Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kamu lucu jika sedang marah


__ADS_3

Felisha membantu memasangkan dasi di leher Bagas masih dengan wajah cemberut. Ia masih kesal dengan campur tangan Bagas atas kepindahannya ke Jakarta.


"Masih marah pada saya? " tanya Bagas


"Pikir saja sendiri " jawab Felisha ketus.


Melihat istri nya yang masih marah, Bagas lebih memilih diam dan mengalah. Ia tidak ingin Felisha semakin marah pada nya.


Hanya dihadapan anak-anak saja Felisha terlihat tersenyum. Setelah Nakula dan Sadewa pergi ia kembali memasang wajah cemberut.


Satu kecupan dipipi Luna yang sedang terlelap Bagas berikan sebagai tanda ia pamit akan pergi ke kantor. Namun ketika kecupan itu ia berikan ke arah mommy nya Felisha langsung membuang muka.


"Saya pergi " Bagas pamit sambil membawa tas kerjanya menuju Mobil nya. Tak lama kemudian mobil Bagas pun melaju meninggalkan rumah. Selang beberapa menit kemudian Felisha juga pergi ke kantor dengan mobilnya.


"Tumben manyun terus " Dina mencolek dagu Felisha.


"Bisa diam ga? " Felisha langsung melotot ke arah Dina.


"Buseet.. galak banget Fe " Dina menjauh dari Felisha.


Seharian itu suasana hati Felisha benar-benar tidak baik.Wanita itu sama sekali tidak beranjak dari ruangannya. Bahkan untuk sekedar makan siang dan solat pun ia lakukan di ruangannya.


"Fe.. nih ada kiriman " Dina masuk ke ruangan Felisha dengan membawa satu kotak tiramisu


"Kurir yang antar " ucap Dina sebelum Felisha bertanya.


Tanpa bertanya pun sebetulnya Felisha sudah tau siapa yang mengirimnya. Sudah pasti itu dari si kanebo kering.


Mendekati waktu pulang, Felisha membereskan meja kerjanya. Satu kotak tiramisu sudah ludes disantap teman sekantornya.


Jam lima sore Felisha pulang. Luna yang sudah dimandikan oleh mbak Mia sudah terlihat cantik dan wangi ketika menyambutnya.


Nakula dan Sadewa tampak sedang anteng dengan ponselnya masing-masing.


"Kak.. sudah mandi belum? " tanya Felisha


"Mommy.. kakak belum mandi.. aku tidak mau dicium sama kakak " ujar Luna


"Kaak.. mandi Sana " Felisha merampas ponsel keduanya.


Tidak ada penolakan, keduanya naik kelantai dua tempat kamar mereka berada. Felisha pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah hampir setengah jam berada di kamar mandi, Felisha pun keluar dengan tubuh yang segar. Begitu ia keluar dari kamar mandi ia mendapati Bagas sedang duduk ditepi ranjang mereka dan menatapnya dalam.


"Ngapain lihat-lihat ? " tanya Felisha galak.


"Kamu masih marah sama saya? " tanya Bagas


"Iya " jawab Felisha


"Marah nya jangan lama-lama " ujar Bagas dengan wajah datarnya sambil ngeloyor ke kamar mandi.


Felisha menjadi geram. Ucapan Bagas barusan lebih tepat sebuah perintah dari pada permohonan.


Meski kesal namun Felisha tetap menyiapkan baju ganti untuk Bagas yang ia simpan diatas ranjang sebelum ia keluar menemani anak-anak yang sedang nonton tv.

__ADS_1


Nakula dan Sadewa yang sudah mandi akhirnya mendapatkan ponselnya kembali.


"Terimakasih mom " ucap si kembar.Mereka sama sekali tidak marah atau kesal ketika ponselnya Felisha rampas.


Bagas yang baru selesai mandi dan memakai baju yang Felisha siapkan datang dan bergabung dengan istri dan anak-anak nya.


"Kalian kapan libur? " tanya Bagas kepada Nakula dan Sadewa seraya duduk disebelah Felisha.


Luna yang duduk tak jauh dari Felisha langsung naik dan duduk dipangkuan Bagas.


"Bulan depan dad " jawab Nakula


"Kalian mau liburan kemana? " tanya Bagas


"Daddy.. aku mau ke pantai " jawab Luna


"Ya sudah ke pantai saja " jawab Sadewa


"Mom.. ? " tanya Bagas sambil menatap pada Felisha


"Teserah anak-anak " jawab Felisha


"Daddy.. nanti di pantai aku mau bikin istana pasir " celoteh Luna.


"Iya.. nanti kita bikin istana pasir " jawab Bagas.


