
Menginjak usia kehamilan ke 3 bulan perut Luna sudah mulai terlihat menonjol. Jika dibandingkan dengan perut Cindy dan Zhifana ketika hamil 3 bulan terlihat lebih besar perut Luna karena ada dua calon bayi dalam perut Aluna.
Sejak Luna hamil Bagas dan Felisha menjadi semakin protektif kepada Luna. Felisha sangat memperhatikan asupan gizi untuk putri tersayang nya.
Meski sedang mengandung Luna tetap semangat menyelesaikan kuliahnya.Dan Rencananya bulan depan ia akan diwisuda.
Jam 3 sore Luna baru pulang dari kampus, ia tidak menyangka jika urusannya baru selesai menjelang sore.
Sepulang dari kampus Luna buru-buru pulang untuk membuat makanan untuk Kenzo, meskipun terlambat karena Kenzo sudah bisa dipastikan melewatkan makan siangnya.
Setelah beberapa jam berkutat di dapur dengan dibantu pelayan akhirnya masakan untuk Kenzo pun siap. Tidak lama kemudian Kenzo pulang dari kantor.Begitu Kenzo datang Luna langsung memeluk Kenzo.
"Kakak maaf aku tidak sempat mengantarkan makan siang karena aku baru pulang dari kampus " Luna memeluk Kenzo dan hampir menangis karena merasa bersalah.
"Tidak usah menangis..kakak tidak apa-apa. Anggap saja sedang puasa " jawab Kenzo sambil tersenyum.
"Kakak tadi siang tidak makan ?" tanya Luna. Kenzo menggeleng.
"Ayo sekarang makan..aku sudah masak barusan " Luna menarik tangan Kenzo menuju meja makan.
Setelah Kenzo duduk Luna buru-buru mengisi piring dengan nasi dan lauknya untuk Kenzo. Karena sangat lapar Kenzo pun makan dengan lahap.
Melihat Kenzo makan dengan sangat lahap Luna tidak dapat menyembunyikan rasa bersalahnya. Ia diam-diam mengusap matanya yang basah oleh airmata.
"Sayang..kenapa menangis ?" Kenzo menghentikan makannya dan menatap Luna dengan lembut.
"A..aku merasa sangat bersalah karena telah membuat suami aku kelaparan seharian..hiks..hiks.." jawab Luna sambil terisak.
"Ya ampuun Sayang..jangan menangis kakak tidak apa-apa " Kenzo merengkuh tubuh Luna kedalam pelukannya.Tangis Luna pun pecah dalam pelukan Kenzo.
"Sudah berhenti nangisnya..nanti bayi dalam perut kamu ikutan sedih " Kenzo mengelus punggung Aluna.
"I..iya " jawab Luna berusaha menghentikan tangisnya.
"Kakak juga sebetulnya merasa bersalah karena kakak jadi sangat merepotkan kamu karena setiap hari kamu harus masak buat kakak padahal kamu juga sibuk kuliah. Disaat hamil begini seharusnya kakak yang manjain kamu..ini malah sebaliknya " ujar Kenzo lirih.
"Ini kan kerjaan si dedek..jadi aku juga tidak keberatan jika setiap hari harus masak buat kakak..mungkin mereka ingin Mommy nya pinter masak " jawab Luna sambil tersenyum.
"Iya " Kenzo pun ikut tersenyum kemudian meneruskan makannya. Luna menunggui dengan setia hingga Kenzo menghabiskan makanannya.
Sejak Luna mengandung, Kenzo rajin mencari informasi seputar kehamilan dan Kenzo paham jika wanita yang sedang mengandung biasanya mengalami beberapa perubahan yang diakibatkan oleh hormon selama kehamilan.
Selesai makan Kenzo dan Luna masuk ke kamar mereka. Kenzo duduk di sofa sambil memijit kaki Aluna yang berada diatas pangkuannya. Luna memang mengaku jika kakinya pegal-pegal setelah seharian beraktivitas di kampus.
"Kapan wisuda Sayang ?" tanya Kenzo
"Bulan depan " jawab Luna.
"Istri kakak memang pintar bisa lulus lebih cepat padahal kamu masih muda " puji Kenzo
__ADS_1
"Kata Mommy aku pintar seperti Daddy " jawab Luna bangga.
"Iya Daddy memang pintar makanya beliau jadi pengusaha sukses " Kenzo pun ikut memuji mertuanya.
"Nanti pas Wisuda aku masih bisa pakai kain dan kebaya tidak ya ?" tanya Luna sambil mengusap perutnya yang mulai terlihat menonjol.
"Masih bisa asal pakai kain dan kebaya nya jangan terlalu ketat " nasehat Kenzo sambil ikut mengelus perut Luna.
"Iya " jawab Luna.
Setelah selesai di pijat Kenzo menyuruh Luna untuk istirahat sementara Kenzo masih harus menyelesaikan pekerjaan kantornya.
Hampir dua jam Kenzo berada di ruang kerjanya. Setelah selesai Kenzo pun kembali ke kamarnya.
Begitu masuk ke kamar Kenzo kaget karena melihat Luna belum tidur dan sedang anteng dengan ponselnya.
"Sudah malam Sayang kenapa tidak tidur " Kenzo menegur Luna dan merampas ponselnya.
"Aku lapar kak " Luna memegang perutnya.
