
Minggu pagi Bagas, Felisha dan Luna sudah siap akan pergi joging ke taman komplek dengan membawa stroller bayi. Sementara Nakula dan Abimanyu sudah pergi duluan dengan sepedanya.
Sebelum pergi tiba-tiba Luna mendapat satu pesan singkat dari nomer yang tidak ia kenal.
Kakak tunggu kamu di taman sekarang
Luna menautkan kedua alisnya, namun sejurus kemudian ia dapat menebak dari siapa pesan itu.
"Mom..aku tidak jadi pergi ya..perut aku tiba-tiba sakit " ucap Luna sambil memegang perutnya.
Karena Luna mengeluh sakit perut akhirnya Bagas dan Felisha pun pergi tanpa Luna sambil mendorong stroller bayinya.
Bayi cantik dalam stroller itu tetap tertidur nyenyak meski stroller yang Bagas dorong sedikit terguncang saat menggilas aspal.
"Nyenyak banget tidurnya " Bagas terkekeh melihat putri bungsunya yang terlihat lucu dalam balutan sweater berwarna putih lengkap dengan topi dan kaus kaki dengan warna senada hasil pilihan Luna.
"Semalam kakak makan apa sampai perutnya sakit ?" tanya Bagas khawatir ketika melihat Luna mengeluh sakit perut.
"Makanan di rumah aman sayang..mungkin kakak sedang datang bulan " jawab Felisha
"Sepulang dari joging kasih obat Yang..supaya tidak keterusan sakitnya " ujar Bagas.
"Iya " jawab Felisha.
Ketika Bagas dan Felisha sampai di taman, Nakula dan Abimanyu sudah lebih dulu sampai disana. Mereka terlihat sedang mengobrol dengan Kenzo.
Melihat kedatangan Bagas dan Felisha Kenzo langsung menghampiri dan mencium tangan mereka bergantian.
"Sudah sembuh kakinya Ken ?" tanya Bagas sambil menatap kearah kedua kaki Kenzo.
"Sudah Om " jawab Kenzo.
"Jepang memang memiliki rumah sakit terbaik di dunia " Bagas menepuk bahu Kenzo.
"Personil tidak lengkap Om ?" tanya Kenzo sambil tersenyum.
Bagas dan Felisha tertawa, mereka mengerti maksud pertanyaan Kenzo. Sepertinya Kenzo sedang menanyakan Luna.
"Sadewa masih tidur, dia katanya masih ngantuk karena baru datang dari Bandung subuh..kalau Luna tidak ikut karena mendadak perutnya sakit..padahal dia tadi sudah siap akan ikut joging " jawab Bagas.
__ADS_1
Kenzo terdiam.. sepertinya Luna sengaja tidak jadi pergi karena tidak mau bertemu dengannya.
Kenzo berusaha menyembunyikan kekecewaannya dengan mengobrol bersama Bagas dan Nakula. Sementara Abimanyu memilih mendorong stroller adiknya mengelilingi taman bersama Felisha.
Ketika matahari mulai naik mereka pun pulang. Nakula dan Abimanyu pulang dengan sepedanya, sedangkan Kenzo berjalan sambil mengobrol dengan Bagas dan Felisha.
Sebelum berpisah Bagas mengajak Kenzo untuk menemaninya bermain golf bersama Nakula dan Sadewa nanti siang. Kenzo pun menerima ajakan Bagas.
Luna yang sedang nonton tv di ruang keluarga sambil mengunyah sepotong coklat kaget ketika tiba-tiba Kenzo muncul dan langsung duduk disebelahnya.
Luna refleks langsung beranjak menjauh namun tangan Kenzo dengan cepat menangkap tangannya.
"Mau kemana ?" tanya Kenzo menatap kearah Luna dengan penuh kerinduan.
Luna tidak menjawab, ia berusaha melepaskan genggaman tangan Kenzo dari tangannya.
"Katanya sekarang sudah tidak suka coklat ?" tanya Kenzo ketika melihat sebatang coklat ditangan Luna.
"Aku tidak suka coklat dari kakak..pahit " jawab Luna sambil buru-buru pergi ketika genggaman tangan Kenzo ditangannya sedikit melonggar.
Disaat yang bersamaan Bagas dan sikembar muncul.Mereka pun segera berangkat untuk bermain golf.
Selama Kenzo di Jakarta Luna terus menghindar dan susah untuk didekati. Bahkan ketika Felisha memaksa Kenzo untuk makan malam dirumahnya Luna terus menghindarinya dan selalu membuang muka tidak mau melihat kearah Kenzo.
