Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Stok Melimpah


__ADS_3

Ketika jam kantor selesai Ajeng bergegas beranjak dari ruangannya menuju parkiran. Disana Ezra sudah menunggu di dalam mobilnya.


Siang tadi Ezra mengirim pesan meminta Ajeng mengantarnya membeli kado untuk bayi Bagas dan Felisha yang baru lahir.


Setelah Ajeng masuk kedalam mobil,Ezra pun melajukan mobilnya menuju sebuah mall yang berada tidak jauh dari kantor Ajeng.


Mereka berjalan beriringan menuju ke sebuah baby shop.Ezra mengikuti kemana Ajeng melangkah.Ia tampak bingung mau membeli apa untuk kado baby Abimanyu.


"Kak Ezra mau beli apa ?" tanya Ajeng


"Tidak tahu..bingung " jawab Ezra


"Terserah kamu saja " ujar Ezra


"Kemarin aku kasih kado baby bouncer bagaimana kalau kak Ezra kasih kado baby stroller saja " Saran Ajeng.


"Ya sudah itu saja " Ezra setuju dengan saran Ajeng.


Ajeng pun memilihkan baby stroller yang terbaik sesuai keinginan Ezra meskipun dengan harga yang lumayan mahal.


"Sekalian cariin kado untuk Luna..aku tidak mau gadis cantik itu sampai cemburu " ujar Ezra


"Iya " jawab Ajeng.


Ajeng diam-diam menatap kagum pada Ezra yang memiliki pemikiran sama seperti dirinya. Ternyata mereka memiliki sedikit kesamaan dalam hal ini.


Kado pilihan Ajeng dan Ezra untuk Luna adalah satu set peralatan mewarnai.Mengingat usia Luna yang sebentar lagi akan masuk sekolah taman kanak-kanak sepertinya cocok untuk gadis kecil itu berlatih mewarnai.


Setelah memasukan barang yang dibelinya, mereka pun langsung meluncur menuju rumah Bagas dan Felisha.


Kedatangan mereka langsung disambut Nakula dan Sadewa yang sedang menonton TV di ruang keluarga.Tak lama Felisha pun keluar dengan menggendong bayinya.


"Tumben Kalian barengan ?" tanya Felisha dengan tatapan menyelidik.


"Kita tidak sengaja ketemu dijalan " jawab Ajeng berbohong.


"Kamu pikir aku percaya ?" sindir Felisha


Felisha yakin jika Ajeng dan Ezra sengaja pergi bersama karena melihat wajah Ajeng yang tampak tersipu.


"Kamu sih Fe nanya tapi seperti yang menyelidik..jadi Ajengnya malu " ujar Ezra melirik kearah Ajeng.


"Mas Bagas belum pulang mbak ?" tanya Ajeng mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sudah..lagi mandiin Luna..dia baru mau mandi kalau mas Bagas yang mandiin " jawab Felisha.


"Pokoknya apa-apa harus sama Daddy " tambah Nakula


"Dasar anak perempuan..manja " tambah Sadewa.


"Masa mommy deket-deket Daddy saja tidak boleh " ujar Nakula menceritakan kelakuan adik perempuannya.


"Begitu ya mbak ?" tanya Ajeng penasaran


"Iya bener " jawab Felisha sambil tersenyum.


Perhatian semua langsung tertuju pada Bagas yang baru keluar dari kamar dengan Luna berada dipunggungnya.


Gadis kecil itu terkikik senang karena baru selesai dimandikan oleh Daddy nya.


"Ada tamu " sapa Bagas sambil menggendong Luna dipunggungnya.


Ajeng termangu menatap Bagas yang menurutnya sangat berubah setelah menikah dengan Felisha.Mr

__ADS_1


"Aunty.. bawa apa ?" tanya Luna begitu turun dari punggung Bagas.


"kado buat dedek Abi sama Luna..dari om Ezra " jawab Ajeng.


"Terimakasih om.. aunty " ucap Luna senang.


"Kalian..sengaja janjian kesini ?" tanya Bagas


"Tidak " jawab Ajeng


"Iya " jawab Ezra


Bagas dan Felisha saling tatap sambil tersenyum.Terlihat sekali wajah Ajeng yang langsung berubah warna menjadi merah.


"Janjian juga tidak apa-apa..kayak yang takut banget kamu !" sindir Bagas kepada Ajeng.


"Mas ih..jadi malu kan Ajengnya " omel Felisha kepada Bagas.


"Kamu itu sudah dewasa..sudah pantas berumah tangga.Kalau sudah ada yang cocok tunggu apalagi " Nasehat Bagas kepada Ajeng.


"Kamu mau cari suami yang seperti apa? jika cari yang dewasa dan mapan itu disebelah kamu sudah memenuhi syarat " Oceh Bagas sambil melirik Ezra yang sedang merasa diatas angin karena mendapat dukungan dari Bagas.


"Apaan sih mas " Ajeng merajuk sambil membantu Luna membuka kadonya.


Luna tampak senang mendapat seperangkat alat mewarnai.Ia pun langsung anteng mewarnai bersama Nakula dan Sadewa.


Ketiga anak itu tidak menangkap ucapan Daddy nya yang sedang menasehati aunty nya.Sementara Felisha hanya jadi pendengar sambil menimang Abimanyu.


Memasuki jam makan malam, Felisha memaksa Ajeng dan Ezra makan malam bersama.Demi menghormati tuan rumah mereka pun menerima jamuan yang disediakan oleh Felisha.


