Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Anak gadis Yang Sudah Tidak Gadis


__ADS_3

Menginjak usia 8 bulan Kenan dan Keana sudah semakin aktif saja. kedua bocah itu tampak lucu dengan pipi yang bulat kemerahan seperti tomat ditambah mata yang sipit membuat mereka terlihat sangat menggemaskan.


Saking aktifnya Luna sampai kewalahan jika mereka ingin menyusu secara bersamaan.


Jika sudah begitu Kenzo harus turun tangan membantu memegangi keduanya agar tidak saling mengganggu ketika sedang menyusu.


"Sayang itu tangan Kenan tidak bisa diam colek-colek Ana " ucap Luna ketika ia sedang menyusui kedua buah hatinya.


"Jangan nakal dong tangannya jagoan !" Kenzo berusaha mengalihkan tangan Kenan dari rambut Ana.


"Repot juga kalau semua tidak mau pake botol mimiknya " gumam Kenzo menatap iba pada Luna.


"Biasanya mau..tapi sekarang sedang manja saja " jawab Luna sambil mengusap kepala si kembar dengan penuh kasih sayang.


Kenzo mengambil Ana yang lebih dulu selesai. Balita itu langsung anteng bermain diatas kasur bersama Kenzo.


Tidak lama kemudian Kenan pun selesai dan melepaskan pu ting Luna dari mulutnya.Kedua balita itu pun bermain diatas kasur bersama Luna dan Kenzo.


Kenan dan Keana naik keatas tubuh Kenzo kemudian menciumi wajahnya hingga wajah tampannya basah oleh air liur keduanya.


Luna terlihat tertawa sambil mengabadikan momen dimana Kenzo sedang diserang oleh kedua buah hati mereka dengan kamera ponselnya.


"Ampuun Sayang..Daddy menyerah " Kenzo meringis ketika hidungnya digigit oleh Kenan. Diusia 8 bulan mereka memang sudah memiliki beberapa gigi susu.Sambil tertawa Luna mengambil si kembar dari atas tubuh Kenzo.


"Kenan galak juga ya " gumam Kenzo sambil mengusap hidungnya.


"Dia memang lebih agresif dibanding Ana.Sama seperti Daddy nya kalau sedang di ranjang " jawab Luna.


"Kalau Daddy nya sih sudah panggilan alam Sayang " jawab Kenzo sambil menggendong Kenan sedangkan Luna menggendong Ana. Luna dan Kenzo membawa si kembar ke rumah Bagas.


"Boneka Jepang datang " seloroh Abimanyu ketika Luna dan Kenzo datang dengan si kembar dalam gendongan mereka.


Meskipun meledek namun Abimanyu mengambil Kenan dalam gendongan Kenzo, sedangkan Keana langsung berpindah kedalam gendongan Bagas.


Alysha yang sedang dalam gendongan Felisha buru-buru turun kemudian beranjak ke kamarnya. Tidak lama kemudian Alysha sudah datang kembali sambil membawa kotak jepit miliknya.


"Mommy aku mau pakaikan dedek Ana jepit " Alysha menarik-narik tangan Felisha.


Felisha mendekat kearah Bagas kemudian memasangkan jepit di rambut Keana.


"Aih..cucu Mommy cantik banget " puji Felisha setelah melihat penampilan Keana dengan jepit menghiasi rambut hitam tebalnya.


Felisha dan Alysha menciumi pipi bulat Ana dengan gemas.


"Ini Luna versi Jepang nya " ujar Bagas sambil tertawa.


Semakin besar Keana memang semakin mirip dengan Luna, hanya matanya saja yang sipit seperti Kenzo.

__ADS_1


"Ini dedek Kenan tidak diberi jepit rambut juga dek ?" tanya Abimanyu kepada Alysha.


"Tidak..dedek Kenan kan laki-laki " jawab Alysha.


"Kamu itu ada-ada saja Bi..adik kamu saja ngerti " ujar Bagas sambil terkekeh.


"Sini..rambut kamu saja yang kakak kasih jepit " ujar Luna kepada Abimanyu.


"Tidak..tidak..damai kak " Abimanyu mengangkat dua jarinya kepada Luna.


"Kak malam ini kalian tidur disini saja, Mommy ingin tidur sama si kembar " pinta Felisha.


"Bagaimana Sayang ?" tanya Luna kepada Kenzo.


"Baiklah kita tidur disini malam ini " Kenzo setuju.


"Kakak ..dedek kembal tidul sama aku ya " pinta Alysha sambil menarik-narik tangan Kenzo.


"Iya boleh " jawab Kenzo sambil mengangkat Alysha dan di dudukan diatas pangkuannya. Terlihat sekali Kenzo sangat menyayangi adik iparnya yang masih kecil itu.


Ketika hari mulai gelap, Luna menyusui kedua buah hatinya bergantian.


Yang pertama Luna susui adalah Keana. Bayi cantik itu jika sudah kenyang menyusu akan cepat sekali tertidur tidak seperti Kenan.


