Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Sang Penjajah Hati


__ADS_3

Sepulang dari makan malam seluruh keluarga Nakula, Sadewa dan Kenzo pamit kepada istri-istri mereka untuk keluar lagi.


"Sudah lama kita tidak jalan bertiga " begitu alasan mereka ketika minta ijin kepada istri-istri mereka.


Akhirnya Zhifana, Luna dan Cindy pun mengijinkan mereka pergi.


"Awas jangan sampai lupa kalau sudah pada punya buntut di rumah " Cindy mengingatkan dengan sebuah sindiran.


"Iya Bun..tenang saja " jawab Sadewa santai.


Setelah mendapat ijin mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Sadewa.


Ketiga pria tampan itu mendatangi sebuah coffee shop dimana sudah menunggu dua orang teman sekolah mereka yang kebetulan bekerja di Bandung dan berprofesi sebagai dokter dan pengusaha.Malam itu mereka mengadakan reuni kecil-kecilan.


Yohan yang berprofesi sebagai dokter disebuah rumahsakit di Bandung sempat menanyakan kabar Luna. Sebagai teman sekolah Nakula dan Sadewa dan sempat beberapa kali main ke rumah si kembar tentu Yohan tau jika Nakula dan Sadewa mempunyai adik perempuan yang cantik.


"Apa kabarnya adik kalian yang cantik itu ?" tanya Yohan.


"Maksud Lo Luna ?" tanya Nakula.


"Iya Luna..memang Lo punya adik perempuan lagi selain Luna ?" Yohan balik bertanya.


"Ada Alysha namanya " jawab Sadewa.


"Yang gw maksud Luna..apakah dia sudah menikah?..jujur dulu gw sempat naksir sama Luna tapi gw tidak berani " ujar Yohan sambil tertawa.


Kenzo yang sedang menyesap kopinya langsung tersedak dan terbatuk-batuk.


"Lo kenapa Ken ?" Willy salahsatu teman mereka menepuk-nepuk punggung Kenzo.


"Tidak apa-apa..gw cuma kaget saja denger si Yohan bilang sempet naksir Luna " jawab Kenzo.


Nakula dan Sadewa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Kenzo.


Kedua teman mereka memang tidak tau jika Luna sudah menikah dengan Kenzo.


"Luna kuliah dimana.. sekarang sudah punya pacar belum ?" Yohan tampaknya masih penasaran kepada adik sahabatnya itu.


"Luna sudah lulus kuliahnya, dia dua kali masuk kelas akselerasi jadi sekolahnya lebih cepat selesai " jawab Sadewa.


"Adik kalian sudah cantik pintar lagi " puji Willy.


Kenzo hanya diam mendengar kedua sahabatnya itu terus memuji istrinya.


"Dari tadi gw nanya ga dijawab juga.. Luna sudah punya pacar belum ?" tanya Yohan.

__ADS_1


"Oh pertanyaan yang itu..kayaknya mendingan Lo saja yang jawab Ken " Nakula malah menyuruh Kenzo yang menjawab.


Yohan menatap kearah Kenzo dengan bingung. "Kenapa harus si Ken yang jawab ?" tanya Yohan.


"Luna sekarang sudah nikah..dan sudah punya anak..anaknya kembar laki-laki dan perempuan usianya baru 6 bulan....dan laki-laki yang berhasil mempersunting dia adalah gw " jawab Kenzo sambil menunjuk hidungnya sendiri.


Yohan dan Willy langsung melotot kearah Kenzo. Mereka tidak menyangka jika Luna telah menikah dengan Kenzo.


"Gila Lo..beruntung banget Lo dapetin Luna " Yohan meninju bahu Kenzo.


"Gimana cara Lo dapetin Luna..secara bodyguard nya dua..eh tiga sama Daddy nya ?" tanya Willy. Semua orang tau jika si kembar dan Daddy nya sangat protektif kepada Luna.


"Perjuangan gw panjang brow, ga bisa gw ceritain disini " jawab Kenzo bangga.


"Lo ga pake pelet kan ?" seloroh Yohan.


"Enak saja..gw ga kenal sama hal yang begituan " jawab Kenzo.


"Dia kan keturunan penjajah Yo..jadi bukan hal yang sulit buat menjajah hati Luna " kelakar Willy sambil terbahak-bahak.


