bagas.
__ADS_1
"Makanya jangan suka maksa " ujar Felisha.
"Iya maaf " ujar Bagas.