Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
SAH


__ADS_3

Seminggu sebelum pernikahan ,Ajeng resign dari tempat kerjanya mengikuti perintah Ezra. Sebelumnya pengajuan resign sudah masuk sejak sebulan lalu.


Setelah resign,Ajeng pun pulang ke Semarang untuk mempersiapkan diri menghadapi acara pernikahan yang hanya tinggal hitungan hari.


Sementara Ezra pun tidak jauh beda dengan Ajeng,Ia sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Di Semarang Ajeng melakukan serangkaian upacara adat bernuansa Jawa yang sangat kental,mulai dari siraman sampai malam Midodareni.


Dua hari sebelumnya rombongan mempelai pria mulai berangkat ke Semarang.Bagas sengaja menggunakan jalur darat karena usia Abimayu yang belum dua bulan.Bagas merasa jalur darat lebih aman bagi Abimayu sekarang ini.


Sesampainya di Semarang mereka menginap di hotel yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Ajeng dan Ezra.Di hotel itu pula mereka Akan melaksanakan ijab Qobul dan dilanjutkan dengan acara resepsi pada malam harinya.


"Abi aman Yang ?" Bagas mengecek kondisi Abimayu.


Bagas dilanda kekhawatiran akan kondisi bayinya karena ini adalah perjalanan terjauh pertama untuk Abimayu.


"Aman.. dari tadi tidur nyenyak " Felisha menunjuk Abimayu yang tampak tertidur pulas bersebelahan dengan Luna.


"Jagoan dia..Kamu juga harus istirahat " ujar Bagas sambil mengusap kepala Felisha.


"Iya mas.. kamu mau kemana mas ?" tanya Felisha ketika dilihatnya Bagas hendak keluar dari kamar.


"Kamar sebelah..lihat Nakula dan Sadewa..takut banget kamu ditinggalin mas " jawab Bagas sambil tertawa.


"Takut Luna bangun trus nyariin kamu,tau sendiri kalau dia bangun pasti mas orang yang pertama dia cari " ujar Felisha.


"Kalau Luna bangun anterin ke kamar sebelah saja " ujar Bagas sebelum menghilang dibalik pintu.


Bagas tidak terlalu lama berada di kamar si kembar.Pria jangkung berwajah tampan itu kembali ke kamarnya karena kedua putranya tengah tertidur sama seperti kedua adiknya.


Bagas ikut berbaring di sisi Luna, sementara Felisha berbaring disebelah Abimanyu.Mereka berempat akhirnya tertidur karena lelah setelah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Semarang selama beberapa jam.


Setelah cukup lama tertidur,Bagas membuka matanya ketika merasakan ada yang menusuk-nusuk pipinya.Begitu matanya terbuka sempurna senyum Bagas langsung tersungging karena yang berulah adalah putri kecilnya.


"Kaka sudah bangun ?" tanya Bagas.


"Ini dimana dad ?" tanya Luna.


Gadis kecil itu memang tidak tau ketika Bagas membawanya ke hotel karena ia tidur di mobil.


"Di hotel kak..kita akan menginap beberapa hari disini " jawab Bagas.


"Oh...kalau Enin,kakek,kakak kembar dimana ?" tanya Luna.


"Menginap disini juga " jawab Bagas.Luna pun manggut-manggut.


"Daddy..aku lapar " Luna memeluk Bagas manja.


"Kakak mau makan disini atau diluar ?" tanya Bagas.


"Diluar " jawab Luna


"Oke kita cari makan diluar " ujar Bagas


Bagas menuntun Luna keluar dari kamar untuk mencari makan tanpa membangunkan Felisha yang tengah tertidur.


Bagas yang sedang menuntun Luna bertemu dengan Dio dan Kinanti juga Ezra di lobi.Mereka juga kebetulan akan mencari makan.


"Cuma berdua ?" tanya Dio


"Felisha dan si kembar sedang tidur " jawab Bagas.


Akhirnya mereka berlima pun makan di restoran yang berada tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


Selama makan Luna hanya jadi pendengar obrolan keempat orang dewasa sambil disuapi oleh Kinanti.

