
Mendapat Omelan dari Bagas karena ketauan membawa mobil sendiri membuat Felisha jadi cemberut.
Ketika Bagas meminta secangkir kopi pun Felisha memberikannya dengan wajah masam.
"Pasti kopinya pahit banget " gumam Bagas sambil melirik wajah Felisha.
"Belum dicoba sudah bilang pahit, sini aku ganti saja..biar pelayan yang bikin " Felisha dengan kesal hendak mengambil kembali kopi buatannya.
"Eeehh..jangan. Mas cuma becanda,kamu kenapa jadi pemarah? " Bagas buru-buru menahan tangan Felisha agar tidak mengambil kembali kopi buatannya.
"Duduk sini temani mas minum kopi " Bagas menarik tangan Felisha agar duduk disebelahnya.Felisha pun terpaksa duduk disebelah Bagas meski dengan wajah cemberut.
Bagas dengan santai menyesap kopinya.Gaya nya yang santai sangat kontras dengan raut wajah Felisha yang tampak masam.
Setelah menyesap kopinya Bagas merengkuh bahu Felisha untuk bersandar di bahunya,tidak peduli meski wajah Felisha masih cemberut kepadanya.
"Diam ih " Felisha berusaha melepaskan pelukan Bagas tapi tidak berhasil. Tangan Bagas terlalu kokoh memeluk tubuhnya.
"Aku sebel sama kamu " ujar Felisha dalam pelukan Bagas
"Tidak apa-apa " jawab Bagas santai
"Kamu bau " ujar Felisha berbohong
"Tidak mungkin " jawab Bagas semakin mengeratkan pelukannya.
"Kalau lagi marah kamu tambah cantik " puji Bagas
"Mas..kenapa sih sekarang kamu berubah ?" Felisha menatap dalam wajah Bagas
"Berubah apanya ?" tanya Bagas
"Kamu itu jadi posesif,banyak melarang dan nyebelin " jawab Felisha lirih.
"Apalagi ?" tanya Bagas menantang
"Dan mesum " jawab Felisha.Bagas tertawa
"Itu karena suami kamu ini sayang banget sama kamu " jawab Bagas santai
"Tapi kamu itu berlebihan " ujar Felisha
"Tidak ada yang berlebihan kalau untuk melindungi orang yang kita sayang " jawab Bagas lugas.
"Kalau soal kenapa sekarang mas jadi mesum itu salah kamu " tambah Bagas
"Kok salah aku sih ?" tanya Felisha
"Salah kamu kenapa cantik dan seksi..apalagi sekarang lagi hamil, dada kamu makin besar bikin mas tambah gemes megangnya " jawab Bagas sambil meremas payudara Felisha
"Dasar mesum " gumam Felisha sambil mencubit tangan Bagas menjauhkannya dari dadanya.
"Sudah puas ?" tanya Bagas sambil mengusap tangannya yang merah karena cubitan Felisha
"Sudah " jawab Felisha.
"Sejak hamil kamu jadi galak, padahal dulu kamu itu lembut dan penurut " keluh Bagas
"Masa sih mas ?" tanya Bagas
"Iya.. buktinya ini tangan mas sampai merah begini kamu cubit cuma karena dilarang bawa mobil " jawab Bagas
"Aku cubit karena tangan kamu nakal " Felisha memberi alasan.
"Tapi sakit Fe " ujar Bagas
Mendengar ucapan Bagas, tiba-tiba Felisha jadi merasa bersalah.
"Kasian suamiku..maafin aku ya " Felisha mengusap tangan Bagas yang tadi ia cubit dengan penuh rasa bersalah.
"Maafin aku ya sayang " Felisha memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Bagas.
"Sudah nyubit baru bilang sayang " gumam Bagas dengan tangan kanan mengusap perut buncit istrinya.
"Mommy..jangan peluk-peluk Daddy aku " Hardik Luna yang tiba-tiba muncul sambil membawa buku ditangannya.
Felisha buru-buru menjauh dari suaminya sebelum Luna semakin marah.
