Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Digantung


__ADS_3

Sadewa, Luna dan Cindy yang sedang bersiap akan pergi kaget ketika tiba-tiba Kenzo datang.


"Jam berapa dari Jakarta ?" tanya Sadewa kepada sahabatnya itu.


"Habis subuh " jawab Kenzo berbohong.


"Kebetulan Lo datang..temenin gw ngasuh dua bocah ini " ajak Sadewa setengah berbisik.


"Oke " jawab Kenzo dengan senang hati.


"Lo yang bawa mobil !" Sadewa melemparkan kunci mobil kearah Kenzo.


"Siap Komandan " jawab Kenzo sambil menangkap kunci mobil yang melayang kearahnya dengan manis.


Pada saat Luna akan masuk ke mobil, Kenzo masih sempat menangkap tangan Luna dan menggenggamnya.


Namun itupun hanya sekilas karena Luna buru-buru mencubit tangannya agar Kenzo melepaskan genggamannya. Luna tidak ingin Kakaknya sampai melihat apa yang Kenzo lakukan.


"Sama pacar itu jangan galak Sayang " bisik Kenzo sambil masuk kedalam mobil.


Kenzo melajukan mobilnya mengikuti arahan dari Sadewa.Mobil mewah berplat B itu pun meluncur menuju pinggiran kota Bandung.


Sadewa membawa Cindy dan Luna ke tempat wisata alam sesuai keinginan kedua gadis centil itu.


Luna dan Cindy sibuk berfoto sementara Kenzo dan Sadewa hanya mengawasi sambil mengobrol.


"Kakak sini dong ikutan di foto " Luna menarik tangan Sadewa dan Kenzo untuk berfoto bersama.


Pada saat berfoto bersama tangan Kenzo diam-diam memeluk pinggang Luna, tidak ingin dilihat oleh kakaknya Luna pun buru-buru menepiskan tangan Kenzo dari pinggangnya sambil melotot.


Cindy yang merasakan betisnya masih terasa sedikit sakit karena kram semalam memilih duduk beristirahat, Luna yang masih ingin mengambil photo di dekat danau akhirnya pergi dengan ditemani oleh Kenzo.


Kenzo mengambil banyak photo Luna dengan kamera nya dibeberapa spot yang bagus.Kenzo juga menyuruh orang untuk mengambilkan photo mereka berdua.


Luna sempat protes ketika tangan Kenzo kembali memeluk pinggangnya saat berphoto berdua.


"Tangannya nakal " sungut Luna sambil mencubit tangan Kenzo yang tidak mau lepas dari pinggang Luna.


"Kamu galak banget sih Sayang " keluh Kenzo sambil mengusap tangan putihnya yang sedikit merah karena cubitan jari lentik Luna.


Luna dan Kenzo tidak menyadari jika mereka tidak luput dari pangawasan Sadewa yang sedang duduk menemani Cindy.


"Sebetulnya mereka masih pacaran tidak ?" Sadewa tiba-tiba bertanya kepada Cindy sambil menatap Kenzo yang sibuk mengambil photo Luna didekat danau.


Sebagai kakak ia harus tau mengenai kejelasan hubungan Luna dengan Kenzo.


"Setau aku Luna sudah menganggap putus..tapi kakak Ken masih berusaha untuk mengambil hati Luna kembali " jawab Cindy.


"Kamu mendukung mereka ?" tanya Sadewa sambil menatap Cindy dengan tatapan menyelidik.


"A..aku..mmm.." Cindy tampak bingung tidak tau harus menjawab apa. Cindy tidak berani mengakui jika dirinya adalah satu-satunya orang yang membantu hubungan mereka.

__ADS_1


"Kenapa..kamu takut untuk mengakui kalau kamu ikut membantu Kenzo mendekati Luna ?" tebak Sadewa.


"Ma..maaf Pak..a..aku pikir mereka sebetulnya saling cinta..hanya saja Luna masih belum berani mengakui perasaannya " ucap Cindy takut.


Sadewa melirik kearah Cindy yang terlihat pucat. Berada di dekat Sadewa membuat Cindy merasa seperti seorang tersangka yang sedang diintrogasi oleh penyidik.


"Wajah kamu pucat..kamu sakit ?" tanya Sadewa sedikit khawatir. Cindy menggeleng.


"Apa kaki kamu masih sakit ?" tanya Sadewa lagi.


"Sedikit " jawab Cindy.


"Jika kram lagi cukup diregangkan sedikit sambil diurut pakai yang hangat-hangat ,seperti yang kakak lakukan semalam " nasehat Sadewa.


"Iya Pak..eh..Kak " jawab Cindy.


Sadewa kembali melirik kearah Cindy, ia sedikit kasihan melihat Cindy yang terlihat takut jika diajak bicara olehnya.


"Apakah saya menyeramkan sehingga membuat kamu takut ?" tanya Sadewa.


"Hah..ti..tidak " jawab Cindy.


"Tapi kamu seperti yang takut kalau berbicara dengan saya " ujar Sadewa.


Cindy tidak menjawab ia hanya menunduk tidak berani melihat kearah Sadewa.


Sadewa berhenti berbicara ketika Luna dan Kenzo datang. Mereka terlihat puas setelah mengambil banyak photo dibeberapa spot yang bagus.


