Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Nomer Antrian


__ADS_3

Sejak masih di rumah sakit beberapa rekan sekantor Sadewa mulai berdatangan, bahkan komandan Sadewa pun datang bersama istri dengan membawa kado untuk bayi.


Beberapa hari kemudian Cindy dan bayi nya pun dibawa pulang ke rumah.


Bagas dan Felisha juga orangtua Cindy masih setia menunggui mereka di Bandung.


Sementara Luna dan Kenzo kebagian tugas menjaga Abimanyu di rumah.


Setiap pagi Luna dan Kenzo membangunkan Abimanyu yang agak susah untuk bangun pagi.


"Pulang sekolah langsung pulang dek jangan kelayapan dulu " pesan Luna kepada Abimanyu yang sudah siap akan berangkat ke sekolah.


"Iya kak " jawab Abimanyu.


Sebelum pergi Kenzo memberikan beberapa lembar uang kepada Abimanyu untuk uang jajan.


"Makasih kak " ucap Abimanyu sebelum pergi.


Setelah Abimanyu pergi tidak lama kemudian Kenzo pun pamit kepada Luna untuk pergi ke kantor.


"Baik-baik di rumah ya Sayang, jangan melakukan apapun yang akan membahayakan bayi kita " nasehat Kenzo.


"Iya sipit " jawab Luna.


"Eeh apa kamu bilang ?" tanya Kenzo sambil menangkap pinggang Luna.


"Sipit " ulang Luna.


"Sipit juga tapi bikin kamu klepek-klepek " Kenzo mencubit hidung Aluna dengan gemas.


Luna meringis sambil memegang ujung hidungnya yang merah.


"Bi..titip Luna ya jangan biarkan ngerjain yang aneh-aneh " pesan Kenzo kepada mbak Mia pengasuh Luna sewaktu kecil.


"Baik Mas " jawab Mbak Mia.


Setelah mencium bibir Luna Kenzo pun pergi ke kantor dengan mobilnya.


Sepeninggalan Kenzo, pengasuh Luna datang dengan membawa satu gelas susu hamil untuk Luna.


"Diminum Neng..kalau tidak nanti bibik lapor Mas Kenzo " ancamnya.


"Ih bibi..pake ngancam segala " Luna merajuk namun tetap meminum susu hamilnya dalam tatapan tajam pengasuhnya.


"Bibi..ceritakan dong ketika aku bayi " pinta Luna setelah menghabiskan susunya.


Sebelum bercerita pengasuhnya tampak menerawang berusaha mengumpulkan setiap keping memorinya yang tersimpan selama usia Luna.


Aluna tampak serius mendengarkan pengasuhnya menceritakan kebohongan kecil tentang bahagianya Bagas ketika Luna bayi.


Pengasuhnya itu tidak ingin sampai Luna tau jika ketika bayi Bagas tidak pernah memperhatikannya.


Wanita paruh baya itu hanya menceritakan sepenggal kebahagiaan Bagas dan Felisha setelah mereka kembali bersama setelah empat tahun menikah.


"Beruntung nya aku " gumam Luna sambil tersenyum bahagia.


Karena Aluna dilarang mengerjakan apapun, setelah menghabiskan susunya Luna pun memilih memanjakan tubuhnya dengan tidur di kamarnya.

__ADS_1


Selama Bagas dan Felisha juga Alysha di Bandung Luna dan Kenzo memutuskan tidur di rumah Bagas untuk menemani Abimanyu.


Luna tertidur lelap dikamarnya sampai menjelang tengah hari. Ia baru terbangun ketika Kenzo pulang untuk makan siang sambil membawa satu kotak red Velvet untuk Aluna yang dibelinya di jalan.


"Kenapa balik lagi,ada yang ketinggalan ?" tanya Luna begitu melihat Kenzo tengah duduk disisi ranjang sambil menciumi perutnya.


"Ini sudah siang Neng..perut Abang lapar " jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Ya ampun ternyata sudah siang " Luna buru-buru bangun.


Kenzo membantu Luna karena istrinya itu terlihat sedikit kesusahan untuk bangun.


"Kamu belum mandi Sayang ?" tanya Kenzo ketika melihat Luna masih mengenakan piyamanya.


"Belum..hari ini aku malas banget " jawab Luna sambil menggulung rambutnya keatas kemudian beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Kenzo dan mereka pun makan siang bersama.


Kenzo mengawasi Luna agar makan dengan benar. Kenzo ingin memastikan kedua buah hatinya yang ada diperut Luna tercukupi kebutuhan gizinya.


Selesai makan Luna melanjutkan dengan menyantap satu potong red Velvet sambil meluruskan kakinya di sofa.


"Kakak balik lagi ke kantor ya " Kenzo mengusap puncak kepala Luna.


"Iya " jawab Luna sambil mengangkat kepalanya ketika Kenzo menautkan bibir mereka.


Sebelum pergi Kenzo menyempatkan diri mencium perut Aluna yang semakin terlihat buncit.


Begitu sampai teras Kenzo berpapasan dengan Abimanyu yang baru pulang sekolah.