"Kakak bikin apa ?" Bagas mengambil buku ditangan Luna
"Aku bikin hurup A diajarin kakak..aku mau kasih lihat Daddy " jawab Luna sambil duduk dipangkuan Bagas dan memperlihatkan hasil tulisannya.
"Bagus..kakak sudah pinter, nulisnya rapi " puji Bagas
"Karena kakak sudah pinter Daddy mau kasih hadiah " bisik Bagas
"Mau..aku mau hadiah " Luna tampak girang
"Hadiahnya cium..muach..muach " Bagas menciumi wajah Luna hingga bocah itu terkikik kegelian.
"Daddy geli..hihihi " Luna menjerit-jerit karena kegelian.
__ADS_1
"Sepertinya dedek pengen dicium juga " Bagas berhenti menciumi wajah Luna
"Bagaimana kalau kita cium dedek " ajak Bagas sambil melirik kearah Felisha yang tidak berani dekat-dekat dengan Bagas.
"Ayok kita cium dedek !" Luna langsung turun dari pangkuan Bagas dan langsung berlari kearah Felisha.Luna memeluk perut Felisha dan mencium nya,begitu juga dengan Bagas.
Felisha tertawa sambil mengusap kepala Bagas dan Luna yang sedang menciumi perutnya.
"Dedek diperut mommy pasti senang mendapat ciuman dari Daddy sama kakak " ujar Felisha
"Mommy..kakak kembar belum kasih cium " ujar Luna
"Nanti kakak kembar juga suruh cium dedek diperut mommy " jawab Bagas
"Aku mau panggil kakak dulu " Luna berlari mencari kedua kakaknya
Tak lama kemudian Luna sudah datang kembali sambil menarik-narik tangan Nakula dan Sadewa.
"Ayok kakak ..kasih cium dedek dulu. Aku sama Daddy sudah tadi " perintah Luna
Nakula dan Sadewa pun mendekat kearah perut Felisha kemudian mencium perut buncit Felisha bergantian.
"Terimakasih sayang " Felisha meraih kepala kedua putranya dan menciumnya.
Bagas tak kuasa menahan haru melihat betapa sayangnya anak-anak kepada calon adik mereka.Semua rasa takut jika mereka akan cemburu dengan kehadiran calon bayi yang ada di perut Felisha pun lenyap sudah.
Nakula dan Sadewa kembali ke kamar mereka karena harus menyiapkan keperluan sekolah untuk besok. Tak lama kemudian Bagas pun membawa Luna ke kamarnya karena ia mulai merengek diserang ngantuk. Tinggallah Felisha duduk di sofa sendirian sambil menonton tv.
Setelah berhasil menidurkan putrinya, Bagas kembali menemui Felisha yang sedang menonton tv seorang diri.
"Luna sudah tidur ?" Felisha bertanya kepada Bagas yang baru saja duduk disebelahnya.
"Kalau belum tidur mana mau dia melepaskan mas " jawab Bagas sambil tertawa.
"Iya.." Felisha pun ikut tertawa sambil memeluk perut Bagas.
Anak kecil itu sangat mendominasi Bagas, untuk bisa dekat dengan Bagas saja harus menunggu gadis kecil itu lengah dulu.
Bagas meraih remot tv dan mengganti Chanel dengan siaran pertandingan sepak bola. Meski tidak terlalu menyukai sepak bola,namun Felisha menemani Bagas menonton.
Satu putaran waktu pertandingan Felisha mulai merasa bosan,namun untuk kembali ke kamarnya seorang diri ia pun merasa malas.Akhirnya Felisha pun merebahkan tubuhnya di sofa dengan berbantalkan paha Bagas.
"Kalau ngantuk tidur saja " Bagas mengusap kepala Felisha yang berada dipangkuannya.
"Ga mau..mau nemenin kamu disini saja " jawab Felisha
"Ya sudah..nanti kalau tidur mas angkat " ujar Bagas dengan mata tetap fokus pada layar lebar didepannya.
"Sayang..kita ke kamar yuk " ajak Felisha
"Sebentar lagi sayang " jawab Bagas tanpa menatap kearah Felisha.
