
Sebelum pergi ke kantor Felisha tampak sibuk mencari sesuatu didalam koper bekas mereka ke Semarang.Bagas yang sudah siap menatap heran pada Felisha.
"Cari apa Fe ?" tanya Bagas sambil melirik jam tangannya.Ini sudah lewat sepuluh menit dari jadwal biasanya mereka pergi.
"Oleh-oleh yang aku beli di Semarang " jawab Felisha
"Bukannya disana diatas meja ?" tanya Bagas
"Bukan yang itu mas..apa ketinggalan di Semarang ya ?" Felisha tampak berusaha mengingat-ingat.
"Apa sih yang ga ada ?" tanya Bagas penasaran
"Oleh-oleh buat kak Ezra.Aku beli batik buat dia" jawab Felisha
"Perhatian sekali pake kasih oleh-oleh batik segala " ujar Bagas dengan nada kurang suka.
"Soalnya dia itu baik mas..buktinya dia kasih ijin aku ke Semarang padahal cuti aku sudah habis " jawab Felisha.
"Tidak coba tanya sama Ajeng..takut kebawa sama dia.Ajeng kan turun duluan " saran Bagas
"Oh iya..pinter kamu mas " Felisha mencubit kedua pipi Bagas dengan gemas.
"Bukannya terimakasih malah nyubit " gumam Bagas.Ia kembali melirik jam tangannya.. terlambat dua puluh menit.
"Bel Ajengnya di mobil saja.Mas ada meeting pagi ini " Bagas menyambar tas Felisha dan menuntunnya menuju mobil ketika istrinya itu hendak menghubungi Ajeng.
Menunggu Felisha menghubungi Ajeng pasti membuat ia semakin terlambat pergi ke kantor.
Bagas melajukan mobilnya menuju kantor Felisha.Di jalan Felisha langsung menghubungi Ajeng.
"Benarkan kebawa sama Ajeng ?" tanya Bagas ketika Felisha sudah selesai berbicara dengan Ajeng.
"Iya kebawa sama Ajeng " jawab Felisha lega sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi.
"Nanti Ajeng anterin ke kantor pas makan siang " ujar Felisha.Bagas mengangguk.
"Sayang nanti mas akan makan siang dengan klien..kamu tidak apa-apa makan siang sendiri ?" tanya Bagas
"tidak apa-apa..aku nanti makan siang sama Ajeng saja sekalian " jawab Felisha
"Iya " Bagas setuju.
"Klien mas Bagas laki-laki atau perempuan ?" tanya Felisha tiba-tiba.
"Perempuan.." jawab Bagas
"Cantik tidak ?" tanya Felisha lagi.
"Cantik...tapi masih cantikan kamu " jawab Bagas sambil melirik sekilas kearah Felisha.
"Awas kalau macam-macam " ancam Felisha sambil melirik tajam kearah Bagas yang sedang fokus mengemudi.
"Mas itu mau membahas pekerjaan sayang..
bukan mau macam-macam.Kalau mau macam-macam nanti malam saja sama kamu bisa sepuasnya sampai pagi " jawab Bagas santai.
"Pokoknya kalau sampai kamu macam-macam atau selingkuh aku sunat punya kamu " ancam Felisha
Bagas bergidik ngeri mendengar ancaman dari istrinya.Ternyata kehamilan bisa membuat seekor kucing manis berubah menjadi singa betina yang galak.
"Tidak akan sayang " jawab Bagas sambil mengusap kepala Felisha dengan tangan kirinya.
"Tidak ada dalam pikiran mas untuk selingkuh, mas hanya fokus cari uang untuk kamu dan anak-anak..itu saja " ujar Bagas
Mendengar jawaban Bagas Felisha tampak senang ,dan senyum manis pun tersungging disudut bibirnya.Melihat Felisha tersenyum Bagas pun ikut tersenyum.
Bagas menghentikan mobilnya tepat didepan kantor Felisha.Sebelum Felisha turun Bagas mencium bibir Felisha sekilas.
"Jangan telat makan dan jangan terlalu lelah " pesan Bagas setelah melepaskan tautan bibir mereka.
"Iya..mas Bagas juga hati-hati pergi ke kantornya " ujar Felisha sambil keluar dari mobil dan bergegas masuk ke kantornya.
Setelah Felisha masuk ke kantor nya,Bagas pun melanjutkan perjalanan.Pagi ini sudah bisa dipastikan ia terlambat sampai ke kantornya.
