Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Jangan Curang


__ADS_3

Luna yang sedang bermain sepeda dihalaman depan menghentikan laju sepedanya ketika ada teman Nakula dan Sadewa yang bernama Kenzo datang dengan membawa bola basket ditangannya.


"Kakak Ken cari kak Nakula atau kak Sadewa ?" tanya Luna.


"Dua-duanya " jawabnya Ken


"Tunggu sebentar biar Luna panggilkan " Luna buru-buru turun dari sepedanya hendak memanggil kedua kakaknya. Namun karena tidak hati-hati Luna nyaris terguling bersama sepedanya.Untung Kenzo dengan sigap buru-buru menangkap tubuh Aluna sehingga tidak sempat terjatuh.


Setelah mendarat dengan selamat Luna pun langsung berlari memanggil Nakula dan Sadewa di kamar atas.


"Kakaaaak..ada kak Ken di depan " Luna berteriak memanggil si kembar.


Bagas dan Felisha hanya geleng-geleng kepala melihat Luna yang berteriak-teriak memanggil kedua kakaknya.


"Kakak Kenzo nya disuruh masuk tidak ?" tanya Felisha


"Tidak Mom..dia menunggu di depan " jawab Luna.


"Kenzo tetangga baru yang baru pindah dari Bali itu Yang ?" tanya Bagas.


"Iya mas " jawab Felisha.


Seminggu yang lalu mereka memang mempunyai tetangga baru seorang pengusaha asal Jepang yang menikah dengan wanita asal Bali dan memiliki satu putra seusia Nakula dan Sadewa.Dan kebetulan Kenzo baru masuk di sekolah yang sama dengan Nakula dan Sadewa.


Tidak lama kemudian Nakula dan Sadewa turun dan meminta ijin untuk bermain basket bersama Kenzo di depan.


Bagas dan Felisha pun akhirnya mengikuti anak-anak ke depan. Bagas menggendong Abi sambil mengawasi anak-anak bermain.


Luna kembali bermain sepeda sedangkan si kembar dan temannya asik bermain basket.


Selagi mengawasi anak-anak bermain, Felisha menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman dingin dan cemilan untuk mereka.


Begitu melihat pelayan datang semua anak-anak langsung berebut mengambil minum.Luna yang paling kecil tidak mau kalah dari si kembar dan Kenzo.Ia ingin yang pertama mendapat minuman segar dari pelayan.Karena tidak hati-hati minuman Luna tumpah, Kenzo pun memberikan minuman bagiannya untuk Luna.


Setelah beristirahat sejenak,si kembar dan Ken kembali bermain basket sementara Luna yang sudah lelah menuntun sepedanya ke garasi.


"Kakak sudah selesai main sepedanya ?" tanya Bagas


"Sudah dad..akunya lelah " jawab Luna.


Felisha mengeringkan keringat yang membasahi dahi Luna dengan handuk kecil. Melihat kakaknya mendekat Abimanyu pun terlonjak-lonjak dipangkuan Bagas.Luna


semakin mendekat kearah Bagas, perlahan diciumnya pipi bayi gembul itu penuh sayang.


"Daddy sama mommy bisa main basket ?" tanya Luna tiba-tiba.


"Bisa dong Sayang " jawab Bagas dan Felisha bersamaan.


"Tapi aku belum pernah melihat Mommy dan Daddy bermain basket "


"Bagaimana kalau kita bertanding basket Sayang... berani tidak lawan Mas ?" tantang Bagas

__ADS_1


"Siapa takut " jawab Felisha.


"Kak.. Daddy dan mommy mau tanding..pinjam bolanya " Bagas menghentikan permainan si kembar dan Ken.


Kenzo memberikan bola basket yang kebetulan ada ditangannya kepada Bagas.


"Ayo mom kita tanding " tantang Bagas sambil menyerahkan Abimanyu kepada mbak Mia.


Anak-anak pun terpecah menjadi dua kubu. Nakula dan Sadewa mendukung Bagas sedangkan Aluna dan Ken mendukung Felisha.


Anak-anak berteriak menyemangati jagoannya masing-masing.Meskipun Luna bertubuh paling imut namun Luna yang paling kencang berteriak bersama Ken menyemangati Felisha.


"Ayo Mom.. kalahkan Daddy..!" teriak Luna sambil bertepuk tangan.


"Ayo Daddy..pasti menang ".Nakula dan Sadewa memberikan dukungan untuk Daddy nya.


Bagas dan Felisha saling berebut bola untuk dimasukan kedalam Ring. Tubuh Bagas yang tinggi membuat Bagas lebih mudah memasukkan bola dengan tepat.


Meskipun begitu pada saat Bagas mendribble bola Felisha dengan lincah dapat merebut nya dari tangan Bagas dan memasukannya kedalam ring.


Karena tertinggal lumayan jauh Felisha pun mulai berbuat curang.Felisha sengaja menginjak kaki Bagas sehingga Felisha berhasil merebut bola dari tangan Bagas.


