
Bagas dan Felisha terbangun ketika terdengar suara gedoran di pintu kamar mereka.
"Mommy...Daddy..buka pintunya " terdengar suara Luna dari luar kamar.
"Sayang..mommy sama Daddy sedang tidur jangan diganggu " terdengar suara bunda membujuk Luna
"Aku mau sama Daddy.. Daddy buka pintunya " Luna terus menggedor pintu kamar sambil menangis
Bagas dan Felisha yang baru selesai memakai pakaian pun buru-buru membuka pintu kamar.Mereka seperti pasangan selingkuh yang sedang terciduk oleh istri tua.
"Ada apa sayang ?" Bagas langsung meraih tubuh Luna dan menggendongnya.
"Daddy kenapa lama buka pintunya ?" tanya Luna sambil terisak
"Daddy tadi sedang dikamar mandi sayang " jawab Bagas berbohong
"Sama mommy ?" tanya Luna menyelidik
"Tidak.. mommy tadi sedang tidur " jawab Bagas
"Kakak habis darimana sama enin ?" Bagas berusaha mengalihkan pembicaraan
"Aku sama enin dan Tante Kinan abis belanja, lalu pulangnya jemput kakak di sekolah " jawab Luna masih terisak.
"Oh ya..pantas Daddy pulang kakak tidak ada " ujar Bagas
"Daddy..tadi di mall aku dibeliin baju sama enin, terus dibeliin sepatu sama Tante Kinan..kakak juga dibeliin baju " Celoteh Luna
"Bilang terimakasih tidak ?" tanya Bagas
"Bilang dong..Enin sama Tante Kinan aku kasih cium " jawab Luna
"Daddy juga mau dikasih cium " Bagas menunjuk pipinya
"Muuach " Luna pun mencium kedua pipi Bagas bergantian.
Felisha hanya tersenyum simpul melihat kemesraan Bagas dan Luna tanpa berniat mengganggu mereka.
Tak ingin mengganggu Luna yang sedang bermanja-manja dengan Bagas, Felisha pun memilih pergi ke kamar si kembar.
Dikamar si kembar Felisha mendapati kedua putranya sedang mencoba kaos yang baru dibelikan oleh nenek dan Tante nya.
"Cukup tidak kak ?" tanya Felisha sambil duduk disisi ranjang.
"Cukup mom " jawab si kembar
"Pas liat aku kira kebesaran, ternyata cukup " ujar Nakula terkekeh
"Sepertinya berat badan kita mulai naik mom " ujar Sadewa
"Pastinya.. Mommy lihat kalian semakin tinggi dan berisi juga tampan seperti Daddy " puji Felisha
"Perasaan barusan ada yang bilang Daddy tampan " ujar Bagas yang tiba-tiba muncul dipintu kamar si kembar sambil menggendong Luna.
"Tidak ada " kilah Felisha sambil mengerling kepada kedua putranya
Nakula dan Sadewa hanya mengangkat bahu mereka sambil tersenyum.
"Pendengaran Daddy masih normal mom " Bagas mencolek pinggang Felisha
"Tadi aku bilang kakak sekarang tinggi dan berisi juga tampan,tidak ada yang bilang Daddy tampan..iya kan sayang ?" ujar Felisha sambil melirik di kembar.
"Benar mommy cuma bilang begitu ?" tanya Bagas menyelidik
"Iya dad..tadi mommy bilang kami tampan seperti Daddy " sikembar yang tidak terbiasa berbohong pun akhirnya berkata jujur
"Kakaaak..kenapa malah belain Daddy.Ga asik ah !" Felisha langsung merajuk
"Maaf mom " sikembar langsung memeluk pinggang Felisha
"Jangan ngajarin anak-anak berbohong mom " omel Bagas
"Cuma becanda sayang " jawab Felisha sambil menggelendot dilengan Bagas.
"Mommy jangan pegang-pegang Daddy aku " Luna melepaskan tangan Felisha dari tangan Bagas
"Ups..maaf sayang mommy lupa " Felisha buru-buru menjauh dari Bagas.
__ADS_1
Selama di rumah orang tua Felisha,semua tidak ada yang mampu membuat Luna melepaskan Bagas.Bunda dan Kinanti pun tidak mempan meski mereka mengiming-imingi dengan hadiah.
Luna baru turun dari pangkuan Bagas ketika Dio pulang dari kantor.Gadis kecil itu berlari memburu Dio yang tampak menenteng dua kotak pizza.
Dio memang sengaja membeli dua kotak pizza ukuran jumbo ketika Kinanti memberi tahu jika di rumah ada ketiga keponakan kesayangan mereka.
