Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Baby Boy lagi


__ADS_3

Menginjak usia kehamilan Ajeng yang ke sembilan bulan, Ezra mulai lebih sering berada di rumah.


Ezra lebih banyak mewakilkan pekerjaan nya kepada Dio. Untungnya Dio sudah sangat paham mengenai urusan perusahaan jadi semua urusan kantor beres ditangan Dio.


"Sayang..sudah siang mandi gih " Ezra mencolek-colek pinggang Ajeng yang masih berbaring sambil memainkan ponselnya kendati matahari sudah mulai tinggi.


"Sebentar lagi ya " jawab Ajeng.


Ezra hanya mendengus..sudah tiga kali Ezra menyuruh Ajeng mandi namun jawabannya selalu sama... sebentar lagi.


Sejak hamil Ajeng memang mempunyai kebiasaan baru yaitu malas mandi.Ezra pun tidak berani memarahi Ajeng karena ia yakin jika ini adalah bawaan bayi.


"Sayaaang..kalau kamu tidak mau mandi juga nanti aku pergi ke kantor saja " ancam Ezra.


Ajeng menyimpan ponselnya dengan malas. Ia pun terpaksa bangun dari ranjangnya.


"Aku itu jalan saja sudah berat banget " keluh Ajeng sambil memegang pinggangnya.


"Aku mandiin ya " Ezra menawarkan diri.


"Tidak ah..yang ada bukan mandi tapi minta jatah " Ajeng menolak.


"Kan dokter juga bilang biar membuka jalan lahir " ujar Ezra.


"Alasan..pasti kamu kerjasama dengan dokternya..iya kan? " tuduh Ajeng.


"Mana ada..kalau tidak percaya kamu tanya Feli sama Kinan saja " saran Ezra.


"Malu nanya nya juga " jawab Ajeng. sambil berlalu ke kamar mandi.


Setelah sampai di kamar mandi tidak lama kemudian terdengar suara Ajeng yang memanggil-manggil Ezra.


"Ada apa Sayang ?" Ezra buru-buru masuk ke kamar mandi dengan wajah khawatir.


"Mandiin..aku males " jawab Ajeng sambil duduk didalam bathtub.


"Kamu itu bikin panik saja " Ezra pun membuka seluruh bajunya dan bergabung bersama Ajeng didalam bathtub.


"Kenapa pake buka baju segala ?" tanya Ajeng


"Supaya bajunya tidak basah..siapa tau dedek tiba-tiba ingin ditengok " jawab Ezra sambil mulai menggosok seluruh tubuh Ajeng dengan sabun.


Ajeng langsung protes ketika tangan Ezra selalu berputar-putar di bagian dadanya yang ukurannya semakin membesar.

__ADS_1


"gosoknya jangan disitu terus dong !"


Ezra terkekeh tanpa berniat menjauhkan tangannya dari dada Ajeng.


"Dokter bilang harus sering dipijat..biar nanti ASI nya lancar "


"Kamu itu selalu dokter yang jadi alasan " Ajeng hendak mencubit perut Ezra namun dengan cepat Ezra menangkap tangan Ajeng kemudian diletakkannya di bagian bawah tubuhnya yang sudah menegang.Ajeng tidak menolak, ia pun tampak menikmati mainan barunya.


Akhirnya acara memandikan bumil yang sedang malas mandi pun berubah menjadi acara pembesukan. Namun begitu selesai Ezra langsung dibuat panik ketika Ajeng mengaku jika perutnya sakit.


Setelah memakaikan baju Ajeng, Ezra pun langsung membawa Ajeng ke rumahsakit. Kemudian Ezra pun menghubungi Bayu dan Dio memberitahu jika mereka ada di rumahsakit karena Ajeng akan melahirkan.


Dio yang masih berada di kantor langsung pulang untuk menjemput Kinanti.Mereka meninggalkan baby Alyn bersama Bunda.


Ezra tampak sedikit tenang setelah Dio dan Kinanti datang. Sedangkan Bayu dan istrinya langsung berangkat hari itu juga dari Semarang.


"Ka.. perlengkapan bayinya sudah bawa belum ?" tanya Kinanti.


"Kakak lupa..tadi panik langsung kesini jadi tidak sempat bawa apa-apa " jawab Ezra.


Kinanti yang paham jika kakaknya sedang panik akhirnya menghubungi pelayan di rumah Ezra untuk mengantarkan tas berisi perlengkapan bayi yang sudah disiapkan sebelumnya ke rumah sakit.


