
Sejak Felisha hamil lagi Luna pun menjadi kakak siaga.Sebagai anak perempuan satu-satunya tentu Luna lebih mengerti Mommynya dibanding kedua kakaknya apalagi Abimanyu yang baru berusia 11 tahun.
Selama Felisha hamil muda setiap malam Bagas tidur di kamar Abimanyu karena Felisha masih tidak mau tidur dengan Bagas.Jika tidak Bagas baru masuk ke kamar setelah menunggu Felisha tidur nyenyak.
Kehamilan kali ini sangat merepotkan berbeda dengan ketika Felisha hamil Abimanyu yang hanya direpotkan oleh Luna yang lebih manja kepada Bagas.
Setelah menidurkan Abimanyu, Bagas tidak kembali ke kamarnya. Ia memilih berbaring disebelah Abi sambil memainkan ponselnya menunggu Felisha tidur dengan nyenyak.
Waktu menunjukkan jam 9 malam Bagas beranjak menuju kamarnya untuk mengecek apakah Felisha sudah tidur atau belum.
"Sepertinya Mommy sudah tidur Dad " Nakula tersenyum melihat Bagas.
"Kalau belum tidur pasti Daddy diusir lagi " ujar Bagas dengan suara pelan.
"Kalau Daddy diusir lagi sama Mommy tidur dikamar aku saja "
"Iya " jawab Bagas sambil berjalan perlahan menuju kamar.
Bagas terlihat lega ketika melihat Felisha sudah tertidur dengan lelap. Perlahan Bagas naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Felisha.
"Dedek jangan nakal dong..masa tidak mau dekat-dekat dengan Daddy " Bagas mengusap perut Felisha yang sudah mulai terlihat buncit itu dengan lembut.
Bagas kaget ketika tiba-tiba Felisha terbangun karena merasa ada yang menyentuh perutnya.
"Maaf Sayang..mas cuma ingin ngelus saja.. kalau begitu Mas balik lagi ke kamar Abi ya " Bagas beranjak turun dari ranjang dan hendak kembali ke kamar Abimanyu.
"Jangaaaan ..disini saja " tanpa disangka tangan Felisha memeluk pinggang Bagas erat agar tidak pergi dari kamar mereka.
"Takutnya nanti kamu mual " ujar Bagas.
"Tidak akan " jawab Felisha.
Bagas mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar Abimanyu, Ia pun merebahkan tubuhnya disebelah Felisha.
"Jangan tidur dikamar Abi lagi " ujar Felisha sambil memeluk Bagas.
"Iya " jawab Bagas.
Akhirnya penderitaan Bagas selama tiga bulan ini berakhir juga.Perlahan tangan Bagas terulur mengelus perut Felisha yang semakin menonjol menandakan buah cinta mereka yang semakin tumbuh disana.
"Sudah semakin besar ya " ujar Bagas.
"Ya " jawab Felisha.
"Rumah kita akan tambah ramai kalau dedek sudah lahir, jadi kamu tidak akan kesepian lagi " ujar Bagas sambil terus mengusap perut Felisha.
Sementara di kamar sebelah Luna sedang fokus belajar.Ketidak jelasan hubungannya dengan Kenzo tidak membuat Luna larut dalam kesedihan, justru Luna semakin giat belajar agar dapat lulus SMA dengan cepat.
__ADS_1
Tidak bisa dipungkiri jika rasa rindu kepada Kenzo kerap datang.Namun Luna dapat mengalihkannya dengan melakukan hal-hal yang positif.
Luna kembali aktif dalam kegiatan sosial di sekolahnya, meskipun pada awalnya dilarang oleh Bagas karena trauma atas kejadian yang membuat Luna nyaris hanyut di sungai.Namun akhirnya Luna dapat meyakinkan Bagas bahwa ia bisa menjaga diri.
Tokyo
Sejak pulang dari university of Tokyo Hospital untuk melakukan serangkaian terapi Kenzo kembali melanjutkan kegiatannya melukis di kamar lukisnya.
Jari-jari Kenzo tampak begitu lincah menyapukan kuasnya pada kanvas di depannya.
Kenzo sedang melukis seorang gadis mengenakan Yukata berwarna merah muda dengan kombinasi bunga sakura.
Sekali lihat orang pasti tau jika gadis dalam lukisan itu adalah Luna.Kenzo menatap lukisan yang baru selesai itu dengan penuh kerinduan.
"Tunggu ya Sayang..sebentar lagi kakak akan datang menemui kamu " gumam Kenzo.
Kenzo tidak sabar ingin segera terbang ke Jakarta untuk segera menemui kekasih hatinya.
