Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Pengganggu Datang


__ADS_3

Pagi ini sebelum pergi ke kantor Kenzo terlebih dulu mengantarkan Abimanyu ke bandara.


ABG tampan itu akan berlibur selama tiga hari di villa mereka di Bali bersama beberapa teman sekelasnya yang semuanya laki-laki.


Jika Abimanyu pergi berlibur ke Bali, lain halnya dengan Bagas dan Felisha. Di hari yang sama mereka pun sedang persiapan untuk menginap di villa baru mereka di puncak. Rencananya Bagas dan Felisha akan merubah sedikit villa yang baru dibelinya.


Bagas dan Felisha pergi hanya berdua karena Alysha menolak untuk ikut. Putri bungsu Bagas itu ingin tinggal bersama Luna dan si kembar.


Selama Bagas dan Felisha menginap di Villa, Zhifana dan Nakula juga Arka menginap di rumah Bagas untuk menemani Luna mengurus Alysha.


Zhifana menggelar kasur lantai sebagai tempat anak-anak bermain. Kenan dan Ana yang baru bisa berjalan membutuhkan perhatian yang ekstra agar jangan sampai terjatuh pada saat bermain.


Keesokannya Cindy dan Sadewa juga Satria datang dari Bandung membuat rumah Luna semakin ramai dengan suara anak-anak.


"Ayah..Mommy sama Daddy nya kenapa engga ada " Satria menanyakan Bagas dan Felisha. Rupanya si tampan Satria sangat merindukan Bagas dan Felisha.


"Mommy sama Daddy sedang di puncak Aa " jawab Sadewa.


"Aku ingin kesana " Satria merengek kepada Ayahnya ingin menyusul ke puncak.


Karena tidak tega melihat Satria yang ingin bertemu dengan Bagas dan Felisha akhirnya mereka semua memutuskan untuk menyusul ke puncak sore itu.Karena jalanan macet mereka sampai pada saat hari mulai gelap.


Bagas dan Felisha yang tidak mengetahui jika anak-anak nya akan menyusul terlihat sedang bersantai sambil menonton tv di kamarnya.


Udara yang dingin disana membuat Felisha tidak mau jauh sedikitpun dari kanebo mesumnya.


"Sayang.. bagaimana kalau kita menginap disini selama satu Minggu, itung-itung bulan madu kedua " ucap Bagas.


"Tidak mau ah..aku tidak bisa lama jauh dari anak-anak..kalau anak-anak ikut baru aku mau " jawab Felisha.


"Kalau sama anak-anak itu namanya piknik Sayang " ujar Bagas sambil mencubit ujung hidung Felisha.


"Kira-kira Alysha rewel tidak ya ditinggal sama kakak Luna ?" Felisha teringat pada putri bungsunya.


"Mas yakin dia tidak akan rewel, Alysha sendiri kan yang tidak mau ikut kesini " jawab Bagas.


"Iya..kakak Luna dan Kenzo bisa diandalkan mengurus Alysha " ujar Felisha.


Bagas mengambil remot kemudian mematikan TV. Felisha yang sedang nonton langsung protes.

__ADS_1


"Kenapa dimatikan Mas..aku masih mau nonton film nya seru "


"Kita juga bisa bikin sesuatu yang seru " bisik Bagas ditelinga Felisha.


Bertahun-tahun mendampingi si kanebo mesum Felisha sudah hapal jika sekarang tingkat kemesuman suami gantengnya itu sedang naik.


"Sesuatu yang seru apaan..paling Mas mau ngajak aku gulat " jawab Felisha.


"Terserah kamu maunya apa..mau gulat atau main kuda-kudaan..mas sih siap saja " jawab Bagas santai.


"Dasar mesum " Felisha mencubit perut Bagas dengan gemas membuat pria tampan yang dulu sempat ia benci setengah mati itu meringis.


"Jadi maunya apa nih ?" tanya Bagas sambil mulai melucuti semua pakaian mereka.


"Terserah kamu...aku ngikut saja " jawab Felisha.


"Istri Solehah " puji Bagas sambil menarik tangan Felisha agar duduk diatas pangkuannya.