"Makan dulu kak..perut aku lapar " Luna menggelendot manja dilengan Sadewa.


Kali ini Sadewa tidak menyuruh Kenzo mengemudi, namun ia sendiri yang mengemudi untuk mencari tempat makan yang nyaman dan enak. Lama tinggal di Bandung tentu Sadewa sudah hapal tempat makan yang enak disana.


Sadewa membawa mereka ke sebuah restoran yang menyajikan menu masakan khas Sunda. Kenzo yang sudah lama tinggal di Indonesia tampak sangat menikmati makanan khas Sunda itu lengkap dengan sambal dan lalap.


Selesai mengisi perut, mereka melanjutkan jalan-jalan mengunjungi tempat wisata yang lain yang ada di Bandung.


Jam 5 sore mereka akhirnya pulang ke rumah. Malam itu Kenzo tidak menginap di hotel karena Sadewa menyediakan kamar untuk sahabatnya itu.


Luna dan Cindy yang kelelahan akhirnya tertidur dengan cepat. Kedua gadis itu tidak menyadari jika malam itu Sadewa mengajak Kenzo keluar.


"Jangan bilang Lo mau ngajak gw dugem " seloroh Kenzo kepada Sadewa yang sedang fokus mengemudi.


"Ga lah..gw mau ajak Lo nongkrong sambil ngopi..gw tau tempat yang bagus...Lo pasti suka " jawab Sadewa.


Sadewa membawa Kenzo mengunjungi sebuah kafe yang berada di daerah Dago.Tempat yang mereka kunjungi benar-benar nyaman dengan suasana cozy, ditambah dengan interiornya yang sangat menarik karena dipenuhi oleh gambar pop art yang unik.


Kenzo yang sedang menyesap Caramel Machiato nya kaget ketika Sadewa mengeluarkan sebungkus rokok dari saku jaketnya.


"Lo merokok ?" tanya Kenzo.Setahu nya dulu Sadewa tidak merokok. Bahkan tadi seharian pun ia tidak melihat sahabatnya itu merokok.


"Tuntutan kerjaan..biar tidak oleng " jawab Sadewa sambil tertawa.

__ADS_1


"Seharian tadi gw lihat Lo ga ngerokok " ujar Kenzo.


"Ada Luna..bisa ngadu dia sama Mommy " jawab Sadewa sambil menyalakan rokoknya.


Kenzo tertawa..ternyata Sadewa masih takut kepada Mommynya


"Lo mau ?..tenang gw gak akan ngadu sama Luna " Sadewa menawarkan rokoknya kepada Kenzo.


Kenzo yang sedang menyesap kopinya nyaris tersedak mendengar ucapan Sadewa barusan.


"Ga usah kaget begitu..Lo pikir kelakuan Lo tadi lolos dari pantauan gw ?" sindir Sadewa sambil menghisap dalam-dalam rokoknya dan mengeluarkan asapnya dari hidungnya.


Kenzo diam..mau mungkir pun tidak ada gunanya. Kenzo lupa jika Sadewa adalah seorang Polisi yang memiliki insting yang sudah benar-benar terasah.


"Lo ijinin kalau gw sama Luna pacaran ?" tanya Kenzo sambil menatap dalam kearah Sadewa.


"Ga masalah..wajar gadis seusia Luna jika memiliki pacar..asal tau batasan saja dan tetap mengutamakan kuliah " jawab Sadewa.


"Dan satu lagi..jangan berani-berani menyakiti hati adik gw..kalau sampai terjadi..habis Lo " ancam Sadewa.


Kenzo menelan ludah getir..ia tiba-tiba merasa ngeri ketika melihat senjata yang terselip di pinggang Sadewa.


"Tidak akan " jawab Kenzo yakin.


"Jadi sebenarnya Lo itu sudah resmi pacaran sama Luna atau belum ?" tanya Sadewa.


"Gw masih digantung " jawab Kenzo lirih yang langsung disambut tawa mengejek dari Sadewa.


"Puas banget Lo ngetawain gw " keluh Kenzo dengan wajah kesal.


"Tragis banget nasib Lo..digantung sama anak kecil " ejek Sadewa.


"Ga masalah..yang penting gw sedang berusaha..daripada Lo masih jomblo..gw ragu apa Lo normal " Kenzo balas mengejek.


"Enak saja..gw normal tau " Sadewa meninju bahu Kenzo.


"Ngomong-ngomong adik sepupu Lo sudah punya pacar belum ?" tanya Sadewa.


"Jangan bilang Lo lagi ngincer Cindy " ujar Kenzo.


"Kalau iya kenapa..Lo keberatan ?..gw juga ga keberatan Lo ngincer adik gw.." ujar Sadewa.


"Tidak sih..mana berani gw melarang Lo deketin Cindy " jawab Kenzo.


"Jadi Cindy sudah punya pacar belum ?" Sadewa kembali mengulangi pertanyaannya.


"Mana gw tau..Lo tanya saja langsung ke Cindy nya..gw juga deketin Luna usaha sendiri tidak minta bantuan Lo " jawab Kenzo.


"Waaaah..nantang Lo "


Like, komen dan vote nya pliiis..pliiis

__ADS_1


happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2