
Karena masih menunggu hasil wawancara, Ajeng masih tinggal di rumah Bagas.Setiap hari ia menemani anak-anak sebelum Bagas dan Felisha pulang dari kantor.
Sore ini Ajeng diminta untuk menemui kakaknya yang sedang menginap disebuah hotel.Kebetulan kakak tertua Ajeng sedang ada pertemuan bisnis di Jakarta.
Bayu kakak tertua Ajeng memang memilih tidur di hotel karena ia tidak mau merepotkan Bagas.Cukup adik bungsunya saja yang menumpang sementara di rumah Bagas.
"Mbak aku minta ijin keluar sebentar " Ajeng meminta ijin kepada Felisha yang baru pulang dari kantor.Felisha pun mengijinkan.
Disaat yang bersamaan Bayu pun meminta Bagas untuk menemuinya di hotel tempat ia menginap.Sudah cukup lama ia tidak bertemu dengan adik iparnya itu
Bagas yang datang langsung dari kantor bertemu Ajeng di lobby hotel.Mereka pun berjalan beriringan menuju kamar tempat Bayu menginap.
"Apa kabar mas ?" sapa Bagas
"Baik ..lama tidak ketemu kamu lebih berisi sekarang " Bayu mengomentari penampilan Bagas
"Ya jelas makin berisi mas sekarang kan sudah ada yang ngurus " seloroh Ajeng
"Bagus kalau begitu..mas senang mendengarnya " Bayu menepuk lengan Bagas
"Sebetulnya mas ingin ketemu si kembar,tapi sepertinya tidak sempat.Padahal mas kangen banget sama mereka " Bayu tampak menyesal tidak mempunyai banyak waktu untuk bertemu dengan dua ponakannya itu
"Besok pagi mas pulang..mas titip Ajeng ya " pinta Bayu. Bagas mengangguk
Bayu memberikan sejumlah uang kepada Adiknya untuk bekal selama merantau di Jakarta.
"Jangan menyusahkan Bagas dan istrinya !" pesan Bayu
"Iya mas " jawab Ajeng
"Nanti kalau ke Jakarta lagi mas usahakan mampir ke rumah kamu.Sekalian ingin ketemu si kembar " ujar Bayu.
Karena hari sudah malam, akhirnya Bagas dan Ajeng pun pamit pulang.Mereka keluar dari hotel tempat Bayu menginap.Bagas dan Ajeng berjalan beriringan menuju parkiran.
Ketika mereka akan masuk kedalam mobil, tiba-tiba ada dua orang yang menarik baju Bagas dan menghajarnya.
Bagas yang dalam posisi tidak siap akhirnya jadi bulan-bulanan dua orang yang tampak sedang murka kepadanya.
"Dari awal gue ga setuju kalau Felisha rujuk lagi sama Lo " Dio melayangkan bogem mentah ya ke wajah Bagas.
"Gue nyesel telah mengorbankan Felisha demi proyek di Bali " Ezra pun tak mau ketinggalan.Ia melayangkan bogem mentahnya ke perut Bagas
"Kalian salah paham " ucap Bagas sambil meringis "Saya bisa jelaskan "
"Kita sudah mengikuti dari tadi, Lo bilang salah paham ?" Dio semakin terbakar amarah
Dio dan Ezra yang baru saja selesai bertemu dengan rekan bisnis dari Semarang tidak sengaja memergoki Bagas masuk ke hotel bersama seorang wanita.
Dio dan Ezra menunggu diparkiran sampai Bagas keluar dari hotel.
__ADS_1
Ajeng berusaha menghentikan kedua pria itu menghajar kakak iparnya namun tidak berhasil.
Setelah puas melampiaskan amarahnya Dio dan Ezra pun pergi meninggalkan Bagas dalam keadaan babak belur.
Ajeng berusaha memapah Bagas kedalam mobil.
"Masih bisa nyetir mas ? kalau tidak biar aku yang nyetir " ujar Ajeng
"Bisa " jawab Bagas sambil meringis.
"Yang tadi itu mas kenal ?" tanya Ajeng
"Dia kakak nya Felisha.Dia salah paham kepada kita " jawab Bagas
Ajeng merasa bersalah,apalagi melihat wajah Bagas yang babak belur dihajar oleh kakak iparnya sendiri.
"Maaf mas saya jadi membuat mas Bagas susah " ujar Ajeng lirih
"Biar nanti saya jelaskan pada Felisha " jawab Bagas
Sesampainya di rumah, Felisha kaget melihat keadaan suaminya yang babak belur.