Begitu sampai Bagas langsung menuju meeting room karena semua sudah menunggu disana.Semua yang hadir disana merasa heran dengan bos mereka.Biasanya Bagas tidak pernah terlambat seperti ini dan sangat disiplin dengan waktu.
__ADS_1
Setelah hampir dua jam berada di meeting room,Bagas pun kembali ke ruangannya.Wina menyiapkan beberapa berkas yang akan dibawa pada saat makan siang dengan klien nya.
🌸🌸🌸🌸
Felisha langsung keluar menuju lobby ketika Ajeng mengirimkan pesan memberi tahu jika ia sudah ada disana.Sesampainya di lobby tampak Ajeng sedang duduk dengan membawa sebuah paper bag ditangannya.
"Terimakasih sudah mau repot-repot nganterin kesini..sebagai ucapan terimakasih kamu aku traktir makan siang " ucap Felisha
"Makasih banget mbak..kebetulan aku sedang lapar " ucap Ajeng mengikuti langkah Felisha menuju sebuah resto disebrang kantor Felisha.
"Bisa tidak kamu jangan panggil aku mbak..kita kan seumuran.Panggil Felisha saja " pinta Felisha ketika mereka sudah mendapat meja di resto.
"Ya ga bisa dong..mbak kan istrinya mas Bagas.Mas Bagas itu sudah seperti kakak aku sendiri.Masa aku harus panggil nama.. rasanya tidak sopan " Ajeng menolak
"Ya sudah terserah kamu " Felisha akhirnya tidak keberatan ketika Ajeng tidak mau merubah panggilannya.
Ketika pesanan datang mereka pun makan sambil mengobrol.Beberapa kali jalan berdua membuat mereka semakin akrab dan tidak canggung lagi.
Ajeng juga bercerita jika ia sempat pacaran dengan Bagus namun akhirnya putus sebelum Bagus pacaran dengan Felisha.
Felisha tertawa terbahak-bahak ketika Ajeng menceritakan jika ia dan Bagus dimarahi habis-habisan oleh Bagas dan Kinara karena ketauan sedang berciuman.
"Mas Bagas itu dari dulu sudah galak,bahkan kepada mbak Kinara juga.Semua harus menurut dan tidak mau dibantah..tapi sekarang mas Bagas sudah berubah sejak menikah dengan mbak Feli "
"Berubah bagaimana maksudnya ?" tanya Felisha
"Dia jadi lebih lembut,lebih sabar..tidak kaku seperti dulu "
"Mas Bagas itu sekarang seperti macan ompong "
Felisha tertawa mendengar julukan baru yang Ajeng berikan kepada suaminya ..Macan Ompong.
"Kamu itu daritadi berisik " omel Ezra yang tiba-tiba sudah ada didepan mereka.Rupanya ia akan makan disana juga.
"Eh kak Ezra..makan disini saja " ajak Felisha karena hampir semua meja sudah terisi penuh karena sudah waktunya jam makan siang.
Ezra pun akhirnya bergabung bersama Felisha dan Ajeng.Wajah Ajeng langsung terlihat masam begitu melihat Ezra.
"Kak ini kenalin adik iparnya suami aku " Felisha mengenalkan Ajeng kepada Ezra.
Ajeng hanya memutar bola matanya sama sekali tidak menjawab sapaan Ezra
"Kok tau namanya Ajeng..sudah kenal ?" tanya Felisha
"Ajeng ini adiknya Bayu,rekan bisnis aku " jawab Ezra
"Ooohh..!"
Ezra rekan bisnis Bayu..namun Felisha heran melihat sikap Ajeng yang tampak tidak ramah kepada Ezra. Felisha tidak tau jika Ajeng masih menyimpan kekesalannya karena insiden pemukulan Bagas oleh Ezra dan Dio diparkiran hotel tempo hari.
"Kamu kerja disekitar sini ?" Ezra berusaha membuka komunikasi dengan Ajeng
"Tidak " jawab Ajeng singkat
"Ajeng sengaja kesini mengantarkan barang..oh iya ini oleh-oleh untuk kak Ezra " Felisha langsung teringat pada batik yang Ajeng antarkan.
"Ini dari kamu atau Ajeng ?" tanya Bagas
"Mbak Feli lah..ngapain aku kasih oleh-oleh sama kamu " sambar Ajeng ketus
"Ya..kali saja titipan dari Bayu " jawab Ezra
"Dititipin juga aku gak akan mau..kalau tau itu buat kamu aku juga ga akan mau nganterin kesini " ujar Ajeng ketus.