"Sialan Lo..jangan pernah membawa leluhur gw " Kenzo meninju bahu Willy.


Mereka mengobrol sampai hampir jam 10 malam. Setelah puas mengobrol dan mengenang masa SMA mereka pun memutuskan untuk pulang.


Mobil Sadewa masuk ke halaman rumah ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam.


Berbeda dengan Luna dan Zhifana yang tidak mengenal dinas malam. Jam kerja kantor tidak pernah membuat mereka tidur sendirian kecuali ketika ditinggalkan keluar kota.


Luna dan Zhifana tampak penasaran apa saja yang suami mereka lakukan sampai jam 11 malam.


"Kita ketemuan sama Yohan dan Willy teman sewaktu SMA, kebetulan mereka kerja disini " jawab Kenzo.


"Ooh..kalau kak Yohan sama kak Willy aku tau..dulu kan mereka suka ke rumah " jawab Luna sambil menarik selimut sampai ke dadanya.


"Sayang..apakah dulu Yohan suka cari perhatian sama kamu ?" tanya Kenzo tiba-tiba.


"Cari perhatian bagaimana maksudnya ?" tanya Luna tidak paham akan maksud pertanyaan Kenzo.


"Misalnya..godain kamu..atau pernah nembak kamu " jawab Kenzo.


"Tidak..biasa saja. Kakak juga dulu kan gitu biasa saja sama aku " jawab Luna.


"Biasa saja bagaimana..kamu saja yang tidak peka " sungut Kenzo.


"Dulu kan aku masih kecil kak..jadi tidak mengerti yang begitu-begitu " jawab Luna.

__ADS_1


"Memangnya ada apa sih pake nanya kak Yohan apa pernah nembak aku atau tidak ?" tanya Luna penasaran.


"Tadi waktu kita nongkrong di coffee shop dia nanyain kamu terus sama kakak-kakak kamu..katanya dia dulu pernah naksir kamu " jawab Kenzo dengan wajah masam.


"Terus ?" tanya Luna.


"Yohan dan Willy kaget waktu kakak bilang kalau kita sudah menikah " jawab Kenzo.


"Ooh..ya bagus kalau sekarang mereka sudah tau " ujar Luna sambil menarik tangan Kenzo agar memeluknya.


"Sayaaang..peluuuk !" pinta Luna.


"Iya..iya..Sayang " jawab Kenzo sambil mendekap tubuh Luna erat.


"Untung kakak terus mepetin kamu meskipun kakak kuliah di Jepang. Kalau tidak kakak bisa bunuh diri kalau sampai kamu digebet si Yohan " ujar Kenzo semakin mengeratkan pelukannya.


"Ngomong apaan sih Yang ?" tanya Luna diantara kantuknya.


"Tidak apa-apa " jawab Kenzo.


Luna yang nyaris memejamkan matanya kembali terbangun ketika Kenzo terus bergerak-gerak gelisah.


"Kenapa tidak tidur Sayang ?" tanya Luna.


"Dingin begini malah tidak bisa tidur " keluh Kenzo.


"Masa sih..kalau dingin begini malah aku cepet ngantuk " jawab Luna.


"Maksud kakak yang dibawah sini yang susah tidur " Kenzo membawa tangan Luna agar menyentuh bagian bawah tubuhnya yang masih terjaga.


"Ya ampuun kasian..sini aku elus biar cepat tidur " Luna malah mengelus benda keramat Kenzo.


"Sayaaang..tuh kan malah semakin bangun..pokoknya kamu harus tanggung jawab buat dia tertidur lagi "ucap Kenzo.


"Kamunya saja yang mesum pake nyuruh aku tanggung jawab segala " sungut Luna.


"Sayaaang " Kenzo menatap Luna dengan tatapan memelas.


"Dasar sipit tidak bisa lihat istri nganggur barang sebentar " sungut Luna sambil naik keatas tubuh Kenzo dan duduk diperutnya.


"Kamu sih nakal bukannya tidur malah bangun " Luna meremas benda keramat milik Kenzo dengan gemas.


"Aargh.. Sayaaang " erang Kenzo.


Sementara di kamar sebelah Nakula baru saja selesai di interogasi oleh Zhifana.

__ADS_1


Karena tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan Zhifana pun mengijinkan Nakula masuk kedalam selimutnya dan mencari sumber kehangatan disana.


__ADS_2