Menjelang tengah hari Ezra tampak terharu ketika menyaksikan bayi merah itu terlahir dari rahim istrinya.Ezra sama sekali tidak mengeluh meski tangannya dipenuhi oleh luka cakaran kuku-kuku Ajeng.


"Aunty Ajeng bagaimana sih..Luna kan mau ya adik perempuan seperti dedek Alyn " oceh Luna dengan wajah cemberut.


"Ya kalau dikasih sama Tuhannya dedek laki-laki gimana dong Sayang " Felisha mengusap rambut Luna yang mulai menyentuh pinggang.


Mamih Kenzo yang kebetulan ada disana hanya tersenyum melihat Luna yang sedang ngambek .


"Daripada marah-marah nanti cantiknya hilang mendingan kita jalan-jalan yuk sama Mamih dan Papih kakak Ken " ajak Mamih Kenzo.


"Kemana ?" tanya Luna dengan mata merah menahan tangis.


"Kemana saja Luna mau " jawab Mamih Kenzo


"Iya Luna mau ikut jalan-jalan sama Mamih kakak Ken " jawab Luna.


Felisha yang kebetulan akan pergi menengok Ajeng akhirnya mengijinkan tetangganya itu membawa Luna jalan-jalan. Jadi mbak Mia bisa fokus menjaga Abimanyu di rumah.


Sore itu Felisha pergi ke rumah sakit dengan menggunakan taksi online.Ia meminta Bagas menjemputnya ke rumah sakit sepulang dari kantor.


"Anak-anak tidak diajak ?" Ajeng dan Ezra langsung menanyakan ansk-anak begitu melihat Felisha datang.

__ADS_1


"Si kembar masih sekolah, Abi dipegang si mbak, kalau Luna lagi ngambek karena mendengar bayi nya laki-laki " jawab Felisha sambil tertawa.


"Awas saja nanti dia minta nama belakang yang sama seperti waktu Alyn lahir " ujar Kinanti sambil tertawa.


Felisha berada di rumah sakit sampai sore, ia baru pulang ketika Bagas menjemputnya sepulang dari kantor.


Setiap berada di rumah sakit bersalin, entah mengapa Bagas masih selalu dihantui rasa bersalah karena dulu ia telah dengan tega membiarkan Felisha melahirkan Luna seorang diri.


Tanpa sadar Bagas menggenggam tangan Felisha erat ketika mereka menyusuri koridor rumah sakit hendak pulang.


"Kenapa Mas ?" tanya Felisha heran.


"Tidak apa-apa Sayang " jawab Bagas menyembunyikan kesedihannya.


"Kamu jangan bohong sama aku "


"Beneran ...Sayang " jawab Bagas sambil tersenyum.


Ketika mobil Bagas sampai di depan rumahnya, secara kebetulan mobil orangtua Kenzo pun masuk ke halaman rumah mereka.


Bagas dan Felish yang hendak masuk mengurungkan niatnya ketika dilihatnya Mamih Kenzo turun sambil menggendong Luna yang tengah tertidur.


"Aduh maaf jadi merepotkan " Felisha buru-buru mengambil Luna dari gendongan Mamih Kenzo.


"Habis makan langsung teler " ujar Mamih Kenzo sambil tertawa.


Kenzo dan Papihnya menurunkan barang-barang belanjaan dari dalam mobil, kemudian mereka memberikan barang belanjaan milik Luna kepada Bagas.


"Ini punya Luna om " ucap Kenzo


"Terimakasih " jawab Bagas.


Felisha dan Bagas pun pamit untuk menidurkan Luna di kamarnya.Melihat Daddy dan Mommy nya datang Abimanyu langsung merengek ingin digendong oleh Bagas.


"Jagoan Daddy pinter sudah bisa ditinggal " Bagas menciumi pipi Abimanyu yang semakin bulat.


Bagas dengan menggendong Abimanyu menghampiri kedua putranya yang sedang menonton tv.


Felisha yang baru kembali dari kamar Luna langsung mengambil alih Abimanyu dari tangan Bagas.


"Abi sama mommy dulu ya.. Daddy nya suruh mandi dulu "


Bagas bukannya mandi ia malah melonggarkan dasinya dan memilih mengobrol bersama Nakula dan Sadewa.

__ADS_1


__ADS_2