
Bayu sengaja mengajak Bagas dan Ajeng bertemu karena ada masalah yang harus mereka bertiga bahas.
"Ini ada titipan dari bapa untuk Nakula dan Sadewa juga untuk adiknya " Bayu memberikan satu buah paperbag titipan dari mantan ayah mertuanya.
"Terimakasih mas " ujar Bagas
"Mas sengaja mengajak kalian kesini karena ada amanat dari bapa yang harus mas sampaikan kepada kalian " ucap Bayu serius.
Bagas mendengarkan semua ucapan mantan kakak iparnya itu dengan wajah serius.
"Apakah bapak sehat?" tanya Bagas.Sudah cukup lama Bagas tidak mengunjungi rumah mantan mertua nya itu.
"Bapak sehat " jawab Bayu
"Bapak diam-diam sudah membagi semua harta dan aset miliknya untuk anak-anaknya..
Saya,Kinara dan Ajeng..namun karena Kinara sudah tidak ada,jadi harta warisan milik Kinara otomatis akan jatuh pada Nakula dan Sadewa.Jika ada waktu luang datanglah ke Semarang.Biar kamu lihat aset mana saja yang akan jatuh ke tangan Nakula dan Sadewa,supaya kita bisa buat pengalihan atas nama sikembar " ujar Bayu
"Nanti kalau ada waktu saya akan ke Semarang sekalian menengok bapak " ujar Bagas.
"Menurut saya sebaiknya kita urus semua sama-sama biar transparan " ujar Bayu
"Aku percaya sama mas Bayu " ujar Ajeng.
"Saya juga mempercayakan semuanya kepada mas Bayu " ujar Bagas.
"Oke semua akan saya urus.Tapi sebelumnya kita harus berkumpul dulu di Semarang " Bayu akhirnya bersedia untuk mengurus semua pembagian warisan karena ia adalah anak tertua.
Setelah selesai membahas masalah pembagian warisan,Bayu kembali ke hotel tempatnya menginap.Sedangkan Bagas mengantarkan Ajeng pulang ke tempat kostnya sebelum ia kembali ke kantor.
🌸🌸🌸
Setelah kembali dari makan siang dengan suaminya, Felisha kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Felisha melirik sekilas kearah meja Dina yang tampak kosong padahal waktu makan siang sudah lewat.
"Dina kemana ?" tanya Felisha kepada teman sekantornya.
"Ijin pulang mbak ganti baju,tadi tiba-tiba dapat tamu bulanan kena roknya "
"Ooh .." ujar Felisha.
Satu jam kemudian Dina sudah kembali ke kantor dan sudah mengganti bajunya.
"Jebol Din ?" tanya Felisha
"Iya.. kebiasaan kalau hari pertama suka tiba-tiba banyak " jawab Dina sambil meringis memegang perut bawahnya
"Fe..tadi waktu gue balik ke kost an,gue lihat laki Lo nganterin salah satu penghuni kost " bisik Dina.
"Sayang tadi gue lupa photo " Dina tampak menyesal tidak sempat mengambil photo Bagas waktu di tempat kostnya.
"Emang Lo ngekost dimana ?" tanya Felisha
Felisha terhenyak ternyata Dina ngekost ditempat yang sama dengan Ajeng.
"Sejak kapan Lo ngekost disana ?" tanya Felisha lagi.
"Gue baru seminggu ngekost disana " jawab Dina.
"Lo yakin itu mas Bagas ? tanya Felisha
"Yakin banget Fe..mobil laki Lo juga gue hapal " jawab Dina.
Mendadak perut Felisha menjadi tidak nyaman seperti ada yang mengaduk-aduk perutnya.Dengan setengah berlari Felisha pun memuntahkan semua isi perutnya di toilet.
__ADS_1
"Fe..Lo kenapa ?" Dina melongo melihat Felisha yang lari terbirit-birit ke tolilet dengan menutup mulutnya.
