Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Sesajen Mbah Dewa


__ADS_3

Cindy menyiapkan pakaian dinas Sadewa untuk operasi gabungan dengan wajah yang cemberut.


"Jangan marah dong Sayang..kakak janji kalau sudah tidak sibuk kita pulang ke Jakarta " Sadewa memeluk pinggang Cindy yang sedang merapikan krah baju Sadewa.


"Terserah kamu " jawab Cindy ketus.


"Bukan seperti itu menjawabnya " protes Sadewa.


"Bodo amat..suka-suka aku " jawab Cindy.


"Mmptthh..lepas..lepas..mpth " Cindy memukul-mukul dada Sadewa ketika pria tampan berambut cepak itu tiba-tiba menyosor bibirnya.


Bukannya melepaskan Sadewa malah melahap bibir Cindy dengan rakus..namun lama-lama Cindy pun tidak lagi memberontak dan mulai membalasnya.


Sadewa memang punya cara ampuh untuk meredakan kemarahan Cindy.


Setelah puas melu mat bibir Cindy keduanya pun saling melepaskan diri.


"Masih marah dan maksa ingin pulang ke Jakarta ?" tanya Sadewa sambil mengusap bibir Cindy yang basah dan sedikit bengkak.


"Tidak..tunggu kakak tidak sibuk saja " jawab Cindy, rupanya si macan betina sudah kembali jinak.


"Pinter..baru ini Bhayangkari nya pak Sadewa " Sadewa mengusap kepala Cindy dengan penuh kasih sayang.


"Nanti malam cepat pulang ya " pinta Cindy manja.


"Pasti " jawab Sadewa sambil melepaskan pelukannya di tubuh Cindy.


"Aa..Ayah kerja dulu ya..bobo yang nyenyak " Sadewa mencium pipi bulat Satria yang tengah tertidur lelap diatas kasur.


"Hati-hati Sayang " Cindy mengantarkan Sadewa sampai naik kedalam mobil dinasnya.


"Hati-hati di rumah " Sadewa melambaikan tangannya ketika mobil dinasnya mulai melaju meninggalkan halaman rumah.


Malam itu Sadewa melakukan operasi gabungan di beberapa titik rawan begal yang mulai sering terjadi di kota Bandung. Menjelang dini hari Sadewa baru selesai dan langsung pulang ke rumah.


Begitu sampai di rumah ia mendapati Cindy tengah tertidur sambil memeluk guling.


Karena belum mengantuk Sadewa memasukkan bajunya, baju Cindy juga baju Satria ke dalam tas. Besok pagi ia akan membawa Cindy dan Satria ke Jakarta.


Setelah menyiapkan keperluan kepergian mereka Sadewa kemudian mengganti baju dinasnya dengan piyama.


Ketika rasa ngantuk mulai datang Sadewa pun naik keatas ranjang kemudian menarik guling dalam pelukan Cindy dan menggantikannya dengan tubuhnya. Tidak lama kemudian Sadewa pun tertidur.


Keesokannya setelah subuh Cindy yang hendak kembali melanjutkan tidurnya diganggu oleh Sadewa.


"Diam dong Yah..aku masih ngantuk " Cindy mendorong kepala Sadewa yang mendusel-dusel kearah dadanya.

__ADS_1


Bukannya menjauh Sadewa malah memasukkan kepalanya kebalik baju Cindy dan melahap benda pavoritnya dari balik baju.


"Sayaaang keluar geli tau " Cindy meronta-ronta agar kepala Sadewa keluar dari balik bajunya namun tidak berhasil. Akhirnya Cindy pun pasrah dan membiarkan Sadewa melakukan apa yang diinginkannya.


"Sayang..itu tas apa ?" tanya Cindy ketika melihat tas yang biasa ia pakai jika ke Jakarta teronggok di sudut kamar.


Kepala Sadewa keluar dari balik baju Cindy dan menoleh kearah sudut kamar.


"Baju " jawab Sadewa masih dari atas tubuh Cindy.


"Kamu mau keluar kota ?" tanya Cindy.


"Hari ini kita ke Jakarta " jawab Sadewa.


"Ke Jakarta sekarang ?..ya sudah aku mau siap-siap " Cindy mendorong tubuh Sadewa agar turun dari atas tubuhnya.


"Enak saja..kamu harus kasih sesajen dulu " Sadewa mengambil tangan Cindy kemudian menguncinya keatas kepalanya.


"Sok saja..tapi satu ronde saja " Cindy memasrahkan tubuhnya untuk jadi sesajen Sadewa pagi ini.


