Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Daddy Posesif


__ADS_3

Sehabis subuh Felisha siap-siap pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak.Meskipun Bagas melarang namun Felisha bersikeras melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan nya sejak resmi menjadi istri Bagas.


"Aku tuh cuma hamil bukan sakit..masa bikin sarapan untuk kalian saja tidak boleh " Felisha protes sambil cemberut


"Tidak ingin melihat istrinya cemberut akhirnya Bagas membiarkan Felisha berkutat di dapur bersama pelayan.


Setelah selesai membuat sarapan Nakula dan Sadewa turun sudah siap dengan seragam sekolahnya.


"Mommy panggilkan Daddy dulu " ujar Felisha sambil berlalu ke kamarnya.


Dikamarnya Bagas baru selesai memakai bajunya,Ia sedang berusaha membuat simpul dasi dilehernya.


"Sini aku bantu " dengan sedikit berjinjit Felisha membantu Bagas memakaikan dasi Bagas.


"Sudah rapi..anak-anak sudah menunggu di meja makan " ujar Felisha sambil mengusap bahu Bagas.


Bagas meraih pinggang Felisha kemudian mendekapnya kedalam pelukannya.


"Aku belum mandi mas " Felisha berusaha melepaskan diri


"Masih wangi " ujar Bagas sambil mengendus leher Felisha


"Aneh kamu..sudah ah anak-anak sudah menunggu " akhirnya Felisha berhasil melepaskan diri dari Bagas.


Karena terlalu lama menunggu Daddy nya akhirnya Nakula dan Sadewa sarapan duluan.


"Maaf sayang Daddy terlambat " Bagas mengusap kepala kedua putranya.


Selagi Bagas dan sikembar sarapan, Felisha memasukan kotak bekal kedalam tas keduanya.


Nakula dan Sadewa selesai sarapan lebih dulu dan mereka langsung pamit pergi ke Sekolah dengan mobil jemputan.


"Mas hari ini aku mulai ngantor lagi " ujar Felisha


"Yakin kuat ?" tanya Bagas


"Mas..aku itu hamil bukan sakit " ujar Felisha sedikit jengah


"Oke..tapi mas antar jemput "


"Ga ah aku mau bawa mobil sendiri "


"Kalau begitu tidak usah pergi !" ujar Bagas tak ingin dibantah


"Dasar kanebo kering kumat lagi " sungut Felisha.


Bagas hanya melirik sekilas kearah Felisha.Ia sudah terbiasa disebut kanebo kering oleh istrinya itu jika sedang kesal.


Pagi itu Felisha pergi ke kantor dengan diantar Bagas.Felisha terpaksa harus merelakan kunci mobilnya dirampas oleh suaminya.


"Kalau berasa tidak sehat jangan dipaksakan kerja.Saya tidak mau terjadi apa-apa sama kehamilan kamu " ujar Bagas dengan wajah serius.


"Tenang saja..ini kehamilan kedua,jadi aku sudah berpengalaman..kamu tidak usah khawatir " jawab Felisha

__ADS_1


"Saya pegang omongan kamu " ujar Bagas


Setelah sampai didepan kantor, Felisha pun turun setelah sebelumnya mencium punggung tangan Bagas.


Bagas baru meninggalkan halaman kantor Felisha setelah istrinya itu masuk.


"Akhirnya Lo masuk juga Fe..ga ada Lo kerjaan gue numpuk " keluh Dina


"Sorry gue jadi ngerepotin Lo " ujar Felisha sambil menyimpan tasnya diatas meja.


"Ga ada Lo ga seru Fe.." keluh Dina


"Masa sih " ujar Felisha sambil menyalakan perangkat komputer nya.


Tidak masuk dua hari pekerjaan Felisha menjadi lumayan menumpuk meski sebagian sudah dikerjakan oleh Dina.Saking antengnya Felisha tidak menyadari jika waktu sudah mulai memasuki jam makan siang.


"Makan yu Fe !" ajak Dina


"Lo duluan saja,gue lagi nanggung dikit lagi " jawab Felisha yang masih anteng dengan komputer nya.


Akhirnya Dina pun meninggalkan Felisha diruangannya sendirian.


Felisha baru menghentikan pekerjaannya ketika Dio datang ke ruangannya.


"Kak Dio kapan pulang dari Bali ?" tanya Felisha


"Kemarin " jawab Dio sambil memberikan satu buah paperbag berisi oleh-oleh dari Bali


"Makasih kak " ujar Felisha


"Mas Bagas diparkiran ?" Felisha langsung memeriksa ponselnya.Ada banyak panggilan tidak terjawab dari Bagas.


