
Ketika matahari mulai naik, Bagas dan Felisha yang baru terbangun buru-buru beranjak ke kolam renang karena Felisha kembali menanyakan bikininya.
Beruntung mereka menemukan benda keramat itu tengah mengambang diatas kolam dan belum ada yang sempat menemukannya.
"Ini.. untung saja belum ada yang menemukannya, kalau tidak malu kita " ujar Bagas sambil memberikan bikini itu kepada Felisha.
"Kamu juga sih Yang..pas dibuka harusnya kasih ke aku jadi kan semalam ga akan hilang " Felisha menyalahkan Bagas.
"Mana sempat Mas mikir kesana " aku Bagas sambil nyengir.
"Ini kepala isinya sudah mesum sih " Felisha mencubit pinggang Bagas.
Mereka berdua tertawa sambil masuk kedalam kamar. Luna yang sudah terbangun tampak sedang menenangkan Abimanyu yang sedang menangis mencari Felisha.
"Kalian sudah bangun ?" Felisha buru-buru mengambil Abimanyu yang sedang menangis.
"Abi barusan nangis nyariin Mommy " jawab Luna dengan mata masih terlihat mengantuk.
"Kakak pintar sudah bisa jagain Abi " puji Bagas sambil mencium kening Luna.
Luna kembali berbaring diranjang sambil memeluk Bagas. Sedangkan Felisha berusaha meredakan tangis Abimanyu dengan cara menyusuinya.
"Si cantik tidur lagi " gumam Bagas ketika akhirnya Luna kembali tertidur didalam pelukannya
Melihat kakaknya berada dalam pelukan Daddy nya Abimanyu pun berhenti menyusu kemudian merangkak mendekat kearah Bagas.
"Abi mau bobo sama Daddy seperti kakak Luna ?" Bagas membaringkan Abimanyu diatas tubuhnya.
Mulut mungil Abimanyu menciumi wajah Bagas sehingga membuat wajah Bagas basah oleh air liur putra bungsunya.Bagas terkekeh ketika Abimanyu menggigit ujung hidungnya dengan gemas membuat Bagas tertawa sambil sedikit meringis karena gigi Abimanyu sudah mulai ada yang tumbuh.
Hari kedua di kediaman keluarga Kenzo diisi dengan berenang. Sebelum berenang Mamih Kenzo begitu cerewet memakaikan sunblock ke tubuh Luna karena Felisha tampak sibuk memegang Abimanyu.
Pada saat berenang Luna yang paling kecil namun bersuara paling kencang cekikikan bercanda dengan si kembar dan Kenzo.
Papih Kenzo mengabadikan momen-momen kebersamaan mereka dengan kameranya.
__ADS_1
Ia tampak aktif mengambil photo anak-anak yang sedang berenang terutama Luna.Sedangkan Mamih Kenzo bergantian dengan Felisha memegang Abimanyu.
Rencananya keluarga Bagas hanya dua hari menginap di rumah Kenzo. Besoknya giliran keluarga Kenzo yang akan menginap di Villa Bagas.
Selesai berenang anak-anak beristirahat sambil menikmati minuman segar yang dibuatkan oleh pelayan di rumah Kenzo. Karena hari mulai siang mereka pun melanjutkan dengan makan siang bersama.
Bagas dan Felisha tidak dapat melarang ketika Mamih Kenzo bersikeras ingin menyuapi Luna makan.Felisha sangat mengerti sekali jika Mamih Kenzo begitu ingin memiliki anak perempuan.
Pada saat Mamih Kenzo menyuapi Luna, suaminya pun ikut sibuk dengan menyiapkan minuman untuk gadis centil itu.
"Pantas saja Luna sehat begini..makannya pintar " puji Mamih Kenzo karena Luna tidak rewel ketika disuapi makan.
"Jangan cemburu Yang " bisik Felisha ditelinga Bagas.
"Tidak..Mas malah seneng banyak yang sayang sama Luna " jawab Bagas.
Pada sore harinya Kenzo mengajak si kembar dan Luna jalan-jalan di lingkungan dekat rumah Kenzo dengan mengendarai sepeda.
Mamih Kenzo melarang Luna membawa sepeda sendiri.Ia terlalu khawatir takut Luna jatuh.Akhirnya Luna jalan-jalan dengan dibonceng oleh Kenzo.