__ADS_1


Luna terlihat menikmati makanannya tanpa rewel sedikitpun.Hanya sesekali saja ia mencolek-colek tangan Bagas ketika ia menginginkan ice cream setelah selesai makan.


Setelah mendapat apa yang dimau Luna pun kembali anteng sambil menikmati ice cream yang baru saja dipesan oleh Bagas.


Obrolan mereka terhenti ketika ada panggilan masuk di ponsel Bagas,ternyata dari Felisha . Wanita cantik itu mencari keberadaan Bagas dan Luna yang tiba-tiba menghilang.


"Kita pulang sekarang mommy mencari kita " bisik Bagas ditelinga Luna.


"Ayo dad kita pulang,nanti takut mommy nangis " celetukan Luna membuat semua yang ada disana tertawa.


"Dadah om..Tante.." Luna melambaikan tangannya ketika Bagas menuntunnya meninggalkan restoran setelah sebelumnya memesan makanan untuk Felisha,si kembar dan mertuanya juga mbak Mia yang juga ikut.


Begitu Bagas dan Luna sampai di kamar,disana sudah ada Nakula dan Sadewa yang sedang mengajak Abimayu berceloteh.


"Semua jagoan Daddy sudah bangun " sapa Bagas sambil meletakan tiga kotak makan yang baru dibelinya bersama Luna di restoran.untuk mertuanya dan mbak Mia sudah ia serahkan sambil lewat karena kamar mereka berdekatan.


"Kak makan dulu " ajak Felisha kepada kedua putra kembarnya.


"Iya mom " Nakula dan Sadewa beranjak menuju meja dan mengambil kotak makan bagian mereka.


Ketika Felisha dan si kembar makan,kini giliran Bagas dan Luna yang mengajak Abimanyu berceloteh.


Bayi mungil yang mewarisi ketampanan Daddy nya itu menatap gerak bibir Bagas dan Luna yang sedang mengajaknya berceloteh sambil menggerakan tangan dan kakinya.


"Daddy..dedek Abi mulutnya gerak-gerak " Luna menunjuk pada bibir Abimayu.


"Dedek Abi ingin ikutan ngobrol sama kita " jawab Bagas.


Setelah Felisha dan sikembar selesai makan, Abimanyu mulai merengek.Rupanya ia mulai kehausan.Felisha pun buru-buru mengambil Abimanyu untuk ia susui.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


" Saya terima nikah dan kawinnya Ajeng Kusuma Dewi binti Raharjo dengan maskawin seperangkat alat solat dan seperangkat perhiasan dibayar tunai "


Dalam satu tarikan nafas Ezra berhasil melakukan ijab kabul dan langsung disambut kata Sah dari para saksi dan tamu yang menyaksikan acara ijab kabul Ajeng dan Ezra pagi itu.


"Apakah mommy dan Daddy juga dulu begitu ?" tanya Luna penasaran.


"Tentu sayang " Bagas yang menjawab.


"Tapi dulu pengantinnya perempuan nya tidak sebahagia Ajeng, kamunya nangis terus " bisik Bagas ditelinga Felisha.


"Biarin yang penting kan sekarang bahagia sama kamu dan anak-anak " jawab Felisha.


"Iya " Bagas menggenggam erat jemari Felisha.


Selesai akad nikah,acara dilanjutkan dengan acara sungkeman.Selesai acara akad nikah,kedua mempelai beristirahat di kamar hotel yang disediakan khusus untuk mereka karena malamnya akan dilanjutkan dengan acara resepsi masih di tempat yang sama.


Bagas dan Felisha pun kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.Sementara Luna lebih memilih ikut dengan Dio dan Kinanti.


Sesampainya di kamar hotel,Ezra membantu melepaskan hiasan sanggul di kepala Ajeng.


"Kepala kamu tidak sakit dipasang banyak jepitan begini ?" tanya Ezra.


"Sakit sih engga..cuma kurang nyaman saja " jawab Ajeng.


"Tapi sumpah..hari ini kamu cantik banget " puji Ezra.


"Gombal " cebik Ajeng.