"Titip kakak Luna ya " Kenzo menepuk bahu adik iparnya.


Siang itu Kenzo kembali ke kantor karena ia masih memiliki banyak pekerjaan.


Setelah satu minggu berlalu sejak Cindy melahirkan Kenzo dan Luna juga Abimanyu pergi ke Bandung Untuk menghadiri acara aqiqah bayi Sadewa dan Cindy.


Luna dan Kenzo datang disaat acara sudah selesai. Mereka pergi dari Jakarta memang terlalu siang karena harus menunggu Abimanyu pulang dari sekolah.


"Ini nih aunty dan uncle siaga " Ucap Sadewa begitu Kenzo dan Luna datang.


Luna langsung memburu bayi tampan dalam gendongan Bagas yang baru saja dipanggil dengan nama Satria.


"Aih lucu banget..ganteng seperti kak Dewa " Luna tampak gemas melihat bayi merah itu.


"Ya iya lah orang kak Dewa yang nyimpen sahamnya " jawab Cindy.


"Bisa gendongannya tidak ?" tanya Bagas ketika Luna hendak mengambil baby Satria dari gendongan Bagas.


"Bismillah..bisa Dad " jawab Luna.


Felisha membantu meletakan bayi mungil itu ke tangan Luna dengan hati-hati.


Alysha yang berada disana menarik-narik tangan Kenzo minta di gendong.


Kenzo mencium bayi mungil dalam gendongan Luna sambil menggendong Alysha.


Pada saat berkumpul Luna dan Kenzo dibuat malu ketika Cindy menceritakan peristiwa ketika Luna dan Kenzo mengantarkan dirinya ke rumah sakit pada saat akan melahirkan.


"Jangan diceritain..aku malu " Luna berusaha mencegah namun mulut Cindy terus menyerocos tidak bisa di rem.

__ADS_1


"Ya ampun kakak bisa-bisanya kalian tidak nyadar kalau pakai baju terbalik " Felisha tertawa terbahak-bahak.


"Mana sadar Mom..yang ada di otak kita adalah membawa Cindy secepatnya ke rumah sakit " jawab Luna.


"Lagian kamu itu kak..Cindy sudah dekat waktu lahiran malah ditinggal " Felisha menyalahkan Sadewa.


"Ya namanya juga tugas Mom..lagian hari perkiraan lahir nya masih dua mingguan lagi " jawab Sadewa.


"Biasanya bisa mundur bisa maju kak " ujar Mama Cindy.


"Iya Mah..aku salah perhitungan " jawab Sadewa menyesal.


"Kalian juga dengar tuh kak..jangan sampai salah perhitungan seperti kakak kamu " nasehat Bagas kepada Kenzo dan Luna.


"Iya Dad " jawab Kenzo.


"Kalian sih enak mau lahiran kapan pun tidak usah khawatir karena rumah kalian dekat tinggal nyebrang " ujar Zhifana.


"Iya kak " jawab Luna.


Luna yang sedang menggendong baby Satria langsung panik ketika bayi mereh itu tiba-tiba menangis kencang.


Cindy buru-buru mengambil bayi nya dan dibawa ke kamar bayi untuk diberi ASI. Luna mengikuti dari belakang.


"Sudah pinter ya mimik nya " Luna mengusap-usap pipi Satria yang bergerak-gerak karena sedang menghisap sumber kehidupannya.


"Awalnya nangis kejer seperti Arka dulu..tapi sekarang sudah pinter " jawab Cindy sambil menahan *********** agar mempermudah bayi nya menyusu.


"Bayi gw kan kembar..gimana gw kasih ASI nya kalau dua-duanya nangis " Luna tampak bingung membayangkan dirinya harus menyusui dua bayi sekaligus.


"Ga paham tuh gw..tapi kalau dedek Satria sama Ayahnya sih gantian " jawab Cindy sambil nyengir.


"Sialan Lo " Luna menyentil kening Cindy sambil ikut tertawa.


"Lo bayangin dek..kalo si kembar sudah lahir nanti kakak Ken kebagian no antrian tiga mimiknya " ujar Cindy sambil terkikik.


"Jadi gw harus bikin nomer antrian gitu " Luna ikut terkikik.


"Bagus juga ide Lo " jawab Cindy.


"Kalian ngomongin apa sih berdua heboh banget ?" tanya Zhifana yang tiba-tiba muncul di pintu.


"Kakak Zhi di rumah pake nomer antrian tidak ?" tanya Luna.


"Antrian apa sih ?" dahi Zhifana mengkerut.


"Antrian kasih mimik dedek Arka sama papanya " jawab Luna.


"Astaga dek...jadi kalian itu daritadi ngomongin itu " Zhifana geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua adik iparnya itu.


"Kakak jawab dulu dong " Luna berusaha mengorek.


"Itu rahasia perusahaan " jawab Zhifana


"Ah kakak Zhi ga asik " cebik Aluna.


Jika suka tetap dukung ya Readers biar Author tambah semangat nulisnya. Happy reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2