Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Dua Garis Merah


__ADS_3

Setelah berjam-jam berada di rumah orangtua Aluna, mereka pun pulang. Meskipun di rumah orangtuanya Luna terlihat biasa saja namun begitu sampai di rumah Kenzo wajah Luna berubah menjadi masam.


"Sayang..kakak minta maaf ya " Kenzo memeluk Luna yang tidur dengan posisi membelakangi nya.


"Sayang..jangan marah dong..kakak benar-benar menyesal.. maafin kakak ya " Kenzo menyusupkan wajahnya di punggung Luna.


"Sudahlah aku ngantuk " Luna menjauhkan diri dari dekapan Kenzo dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke dada.


Kenzo kembali mendekap tubuh Luna dari belakang tidak peduli meskipun Luna berusaha menepiskan nya.


Keesokannya Luna menyiapkan pakaian Kenzo seperti biasa meskipun dengan wajah yang masih cemberut.


Kenzo yang menyadari kesalahan ada padanya hanya bisa pasrah dan tidak berani protes.


Luna masih mau menyiapkan pakaian dan menemaninya sarapan saja Kenzo sudah sangat bersyukur.


Luna terlihat acuh ketika Kenzo sarapan dengan tidak berselera. Padahal beberapa beberapa hari ini selera makan Kenzo sedang bagus-bagusnya.


Kenzo tidak meneruskan makannya meskipun piringnya masih terlihat penuh. Ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Selama di kantor pikiran Kenzo tidak tenang. Kenzo selalu teringat wajah Luna yang masih menyimpan kemarahan padanya.


Rasa bersalah kepada Luna membuat ia semakin kehilangan selera makannya. Akhirnya Kenzo pun memilih mengurung diri di ruangannya dan melewatkan makan siangnya.


Sepulang dari kantor Kenzo mulai merasakan perutnya sangat lapar, namun ia tidak berselera dengan makanan yang dimasak oleh pelayan nya.


Kenzo hanya ingin makan masakan istrinya, namun Kenzo tidak berani menyuruh Luna karena istrinya itu masih marah kepadanya dan Kenzo masih ingat pada saat marah Luna mengatakan jika ia tidak akan mau lagi jika disuruh masak oleh Kenzo.


"Kakak kenapa makannya tidak habis..apa tidak suka menunya ? " tanya Luna ketika Kenzo selalu tidak menghabiskan makanannya.


Meskipun kekesalan nya kepada Kenzo belum sepenuhnya hilang namun Luna merasa khawatir ketika melihat Kenzo kehilangan selera makannya.


"Sudah kenyang " jawab Kenzo.


"Mana mungkin kenyang kalau makan hanya dua sendok..kalau kakak mau menu yang lain bilang saja biar nanti aku suruh pelayan buatkan " ucap Luna


"Tidak usah " jawab Kenzo lirih.


"Kalau tidak mau makan nanti kakak bisa sakit " ujar Luna.


Beberapa hari kemudian ucapan Aluna pun terbukti. Kenzo akhirnya dibawa ke dokter karena mengeluh lambungnya sakit.


Dokter mengatakan jika lambung Kenzo sedikit bermasalah karena pola makan yang tidak teratur, Kenzo pun mengakui jika dirinya akhir-akhir ini sedang tidak berselera makan.

__ADS_1


"Ibu harus rajin masak makanan kesukaan suami biar selera makannya meningkat " seloroh dokter sambil tersenyum. Luna hanya melengos.


Sepulang dari tempat praktek dokter mereka langsung pulang ke rumah. Luna menyuruh pelayan membuatkan makanan kesukaan Kenzo seperti saran dari dokter, namun semua tidak ada yang Kenzo sentuh sedikitpun. Kenzo lebih memilih langsung tidur dikamarnya.


Beberapa hari kemudian Mamih Kenzo yang dikabari oleh Felisha jika putranya sedang sakit datang dari Jepang seorang diri.


Mamih Kenzo dan Felisha menanyai Kenzo kenapa sampai kehilangan selera makannya.


Diluar dugaan Kenzo menjawab jika ia baru berselera makan jika Luna yang masak.


Luna langsung terlihat gugup ketika tatapan tajam Felisha langsung tertuju padanya.


"A..aku tidak tau Mom...karena kakak Ken tidak pernah bilang sama aku " Luna berusaha membela diri.


Felisha terlihat kecewa kepada putrinya karena dianggap tidak becus mengurus suami.


Setelah Felisha pulang, Luna pun beranjak ke dapur untuk membuat makanan untuk Kenzo.


Ini adalah untuk yang pertama kalinya Luna kembali memasak untuk Kenzo Setelah pertengkaran mereka beberapa hari yang lalu.


Setelah beberapa waktu berada di dapur tidak lama kemudian Aluna masuk ke kamar dengan membawa nampan yang berisi nasi dan satu mangkuk sup ayam.


"Kakak makan dulu " Luna membangunkan Kenzo yang tertidur dibawah selimut tebalnya.