Karena anak-anak ingin berlibur ke pantai, akhirnya Bagas pun memutuskan mereka akan berlibur di Bali. Sambil mengecek pembangunan hotel yang sedang dikerjakan oleh Ezra dan Dio.


Jam delapan malam Nakula dan Sadewa mulai kembali ke kamarnya dilantai atas. Sementara Luna sudah terkapar di sopa dengan berbantalkan paha Felisha.


Bagas pun mengangkat tubuh Luna dan menidurkannya di ranjang hello kitty nya.Bagas menciumi seluruh wajah Luna yang sedang terlelap dengan gemas.


"Kamu kenapa tidur disini? " tanya Bagas


"Aku masih kesel sama kamu " jawab Felisha.


Bagas turun dari ranjang, tanpa aba-aba Bagas langsung membopong tubuh Felisha dan membawa nya ke kamarnya.


"Turunin mas " Felisha meronta memukul-mukul dada Bagas minta diturunkan.


"Ssstttt.. diam nanti Luna bangun " bisik Bagas


"Makanya turunin " omel Felisha


"Iya saya turun kan " jawab Bagas sambil menurunkan Felisha di ranjang mereka.


Begitu tubuhnya sudah mendarat di ranjang empuknya, Felisha menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.


Felisha pikir Bagas akan membuka selimut yang menutupi sekujur tubuhnya. Namun setelah hampir setengah jam lebih Felisha tidak mendengar apapun selain suara dengkuran halus disebelah nya. Ternyata Bagas tertidur tanpa ada usaha untuk membujuk Felisha yang sedang merajuk.


"Dasar kanebo kering " sungut Felisha.


Kekesalan Felisha sedikit reda ketika Bagas merengkuh tubuhnya dan mendekapnya


"Sudah jangan marah-marah terus, lebih baik tidur " bisik Bagas.

__ADS_1


Felisha pun akhirnya tertidur dalam posisi ternyamannya dalam pelukan suaminya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi ini Felisha dibuat sedikit repot karena tidak biasanya Luna bangun pagi-pagi sekali.


Ia merengek ingin ikut dengan Felisha.


"Mommy.. aku ikut ya " pinta Luna sambil terisak.


"Mommy kan kerja sayang.. nanti Luna bosan " Felisha berusaha membujuk Luna agar tidak ikut.


"Tidak akan mommy.. aku tidak akan bosan "


Karena terus merengek akhirnya terpaksa Felisha membawa Luna ke kantor.


"Kalau daddy sudah tidak sibuk nanti daddy jemput " Bagas mengusap kepala Luna sebelum ia pergi.


Kedatangan Felisha dengan membawa Luna tentu saja menjadi sorotan orang sekantor. Felisha tau jika ia sekarang sedang melanggar aturan, dan ia siap menerima konsekwensinya jika ia ditegur oleh Ezra.


Beruntung selama dikantor Luna begitu anteng. Ia sibuk dengan bonekanya yang Felisha sengaja bawa dari rumah.


Felisha sedikit kaget ketika Ezra tiba-tiba datang ke ruangannya meminta berkas. Luna yang sedang bermain boneka langsung memanggil Ezra dengan riang.


"Oom Ezraaa.. "


"Luna sedang apa disini? " Ezra jongkok memeluk Luna.


"Luna ingin ikut mommy " bisik Luna ditelinga Ezra


"Maaf pak saya terpaksa bawa Luna, soalnya tadi pagi dia rewel " ujar Felisha


"Tidak apa-apa selagi tidak mengganggu pekerjaan kamu " jawab Ezra


"Luna tidak ganggu om.. Luna cuma main boneka " ujar Luna.


"Luna mau ikut om tidak? " tanya Ezra ketika ia sudah mendapatkan berkas yang dimintanya.


"Luna disini saja om sama mommy " jawab Luna.


Setelah Ezra pergi, Luna pun kembali anteng bermain boneka. Begitu juga Felisha, ia kembali fokus pada layar komputer didepannya.


Pada saat makan siang, Bagas datang untuk mengajak Felisha dan Luna makan siang.


"Luna rewel tidak dikantor? " tanya Bagas


"Tidak.. dia anteng main boneka " jawab Felisha sambil menyuapi Luna makan.


Bagas melirik ke arah Felisha yang masih menyisakan sedikit kekesalan kepada Bagas.


"Masih marah kepada saya? " tanya Bagas


"Sedikit " jawab Felisha jujur. Bagas tertawa sambil mengacak rambut Felisha.


"Saya baru tau kamu itu lucu kalau lagi marah " Bagas masih tertawa.

__ADS_1


Mungkin karena terlalu lama ngumpet terus di kamar sampai-sampai setelah empat tahun lebih Bagas baru tau jika Felisha terlihat lucu jika sedang marah.


Tetap dukung ya.. Happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2