Begitu bokongnya mendarat diatas pangkuan Bagas Felisha langsung merasakan benda keras tanpa tulang yang ia duduki merangseg menekan bagian bawah tubuh Felisha.


Felisha memejamkan matanya ketika bibir kenyal Bagas mengu lum bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan.


Diusia Bagas yang sudah terbilang tidak muda lagi ternyata masih mampu membuat Felisha klepek-klepek.


"Mass..hhm.." Felisha mende sah ketika bibir Bagas mulai beralih menyusuri leher dan berakhir pada dada Felisha yang padat dan kenyal. Desa han Felisha semakin terdengar ketika mulut Bagas mengu lum dan menghisapnya kuat.


Sejak Alysha berhenti ASI kini benda bulat yang padat dan kenyal itu hanya milik Bagas seorang.


Felisha menggelinjang ketika bibir Bagas terus mengeksplorasi kedua benda itu bergantian.


Tangan Bagas mengangkat sedikit bokong Felisha agar benda keramatnya dapat masuk sempurna kedalam goa milik Felisha.


"Aargh.." erang Felisha ketika tongkat sakti milik Bagas itu masuk sempurna kedalam sarangnya.Felisha pun mulai menggerakkan pinggul nya diatas pangkuan Bagas.


Bagas yang sudah terbakar gairah menjatuhkan Felisha ke ranjang tanpa melepaskan penyatuan mereka


Felisha menekuk kedua lututnya dan membuka pahanya lebar-lebar memberi ruang agar tubuh Bagas berada tepat diantara kedua pahanya.


Dengan bibir saling bertautan Bagas mulai menggerakkan pinggulnya dalam.jepitan kedua paha Felisha.

__ADS_1


Suara desa han dan decapan bibir mereka terdengar dengan jelas di kamar yang sangat luas itu.


Bagas yang sedang bergerak maju mundur diatas tubuh Felisha berhenti sejenak ketika mendengar ada suara mobil yang masuk di halaman Villa mereka.


"Huh..pengganggu datang " keluh Bagas. Pria tampan yang sedang terbakar gairah itu sudah bisa menebak siapa yang datang ke villa.


"Anak-anak datang Mas " bisik Felisha.


"Sudah biarkan saja..lagi nanggung Yang " jawab Bagas sambil kembali bergerak maju mundur diatas tubuh Felisha.


Meskipun anak-anak datang namun Bagas terlihat santai melanjutkan mengeksekusi Felisha tanpa terburu-buru.


Anak-anak yang baru sampai pun tidak berani mengganggu Mommy dan Daddy nya. Mereka duduk di ruang keluarga yang sangat luas dengan sabar.


Kenzo dan Luna tampak mengggendong si kembar, Nakula menggendong Arka, Cindy mengggendong Satria sementara Sadewa menggendong Alysha. Kelima bocah itu tertidur sejak dalam perjalanan.


Setelah hampir satu jam berlalu akhirnya Bagas dan Felisha pun keluar.


"Kalian kenapa menyusul kesini ? ganggu Daddy dan Mommy saja " omel Bagas.


"Maaf Mom..Aa nanyain Mommy dan Daddy katanya kangen " jawab Cindy.


Felisha langsung mengambil Satria dari gendongan Cindy dan membawanya ke kamar.


Bagas menyuruh semua anak-anak ditidurkan di kamarnya. Di kamar Bagas yang luas memang terdapat dua kasur berukuran besar yang cukup untuk menampung kelima anak itu.


Malam ini Bagas dan Felisha memutuskan untuk tidur dengan kelima anak itu.


"Daddy dan Mommy tidak repot anak-anak semua tidur disini ?" tanya Zhifana.


"Tidak..kalau mereka nangis paling nanti Mommy antarkan ke kamar kalian " jawab Felisha.


Setelah anak-anak berada di kamar Mommy dan Daddy nya ketiga pasangan muda itu pun langsung masuk ke kamar masing-masing.


"Dasar mereka..mau senang-senang malah ngasuh " gumam Bagas.


"Kita kan disini sudah dua hari Mas.. sekarang giliran mereka yang senang-senang " ujar Felisha.


Bagas mengangguk sambil menciumi pipi kelima bocah itu bergantian.

__ADS_1


__ADS_2