Diluar dugaan Kenzo makan dengan sangat lahap dan tidak butuh waktu lama sup buatan Luna pun tandas tidak tersisa.


Mamih Kenzo tampak tersenyum melihat putranya makan dengan sangat lahap disuapi oleh Luna.


Setelah Kenzo menghabiskan makannya, Luna membawa kembali nampan yang sudah tidak berisi makanan itu kembali ke dapur untuk di cuci oleh pelayan.


Ketika akan kembali ke kamar, Luna dikejutkan oleh Mamih Kenzo yang tiba-tiba menarik tangannya dan menuntunnya agar duduk di sofa ruang keluarga.


"Kakak..apakah kakak sudah kedatangan tamu bulanan ?" tanya Mamih Kenzo.


"Belum Mih " jawab Luna


"Sejak kapan ?" tanya Mamih Kenzo menyelidik.


"Kakak lupa Mih karena memang siklus datang bulan kakak tidak teratur..tapi kalau tidak salah terakhir kakak datang bulan itu seminggu sebelum menikah " jawab Luna sambil berusaha mengingat-ingat.


"Oalah sudah mau tiga bulan..apakah kakak merasakan ada sesuatu yang beda dalam tubuh kakak ?" Mamih Kenzo terus bertanya seperti seorang dokter yang menanyai pasiennya.


"Tidak Mih..biasa saja " jawab Luna.

__ADS_1


"Melihat Kenzo yang hanya mau makan masakan kakak mengingatkan Mamih waktu hamil Kenzo dulu " Mamih Kenzo tampak menerawang kejadian puluhan tahun lalu.


"Dulu waktu Mamih hamil Kenzo, Papih juga tidak mau makan.. Papih hanya mau makan masakan Mamih "


"Mamih curiga.. jangan-jangan kakak sedang hamil " Mamih Kenzo menatap dalam kearah perut Luna.


"Ha..hamil ???" Luna melongo sambil memegang perutnya.


"Mamih akan suruh pelayan membeli tespek " Mamih Kenzo beranjak ke dapur untuk menyuruh pelayan pergi ke apotik untuk membeli tespek.


Tidak sampai setengah jam pelayan pun sudah datang dengan membawa beberapa tespek dengan berbagai merk.


"Cepetan di coba kak..Mamih jadi penasaran " Mamih Kenzo memberikan tespek itu kepada Luna.


Luna masuk ke kamar mandi di kamarnya. Ia mengikuti semua petunjuk yang tertera dalam kemasannya.


Setelah dicoba Luna langsung melongo ketika mendapati dua garis merah disana.


Karena tidak yakin dengan hasil yang pertama Luna pun mengambil tespek yang lain dan hasilnya tetap sama. Akhirnya Luna mencoba semua tespek dan semua hasilnya sama..ada dua garis merah dalam semua benda pipih kecil itu.


"Kakak..sudah belum ?" Mamih Kenzo mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabar.


"Sebentar Mih " Luna buru-buru membungkus semua tespek itu dengan tisu.


"Bagaimana hasilnya kak ?" tanya Mamih Kenzo begitu Luna keluar dari kamar mandi.


"Semuanya hasilnya sama Mih..garis dua " jawab Luna sambil memperlihatkan tespek yang terbungkus tisu ditangannya.


"Ya Tuhaan..kamu hamil Sayang " Mamih Kenzo langsung menghambur memeluk Luna.


Luna mematung masih tidak percaya jika di dalam perutnya kini sudah ada kehidupan..buah cintanya dengan pria tampan bermata sipit yang kini sedang terbaring lemah karena kehilangan selera makannya.


"Mamih harus kasih tau Papih sekarang juga " Mamih Kenzo beranjak ke kamarnya untuk memberitahu kabar gembira itu kepada suaminya.


Setelah memberitahu suaminya Mamih Kenzo pun memberitahu Felisha melalui pesan singkat namun centang satu karena Felisha memang sedang sibuk mengeloni suami mesumnya sehingga tidak sempat membuka pesan yang masuk di ponselnya.


Perlahan Luna duduk disisi ranjang. Ditatapnya wajah pucat Kenzo dengan iba.


Kini Luna baru tau jika ulah bayinya lah yang telah membuat suami tampannya itu kehilangan selera makannya dan hanya mau makan makanan yang dimasak olehnya.


"Dasar nakal..kamu ngerjain ayah " Luna tersenyum sambil mengusap perutnya.


Kenzo yang tertidur nyenyak tidak menyadari jika Luna diam-diam tidur sambil menyusupkan kepalanya didada Kenzo.

__ADS_1


Ketika menjelang dini hari Kenzo yang terjaga dari tidurnya kaget mendapati Aluna sedang tidur sambil memeluk tubuhnya. Ini seperti mimpi saja baginya. Bagaimana bisa istrinya yang sudah beberapa hari ini selalu menjauhinya kini tiba-tiba ada dalam pelukannya.


__ADS_2