"Om Dio..ini buat kakak ya " Luna memburu kotak Pizza ditangan Dio
"Iya..ini buat keponakan om yang paling cantik " jawab Dio sambil menyerahkan kotak pizza itu ketangan Luna.
"Asiiik..aku mau pizza..aku mau pizza " Luna menyerahkan kotak pizza itu kepada Kinanti untuk dibuka.
"Kakak..sini mau pizza tidak !" panggil Kinanti kepada si kembar yang berada dikamar mereka.
"Mau..mau.." si kembar pun mulai keluar dari kamar.
"Kalau ada makanan baru keluar " ujar Dio kepada si kembar.
Sejak mempunyai kamar sendiri sikembar memang lebih banyak menghabiskan waktu mereka disana.
"Kakek juga mau dong " ujar ayah sambil mendekat kearah ketiga cucunya.
"Ini buat kakek " Luna memberikan Pizza dalam piring kecil kepada ayah.
"Ini buat Enin " kini giliran bunda yang mendapatkan bagiannya.
Setelah mendapat Pizza bagiannya,Luna langsung naik ke pangkuan Dio dengan sepotong pizza ditangannya.
"Duduknya sama Daddy yuk..om Dio nya masih lelah " ajak Bagas
"Tidak apa " jawab Dio sambil mencuri satu gigitan pizza ditangan Luna
Luna sama sekali tidak marah,ia malah menyuapi Dio pizza ditangannya bergantian dengan dirinya.Ketika Pizza ditangan Luna hampir habis, Kinanti buru-buru memberikan lagi sepotong pizza ketangan Luna.
"Om Dio nya mandi dulu ya " Karena merasa gerah, Dio menurunkan Luna dari pangkuannya kemudian beranjak menuju kamarnya bersama Kinanti.
Luna hendak mengikuti Dio dan Kinanti ke kamar,namun Bagas melarangnya
"Luna sama Daddy saja disini " Bagas menepuk pahanya. Luna pun langsung naik keatas pangkuan Bagas.
Setelah membersihkan diri,Dio pun kembali bergabung ke ruang keluarga.ketiga pria dewasa itu tampak asik ngobrol sambil menikmati kopi buatan Felisha.Sementara si kembar kembali ke kamar mereka.
Bagas dan Dio berusaha memenuhi keinginan ayah untuk memiliki tempat santai dengan kolam ikan agar ayah dapat menikmati masa pensiunnya beberapa bulan lagi.Sedangkan taman bermain merupakan pasilitas yang sengaja Bagas siapkan untuk anak-anak karena rumah mertuanya adalah rumah kedua baginya dan anak-anak.
Felisha diam-diam memperhatikan Bagas dan Dio yang tampak kompak membahas rencana pembuatan taman dan kolam ikan.Ia sangat bersyukur akhirnya mereka bisa akur.
"Daddy..aku mau ada ayunannya " Luna yang sedari tadi mendengarkan obrolan ketiga pria dewasa itu pun bersuara sambil menggoyang- goyangkan tangan Bagas.
"Iya sayang nanti kita bikin ayunan ditaman belakang " jawab Bagas
"Om..aku mau ayunannya berwarna pink " Luna mendekati Dio dan menarik-narik tangannya.
"Iya..nanti om pesan ayunan yang berwarna pink buat Luna " jawab Dio sambil mengusap kepala keponakannya itu dengan gemas.
Bagas tersenyum dikulum melihat betapa Dio menyayangi anak-anaknya.Ia merasa sangat beruntung bisa masuk dan menjadi bagian dari keluarga Felisha meski pada awalnya ia merasa sangat terpaksa.
Pembicaraan ketiga pria itu menghasilkan keputusan jika Dio lah yang bertanggung jawab mengenai masalah pembangunan, sementara Bagas seperti biasa hanya sebagai penyandang dana saja.
Bagas menyerahkan semuanya kepada Dio. Baginya yang penting rumah mertuanya nyaman karena anak-anak sangat betah di rumah mertuanya.
Obrolan mereka akhirnya usai.Bagas mengangkat tubuh Luna yang tertidur dipangkuannya untuk ia bawa ke kamar.
Begitu masuk ke kamar,Bagas mendapati Felisha sudah terlelap.Perlahan Bagas menurunkan tubuh Luna ditengah ranjang disebelah Felisha.Diambilnya selimut untuk menutupi tubuh anak dan istrinya.
Bagas merunduk dan menyarangkan ciuman di kening ibu dan anak itu bergantian.
"Selamat tidur sayang..mimpi yang indah " bisiknya lembut sebelum ia ikut merebahkan diri disisi lain ranjang mereka,bersiap menyambut mimpi mengikuti anak dan istrinya yang sudah lebih dulu masuk kedunia mimpi.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Siang ini Ezra memaksa mengajak Felisha makan siang di resto yang berada tidak jauh dari tempat kerja Ajeng.