"Seandainya nanti malam tidak ada acara resepsi,pasti kamu sudah aku bawa kabur sekarang "


"Haaah..legaa " Ajeng mengurai rambut hitam sebahunya.


"Mau aku bantu bukain kebayanya ?" tanya Ezra.

__ADS_1


"Tidak usah..aku bisa sendiri " Ajeng menolak dan ia memilih mengganti bajunya di kamar mandi.


Setelah melepas kain dan kebayanya,Ajeng keluar dengan menggunakan bathrobe.Dikamar Ezra yang sudah berganti baju tampak sedang berbaring diatas kasur.


"Sini " panggil Ezra


Dengan sedikit ragu Ajeng mendekat kearah Ezra.


"Kamu takut banget deket-deket suami sendiri " Ezra menggerutu ketika melihat Ajeng yang masih takut berada dekat dengan nya.


"Bukan takut tapi aku belum terbiasa " jawab Ajeng


"Makanya harus sering dekat-dekat biar terbiasa " Ezra merengkuh pinggang Ajeng agar semakin dekat padanya.


Ajeng tidak berani protes karena pria yang berada didekatnya sekarang sudah menjadi suaminya dan berhak atas dirinya seutuhnya.


"Sayang..kita bikin replika Luna yuk ?" ajak Ezra berbisik.


Ajeng langsung melotot tidak menyangka jika Ezra akan meminta haknya secepat itu.


"Sekarang..kan masih siang kak ?"


"Emangnya ada aturannya kalau berhubungan intim itu harus malam hari ?" tanya Ezra dengan tangan yang mulai iseng menarik tali pinggang bathrobe yang Ajeng kenakan.


"Ti..tidak sih " jawab Ajeng.


Ajeng menutup dadanya dengan kedua tangannya ketika Ezra berhasil melepas simpul tali bathrobe yang Ajeng kenakan.


"Ngapain ditutup " Ezra menepiskan kedua tangan Ajeng yang menutupi dadanya yang tampak membusung itu.


Dengan menahan malu akhirnya Ajeng membiarkan Ezra memandangi tubuhnya penuh dengan kekaguman.


Namun beberapa saat kemudian,Ezra mulai mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka.Ajeng pun membalasnya.


Ezra yang sudah mulai terbakar gairah terpaksa harus melepaskan Ajeng ketika terdengar suara ketukan di pintu.


"Aunty..aku datang " suara cempreng Luna membuat Ajeng buru-buru memakai kembali bathrobe nya.


"Arrgghh...Luna..aku gigit juga kamu nak " geram Ezra.


Ajeng hanya tertawa sambil buru-buru membuka pintu kamar sebelum keponakan nya itu kembali memanggilnya.


"Aunty lama banget buka pintunya " Luna merajuk


"Aunty lagi mandi sayang " jawab Ajeng


"Mandi tapi kasurnya berantakan " sindir Dio


"Perkenalan dulu sebentar " jawab Ezra santai


"Kakak ih..ada anak kecil tau " Kinanti melotot kearah Ezra.


"Lagian ngapain sih kesini..ganggu saja "


"Luna pengen kesini " jawab Kinanti sambil menunjuk pada Luna yang langsung naik keatas kasur dan loncat-loncat fisana.


Ajeng menjaga Luna dipinggir kasur khawatir gadis kecil itu hilang keseimbangan dan tersungkur.


"Aunty.. kasur nya banyak bunganya.. aku mau tidur disini boleh ya Aunty " celoteh Luna sambil memunguti kelopak bunga mawar yang berserakan diatas kasur.


"Iya boleh sayang " jawab Ajeng,ia menghiraukan Ezra yang melotot kearahnya.


"Terimakasih aunty..mmuuacch " Luna langsung melompat kepangkuan Ajeng dan mencium pipinya.


"Terimakasih sama ciumnya ke om Ezra juga dong " bisik Ajeng.

__ADS_1


"Terimakasih ooom..mmuach " Luna beralih mencium pipi Ezra.


"Sama-sama sayang " jawab Ezra lesu.


__ADS_2