"Tidak janji satu ronde " jawab Sadewa sambil meloloskan semua kain dari atas tubuh istrinya.


"Kalau nambah nanti kamu lelah..kan kita mau perjalanan ke Jakarta " tawar Cindy.


"Kamu kali yang lelah..kakak sih lima ronde juga kuat " jawab Sadewa sambil mulai menikmati sesajennya.


Setelah selesai merekapun mengakhiri dengan mandi bersama kemudian bersiap untuk pergi ke Jakarta.


Karena kelelahan sepanjang perjalanan ke Jakarta Cindy tampak terkantuk-kantuk, berbeda dengan Sadewa yang tampak segar.


"Sayang kamu tidak lelah ?" tanya Cindy.


"Tidak..kakak kan sudah dapat sesajen lengkap tadi pagi " jawab Sadewa sambil terkekeh.


"Kalau kamu ngantuk tidur saja " Sadewa melirik kearah Cindy yang memangku Satria yang tertidur.


"Aku mau temani kamu saja.. takutnya tidak ada teman ngobrol malah jadi ngantuk " Cindy berusaha melawan rasa kantuknya.


Meski mengatakan akan menemani Sadewa namun pada kenyataannya Cindy langsung tertidur tidak lama kemudian.


"Dasar tukang tidur " Sadewa terkekeh melirik kearah istri dan putranya yang tertidur lelap disampingnya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka pun sampai di rumah Bagas.


Begitu mereka turun Bagas langsung mengambil Satria dari gendongan Cindy. Bocah tampan yang akan menginjak usia satu tahun itu langsung memeluk leher Bagas dengan manja.


Tidak lama kemudian Satria berpindah ke gendongan Nakula yang kebetulan sedang menginap.

__ADS_1


"Ganteng masih ngantuk ya ?" Nakula mencium pipi Satria dengan gemas.


"Iya " jawab Satria.


Tidak lama kemudian Cindy langsung heboh ketika Luna dan Kenzo datang sambil membawa si kembar dalam gendongan mereka.


"Aiih..anak Jepang datang " Cindy dan Sadewa langsung mengambil Kenan dan Keana dari gendongan Kenzo dan Luna.


"Pipinya makin bulat kayak bapau " Cindy tampak gemas melihat kedua bayi bermata sipit itu.


Melihat Kenzo datang Satria merentangkan tangannya ingin digendong oleh om sipitnya.


"Kangen Om ya " Kenzo mengambil Satria dari gendongan Nakula. Bocah tampan itu sudah seperti piala bergilir saja.


"Cin..Satria sudah makan belum ?" tanya Zhifana sambil membawa mangkuk berisi nasi dan sup ayam.


"Makannya pas mau pergi saja kak, di jalan tidak sempat makan karena pada tidur " jawab Cindy.


"Kalau begitu mau kakak suapin sama Arka dan Alysha sekalian " ujar Zhifana.


"Iya kak " jawab Cindy.


Kenzo menurunkan Satria diatas kasur lantai berkumpul bersama Arka dan Alysha yang akan disuapi oleh Zhifana.


"Dek..si kembar sudah dikasih makan belum..atau masih ASI ?" tanya Cindy.


"Sudah dikasih makanan pendamping ASI..kan usianya sudah 6 bulan " jawab Luna.


Tidak lama kemudian pengasuh si kembar datang sambil membawa makanan karena sudah waktunya bayi montok itu makan.


Cindy memperhatikan si kembar yang sedang makan dengan lahap disuapi oleh kedua pengasuhnya.


"Enak banget Lo sekali hamil buntutnya langsung dua, sepasang lagi..kalo gw musti hamil lagi kalau mau tambah momongan " ujar Cindy.


"Ya normal nya memang begitu dodol " ujar Luna.


"Kalau kamu ingin tambah momongan secepatnya kakak siap " bisik Sadewa.


"Hadeuuh..kalau hamil lagi apa kabarnya dengan kuliah aku..ga akan kelar-kelar " keluh Cindy.


"Sepertinya nanti saja ya Sayang kalau kuliah aku sudah selesai " ujar Cindy sambil menatap kearah Sadewa.


"Iya Sayang " jawab Sadewa.


"Mendingan kakak Zhi duluan deh yang kasih Arka adik " ucap Cindy sambil melirik kearah Zhifana yang sedang menyuapi Alysha, Arka dan Satria.


" Doakan saja " jawab Nakula.

__ADS_1


__ADS_2