Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Icip-icip


__ADS_3

Pada sore harinya Ajeng dan Ezra mulai melakukan persiapan untuk acara resepsi yang akan dilaksanakan malam ini.


Luna tidak mau beranjak dari kamar pengantin meski Dio dan Kinanti membujuknya untuk kembali ke kamar Dio.


"Aku mau disini oom..mau lihat aunty Ajeng didandanin " jawab Luna sambil memperhatikan team perias mendandani Ajeng.


Felisha yang menyusul Luna pun tidak berhasil membuat gadis kecil itu beranjak dari kamar pengantin.


"Sudahlah mbak biarkan saja Luna disini nemenin aku " ujar Ajeng.


"Mommy..aku mau tidur disini sama aunty dan om Ezra " Mata Luna mulai merah karena semua orang membujuknya untuk tidak tidur di kamar pengantin.


"Iya Fe..biarin Luna tidur sama kita..aku masih bisa tahan kok kalau cuma satu malam " ujar Ezra


"Siapa tau kalau pas bikin ada contohnya nanti anak kita cantik seperti Luna " tambah Ezra


"Tidak Lucu " Ajeng melemparkan kotak tisu kearah Ezra yang disambut tawa lebar pria yang baru saja berstatus suami itu.


"Beneran tidak apa-apa ?" tanya Felisha ragu.


"Beneran Fe " jawab Ezra yakin.


Meski berat hati akhirnya Felisha membiarkan Luna tidur di kamar pengantin.Luna yang tampak kelelahan akhirnya tertidur di kamar pengantin dengan ditunggui oleh mbak Mia. Sedangkan Ezra dan Ajeng malam itu langsung pergi menuju tempat resepsi.


Acara resepsi malam itu terbilang sangat mewah.Tamu undangan yang datang di dominasi oleh rekan bisnis kedua belah pihak.


Bagas dan Felisha malam itu hanya membawa si kembar bersama mereka karena Luna sudah tidur di kamar pengantin dan Abimanyu tidur dikamar ayah dan bunda.


"Mereka sangat serasi ya " bisik Bagas ditelinga Felisha ketika melihat Ezra dan Ajeng yang sedang bersanding di pelaminan.


"Iya sangat serasi..cantik dan ganteng " jawab Felisha.


"Kamu juga cantik..semakin hari semakin cantik malah " bisik Bagas sambil memeluk pinggang Felisha mesra.


"Gombal " Felisha mencubit pinggang Bagas.


"Sakit sayang " Bagas menangkap tangan Felisha dan menggenggamnya erat.


Bagas dan Felisha berjalan bergandengan tangan sambil menyapa beberapa tamu yang kebetulan mereka kenal.Bahkan ada kerabat Ajeng yang sengaja menyapa hanya sekedar ingin tau yang mana istri baru Bagas setelah bertahun-tahun menduda.


Dio yang sedang membawakan makanan untuk Kinanti menanyakan keberadaan Luna.


"Luna tidur dikamar pengantin kak " jawab Felisha sambil menahan untuk tidak tertawa.


Dapat Felisha bayangkan bagaimana perasaan pasangan pengantin itu karena malam pertama mereka malah diganggu oleh Luna.

__ADS_1


"Bagus lah..sesekali kerjain auntynya " ujar Dio sambil tertawa begitu juga dengan Bagas.


Bagas dan Felisha mengikuti Dio menuju meja yang khusus disediakan untuk keluarga.Mereka mengobrol sambil mengawasi si kembar yang sedang mencoba beberapa menu makanan.


Tak lama kemudian Nakula dan Sadewa bergabung bersama di meja khusus keluarga.


"Kak Mommy mau itu dong " Felisha menunjuk dimsum ditangan Nakula.


"Ini buat mommy saja..aku nanti ngambil lagi " Nakula menyerahkan dimsum miliknya kepada Felisha.


"Terimakasih sayang " ujar Felisha


"Tante Kinan kalau mau punya aku saja " Sadewa menawarkan dimsum miliknya kepada Kinanti.


"Terimakasih kak " ujar Kinanti.


Dio dan Bagas hanya tersenyum menatap si kembar dengan perasaan bangga.


"Tidak ada Luna tidak seru ya mom..tidak ada yang cerewet " gumam Nakula.


"Iya.. Luna nya sudah tidur sih dikamar pengantin " jawab Felisha sambil tertawa.


