
Menginjak usia kandungan Luna ke sembilan bulan Kenzo melarang Luna bepergian tanpa dirinya atau Felisha. Perut Luna yang semakin besar membuat Luna semakin susah bergerak dan mudah lelah.
"Sayang sudah belum..aku pegal " Luna yang tengah duduk di depan jendela dengan mengenakan gaun hamil yang cantik dan menonjolkan perut buncitnya.
"Sebentar lagi Sayang " jawab Kenzo sambil terus menyapukan kuasnya di atas kanvas.
"Sudah ah akunya pegel " Luna beranjak dari kursi dan malah langsung duduk di pangkuan Kenzo.
Kenzo melanjutkan menyapukan kuasnya pada kanvas meski sang model lukisan kini malah nemplok dipangkuannya.
"Kalau sudah selesai lukisannya mau aku pajang di ruang tamu " ujar Luna sambil mengendus-endus leher Kenzo.
"Kalau kamu begini mana bisa kakak selesaikan lukisannya dengan cepat " keluh Kenzo sambil menghentikan sejenak melukisnya karena bibir Luna mulai nakal menyosor bibirnya.
"Lanjutkan saja Sayang..aku tidak akan ganggu " gumam Luna.
"Tidak ganggu bagaimana orang gara-gara kamu tangan kakak jadi tremor begini " gumam Kenzo sambil kembali menyapukan kuasnya pada kanvas.
Karena Luna yang terus bergerak diatas pangkuannya dan lukisannya sudah selesai akhirnya Kenzo pun membereskan alat lukisannya kemudian menyalurkan hasratnya yang sudah diubun-ubun akibat aksi nakal istrinya.
Kenzo yang awalnya pasrah ketika Luna menciumi wajahnya akhirnya melakukan perlawanan dengan membalasnya.
Luna terus bergerak diatas pangkuan Kenzo dengan bibir saling bertautan dan kedua tangan melingkar di leher Kenzo.
Luna berhenti bergerak kemudian memeluk erat leher Kenzo ketika akhirnya mereka mendapatkan pelepasan bersama dalam posisi duduk.
"Mandi yuk..kakak akan mandikan kamu " Kenzo mengangkat tubuh Luna kemudian dibawa ke kamar mandi.
Dikamar mandi Kenzo menyuruh Luna berendam didalam bathtub dengan air hangat. Kenzo pun dengan telaten mandikan Luna dan mengeramasi rambut Luna. Kenzo benar-benar memperlakukan Luna layaknya seorang putri.
Setelah selesai mandi Kenzo kembali membopong Luna ke kamar mereka dan menyiapkan baju untuk Luna.
Ketika sedang membantu memakaikan dalaman Luna, Kenzo kaget ketika ada cairan bening yang mengalir menyusuri betis mulus Luna.
"Kakak..aku ngompol..tapi tidak berasa ingin pipis " ucap Luna lirih.
Kenzo yang sudah banyak membaca tentang bagaimana proses melahirkan melanjutkan memakaikan pembalut dan baju Luna dengan tenang.Kenzo berusaha untuk tidak panik.
Setelah mereka berpakaian dengan lengkap Kenzo segera menghubungi Bagas dan Felisha untuk mengabari jika Luna sudah ada tanda-tanda akan melahirkan.
Setelah mendapatkan kabar dari Kenzo, Felisha menitipkan Alisha kemudian buru-buru pergi ke rumah Kenzo.
Bagas dan Felisha mendapati Luna sedang duduk disisi ranjang sementara Kenzo sedang memasukan tas berisi baju Luna dan perlengkapan bayi ke dalam mobil.
"Sudah berasa mulas kak ?" tanya Felisha.
"Sedikit Mom..tapi aku tadi tidak berasa tiba-tiba ngompol tapi kakak Ken sudah pakaikan pembalut " jawab Luna.
"Kita ke rumah sakit sekarang " ujar Bagas sambil membantu Aluna berdiri.
__ADS_1
"Biar aku saja yang gendong Dad " ucap Kenzo ketika Bagas hendak menggendong Luna.
Luna melingkarkan tangannya dileher Kenzo ketika pria tampan bermata sipit itu mengangkat tubuhnya dan dimasukkan kedalam mobil.
Kenzo dan Felisha berusaha tenang berbeda dengan Bagas yang terlihat panik. Sepanjang perjalanan Bagas yang duduk disamping Kenzo tampak selalu menoleh ke belakang untuk melihat kondisi putri kesayangannya yang sesekali meringis sambil memegang perutnya.
"Atur napas ya Sayang " perintah Felisha.
"Iya Mom " jawab Luna sambil berusaha mengatur napasnya.
Setibanya di rumahsakit Bagas membopong Luna menuju blankar sedangkan Kenzo memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia untuk pasen.
Luna langsung mendapat pemeriksaan dengan ditemani oleh Bagas dan Felisha, sedangkan Kenzo mengurus administrasi.
Menurut hasil pemeriksaan kemungkinan Luna akan melahirkan malam ini tinggal menunggu pembukaan nya lengkap.
"Ken ajak Daddy ngopi gih biar tidak tegang, biar Luna Mommy yang jaga " bisik Felisha kepada Kenzo ketika melihat Bagas yang terlihat sangat tegang.
"Iya Mom " jawab Kenzo.