"Kenapa bisa begini mas..apa yang terjadi ?" tanya Felisha
"Hanya salah faham " jawab Bagas
"Pelan-pelan sayang " Bagas meringis ketika Felisha mengobati luka disudut bibir suaminya.
"Dio sama Ezra..mereka salah paham " jawab Bagas
"Kenapa sampai kak Dio dan kak Ezra bisa sampai salah paham ?" Felisha semakin penasaran
"Mereka pikir saya selingkuh dengan Ajeng " jawab Bagas lirih
"Bagaimana bisa ?" tanya Felisha
"Ooh..jadi kalian habis jalan bareng ?" tuduh Felisha.
"Bukan seperti itu sayang " jawab Bagas
"Bukan seperti itu bagaimana? " hardik Felisha
"Sayang kami tidak sengaja bertemu " ujar Bagas.
Felisha diam tak bergeming.Ia menatap tajam kearah Bagas.
" Lalu kenapa kak Dio sampai semarah itu sama kamu ?" tanya Felisha
"Karena mereka melihat saya dengan Ajeng keluar dari hotel " jawab Bagas
__ADS_1
"Jadi kamu dan Ajeng bertemu di hotel ?" hardik Felisha.Bagas mengangguk
"Tapi kita hanya..." Bagas belum selesai menjelaskan sayup-sayup terdengar suara Luna menangis dari kamar sebelah.
"Mommy..hikhik "
"Kamu masih berhutang penjelasan sama aku " Felisha meninggalkan Bagas dan menghampiri Luna dikamar nya.Bagas mengangguk.
Selama Felisha berada di kamar Luna,Bagas membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti bajunya dengan piyama yang ia ambil sendiri.
Setelah berhasil menidurkan Luna , Felisha pun kembali ke kamarnya.Bagas sudah menunggunya sambil duduk bersandar dikepala ranjang.
Felisha naik keatas ranjang dan duduk disebelah Bagas menunggu penjelasan dari Bagas.
"Saya datang ke sana untuk menemui mas Bayu,begitu juga Ajeng.Kita bertemu di lobby. Setelah ngobrol di kamarnya mas Bayu kita pulang " Bagas menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Dan apesnya Dio malah berpikir yang tidak-tidak kepada saya " ujar Bagas sambil tersenyum miris.
"Aku tidak percaya " ujar Felisha
"Terserah kamu mau percaya atau tidak juga.Yang penting saya sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya " ujar Bagas kesal karena Felisha masih tidak percaya padanya.
Keesokannya kekesalan Felisha kepada Bagas masih belum juga hilang.Ajeng yang merasa tidak enak karena telah menjadi penyebab kesalahpahaman dikeluarga Bagas akhirnya meminta ijin untuk mencari tempat tinggal baru.
"Saya dan Felisha akan bantu carikan tempat tinggal yang aman untuk kamu " ujar Bagas.
Meski masih saling mendiamkan, namun Felisha tidak menolak menemani Bagas untuk mencarikan tempat tinggal untuk Ajeng.
Akhirnya Bagas dan Felisha menemukan sebuah tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk Ajeng.Pilihan mereka jatuh kepada sebuah kost-kostan putri dengan fasilitas lengkap yang berada tak jauh dari perusahaan tempat Ajeng wawancara.
Ajeng pun sepertinya cocok dengan pilihan Bagas dan Felisha.
Setelah membantu kepindahan Ajeng ke tempat yang baru,Bagas dan Felisha pun pulang.
"Kamu seharusnya tidak cemburu sama Ajeng " ujar Bagas sambil tetap fokus pada jalan didepannya.
"Siapa yang cemburu ?" Felisha masih tidak mau mengakui.Felisha mengambil botol air mineral dan menenggak isinya.
"Ajeng tidak suka pada saya..Dia malah sempat pacaran sama Bagus sebelum kamu pacaran sama Bagus " ujar Bagas
Uhuk..uhuk..
Felisha tersedak oleh air mineral yang ia tenggak.Bagas menepuk punggung Felisha dengan tangan kirinya.
"Pelan-pelan dong sayang minumnya ! "
"Saya hanya menganggap Ajeng seperti adik saya sendiri.Begitu juga sebaliknya "
"Jadi tidak ada alasan untuk kamu cemburu sama dia "
__ADS_1
"Aku tidak cemburu mas " ujar Felisha kesal
Bagas tertawa.Bisa-bisanya istrinya itu masih menyangkal.