"Aku bosan mas " rengek Felisha
"Sebentar lagi..dua puluh menit lagi " Bagas melirik jam tangannya.
Setelah dua puluh menit berlalu dan pertandingan sepak bola telah usai , Bagas mendapati Felisha tengah tertidur dipangkuannya.
Bagas mengangkat tubuh Felisha dan membawa ke kamar mereka.Merasa tubuhnya melayang, Felisha pun membuka matanya.
"Sudah selesai nonton bolanya ?" tanya Felisha sambil melingkarkan tangannya dileher Bagas
"Sudah " Bagas menurunkan Felisha diatas kasur dengan perlahan.
"Kamu sekarang berat " keluh Bagas sambil tertawa.
"Ya wajar orang badan aku meral begini " jawab Felisha lirih.
"Tidak apa-apa meral juga tetap cantik " ujar Bagas sambil mencium bibir Felisha.
Setelah menurunkan Felisha diatas kasur, Bagas pun merebahkan tubuhnya disamping istrinya.
"Sekarang kamu tidur..mas kelonin kamu " Bagas memiringkan tubuhnya menghadap Felisha.Satu tangannya menumpu kepalanya sedang tangan satunya lagi mengusap-usap perut Felisha hingga wanita itu kembali tertidur dalam dekapannya.
Bagas pun akhirnya tertidur dengan tangan memeluk perut Felisha dimana calon buah hati mereka bersemayam disana.
🌸🌸🌸
Pagi ini setelah Nakula dan Sadewa pergi ke sekolah,Bagas mengantarkan Felisha dan Luna ke rumah mertuanya.Dari subuh Felisha merengek ingin ke rumah bunda karena merasa bosan di rumah.
Bagas pun mengijinkan dengan syarat harus membawa pengasuh Luna agar Felisha tidak kelelahan.
Meski awalnya Felisha tidak setuju namun akhirnya ia terpaksa menurut daripada tidak diijinkan pergi.
"Titip Feli sama Luna Bun " ucap Bagas sambil mencium tangan ibu mertuanya sebelum ia melanjutkan perjalanan ke kantornya.
"Iya " jawab bunda
"Jangan bandel " bisik Bagas sambil mencium bibir Felisha sebelum masuk kedalam mobil.
"Nanti makan siang disini ya " pinta Felisha manja
__ADS_1
"Iya..nanti mas pulang saat makan siang " janji Bagas.
Namun setelah sampai di kantor,Bagas melupakan janjinya untuk pulang saat makan siang karena harus memimpin rapat dengan divisi keuangan dan pemasaran dikantornya.
Jam dua siang ketika selesai rapat,Bagas baru ingat jika ia ada janji untuk pulang makan siang di rumah mertuanya.
Bagas buru-buru menghubungi Felisha,namun nomer Felisha tidak aktif.Bagas tau jika Felisha sengaja mematikan ponselnya karena marah padanya.
Dengan terburu-buru Bagas keluar dari kantornya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah mertuanya.
Sesampainya di rumah mertuanya rumah tampak sepi.Menurut pengasuh Luna semua pergi ke mall untuk belanja kecuali Felisha
"Ibu dimana sekarang ?" tanya Bagas
"Tadi begitu selesai masak langsung masuk kamar pak " jawab mbak Mia pengasuh Luna
Bagas buru-buru mencari Felisha ke kamar. Disana Felisha sedang duduk diatas kasur sambil membaca majalah wanita.
"Sayang..maaf mas terlambat pulang.Tadi ada rapat di kantor " Bagas duduk di sebelah Felisha.
Bagas menarik napas kasar ketika Felisha mengacuhkannya.Ia siap mendapatkan kemarahan dari Felisha karena kesalahannya.
"Sayang " Bagas meraih dagu Felisha agar mau menatapnya.
"Kata Mbak Mia tadi kamu masak ya? mas ingin makan dong " Bagas berusaha mengalihkan perhatian Felisha dari majalah ditangannya.