Meskipun sekarang kakinya sudah bisa digerakkan, namun dokter masih belum mengijinkan Kenzo turun dari kursi rodanya apalagi untuk melakukan perjalanan jauh.
Selama berbulan-bulan menjalani pengobatan, Kenzo berusaha mengalihkan rasa rindunya kepada Luna dengan melukis.
Satu Tahun Kemudian.
Luna yang sudah menyandang status sebagai mahasiswi disebuah perguruan tinggi di Jakarta kaget ketika Cindy yang masih mengenakan seragam SMA nya tiba-tiba datang ke rumah.
"Duh yang sudah jadi mahasiswi..sombong banget sama aku " Cindy mencolek dagu Luna.
"Bukan sombong dek..cuma ngasih tau.Kalau pulang sekolah itu langsung pulang ke rumah jangan kelayapan " ujar Aluna meledek dengan menyebut Cindy Dek.
"Aku kesini cuma mau nganterin ini Kak.." Cindy menyerahkan satu box besar berisi coklat sambil balas meledek Luna.
Tanpa Cindy bilang Luna sudah dapat menebak dari siapa Coklat-coklat itu.
"Aku tuh males harus nganterin setiap hari.. makanya aku anterin saja untuk stok satu bulan " ujar Cindy santai.
"Aku tidak mau menerimanya " ucap Luna.
"Loh kenapa ?" tanya Cindy.
"Karena sekarang aku sudah tidak suka coklat " jawab Luna.
"Lalu ini gimana ?" Cindy menunjuk pada Box coklat ditangannya dengan bingung.
"Terserah kamu..atau balikin lagi saja ke orangnya " jawab Luna.
Cindy yang kebingungan akhirnya memberikan box coklat itu kepada Abimanyu yang baru pulang dari les.
__ADS_1
"Ini beneran buat aku ?" tanya Abimanyu tidak percaya
"Iya dong beneran buat Abi " jawab Cindy sambil tersenyum.
"Terimakasih kak " Abimanyu pun berlalu sambil membawa box coklat ditangannya.
Felisha yang sedang menimang bayinya langsung bertanya kepada Abimanyu yang baru datang dengan membawa box ditangannya.
"Abi bawa apa ?" tanya Felisha.
"Coklat Mom..dikasih kak Cindy " jawab Abimanyu.
"Banyak banget " gumam Felisha.
"Sepertinya coklat ini awalnya untuk kakak Luna, tapi karena kakak menolak jadinya dikasih ke Abi " ujar Abimanyu.
"Besok mau Abi bagi sama teman-teman di sekolah " sambung Abimanyu.
Abimanyu memang tidak sengaja sempat mendengar pembicaraan Cindy dengan kakaknya.
Felisha termangu ketika mendengar Luna menolak coklat dari Cindy. Sepertinya Felisha tau siapa yang memberikan coklat itu..pasti Kenzo.
Setelah Cindy pulang Felisha langsung memanggil Luna dan menyuruhnya duduk didekatnya.
Luna yang duduk sambil menciumi pipi adik bayinya yang cantik hanya bisa diam ketika Felisha menegurnya karena menolak coklat yang Cindy bawa tadi.
"Walaupun kakak tidak menyukainya tapi kakak tidak boleh langsung menolak seperti itu " tegur Felisha.
"Iya kakak salah Mom " ujar Luna sambil menunduk.
"Lain kali tidak boleh begitu ya Sayang " nasehat Felisha.
"Iya Mom " jawab Luna masih menunduk.
"Memangnya coklat itu dari siapa ?" tanya Felisha pura-pura tidak tau.
"Kakak tidak tau Mom..Cindy tidak bilang " jawab Luna.
Pada saat Cindy menyerahkan box coklat itu kepada Luna ia memang tidak mengatakan dari siapa coklat itu.Meskipun begitu Luna sangat yakin jika coklat itu adalah pemberian dari Kenzo.
Kenzo yang mendapat kabar dari Cindy jika Luna menolak pemberian coklat darinya terlihat sangat kecewa.Apalagi ketika Cindy mengatakan jika sekarang Luna sudah tidak menyukai coklat.
Kenzo tau arti dibalik ucapan Luna.Sepertinya Luna masih membencinya karena ia menolak bertemu dengan Luna setelah kecelakaan yang menimpanya.
Setelah Cedera di kakinya sembuh, Kenzo memang berniat untuk kembali mengejar cinta Luna.Makanya ia kembali menyuruh Cindy untuk memberikan coklat untuk Luna seperti dulu..tapi ditolak.
Sepertinya rasa tidak percaya diri Kenzo setelah kecelakaan membawa akibat yang buruk pada hubungan mereka.
__ADS_1