Keesokannya mereka pergi ke villa milik keluarga Bagas.Keluarga Kenzo akan bergantian menginap di Villa milik Bagas.
Dihari pertama mereka mengunjungi water sports yang ada di daerah Tanjung Benoa. Bagas dan Papih Kenzo mengajak sikembar dan Kenzo bermain jet ski dan Banana boat. Luna yang masih kecil memilih menunggu di pinggir pantai bersama Felisha dan Mamih Kenzo juga Abimanyu.
Selesai bermain jetski dan Banana boat mereka melanjutkan dengan menemani Luna berenang di pantai dan bermain pasir.
Diantara acara liburan keluarga, Bagas dan Papih Kenzo menyempatkan membicarakan urusan bisnis diantara obrolan mereka.
"Dasar..dimanapun dan sedang apapun otak bisnisnya jalan terus " sindir Felisha.
"Iya benar " Mamih Kenzo membenarkan ucapan Felisha.
"Ini kan cari uang biar kita bisa liburan lagi " jawab Bagas santai.
"Iya..kalau tidak dari bisnis mana punya uang kita buat liburan " tambah Papih Kenzo sambil tertawa.
__ADS_1
"Apalagi kita anaknya banyak..Mas harus giat cari uang buat makan agar kalian tidak kelaparan " ujar Bagas merendah.
Papih Kenzo tertawa terbahak-bahak. Ia tau betul orang seperti apa Bagas.Tanpa bekerja pun uangnya tidak akan habis tujuh turunan.
Setelah puas bermain mereka pun memutuskan pulang. Entah mengapa Luna tiba-tiba terbujuk untuk pulang ikut dengan mobil orangtua Kenzo.
Bagas tampak keberatan.Namun Luna bersikeras ingin ikut dengan mobil orangtua Kenzo.Dengan terpaksa Bagas pun mengijinkan.
"Kalian tidak sedang berusaha mencuri putri kesayangan ku kan ?" tanya Bagas
"Kami mana barani " jawab Papih Kenzo sambil terbahak.Namun jelas terlihat ada senyum kemenangan di wajah pria berdarah Jepang itu dan itu membuat Bagas sedikit mengumpat kesal.
Sesampainya di villa Bagas para pelayan sudah menyiapkan masakan lengkap di meja makan. Mereka pun langsung makan dengan suasana yang hangat.
Pada saat makan Bagas dibuat cemburu karena Luna tampak asik makan dengan disuapi oleh Mamih Kenzo.Bagas semakin merasa jika orangtua Kenzo akan mencuri putri kecilnya.
"Jangan cemberut begitu ah " Felisha mencubit bibir Bagas yang tampak cemberut ketika malamnya orangtua Kenzo berhasil membujuk Luna agar tidur dengan mereka.
"Lagian kenapa kamu ijinkan Luna tidur dengan mereka ?" Bagas menyalahkan Felisha
"Aku tidak tega Yang..mereka terlihat ingin sekali punya anak perempuan..lagian cuma malam ini saja Luna tidur dengan mereka " jawab Felisha.
"Ya sudah " jawab Bagas akhirnya.
"Jangan cemberut terus dong " bujuk Felisha sambil mencium pipi Bagas.Namun dengan cepat Bagas malah mencium bibir Felisha dan melahapnya dengan rakus.
*
Selama tiga hari berada di villa Bagas, kedua keluarga itu mengisi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan salahsatunya adalah belajar melukis bersama Kenzo.
Kenzo dengan telaten mengajari Luna melukis. Luna yang tidak terbiasa memegang kuas terlihat berantakan oleh cat minyak.
"Kakaaaak aku tidak bisa " Luna kesal karena hasil lukisannya yang berantakan.Akhirnya Kenzo membimbing Luna melukis dengan memegang tangan mungil Luna.Setelah selesai Luna tampak puas melihat hasil lukisannya.
"Kakak Ken terimakasih " Luna refleks mencium pipi Kenzo.
__ADS_1
Untuk sesaat Kenzo melongo sambil memegang pipinya.Untung semua tidak ada yang melihat kejadian itu karena kedua orangtua mereka sedang mengobrol sedangkan Nakula dan Sadewa sedang fokus pada lukisan masing-masing.Sementara Luna sendiri tampak cuek..gadis itu terlalu kecil untuk bisa merasakan perasaan lain yang bisa saja timbul atas tindakannya mencium Kenzo barusan.