"Makan saja sendiri..tuh di meja sudah aku siapin " jawab Felisha ketus
"Masa mas makan sendiri..temanin ya sayang " pinta Bagas
"Tidak mau " jawab Felisha
"Ya sudah kalau begitu mas juga tidak akan makan " Bagas melonggarkan dasinya kemudian berbaring disebelah Felisha.
Hampir setengah jam mereka saling diam. Karena tidak tega akhirnya Felisha menutup majalahnya.
"Mau makan?ayok aku temani " ajak Felisha
"iya " jawab Bagas sambil bangkit dari berbaringnya.
Mereka pun makan berdua dengan suasana yang hening.
Selesai makan Bagas tidak langsung kembali ke kantor tapi malah bermalas-malasan di kamar.
"Mas tidak balik lagi ke kantor ?" tanya Felisha
"Sepertinya tidak " jawab Bagas.
Bagas mengambil ponsel nya dan mengabari sekertaris nya jika ia tidak akan kembali lagi ke kantor siang ini.
"Sini sayang " Bagas memanggil Felisha yang sedang duduk di sofa sambil kembali melihat majalah dipangkuannya.
"Ada apa mas ?" Felisha menoleh kearah Bagas
"Sini ..mumpung ga ada Luna " Bagas menepuk pahanya menyuruh Felisha duduk disana.
Felisha menyimpan majalahnya kemudian menghampiri Bagas dan duduk dipangkuannya.
"Kalau ada Luna mana bisa kita begini " bisik Bagas dengan suara bergetar karena hasrat yang tiba-tiba muncul.
Melihat Felisha memakai daster sepaha saja langsung membangkitkan hasrat kelelakian Bagas.Ditambah dengan dada yang semakin padat membusung.
"Masih siang mas " ujar Felisha ketika bibir Bagas mulai mengendus leher jenjangnya.
"Emang kalau siang tidak boleh ?" jemari Bagas mulai nakal menyusup kedalam daster sepaha Felisha.
Dalam sekejap Bagas telah berhasil meloloskan daster minim itu dari tubuh istrinya berikut dengan pakaian dalamnya.
Sebelum ia melepaskan semua bajunya sendiri,Bagas buru-buru menghampiri pintu dan menguncinya.
"Takut ketahuan Luna..bisa ngamuk dia " ujar Bagas sambil terkekeh.Felisha pun ikut tertawa
"Kalau tau di rumah tidak ada siapa-siapa pasti mas sudah pulang dari tadi " Bagas yang sudah melepas semua bajunya langsung naik keatas tubuh Felisha.
Perlahan bibir mereka saling bertautan.Bagas berusaha menahan tubuhnya dengan kedua tangannya khawatir terlalu menghimpit perut Felisha.
Keduanya saling mengecap dan membelit lidah.Satu tangan Bagas mulai meraba mencari payudara Felisha untuk ia remas dengan penuh hasrat.
"Mass " Panggil Felisha dengan suara mendesah karena kini mulut Bagas mulai melahap *********** dengan rakus
"Hmm..apa sayang ?"
"Geli.." Felisha meremas rambut Bagas.
Mendengar ******* Felisha malah membuat Bagas semakin menggila.Dihisapnya kedua payudara Felisha kuat-kuat secara bergantian.
"Masss " Felisha semakin membusungkan dadanya seolah mempersembahkan kedua benda bulat itu untuk Bagas lahap habis.
Perlahan tapi pasti Bagas mulai memposisikan tubuhnya diantara kedua paha Felisha yang sudah terbuka lebar.
Bagas pun mulai melakukan penyatuan dengan lembut,sejak Felisha hamil ia memang berusaha untuk tidak seberingas biasanya.Ia selalu melakukan dengan selembut mungkin agar bayi dalam kandungan Felisha tetap aman.
__ADS_1
Setelah melakukan pendakian gunung dan lembah yang melenakan,keduanya pun akhirnya terkapar dengan bermandikan peluh setelah mendapatkan pelepasan bersama. Tak lama kemudian keduanya tertidur dengan tubuh polos yang saling berpelukan.