Kenzo diam-diam melirik kearah Luna untuk melihat reaksi gadis itu ketika mendengar jika ia akan menetap di Jakarta..namun Kenzo sedikit kecewa ketika melihat wajah Luna yang datar dan terkesan tidak peduli.
*
Karena Luna begitu sulit untuk didekati akhirnya Kenzo pun terpaksa meminta bantuan kepada Cindy lagi.
Kenzo meminta Cindy membawa Luna ke sebuah restoran. Kenzo ingin mengobrol panjang lebar dengan gadis yang sangat ia rindukan itu.
Setelah dibujuk akan dibelikan tas akhirnya Cindy berhasil membawa Luna ke sebuah pusat perbelanjaan.
Disana Cindy benar-benar membelikan sebuah tas untuk Luna.Selain membelikan tas untuk Luna ia juga membeli tas untuknya sendiri.
"Habis ngerampok siapa kamu ?" tanya Luna ketika Cindy membayar kedua tas itu dengan kartunya.
"Ada deh " jawab Cindy sambil menahan senyumnya.
__ADS_1
jika saja Luna tau jika kartu yang ia pakai untuk membayar kedua tas itu dari Kenzo Luna pasti menolaknya.
"Perut aku lapar..kita cari makan yuk " ajak Cindy sambil menarik tangan Luna menuju ke sebuah restoran dimana Kenzo sudah menunggu mereka sejak setengah jam yang lalu.
Ketika mereka akan masuk ke restoran tiba-tiba mereka berpapasan dengan Sadewa yang juga sepertinya akan makan disana.
"Kakak..katanya mau pulang ke Bandung ?" tanya Luna sambil menggelendot dilengan Sadewa.
Beberapa jam yang lalu Sadewa memang pamit akan pulang ke Bandung.Luna tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan kakaknya itu disini.
"Iya..kakak mampir dulu ada yang harus dibeli disini sekalian ketemu teman sebelum jalan " jawab Sadewa.
"Kalian mau makan disini ?" tanya Sadewa sambil menatap Luna dan Cindy bergantian.
"Iya kak.. " jawab Luna.
"Ya sudah kita makan disini " Sadewa menggiring kedua gadis itu menuju meja yang tidak jauh dari tempat Kenzo duduk menunggu.
Kenzo terlihat kaget melihat Cindy yang bukan hanya mengajak Luna saja tapi juga Sadewa. Sadewa yang mengira jika mereka hanya kebetulan bertemu disana akhirnya memilih bergabung dengan Kenzo.
Selama makan Kenzo diam-diam mencuri pandang kearah Luna.Meskipun mereka tidak mempunyai kesempatan berbicara namun Kenzo cukup senang karena bisa puas memandangi wajah cantik Luna meski terlihat terus cemberut.
Tidak jauh berbeda dengan Kenzo, Sadewa pun diam-diam menatap tajam kearah Cindy dengan mata menyelidik membuat Cindy menunduk dengan takut.
Sadewa mulai curiga jika mereka bukan kebetulan bertemu dengan Kenzo disana. Sepertinya mereka memang sudah janjian.
Selesai makan Sadewa mengantarkan Luna pulang terlebih dahulu sebelum kembali ke Bandung. Sementara Kenzo mengantarkan saudara sepupunya pulang.
"Kamu bagaimana sih malah ajak Sadewa segala.. bagaimana kakak bisa ngobrol sama Luna ?" omel Kenzo.
"Bukan diajak kak..kita tidak sengaja ketemu pas masuk resto " bela Cindy.
"Lagian kakak sih dulu pake ga mau ketemu Luna jadi pusing sendiri kan " Cindy menyalahkan Kenzo.
"Iya kakak yang salah " jawab Kenzo dengan wajah menyesal.
"Kakak tau tidak..menurut tetangga aku yang satu kampus sama Luna..Luna itu banyak yang naksir loh " ucap Cindy membuat wajah Kenzo langsung terlihat panik.
"Kakak sih pake sok-sok an menolak ketemu Luna ..sekarang pusing sendiri kan " sindir Cindy.
__ADS_1
"Berhenti ngocehnya..mana kartu kakak ?" Kenzo meminta kartunya yang ia pinjamkan kepada Cindy.
"Tadi aku beli tas dua..satu untuk Luna..satu untuk aku..cuma 5 juta kok " Cindy nyengir sambil menyerahkan kartu berwarna hitam itu kepada Kenzo.