"Ka..aku kebawah dulu ya " Felisha menyambar tasnya dan setengah berlari ia mencari Bagas di parkiran.Dio hanya melongo menatap Felisha .


Dengan sedikit terengah akhirnya Felisha berhasil menemukan mobil Bagas.


"Sayang maaf ..."


"Apa-apaan sih kamu sampai lari-lari begitu " hardik Bagas membuat Felisha tidak sempat menyelesaikan ucapannya.


"Kamu itu sedang hamil sayang " Bagas mengingatkan dengan muka sangarnya.


"Maaf sayang..aku takut kamu marah karena aku tidak sempat mengangkat telpon kamu " ujar Felisha lirih


"Justru saya marah karena melihat kamu lari-larian seperti itu " omel Bagas


Bagas membawa Felisha masuk kedalam mobil,tak lama kemudian mobil Bagas pun meluncur meninggalkan halaman kantor Felisha.


"Mau makan dimana ?" tanya Bagas


"Ayam bakar dekat sekolah aku " jawab Felisha


"Dimana ?" tanya Bagas.Ia memang tidak tau alamat sekolah Felisha.

__ADS_1


Felisha pun menyebutkan nama sebuah jalan.Bagas melajukan mobilnya sesuai arahan Felisha.


Setengah jam kemudian mereka sampai ditempat yang dituju,namun mereka harus kecewa karena warung ayam bakar yang dimaksud ternyata tutup karena istrinya sedang melahirkan.


Bagas menatap iba pada Felisha yang tampak sangat kecewa.


"Kita cari tempat yang lain " ajak Bagas sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Akhirnya mereka pun mampir disebuah warung ayam bakar yang lain yang kebetulan mereka lewati.


Meski tidak terlalu berselera,namun Felisha terpaksa makan karena dibawah tatapan tajam suaminya.


"Daddy kamu kumat galaknya " gumam Felisha sambil mengusap perutnya.


Bagas hanya melirik sekilas,sama sekali tidak terpengaruh dengan ocehan Felisha.Toh yang ia lakukan juga demi kebaikan Felisha dan calon buah hati mereka.


"Nanti Daddy belikan kalau warung ayam bakarnya sudah buka kembali " bisik Bagas diperut Felisha.


Setelah makan siang selesai,Bagas kembali mengantarkan Felisha ke kantor.


"Jalan yang benar..tidak usah lari-larian, seperti Luna saja " pesan Bagas begitu mereka sampai dihalaman kantor Felisha.


"Iya " jawab Felisha singkat sambil mencium punggung tangan Bagas lalu bergegas masuk ke kantornya.


Setelah Felisha lenyap dari pandangannya Bagas pun melajukan mobilnya kembali menuju kantor.


Sebelum Bagas sampai ke kantornya,Bagas menerima pesan dari mantan kakak iparnya yang mengabarkan jika ia sedang berada di Jakarta.


Bayu mengajak Bagas untuk bertemu disebuah resto yang berada tidak jauh dari hotel tempatnya menginap.


Bayu mengatakan jika ada masalah penting yang harus mereka bicarakan.Sekalian Bayu juga akan bertemu dengan rekan bisnisnya di Jakarta.


Bagas yang semula akan kembali ke kantor usai makan siang dengan Felisha akhirnya menemui mantan kakak iparnya di resto yang Bayu maksud.


Bagas memarkirkan mobilnya di halaman resto,disaat yang bersamaan Ajeng pun tiba turun dari taksi.Mereka pun berjalan beriringan menuju resto tempat Bayu menunggu mereka.


Dimeja nya rupanya Bayu baru selesai bertemu dengan rekan bisnisnya.Wajah Ajeng langsung terlihat masam begitu mengetahui jika rekan bisnis kakaknya adalah Ezra.


Ajeng masih ingat jika Ezra adalah salah satu orang yang telah mengeroyok Bagas diparkiran hotel tempo hari.


Jika Ajeng tampak berwajah masam,tidak dengan Bagas.Ia tampak biasa saja ketika bertemu dengan Bagas.


Karena urusannya dengan Bayu selesai,Ezra pun pamit.


"Ngapain mas Bayu ketemu orang itu ?" tanya Ajeng


"Dia rekan bisnis mas " jawab Bayu.


"Kalian sudah saling kenal ?" tanya Bayu


"Dia.." Ajeng tidak meneruskan ucapannya karena Bagas memberi kode agar Ajeng tidak menceritakan kejadian pengeroyokan yang menimpanya tempo hari.


"Istri saya bekerja di perusahaan Ezra " jawab Bagas.

__ADS_1


" Oh pantas kalian saling kenal " ujar Bayu.


__ADS_2