Di toilet Felisha benar-benar mengeluarkan isi perutnya.Semua makanan yang masuk pada saat makan siang akhirnya keluar lagi.Ia mencuci mulutnya dengan air dan berkumur-kumur sebelum kembali ke ruangannya.
Felisha meminta segelas teh manis hangat kepada ob untuk menghilangkan rasa mualnya.
Dina tampak menatapnya dengan wajah khawatir.
"Lo gapapa Fe? muka Lo pucet banget " tanya Dina
"Ga apa-apa " jawab Felisha sambil kembali ke mejanya.
Dina memukul bibirnya yang lemes,tidak seharusnya ia memberitahu Felisha jika ia melihat Bagas mengantarkan wanita ke tempat kostnya.
Seorang OB datang membawa segelas teh manis hangat pesanan Felisha dan menyimpannya di atas meja.
"Terimakasih " ujar Felisha tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer di depannya. Ob itu mengangguk kemudian keluar dari ruangan Felisha.
Meski berusaha terlihat biasa saja,namun suasana hati Felisha menjadi tidak baik. Ia tidak senang mengetahui Bagas masih bertemu dengan Ajeng tanpa sepengetahuan nya dengan alasan apapun.Apalagi sampai mengantar ke tempat kostnya.
Felisha melirik jam yang melingkar ditangannya jarumnya menunjukkan di angka lima,ia pun membereskan mejanya dan mengambil tas nya bersiap untuk pulang.
Begitu sampai lobby, ternyata Bagas sudah menunggunya disana.Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran.
Begitu masuk kedalam mobil,Bagas membantu memasangkan Felisha seat belt.
"Kamu kenapa ?.wajah kamu pucat " tanya Bagas.
"Tidak apa-apa " jawab Felisha sambil melengos.
Bagas masih menatap intens wajah istrinya yang tampak masam.
"Saya tidak suka kamu menyembunyikan sesuatu " ujar Bagas
"Sama aku juga " balas Felisha
"Iya kalau aku nyembunyiin sesuatu itu keliatan..tidak seperti mas Bagas yang pinter menyembunyikan sesuatu sampai tidak kelihatan " sindir Felisha.
Bagas yang semula akan menyalakan mesin mobilnya akhirnya mengurungkan nya.
"Maksud kamu apa ngomong begitu ?" tanya Bagas tidak senang.Ia seperti sedang dicurigai oleh istrinya
"Ga ada maksud apa-apa " jawab Felisha sambil kembali melengos
"Hari ini kamu aneh " gumam Bagas sambil menyalakan mesin mobilnya dan perlahan mulai meninggalkan halaman kantor Felisha.
Sepanjang perjalanan Bagas menawarkan sesuatu yang mungkin Felisha inginkan,namun istrinya itu selalu menolak.
Bagas berusaha menghadapi perubahan sikap Felisha dengan sabar dan kepala dingin,karena ia anggap itu disebabkan oleh hormon kehamilannya.
Sesampainya di rumah, sambutan anak-anak membuat Felisha melupakan sejenak kekesalannya kepada Bagas.
"Daddy..aku mau sekolah " Luna yang sudah cantik dan wangi langsung menggelendot ditangan Bagas.
"iya nanti kita cari sekolah yang bagus untuk Luna " jawab Bagas
"Aku ingin sekolah sama kakak " pintanya
"Tidak bisa dong sayang..Luna belum cukup umurnya masuk ke sekolah Kaka.Luna sekolahnya di taman kanak-kanak dulu " jawab Bagas sambil terkekeh
"Bagaimana kalau Luna sekolahnya di tempat kakak dulu TK ?" tanya Bagas
"Iya mau " jawab Luna senang.
"Mommy..nanti aku mau beli tas dan sepatu baru untuk sekolah " pinta Luna
__ADS_1
"oke boss " Felisha mengacungkan ibu jarinya.
"Kalau mau sekolah Luna tidak boleh malas mandi,dan tidak boleh cengeng " nasehat Felisha
"Iya mom Luna janji " jawab Luna
"Anak Daddy pinter " ujar Bagas sambil mengusap kepala putrinya.