"Apa mereka tidak keberatan Luna tidur bersama mereka ?" tanya Bagas


"Aku yakin dalam hati mereka pasti sangat dongkol " Seloroh Felisha.


"Iya..tapi mereka tidak berani menolak keinginan Luna " tambah Kinanti sambil tertawa.


Ketika waktu hampir jam sembilan malam, Felisha pamit kembali ke kamar bersama kedua putranya.Kinanti pun yang sudah dilanda rasa kantuk akhirnya mengikuti Felisha kembali ke kamarnya meninggalkan Bagas dan Dio yang masih menemani Ezra.


"Jangan terlalu malam pulangnya " bisik Felisha ditelinga Bagas dengan nada mengancam.


"Iya Sayang..apa perlu mas antar sampai ke kamar ?" bisik Bagas.


"Tidak usah..aku kan dikawal dua jagoan " jawab Felisha sambil melirik kedua putra kembar mereka.


"Ya sudah hati-hati " ujar Bagas sambil mencium bibir Felisha sekilas.


Setelah Felisha dan Kinanti pamit tidak lama kemudian Ajeng pun terlihat mulai merengek kepada Ezra ingin kembali ke kamar.


"Aku sudah lelah..kaki aku pegal-pegal " keluh Ajeng


"Tapi masih ada tamu " jawab Ezra bingung.


"Kamu anterin dulu aku ke kamar..sudah itu kamu balik lagi kesini " pinta Ajeng

__ADS_1


Karena Ajeng terus merengek akhirnya Ezra pun mengantarkan Ajeng ke kamar mereka.


"Kamu istirahat saja, kebetulan ada Luna jadi kamu ada teman " ujar Ezra setelah mereka sampai di kamar.


"Iya " jawab Ajeng hendak menutup pintu karena mbak Mia yang menunggui Luna pun pamit kembali ke kamarnya.


"Eeehh..main tutup saja " Ezra menahan pintu sebelum benar-benar tertutup.


"Mau dibantuin buka baju tidak ?" tanya Ezra


"Iya " jawab Ajeng.Pasti akan sulit jika harus membuka gaun pengantin itu seorang diri.


Ezra pun membantu membuka gaun pengantin yang melekat ditubuh Ajeng.Diam-diam jemari Ezra mengelus punggung mulus Ajeng ketika gaun itu nyaris lolos dari tubuhnya.


"Kalau tidak ada Luna sudah aku habisi kamu sekarang " gumam Ezra


"Tadi kamu juga tidak keberatan waktu Luna bilang ingin tidur disini " ujar Ajeng


"Mana tega aku melarang bocah imut itu " jawab Ezra sambil merengkuh tubuh Ajeng kedalam pelukannya.


"Sudah cepetan balik lagi kan masih banyak tamu " Ajeng berusaha melepaskan diri karena bibir Ezra mulai mengendus lehernya.


"Sebentar saja..ngicip dulu " Ezra masih enggan melepaskan Ajeng.


"Ngicipnya nanti saja "Ajeng akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan Ezra. "nanti Luna bangun "


Dengan enggan Ezra pun kembali ke tempat resepsi dimana Bagas,Dio dan Bayu sedang menunggunya bersama beberapa tamu yang masih tersisa disana.


Setelah tidak ada lagi tamu yang datang barulah mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Ezra yang sudah mulai mengantuk tertegun begitu mendapati Ajeng sedang tertidur pulas sambil memeluk Luna.


Dengan lesu Ezra mengganti bajunya dengan piyama dan ikut berbaring dengan Luna berada diantara mereka.


Meski Ezra dan Ajeng tidak dapat melakukan malam pertama karena ada Luna diantara mereka,namun Ezra terlihat cukup bahagia karena bisa menatap wajah ayu Ajeng dari dekat dan memeluk tubuhnya meski harus melewati tubuh mungil Luna terlebih dahulu.


"Sudah pulang ?" tanya Ajeng yang terjaga karena merasa ada yang memeluk tubuhnya.


"Iya " jawab Ezra menatap lembut pada Ajeng.


"Jangan liatin aku terus lebih baik tidur " ujar Ajeng sambil mengelus tangan Ezra yang berada diatas perutnya.


"Kamu juga tidur " bisik Ezra sambil memejamkan matanya.


Sepasang pengantin baru itupun akhirnya tertidur sambil memeluk Luna yang berada diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2