
Malam ini Luna bersikeras ingin tidur dengan mommy dan Daddynya.Ia menolak tidur dikamarnya seperti biasa.
Bagas menurunkan tubuh Luna yang tertidur dalam gendongannya diatas ranjang Bagas seperti keinginannya sebelum tidur.
"Hari ini Luna manja banget sama kamu mas " ucap Felisha dengan suara pelan.
"Wajar manja sama Daddy nya sendiri ..kamu cemburu ?" tanya Bagas
"Ya engga lah masa cemburu sama anak sendiri " jawab Felisha sambil tertawa.
"Fe.." panggil Bagas
"Minggu ini saya ada rencana ke Bali mau meninjau proyek, kira-kira Luna rewel tidak ya jika saya tinggal beberapa hari ?" tanya Bagas
"Moga-moga tidak rewel..ga usah khawatir aku pasti bisa hendel " jawab Felisha
"Jangan sampai Luna menghambat pekerjaan kamu " sambung Felisha
"Kamu pikir saya bisa kerja dengan tenang kalau anak lagi rewel !" ujar Bagas
Felisha terpaku,ia tidak menyangka jika Bagas akan segitu pedulinya kepada Luna.Padahal dulu waktu Luna sakit dan harus dirawat Bagas memilih pergi membawa Nakula dan Sadewa pergi ke Semarang.
"Fe..diajak ngobrol malah bengong " omel Bagas.
"Ya harus gimana lagi mas.. kerjaan kamu lebih penting.Kalau Luna rewel itu wajar..namanya juga anak-anak " jawab Felisha
"Besok aku coba ngomong sama Luna pelan-pelan.Dia pasti ngerti "
"Ya sebaiknya begitu " ujar Bagas.
"Bagaimana kalau kamu minta ijin biar bisa ikut saya ke Bali sama Luna juga "
"Ga bisa mas..cuti aku kan sudah diambil waktu liburan kemarin " jawab Felisha.
"Sudah kamu fokus saja sama kerjaan..biar anak-anak aku yang urus...lagian mas Bagas tumben ga percaya sama aku " ujar Felisha cemberut
"Bukan ga percaya Fe..saya cuma merasa berat saja jika harus meninggalkan kamu dan anak-anak..Padahal dulu tidak pernah seperti ini " keluh Bagas.
"Sebagai orangtua wajar punya perasaan seperti itu " ujar Felisha
" itu tandanya mas Bagas sayang sama anak-anak "
"Sama istri juga " tambah Bagas
"Iya " jawab Felisha sambil tertawa.
"Daddy.."
Bagas dan Felisha menoleh kearah Luna yang terbangun.
"Daddy ada disini sayang " Bagas memeluk Luna
"Aku mau pipis " Luna membuka matanya kemudian turun dari ranjang.
Bagas menuntun Luna menuju kamar mandi.Tidak lama kemudian Luna kembali dari kamar mandi dan kembali naik ke ranjang.
Luna langsung melingkarkan tangannya keperut Bagas seolah tidak ingin Bagas menjauh darinya.
"Lunanya bobo lagi.. Daddy peluk ya " bisik Bagas.Tak lama kemudian Luna pun kembali tidur dalam pelukan Bagas.
Felisha hanya menatap Luna dan Bagas,ia merasa seperti tidak dibutuhkan oleh Luna.
__ADS_1
"Fe..tidur ?" titah Bagas
Felisha pun menurut,Ia merebahkan dirinya disebelah Luna.Bagas merentangkan tangannya memeluk pinggangnya dengan Luna berada diantara mereka
* * * *
"Keluar kota.. berarti Luna tidak bisa tidur sama Daddy dong " bibir Luna langsung mengerucut ketika keesokannya Bagas menceritakan rencana kepergiannya.
Bagas sengaja tidak mengatakan akan ke Bali karena Luna pasti merengek ingin ikut
"Cuma dua hari.." jawab Bagas
"Nanti Luna tidur sama kakak saja " ajak Nakula " Nanti kakak bacakan buku cerita "
"iya mau kak " jawab Luna semangat . "Kalau Daddy di luar kota aku mau tidur sama kakak saja "
Bagas pun tersenyum lega.Ternyata putranya dapat diandalkan dalam hal membujuk Luna.
"Terimakasih nak " Bagas mengacak rambut si kembar.
"Sekarang Daddy mau packing dulu ya " Bagas mengamit pinggang Felisha.
Sementara Luna langsung bermain dengan kedua kakaknya di lantai atas dengan ditemani pengasuh.
"Berapa hari disana ?" tanya Felisha sambil memasukan baju-baju Bagas kedalam koper.
"Dua tiga hari " jawab Bagas sambil berbaring diatas ranjangnya.Matanya tak lepas menatap Felisha yang tengah sibuk memasukan semua keperluan Bagas selama di Bali.
"Sudah beres..kira-kira apalagi yang kurang ?" tanya Felisha
"Tinggal bekalnya saja " jawab Bagas
"Bekal ?" mata Felisha mengernyit.
"Eumm..bilang saja minta jatah " jawab Felisha sambil merangkak naik keatas ranjang.Felisha pun harus memberi bekal Bagas untuk tiga hari kedepan .
Setelah kepergian Bagas,Nakula dan Sadewa benar-benar berperan sebagai kakak yang baik untuk Luna.Setiap malam mereka bergantian membacakan buku cerita sebelum Luna tidur.