Malamnya setelah menidurkan Luna dan mengecek si kembar dikamar atas ,Bagas masuk ke ruang kerjanya.Hampir satu jam Bagas disana sibuk memeriksa laporan perkembangan project nya dengan perusahaan Ezra.
Setelah memastikan semuanya sesuai dengan keinginannya Bagas pun kembali ke kamarnya.
Dikamar nya Bagas mendapati Felisha sedang muntah-muntah di kamar mandi.Bagas menghampiri Felisha dan mengusap-usap punggungnya,namun ditepiskan oleh Felisha.
Setelah mengeluarkan semua isi perutnya Felisha kembali ke ranjangnya.
"Sejak kapan muntah-muntah? kemarin-kemarin tidak " tanya Bagas khawatir
"Orang hamil muntah-muntah wajar " jawab Felisha ketus
"Mas bikinkan jahe hangat ya !"
"Tidak usah..aku nya juga ngantuk " jawab Felisha sambil menarik selimut sampai menutupi dadanya kemudian tidur memunggungi Bagas.
Sebetulnya Bagas masih ingin bertanya kepada Felisha tentang perubahan sikapnya hari ini,tapi ia urungkan karena melihat Felisha yang tampak pucat setelah muntah-muntah.
Bagas berbaring disebelah Felisha, tangannya terulur mengusap perut Felisa dari balik punggungnya.Tak ada penolakan karena Felisha sudah tertidur.
Keesokannya Bagas kembali mendapati Felisha sedang muntah-muntah di kamar mandi.Karena khawatir Bagas melarang Felisha pergi ke kantor namun Felisha bersikeras untuk pergi
"Kamu itu keras kepala sekali " Bagas menggerutu ketika mereka sudah berada didalam mobil.
"Kayak kamu tidak keras kepala saja " gumam Felisha namun cukup terdengar jelas oleh Bagas.
Sesampainya didepan kantor Felisha,Bagas menahan Felisha untuk tidak keluar dari mobilnya.
"Fe..dari kemarin kamu selalu ketus.Apa mas membuat kesalahan sama kamu ?" tanya Bagas
"Pikir saja sendiri " jawab Felisha
"Justru setelah dipikir mas tidak merasa melakukan kesalahan..makanya mas tanya sama kamu "
"Ya sudah kalau tidak merasa..aku mau masuk sudah siang " Felisha berusaha keluar dari mobil namun Bagas menahannya.
"Jangan harap kamu bisa keluar dari mobil kalau kamu tidak bilang apa yang menyebabkan kamu selalu ketus sama mas " ancam Bagas.
"Kamu kemarin habis ketemuan ya sama Ajeng ?" tanya Felisha lirih
"Oh..iya mas lupa bilang sama kamu " jawab Bagas.
"Pasti Ezra yang bilang sama kamu " ujar Bagas
"Mas Ezra tidak cerita apa-apa sama aku " jawab Felisha
"Lalu kamu tau darimana ?" tanya Bagas
"Temen aku satu kost sama Ajeng.Dia lihat kamu ke tempat kost Ajeng..Dasarnya harus ketauan " ujar Felisha
"Ketauan apa maksud kamu ?" tanya Bagas
"Ketauan selingkuh " jawab Felisha
"Mas Bagas tidak selingkuh sayang " ujar Bagas sambil tertawa.Bagas tidak menyadari jika dari kemarin Felisa sedang dibakar api cemburu.
"Nanti mas ceritakan sama kamu.Kalau cerita sekarang pasti kamu telat masuk kantor " ujar Bagas sambil meraih wajah Felisha dan mencium bibirnya lembut.
__ADS_1
Setelah mengakhiri ciuman nya Felisha pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke kantornya.
Bagas tersenyum melihat kepergian istrinya.Hatinya merasa berbunga ketika melihat istrinya begitu cemburu padanya ketika mendengarnya bertemu dengan Ajeng.