"Aunty..jangan pulang,tidur disini saja sama Luna " pinta Luna saat mereka tengah menikmati makan malam.


"Besok aunty harus kerja sayang..nanti ya aunty menginapnya kalau weekend " jawab Ajeng


"Iya..aunty janji " jawab Ajeng.


Setelah makan malam Ezra dan Bagas memilih memisahkan diri.Bagas membawa Ezra ngobrol di ruang kerjanya.Sepertinya mereka sedang membahas suatu pekerjaan yang penting.


"Mas Bagas sama kak Ezra kemana mbak ?" tanya Ajeng sambil melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Lagi ngobrol di ruang kerja mas Bagas " jawab Felisha.


Karena Ezra belum ada tanda-tanda akan keluar dari ruangan kerja Bagas,Ajeng pun mengirimkan pesan kepada Ezra mengajaknya pulang karena malam semakin larut.


"Aku pamit dulu..Tidak enak mengantarkan anak gadis orang terlalu malam " Ezra pamit kepada Bagas.


"Iya..awas jangan macam-macam sama Ajeng. Disini aku yang bertanggung jawab " jawab Bagas


"Tidak akan..aku maunya satu macam saja...NIKAH " ujar Ezra serius sambil keluar ruangan kerja Bagas.


"SEMANGAT " Bagas menepuk bahu Ezra.


"Daddy ayo kita tidur aku sudah ngantuk " Luna merentangkan tangannya kearah Bagas.


Bagas menyambut tangan Luna.Dalam sekejap Luna pun sudah berada dalam gendongan Bagas.Felisha dan Bagas dengan Luna dalam gendongannya mengantarkan Ajeng dan Ezra sampai teras depan.


Setelah mobil Ezra meninggalkan halaman rumah,Bagas dan Felisha pun masuk.Kepala Luna tampak terkulai dibahu Bagas menandakan gadis kecil itu sudah tertidur.


Disaat Bagas menidurkan Luna dikamarnya, Felisha menyempatkan diri mengecek Nakula dan Sadewa di kamar atas.Setelah memastikan kedua putra kembarnya tidur, Felisha pun kembali ke kamarnya.


"Darimana Sayang ?" tanya Bagas yang baru kembali setelah menidurkan Luna dikamarnya.


"Lihat anak-anak diatas.. ternyata sudah tidur " jawab Felisha sambil mengganti bajunya dengan baju tidur.

__ADS_1


Bagas duduk ditepi ranjang sambil memperhatikan Felisha yang sedang mengganti bajunya.


"Ingat mas..PUASA !!" Felisha mengingatkan Bagas yang terus menatap pada tubuhnya.


"Lagian kamu kenapa ganti baju disini..mau mancing-mancing ya ?"


"Biasanya juga disini " jawab Felisha


"Iya tapi mas kan sekarang sedang puasa " keluh Bagas.


"Iya..maaf. Ya sudah aku pindah " ujar Felisha hendak pindah ke ruang ganti.


"Sudah telat..tidak usah pindah disini saja "


Felisha melongo bingung sambil memeluk baju tidurnya yang belum dipakai sempurna.


"Aneh kamu mas " gumam Felisha


"Mau pakai baju saja susah malah bengong. Sini biar mas yang pakaikan " Bagas bangkit dan membantu memakaikan baju tidur ditubuh Felisha.


"Mau bantu atau mau gerayangan " Felisha memukul tangan Bagas yang mengambil kesempatan menggerayangi tubuh Felisha.


"Cuma ngecek stok perbekalan dedek Abi aman tidak " jawab Bagas ketika tangannya mampir di dua bukit kembar Felisha.


"Ternyata stok melimpah " tambahnya ketika merasakan tangannya basah karena ASI Felisha yang merembes.


"Dasar modus " cibir Felisha.


🌸🌸🌸🌸🌸


Ezra melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Bagas.Tujuannya adalah mengantarkan Ajeng pulang ke tempat kost nya.


"Terimakasih kasih ya " ujar Ezra


"Untuk apa ?" tanya Ajeng


"Untuk hari ini " jawab Ezra. Ajeng mengangguk


"Besok pagi aku jemput ya " pinta Ezra.


"Ya sudah kalau tidak mau juga tidak apa-apa " ujar Ezra ketika tidak mendapatkan jawaban dari Ajeng.


"Iya " jawab Ajeng lirih


"Terimakasih ya Jeng " ujar Ezra senang.


"Justru aku yang harus terima kasih " ucap Ajeng. " lumayan bisa irit ongkos "


"Iya..aku pastikan jatah ongkos transportasi kamu utuh " jawab Ezra.


"Jatah uang makan kamu juga bisa utuh kalau kamu bersedia makan bareng sama aku terus " tambah Ezra.


"Bahkan kamu tidak usah ngekost kalau kamu mau nikah dan tinggal di rumah aku "


"Ngelunjak " cibir Ajeng sambil mencubit tangan Ezra.


"Mau ya ?!" Ezra menangkap tangan Ajeng dan menggenggam nya


"Mau ya ?" pinta Ezra lagi


"Satu-satu dulu..jangan ngelunjak " jawab Ajeng


"Oke satu-satu dulu...mulai besok aku antar jemput kamu ke kantor ya " ujar Ezra

__ADS_1


"Iya " jawab Ajeng.


__ADS_2