"Kamu curang Sayang " keluh Bagas sambil meringis.


Felisha mendribble bola mendekati ring.Pada saat Felisha akan memasukan Bola kedalam ring Bagas menangkap pinggang Felisha dari belakang sehingga Felisha tidak dapat bergerak dan bola pun meleset dari ring.


"Aaarrggh..lepas Sayang..kamu curang " Felisha meronta-ronta dalam pelukan Bagas.


Karena kedua pemain bermain curang akhirnya permainan pun dihentikan.


"Jangan ditiru ya..mommy curang " ujar Bagas sambil mengambil minum.


"Daddy juga curang " balas Felisha sambil duduk disamping Bagas dan menenggak minumnya.


"Mommy sama Daddy sama-sama curang " omel Luna. Bagas dan Felisha hanya tertawa.


"Permainan kita lanjutkan nanti malam " bisik Bagas ditelinga Felisha.


"Siapa takut " jawab Felisha.


Bagas tertawa karena Felisha tidak mengerti pertandingan apa yang Bagas maksud nanti malam.


*


Dio yang sudah siap akan berangkat ke kantor akhirnya memutuskan tidak jadi pergi karena pagi itu Kinanti mengeluh jika perutnya sakit.


"Kita ke rumah sakit sekarang saja " ajak Dio


"Nanti saja Sayang kalau sakitnya sudah mulai sering " jawab Kinanti santai.


Dokter memang sudah memberitahu jika Hpl Kinanti diperkirakan dalam minggu-minggu ini.

__ADS_1


"Kamu kok bisa santai begitu ?" Dio terlihat bingung.


"Kan aku sering diajarin Bunda sama Feli yang sudah berpengalaman melahirkan " jawab Kinanti.


Meskipun begitu Dio tetap terlihat panik.Ia mondar-mandir di kamar dan terus mengajak Kinanti ke rumah sakit.


"Daripada panik mendingan masukin tas yang sudah kalian siapkan kedalam mobil " saran bunda.


"Iya Bun " jawab Dio sambil memasukan tas berisi perlengkapan bayi kedalam mobil.


Beberapa waktu kemudian Dio membawa Kinanti ke rumah sakit bersama bunda. Selama perjalanan Dio tampak khawatir melihat Kinanti yang tampak meringis menahan sakit yang semakin sering.


Setibanya di rumah sakit Kinanti langsung ditangani oleh dokter kandungan.Karena pembukaannya sudah hampir lengkap Kinanti pun dibawa ke ruang bersalin.


"Jangan panik dong Kak..Kinanti saja santai " Bunda mengomeli Dio.


"Iya Sayang..kalau melahirkan kan ya begini..ya kan Bun ?" tanya Kinanti


"Iya kak " jawab Bunda sambil mengusap perut menantunya.


"Kalau tidak berani mending tidak usah temani aku " ujar Kinanti.


"Tidak..Kakak akan temani sampai bayi kita lahir " jawab Dio yakin.


Sambil menunggui Kinanti di ruang bersalin diam-diam Dio bertanya kepada Bagas mengenai pengalamannya saat menunggui Felisha melahirkan melalui pesan singkat.


Saran aku pastikan kuku istri kamu sudah dipotong sebelum mencabik-cabik tangan kamu.


Dio termangu membaca balasan pesan dari Bagas.Namun ia tetap beranjak untuk memastikan kuku Kinanti tidak panjang. Dio terlihat lega ketika melihat kuku Kinanti yang tidak panjang.


Setengah jam kemudian dokter dan perawat mulai bersiap untuk membantu proses melahirkan.


Dio yang memiliki watak keras akhirnya tidak dapat menahan airmata nya ketika melihat perjuangan istrinya pada saat melahirkan buah hati mereka.


Dengan berderai air mata Dio terus menyemangati Kinanti hingga akhirnya suara tangis bayi pun pecah diruangan bersalin itu.


"Terimakasih Sayang " Dio menciumi wajah Kinanti yang basah oleh peluh.


"Kamu sekarang sudah jadi Papa " bisik Kinanti.


"Iya Sayang..kita sekarang sudah menjadi orangtua " jawab Dio.


Begitu mendapat kabar Kinanti yang sudah melahirkan, Ezra dan Ajeng langsung datang ke rumah sakit. Disaat yang bersamaan Bagas dan Felisha pun datang.


"Ini sih tidak bisa diajak main futsal " sindir Bagas


"Ini kan sesuai permintaan Luna " jawab Dio


Sejak diawal kehamilan Kinanti, Luna selalu meminta adik perempuan kepada Dio.Dan keinginan keponakan cantiknya itu akhirnya terwujud.


"Luna pasti senang jika tau bayinya perempuan " ujar Kinanti sambil mengelus rambut bayinya yang sedang anteng menghisap sumber kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2