Kenzo dan Bagas pun keluar untuk minum kopi. Kebetulan di dekat rumah sakit ada sebuah coffee shop.
Selama Kenzo dan Bagas menikmati kopinya, Kenzo menghubungi Mamih Papihnya dan mengabari jika Luna akan melahirkan.
Setelah merasa sedikit rileks Bagas dan Kenzo pun kembali menemui Luna setelah sebelumnya membeli makanan untuk Luna dan Felisha.
"Cepat lahir ya dek..jangan menyusahkan bunda " bisik Kenzo diperut Luna.
Luna berusaha mengatur napas nya setiap kali rasa mulas datang mendera.
"Sakit sayang ?" tanya Kenzo ketika Luna mencengkram tangannya erat.
"Iya " jawab Luna lirih.
"Apa sebaiknya SC saja ?" tanya Kenzo.
"Tidak..aku mau melahirkan normal " jawab Luna yakin.
"Baiklah " Kenzo mengangguk sambil terus mengusap perut Luna sambil melantunkan doa demi kelancaran persalinan Luna.
Bagas dan Felisha yang juga ada disana ikut berdoa sambil mengelus rambut Luna yang mulai basah oleh keringat.
"Yang kuat ya Sayang " Bagas menciumi puncak kepala Aluna.
"Iya Dad " jawab Luna sambil berusaha tersenyum.
"Sambil makan ya sayang biar nanti pas melahirkan ada tenaga " Felisha menyuapi Luna makanan yang dibeli Kenzo.
"Kakak itu beruntung sekali hamil langsung dapat dua bayi..jadi tidak melalui dua kali hamil dan dua kali ngidam " Felisha membesarkan hati Luna.
__ADS_1
"Iya Mom " jawab Luna sambil mengunyah makanannya.
"Jadi bisa dibilang kakak itu beruntung kalau diibaratkan belanja buy one get one free " seloroh Bagas sambil mencubit ujung hidung Luna.
"Daddy bisa saja " ujar Luna sambil tertawa begitu juga Felisha dan Kenzo.
Setelah selama berjam-jam menunggu pembukaan lengkap akhirnya jam 9 malam Luna dibawa ke kamar bersalin karena pembukaannya sudah dinyatakan lengkap.
Dokter dan perawat mulai melakukan persiapan. Bagas dan Felisha menunggu dengan harap-harap cemas di depan kamar bersalin.
Felisha meraih tangan Bagas ketika melihat wajah suaminya yang begitu tegang.
"Mas berdosa sama kamu dan Luna karena dulu waktu kamu melahirkan Luna Mas tidak ada disisi kamu dan lebih mementingkan pekerjaan " ucap Bagas lirih.
Mendengar ucapan Bagas Felisha melongo. Felisha tidak menyangka jika Bagas akan membicarakan peristiwa yang sudah hampir dua puluh tahun berlalu.
"Tidak usah dibahas lagi..yang penting sekarang aku dan Luna sangat bangga punya suami dan Daddy seperti kamu " Felisha meraih kepala Bagas dan membiarkan suaminya itu menangis dalam pelukannya.
Sementara didalam ruang bersalin Dokter tampak sedang memberi pengarahan kepada Luna.
Luna menarik napas dalam-dalam dan mulai mengejan sambil mencengkram tangan Kenzo kuat-kuat.
Meski beberapa kali mengejan dan belum berhasil membuat kedua buah hatinya keluar, Luna tidak patah semangat. Ia mengikuti semua arahan dokter sambil menahan rasa sakit yang semakin mendera.
Setelah beberapa kali mengejan akhirnya bayi pertama pun lahir. Bayi merah berjenis kelamin laki-laki itu menangis kencang.
Luna memegang perutnya yang masih belum kempes karena masih ada satu bayi lagi didalam perutnya.
Luna kembali mengejan ketika ada dorongan dalam perutnya yang ingin segera dikeluarkan.
Hanya dalam hitungan menit bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan pun lahir.
Ruangan bersalin yang tadi hanya terdengar suara rintihan kesakitan Luna kini menjadi ramai dengan suara tangis dua bayi yang saling bersahutan.
"Sudah lahir semua " Luna terlihat lega ketika kembali memegang perutnya yang sudah kempes.
"Terimakasih Sayang sudah berjuang demi anak-anak kita " Kenzo menciumi wajah Luna. Kenzo tidak peduli tatapan para perawat dan dokter yang sedang melakukan tindakan pasca persalinan.
"Bayinya sudah lahir " Bagas dan Felisha berpelukan didepan ruang bersalin.
Keduanya tampak menangis bahagia ketika suara tangis bayi terdengar saling bersahutan dari dalam ruang bersalin.
Felisha langsung menghubungi besannya dan seluruh keluarga besarnya mengabari jika Luna sudah melahirkan.
Setelah kedua bayi itu dibersihkan Bagas dan Kenzo mengadzani kedua bayi itu bersamaan.
Bagas tampak tidak dapat menutupi rasa harunya, walaupun dulu ia tidak sempat mengadzani Luna ketika Luna dilahirkan namun kini ia berkesempatan mengadzani salah satu bayi Luna.
Beberapa jam kemudian Aluna pun dipindahkan dari ruang bersalin ke kamar perawatan.
__ADS_1