"Kalau kamu lapar kenapa tidak panggil kakak daritadi " omel Kenzo
"Kamu mau makan apa Sayang..biar kakak buatkan " tanya Kenzo
"Nasi goreng saja.. pakai sosis, telur nya 2 dan pakai rawit yang banyak " pinta Luna.
Kenzo yang sedang sibuk meracik bumbu kaget ketika tiba-tiba Luna datang dan memeluk pinggang nya dari belakang.
"Kenapa kesini ? lebih baik tunggu dikamar saja " ucap Kenzo sambil mengiris beberapa buah rawit.
"Aku ingin melihat suamiku yang ganteng ini sedang masak " jawab Luna manja.
Luna tidak melepaskan sedetikpun pelukannya sampai Kenzo selesai membuat nasi goreng pesanan nya.
"Sudah selesai.. sekarang kamu makan " Kenzo memberikan nasi goreng yang sudah jadi kepada Luna.
Luna pun makan nasi goreng buatan suaminya dengan lahap. Senyum Kenzo langsung mengembang ketika melihat piring nasi goreng itu sudah kosong karena isinya berpindah ke perut istrinya.
"Sayang aku ngantuk " Luna tampak menguap sambil memegang perutnya yang kekenyangan.
"Tunggu setengah jam lagi, jangan dulu tidur " Kenzo melarang Luna naik keatas ranjang namun Kenzo menuntun Luna untuk duduk di sofa.
Meskipun mengantuk namun Luna menurut duduk di sofa disamping Kenzo.
"Sayang..kakak ingat betul waktu pertama kali kakak bertemu kamu. Kamu itu lucu sekali kalau sedang main sepeda di depan rumah..kalau tidak salah waktu itu kamu masih TK.
Kakak tidak menyangka kalau anak kecil yang cantik dan lucu itu kini sudah jadi istri kakak..menemani tidur kakak setiap malam..dan sekarang sedang mengandung benih kakak " Kenzo menerawang mengingat runtutan peristiwa saat ia pertama kali bertemu dengan Aluna.
"Sayang..kamu masih ingat tidak waktu kakak nembak kamu ?" tanya Kenzo.
__ADS_1
Kenzo menoleh kearah Luna ketika istrinya itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nya.
"Ya ampuun Sayang..daritadi kakak bercerita kirain kamu mendengarkan, ternyata malah tidur " Kenzo tersenyum gemas melihat kepala Luna yang terkulai di bahunya.
Perlahan Kenzo mengangkat tubuh Luna dan dipindahkan keatas ranjang. Kemudian Kenzo pun berbaring disebelahnya.
Sebelum memejamkan matanya Kenzo mengelus perut Luna dengan lembut sampai akhirnya Kenzo pun tertidur dengan tangan masih berada diatas permukaan perut Luna.
Keesokannya seperti biasa pagi-pagi sekali Luna membuatkan sarapan untuk Kenzo.
Meskipun hanya sarapan nasi goreng namun Luna terlihat bahagia karena melihat Kenzo makan dengan sangat lahap, bahkan Kenzo tidak keberatan ketika Luna mengisi kembali piring Kenzo yang sudah kosong.
"Nanti siang kamu tidak usah capek-capek mengantarkan makanan ke kantor, biar nanti kakak saja yang pulang " ujar Kenzo setelah menghabiskan nasi gorengnya.
"Baiklah " jawab Luna
"Kakak mau dimasakin apa untuk makan siang ?" tanya Luna
"Apa saja sebisa kamu " jawab Kenzo sambil bersiap untuk pergi.
Luna mengantarkan Kenzo ke teras depan. Satu ciuman mendarat di bibir Luna sebelum Kenzo masuk ke mobilnya.
Disaat yang bersamaan mobil Bagas pun terlihat keluar dari halaman rumahnya dengan Felisha yang masih berdiri di teras sambil menggendong Alysha.
Melihat Mommy nya berdiri di teras Luna pun beranjak menghampiri Felisha. Alysha tampak senang melihat kedatangan kakaknya dan langsung minta di gendong.
"Kak Mommy bikin makanan buat kamu " Felisha menuntun Luna ke dapur. Di meja makan sudah terhidang aneka masakan untuk Luna
"Makan dulu kak..mumpung hangat " Felisha mengambil piring dan membuatkan susu hangat untuk Luna.
"Kenzo barusan sarapan apa ?" tanya Felisha
"Nasi goreng " jawab Luna
"Bukannya kemarin juga kamu bikin nasi goreng untuk sarapan Kenzo " Felisha mengingatkan
"Iya Mom " jawab Luna
"Apa Kenzo tidak bosan setiap hari sarapan nasi goreng ?" tanya Felisha
Luna melongo, ia tidak sempat berpikir sejauh itu.
"Nanti Mommy ajarin bikin sarapan selain nasi goreng dan roti " Felisha menepuk bahu Luna. Felisha sangat paham jika putrinya tidak terlalu pintar di dapur.
"Istri itu harus pintar..bukan hanya pintar di kasur tapi harus pintar juga di dapur biar suami tambah sayang " nasehat Felisha
"Iya Mom " jawab Luna dengan wajah yang sedikit merona.
Setelah selesai makan Luna tidak langsung pulang, Luna memilih belajar masak dengan Felisha. Luna ingin menjadi istri yang pintar..pintar menurut versi Felisha agar suami semakin sayang seperti Daddy nya yang selalu menyayangi Mommy nya.
__ADS_1