Felisha melongo mendengar ucapan Ajeng yang ketus kepada Ezra.Sepertinya Ajeng benar-benar tidak menyukai Ezra.
"Kalian kenapa sih..apa ada masalah ?" tanya Felisha
"Tanya saja sama dia " jawab Ajeng
Felisha menatap pada Ezra,meminta penjelasan.
"Dia masih marah karena insiden pemukulan itu " jawab Ezra
"Ooh itu.."Ujar Felisha
__ADS_1
"Ternyata cantik-cantik pendendam " gumam Ezra.
Ajeng langsung mendelik kepada Ezra.Ia tidak terima disebut pendendam.
Kehadiran Ezra membuat suasana makan siang Ajeng dan Felisha berubah mencekam karena perseteruan Ajeng dan Ezra.Jika tau akan seperti ini, Felisha tidak akan mengajak Ezra bergabung di mejanya.
Tanpa menghabiskan makannya Ajeng langsung pamit kembali ke kantornya tanpa bisa Felisha cegah.Sepertinya Ajeng benar-benar tidak nyaman dengan kehadiran Ezra disana.
"Kak Ezra sih pake bilang Ajeng pendendam segala..jadi marah kan Ajengnya " omel Felisha
"Ya emang dia pendendam..suami kamu saja sudah tidak mempermasalahkan.Namanya juga salah faham " jawab Ezra santai.
"Ya tapi Ajengnya jadi tersinggung " ujar Felisha
"Ya sudah nanti kakak minta maaf sama dia " ujar Ezra akhirnya
"Caranya..emang tau dia tinggal dimana?" tanya Felisha.Ezra menggeleng
"Ya kamu lah yang harus kasih tau ..nomer teleponnya juga ya !" pinta Ezra sambil mengerling.
"Mmmm...ini mah modus " sindir Felisha
"Namanya juga usaha " jawab Ezra sambil nyengir
"Oke nanti aku kasih alamat kost nya sama nomer teleponnya,tapi kakak yang bayar makannya " pinta Felisha
"Huh dasar kamu.. berani-beraninya nodong bos kamu " keluh Ezra sambil membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kepada Felisha.
Felisha pun mengambil uang daritangan Ezra dan langsung beranjak menuju kasir.Setelah selesai melakukan pembayaran,mereka pun kembali ke kantor.
Ketika melewati parkiran, Felisha terhenyak ketika mendapati mobil Bagas terparkir disana.
Aura mencekam langsung terasa ketika melihat Bagas tengah menatapnya tajam penuh amarah.
Ezra yang tidak menyadari kehadiran Bagas tetap berjalan memasuki kantornya sementara Felisha menghampiri Bagas diparkiran.
"Katanya mau makan siang dengan klien ?" tanya Felisha
"Sudah selesai makan siang berduanya" bukan menjawab,Bagas malah bertanya dengan nada menyindir.
"Kamu salah faham mas..orang aku makan siang bertiga sama Ajeng " jawab Felisha
'Kamu cemburu ya " tanya Felisha sambil mencubit kedua pipi Bagas dengan gemas dan menariknya kekanan dan kekiri.
"Sudah puas kdrt nya ?" tanya Bagas tanpa expresi.Felisha hanya nyengir.
"Mas Bagas ngapain kesini tadi bilangnya mau makan siang sama klien perempuan yang cantik ?" tanya Felisha
"Diundur satu jam lagi " jawab Bagas sambil menarik tuas sandaran kursi.
"Tapi aku sudah harus kembali ke kantor " ujar Felisha bingung
"Temani mas dulu disini " jawab Bagas sambil memejamkan matanya.
Felisha terlihat bingung apalagi Dina mengirimkan pesan jika Ezra mencarinya.Ia sedikit panik ketika Ezra menghubunginya.
"Nyangkut dimana kamu?cepet banget menghilang ?" tanya Ezra
"Aku diparkiran kak.." jawab Felisha
"Ngapain ? buruan balik !"
"Felisha sedang sama saya " Bagas tiba-tiba merebut ponsel Felisha
"Kenapa tidak turun? ..oke lanjut..oh iya bilang sama Feli kirim segera alamat dan nomer ponselnya " ucap Ezra
"Ezra bilang kamu suruh kirim alamat sama nomer telepon " ucap Bagas sambil mengembalikan ponsel Felisha setelah Ezra menutup panggilan telepon.
"Iya " jawab Felisha
"Alamat dan nomer telepon siapa ?" tanya Bagas penasaran
"Ajeng " jawab Felisha
"Ajeng ???"
__ADS_1