Setelah Ana tertidur Felisha membawa bayi cantik itu ke kamarnya.


"Dedek Kenan nya mana Mom ?" tanya Alysha.


"Biar tidak lapal ya mom " ujar Alysha


"Iya Sayang..biar bobonya nanti nyenyak " jawab Felisha. Alysha mengangguk tanda mengerti.


Ketika Luna sedang menyusui Kenan, Kenzo dan Bagas tampak serius menonton acara pertandingan sepakbola di tv bersama Abimanyu.


Setelah Alysha sudah tidur bersama Keana, Felisha menyusul ke kamar Aluna untuk mengambil Kenan.


"Masih belum selesai mimiknya kak ?" tanya Felisha ketika sudah berada di kamar Luna.


"Kenan begini Mom kalau Mimik, sudah tidur juga tidak mau lepas, mimiknya dimainin..kalau sudah benar-benar nyenyak baru dilepas " jawab Luna.


"Begitu ya " gumam Felisha sambil mengelus pipi bulat Kenan yang tampak bergerak-gerak.


"Mommy beneran tidak akan repot anak-anak tidur dikamar Mommy ?" tanya Luna.


"Tidak akan..paling nanti kalau nangis mommy antarkan kesini " jawab Felisha yakin.


"Baiklah kalau begitu " jawab Luna.

__ADS_1


Setelah benar-benar nyenyak Kenan pun melepaskan pu ting Luna dari mulutnya.


"Ganteng sipit..bobonya sekarang sama Mommy ya " Felisha mengambil Kenan dari tangan Luna dan dibawa ke kamarnya.


Setibanya di kamar Felisha tampak tersenyum melihat tiga balita lucu yang tertidur diatas kasur nya.


Perlahan diciumnya mereka satu persatu dengan penuh kasih sayang.


"Anak-anak sudah tidur semua pantas sepi " Bagas yang sudah selesai menonton tv masuk ke kamar.


"Iya "jawab Felisha.


"Sayang lihat..mereka lucu-lucu ya " Felisha menunjuk pada ketiga Balita diatas ranjang mereka.


"Iya " jawab Bagas sambil memeluk pinggang Felisha.


"Si kembar matanya sipit.. sepertinya waktu bikinnya Kenzo yang ngebet duluan " ujar Bagas sambil terkekeh.


"Mas ada-ada saja " jawab Felisha sambil tertawa.


"Jadi malam ini kita tidur dibawah lagi ?" tanya Bagas.


"Iya " jawab Felisha sambil menarik tangan Bagas agar tidur dikasur lantai yang sudah Felisha siapkan sebelumnya.


"Tidur dimanapun tidak masalah, bahkan di gubuk bambu pun Mas tidak keberatan asal sama kamu " ujar Bagas sambil menarik Felisha kedalam selimut.


Sementara di kamar sebelah Kenzo tampak memperhatikan sekeliling kamar Luna yang sangat kental dengan nuansa feminim. Kamar itu meskipun tidak sebesar kamarnya namun sangat cantik dan nyaman.


"Liatin apa sih Sayang ?" tanya Luna.


"Lihat kamar anak gadisnya Daddy Bagas yang sudah tidak gadis lagi " jawab Kenzo sambil tertawa.


"Iya..gara-gara si sipit anak gadisnya Daddy jadi tidak gadis lagi " balas Luna sambil ikut tertawa.


"Sepertinya kamar ini nanti akan jadi kamarnya Alysha jika sudah besar " ujar Luna sambil naik keatas kasur empuknya dan merebahkan kepalanya di dada Kenzo.


"Sayang kamu yakin anak-anak tidak akan menangis nanti malam ?" tanya Kenzo khawatir.


"Kalau nangis paling nanti dianterin kesini sama Mommy " jawab Luna.


"Kakak tuh beruntung banget bisa menjadi bagian keluarga kamu..dapat putrinya Daddy Bagas yang cantik, mertua yang baik banget dan dapat dua kakak dan dua adik..kakak yang anak tunggal tiba-tiba punya banyak saudara sejak menikah sama kamu " ucap Kenzo.


"Paket lengkap ya Sayang " jawab Luna sambil mengusap-usap dada Kenzo.


"Ya.. sempurna..apalagi setelah ada Kenan dan Keana " jawab Kenzo balik mengusap punggung Luna.


"Aku juga sama seperti kakak merasa menjadi orang yang paling beruntung memiliki suami yang ganteng dan baik, juga mertua sebaik Mamih dan Papih.. ditambah anak-anak yang ganteng dan cantik " balas Luna.

__ADS_1


"Kamu hanya mengulang apa yang sudah kakak katakan tadi " Kenzo menekan kening Luna dengan telunjuknya. " dasar plagiat "


"Bukan plagiat Sayang..tapi kenyataannya memang begitu " jawab Luna sambil menguap. Tidak lama kemudian Luna pun tertidur dalam pelukan Kenzo.


__ADS_2