Awalnya Felisha menolak karena ia tidak diijinkan untuk membawa mobil sendiri, kebetulan sopir mereka sedang ijin karena anaknya sakit.
"Kamu dan Luna siap-siap..nanti kakak jemput " Ezra memaksa.
Dua puluh menit kemudian,Ezra benar-benar datang untuk menjemput Felisha dan Luna pergi ke resto yang Ezra maksud.
__ADS_1
"Tidak biasanya kak Ezra ngajak aku dan Luna makan siang..pasti ada maunya " tebak Felisha ketika mereka sudah berada didalam mobil Ezra.
"iya benar " jawab Ezra nyengir.
"Sudah bisa ditebak " gumam Felisha
"Kamu bel Ajeng..ajak makan di resto yang akan kita tuju.Tapi jangan bilang kamu pergi sama kakak " titah Ezra.
'Kenapa kakak tidak ajak sendiri saja ?" tanya Felisha
"Dia itu jutek banget Fe " jawab Ezra
"Ya usaha dong !" ujar Felisha
"Ini kakak lagi usaha " jawab Ezra
"Maksud aku usaha sendiri..jangan memperalat aku " ujar Felisha
"Fe..please..kali ini bantu kakak ya " pinta Ezra
"Iya deh " Felisha pun mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Ajeng.
"Mau datang ga Fe Ajengnya ?" tanya Bagas
"Iya mau " jawab Felisha
"Makasih Fe " Ezra terlihat sangat senang sekali.
"Om kita mau kemana ?" tanya Luna yang berada dalam pangkuan Felisha.
"Hari ini om mau traktir Luna makan " jawab Ezra
"Luna boleh pesen ice cream ?" tanya Luna
"Tentu boleh dong " jawab Ezra.
Begitu mereka sampai dihalaman resto yang dimaksud,Ezra membantu menurunkan Luna dari mobil karena Felisha mulai terlihat kerepotan dengan perutnya yang besar.
Mereka berjalan beriringan menuju resto.Begitu mereka sampai mereka langsung melongo karena di salah satu meja mereka mendapati Bagas sedang makan bersama beberapa orang staf nya.
"Daddy " Panggil Luna begitu melihat Bagas.
Felisha dan Ezra tidak bisa mencegah ketika Luna berlari menghampiri meja tempat Bagas makan.
"Kakak sama siapa kesini ?" tanya Bagas ketika Luna sudah berada dalam pangkuannya.
"Sama mommy dan om Ezra..om Ezra mau traktir Luna makan ice cream " celoteh Luna sambil menunjuk Ezra dan Felisha yang tampak mematung dimeja sebrang.
Tidak ingin Bagas salah paham, Felisha dan Ezra pun menghampiri Bagas.
"Saya meminta Feli menemani saya bertemu dengan .. " Ezra tidak melanjutkan ucapannya.
"Ajeng " pungkas Felisha
Bagas tidak menjawab,ia hanya menautkan kedua alisnya.
"Memang tidak berani sendiri ? Seperti bukan laki-laki saja " sindir Bagas.
"Awalnya saja..untuk selanjutnya saya janji tidak akan melibatkan istri dan anak-anak kamu lagi " janji Ezra.
"Sudah seharusnya " jawab Bagas.
Bagas yang sudah lebih dulu selesai makan akhirnya pulang duluan kembali ke kantor. Melihat Daddy nya pergi Luna pun merengek ingin ikut.
Felisha mencoba membujuk Luna untuk tidak ikut dengan Bagas namun tidak berhasil.Luna malah menangis sangat kencang.
"Ya sudah kakak boleh ikut sama Daddy " Bagas akhirnya menyerah.
"Tapi sayang ?" Felisha tampak bingung.
"Jika urusan kalian sudah selesai kamu nyusul ke kantor " Titah Bagas
"Iya sayang " jawab Felisha.
"Dadaaaahh mommy..om Ezra.." Luna melambaikan tangan ketika Bagas menuntunnya menuju mobil.Felisha dan Ezra membalas lambaian tangan gadis kecil itu sampai mobil Bagas meninggalkan halaman resto.
Sepeninggalan Bagas, Felisha dan Ezra pun mulai memesan makanan sambil menunggu Ajeng datang.
__ADS_1
Felisha dan Ezra hampir menghabiskan makanan mereka namun Ajeng belum juga datang.Bahkan sampai makanan mereka habis Ajeng tidak juga menampakkan batang hidungnya.
Felisha beberapa kali mencoba menghubungi nomer Ajeng tapi tidak aktif.Akhirnya Felisha dan Ezra hanya makan berdua di resto itu.