Setiap malam Bagas melakukan panggilan video untuk mengetahui kabar Felisha dan anak-anak.Bagas baru akan tidur dengan tenang jika sudah memastikan anak dan istrinya baik-baik saja.
Dihari ketiga Bagas menunda rencana kepulangannya karena masih ada yang harus diurus.Orang yang paling marah adalah Luna. Ia menolak berbicara dengan Bagas.
"Aku tidak mau bicara sama Daddy " Luna menangis diranjangnya sambil memeluk boneka kesayangan nya
Bagas menatap nanar layar di ponselnya yang memperlihatkan Luna yang sedang menangis.
"Sudah nanti juga berhenti nangisnya " ujar Felisha sambil tersenyum lembut
"iya " jawab Bagas sebelum mengakhiri panggilan video.
"Kenapa dengan Luna ?" tanya Dio.Mereka memang sedang makan malam bersama di hotel tempat mereka menginap.
"Ngambek karena saya tidak jadi pulang hari ini " jawab Bagas
"Anak itu sangat pandai mencuri perhatian " ujar Dio
"Ya.. sepertinya anak itu sedang balas dendam kepada saya..dulu saya selalu mengabaikan nya..sekarang dia tidak memberi kesempatan kepada saya untuk jauh darinya bahkan dia tidak mau melepaskan saya " ujar Bagas sambil terkekeh.
"Sepertinya kamu sedang terkena karma " ujar Dio dengan nada mengejek.
"Ya " jawab Bagas.
__ADS_1
Bagas sama sekali tidak marah ketika Dio mengatakan jika ia sedang terkena karma.Karena itu juga yang sedang ia rasakan.
Felisha dan Luna telah mengikatnya begitu erat hingga sangat susah baginya untuk jauh dari mereka.
Setelah dua hari lebih lama dari jadwal semula, akhirnya hari ini Bagas pulang.Ia sengaja tidak memberi tau Felisha dan anak-anak tentang rencana kepulangannya hari ini.
Jam 7 malam Bagas baru turun dari pesawat.Ia langsung pulang ke rumah dengan mengendarai taksi.
Sesampainya di rumah suasana sangat sepi.Menurut pelayan yang membuka pintu Felisha dan anak-anak sudah masuk ke kamar masing-masing.
Bagas masuk ke kamarnya, ternyata Luna dan Felisha sudah tidur.Luna tampak tidur nyenyak dalam pelukan ibunya.
Setelah membawa kopernya ke kamar,Bagas beranjak kelantai dua untuk melihat kedua putranya.
"Kalian belum tidur ?" tanya Bagas ketika mendapati Nakula dan Sadewa masih belajar.
"Belum dad " jawab sikembar.Mereka memang sangat tekun belajar meski besok adalah weekend.
"Luna tidur dikamar mommy..seharian Luna rewel,sampai-sampai mommy hari ini tidak masuk kerja " lapor Sadewa
"Kenapa Luna rewel ?" tanya Bagas mengernyit.
Sadewa menggedikkan bahunya tanda tidak tau
"Sepertinya Luna kangen sama Daddy " jawab Nakula
"Kalian kalau kangen sama dady tidak pernah rewel " ujar Bagas sambil tertawa
"Tidak dad..karena kami laki-laki " jawab Nakula.
"Anak pintar..sekarang Daddy istirahat dulu " Bagas mengacak rambut kedua putranya sebelum berlalu dari kamar.
Bagas kembali ke kamarnya.Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum naik keranjangnya bergabung dengan Felisha dan Luna.
Suara adzan subuh membangunkan Felisha.Ketika membuka matanya ia kaget karena mendapati sudah berada di ranjang mereka tengah tertidur lelap.
Felisha terpaksa membangunkan Bagas karena sudah masuk waktu subuh.
"Mas..bangun " Felisha mengusap pipi Bagas lembut.
Dengan enggan akhirnya Bagas membuka matanya " masih ngantuk Fe "
"Sudah waktunya subuh " Felisha kembali mengusap pipi Bagas karena mata Bagas nyaris terpejam lagi.
Bagas akhirnya bangun setelah matanya terbuka dengan sempurna.Merekapun bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menunaikan solat subuh berjamaah.
Selesai solat Bagas kembali naik ke atas ranjang karena matanya sudah benar-benar tidak bisa dikondisikan lagi..sangat mengantuk.
Felisha membiarkan Bagas meneruskan tidurnya sambil memeluk Luna.Ia memilih pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Matahari mulai naik,Bagas membuka matanya karena ada yang menusuk-nusuk pipinya.Senyum langsung terkembang dibibir nya ketika mengetahui siapa yang sedang menusuk-nusuk pipinya.
"Daddy kenapa tiba-tiba ada disini ?" tanya Luna.Sepertinya Luna baru menyadari kehadiran Daddy nya.
"Daddy pulang malam waktu Luna sama mommy sudah tidur " jawab Bagas
"Kenapa Daddy tidak bangunkan Luna sama Mommy ?" tanya Luna
"Karena Luna sama mommy tidurnya sangat nyenyak,susah dibangunkan " jawab Bagas berbohong.Kenyataannya ia sama sekali tidak ingin mengganggu tidur dua wanita itu.
"Sekarang Luna mau tidur lagi sama Daddy " Luna kembali berbaring,tangan dan kakinya melingkar diperut dan dada Bagas.
__ADS_1
"Iya..kita tidur lagi " Bagas mencium kening Luna.Mereka pun kembali tertidur.